Porsatim 2018

 

Hello friends, it’n been long time…

Sekarang aku mau berbagi cerita tentang Porsatim kemaren. Ya, ini adalah acara tahunan di setiap jurusan Sosiologi Antropologi. Tiap angkatan diwajibkan untuk menampilkan soft skillnya di bidang olahraga dan seni.

Well, aku, Adit dan Sinta akhirnya memutuskan untuk membawakan lagu yang berjudul Karma. Kita hanya latihan 2 jam sebelum perform, tapi namanya juga semester tua cuy, yg penting PeDe aja lah wkwk

Next time I’ll post some stuff to my Blog again. Ya kali cuk viewers 160ribu kaga dimanpaatin wkwk

See you on the next post😉

 

Review Jurnal “Budaya Kekerasan dalam Perspektif Nilai-Nilai dan Etika Masyarakat Jawa”

Haaay temen-temen, kali ini saya akan berbagi tentang tugas artikel mata kuliah Sosiologi Politik pada semester 5. Ini adalah hasil review atau pandangan saya tentang isi jurnal Budaya Kekerasan dalam Perspektif Nilai-Nilai dan Etika Masyarakat Jawa karya Nugroho Trisnu Brata.

Semoga ilmunya bermanfaat yaa…. Continue reading

Hubungan Patron-Klien Kiai dengan Santri di Pesantren

Haaay temen-temen, kali ini saya akan berbagi tentang tugas artikel mata kuliah Sosiologi Politik pada semester 5. Yang mengangkat tema Hubungan Patron-Klien.

Latar Belakang

Arus modernisasi dewasa ini disadari ataupun tidak telah membawa berbagai macam perubahan hampir di semua lini kehidupan. Salah satu perubahan konkrit adalah gencarnya penetrasi teknologi yang semakin memungkinkan manusia menjadi lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Teknologi seperti halnya alat komunikasi telah mampu mengubah persepsi masyarakat akan batas-batas ruang teritorial yang selama ini dianggap hampir tak terjangkau. Pada sisi yang lain, modernisasi juga telah secara pelan tapi pasti mengubah kultur lokal menjadi lebih terbuka dengan mengikuti perubahan yang terjadi. Pada titik ini, budaya lokal yang dianggap sakral oleh masyarakat dan selalu dijadikan pijakan dalam setiap tindakannya lambat laun mengalami pergeseran. Pesantren sebagai lembaga Islam tradisional tertua di Indonesia juga telah melakukan transformasi. Perubahan telah menyentuh institusi ini. Pesantren yang pada dasarnya merupakan subkultur dalam kehidupan setelah masyarakat, telah bergeser perannya tidak sekedar lembaga yang mencetak Kiai atau ulama tetapi juga intelektual muslim yang diharapkan dapat melanjutkan cita-cita para pendahulunya untuk memajukan umat Islam secara keseluruhan (Azra, 2001: 27). Continue reading