• Peran Guru Dalam Kurikulum

    Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum

    Guru adalah titik sentral dari kurikulum. Berkat upaya guru, siswa timbul pendapatan. Sehingga memacu belajar lebih keras untuk mencapai tujuan pengajaran dan pembelajaran yang bersumber dari tujuan kurikulum. Untuk alasan ini, guru perlu memiliki keterampilan belajar mengajar.
    Penguasaan keterampilan ini tergantung pada bahan-bahan yang mereka miliki dan praktik dan guru yang dia alami. Keberhasilan pengajaran dan pembelajaran antara lain ditentukan oleh kemampuan kepribadian guru.

    Game Online Menjadi Kurikulum

    Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus mendorong perkembangan eSports di Indonesia. Buktinya, Kemenpora merencanakan eSports menjadi kurikulum sekolah. Ia mengaku serius mendorong eSports bisa masuk ke kurikulum sekolah menengah. Alasannya, eSports sudah menjadi olahraga resmi yang didalamnya terdapat sportivitas, bekerja sama, dan butuh kebugaran fisik

    MBS88 adalah Situs Game Online atau Slot Online yang menawarkan berbagai permainan menyenangkan seperti poker, kasino online, dan mesin slot online dengan bonus jackpot terbesar. Termasuk dalam berbagai game populer seperti: . Agencasino lengkap dengan bonus untuk pemain jika mereka menjadi anggota dan berbagai keunggulan menarik lainnya

    MBS88 adalah situs slot online Indonesia bahkan sudah di akui dunia, permainan slot online juga mencakup permainan gaming online yang memang sangat populer dan dapat memberikan hasil keuntungan dari para pemain game online yang memuaskan

    Jadi, dengan demikian kurikulum sebagai sebuah dokumen dengan proses pembelajaran sebagai implementasi dokumen tersebut merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan, keduanya saling mengada dan meniadakan ada kurikulum pasti ada pembelajaran; danada pembelajaran pasti ada kurikulum.Guru merupakan salah satu faktor penting dalam implementasi kurikulum, antara lain:

    1. Pelaksana

    Sebagai pelaksana, guru berperan dalam menerapkan kurikulum yang ada. Dalam melaksanakan perannya guru menerima berbagai formalisme kurikulum. Guru tidak memiliki ruang yang bagus untuk menentukan isi kurikulum atau menentukan target kurikulum. Dalam fase sebagai implementasi kurikulum, peran guru dalam pengembangan kurikulum terbatas pada menjalankan kurikulum yang telah dikompilasi. Ketika kita melihat, sampai sebelum terjadinya reformasi pendidikan di Indonesia, guru kita dalam kurikulum orang asing hanya terbatas pada implementasi berbagai kebijakan kurikulum yang dirancang secara terpusat, Yankni menguraikan program pengajaran (GBPP). Dalam GBPP yang memiliki matriks yang telah ditentukan dari tujuan yang harus dicapai, subjek yang harus disampaikan, cara itu harus dilakukan mencakup penggunaan media dan pembelajaran susmber dan bentuk evaluasi yang harus dilakukan dan untuk menentukan waktu ketika materi pelajaran harus disampaikan. Dalam mengembangkan kurikulum guru dianggap sebagai teknik yang hanya bertanggung jawab untuk mengimplementasikan berbagai ketentuan yang ada. Akibatnya, kurikulum seragam, apa yang guru lakukan di bagian timur Indonesia, sama dengan guru yang berada di bagian barat Indonesia. Karena guru hanyalah pelaksana kurikulum, tingkat kreativitas dan inovasi guru dalam pembelajaran teknik sangat lemah. Guru tidak didorong untuk melakukan berbagai reformis. Pengajaran dianggap bukan sebagai pekerjaan profesional, tetapi sebagai tugas rutin atau tugas sehari-hari.

    2. Adaptor

    Peran guru sebagai adaptor, lebih dari sekadar kurikulum yang dihukum dengan Karaketristis dan kebutuhan siswa dan kebutuhan regional. Dalam fase ini guru berwenang untuk menyesuaikan kurikulum yang ada dengan karakteristik sekolah dan debut lokal. Dalam kebijakan kurikulum unit pendidikan (KTSP), misalnya desainer kurikulum hanya menentukan standar konten sebagai standar emosi minimumBagaimana implementasinya, kapan pun masalah teknis lainnya ditentukan oleh guru. Dengan demikian, peran guru sebagai adaptor lebih luas daripada peran guru sebagai pelaksana.

    3. Pengembang

    Peran pengembang kurikulum, guru memiliki otoritas dalam merancang kurikulum. Guru tidak hanya dapat menentukan tujuan dan isi pelajaran yang akan disampaikan, tetapi juga dapat menentukan strategi apa yang harus dikembangkan dan bagaimana mengukur kesuksesan mereka. Sebagai pengembang kurikulum guru sepenuhnya dapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan karakteristik, misi dan visi sekolah, dan sesuai dengan pengalaman belajar yang dibutuhkan oleh siswa. Kita dapat melihat implementasi peran ini dalam pengembangan kurikulum konten lokal (Mulok) sebagai bagian dari kurikulum tingkat pendidikan, Sturktur (KTSP). Pengembangan kurikulum konten lokal, sepenuhnya diserahkan ke setiap unit pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum Mulok yang biasa antara sekolah dapat berbeda. Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

    4. Peneliti

    Karena fase terakhir adalah peran guru sebagai peneliti kurikulum (kurikum peneliti) peran ini dilakukan sebagai bagian dari tugas profesional guru yang memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kinerja mereka sebagai guru. Dalam pelaksanaan peran sebagai peneliti, guru memiliki tanggung jawab untuk menguji sebagai komponen kurikulum, misalnya menguji materi kurikulum, menguji efektivitas program, menguji strategi dan model pembelajaran, dll., Termasuk mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai target kurikulum. Salah satu metode yang dipertanyakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu metode penelitian yang berangkat dari masalah yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan kurikulum. Melalui PTK, guru mengambil inisiatif untuk melakukan penelitian sambil melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh ini, dengan PTK tidak hanya untuk menambah wawasan kepada guru dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya, tetapi guru Sakara terus menerus dapat meningkatkan kualitasnya

    Categories: Uncategorized

    Tags: , , , , , , , , , , , ,

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    * Kode Akses Komentar:

    * Tuliskan kode akses komentar diatas: