Materi Antropologi Kelas XI Bab I: Keterkaitan Antara Keberagaman Budaya, Bahasa Dialek, Tradisi Lisan Dengan Kehidupan Masyarakat Dalam Suatu Daerah

7__toleransi_by_it3m-50y-500x2703

Materi ini diajarkan kepada peserta didik agar mampu memahami keterkaitan antara keberagaman budaya, bahasa  dialek, tradisi lisan dengan kehidupan masyarakat dalam suatu daerah. Bangsa Indonesia memiliki banyak budaya, dimana setiap daerahnya memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Telah kita ketahui bahwa kebudayaan di setiap daerah itu merupakan kebudayaan nasional seperti bahasa dan sastra Indonesia, bendera Merah Putih, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Keberagaman dapat terjadi karena beberapa motif, ada yang berdasarkan karena perbedaan lingkungan tempat tinggal, percampuran budaya satu dengan yang lain, dan perbedaan ras yang dapat dilihat dari ciri-ciri tubuhnya. Indonesia memiliki bahasa yang sangat beragam. Bahasa yang digunakan dalam kehidupan manusia mengandung beragam dialek. Dialek tersebut memiliki variasi yang beragam.

Variasi tersebut di antaranya ada yang berkaitan dengan aktivitas. M. Ramlan dan kawan-kawan membagi ragam bahasa Indonesia menjadi sebagai berikut:

    • Pertama, ragam berdasarkan tempat misalnya dialek Jakarta, dialek Menado, dialek Jawa, dialek Minangkabau dan sebagainya.
    • Kedua, ragam bahasa berdasarkan penutur terbagi menjadi ragam golongan cedekiawan dan ragam golongan bukan cendekiawan.
    • Ketiga, ragam bahasa berdasarkan sarana terbagi menjadi ragam lisan dan ragam tulisan.
    • Keempat, ragam bahasa berdasarkan bidang penggunaan terbagi menjadi ragam ilmu, ragam sastra, ragam surat kabar, ragam undang-undang, dan lain-lain.
    • Kelima, ragam bahasa berdasarkan suasana penggunaan, terbagi menjadi ragam resmi dan ragam santai.

Bahasa yang digunakan oleh penutur bahasa sangat dipengaruhi oleh konteks sosial budaya yang melingkunginya. Konteks budaya tersebut bergantung pula pada status sosial, aktivitas, daerah geografis, usia, gender, dan masih banyak lagi. Masyarakat bahasa yang berada di wilayah perkotaan sangat berbeda di dalam penggunaan bahasanya dengan masyarakat bahasa yang berada di daerah pedesaan. Hal ini disebabkan oleh konteks sosial budaya yang menyertai di dalam keh

Comments are closed.