Design, Art and Broadcasting

Just another Jejaring Blog Unnes Sites site

Beat The Movement: Kominfo Ajak 2000 Lebih Anak Muda Semarang Mendukung Asian Games 2018

Lebih dari 2000 anak muda Semarang padati lokasi acara yang bertajuk Beat The Movement yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Negeri Semarang  hari Selasa, 12 Desember 2018.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk upaya pemerintah dalam menyambut serta mendukung Asian Games 2018 Jakarta-Palembang pada tanggal 18 Agustus 2018 mendatang.

Poster Acara Beat The Movement Semarang

Pada awalnya, penyelenggara kegiatan ini menargetkan hanya 1000 peserta untuk meramaikan acara Beat The Movement. Namun target tersebut diluar ekspektasi, peserta yang datang di lokasi telah melebihi 2000 peserta. Banyak peserta yang rela datang pagi hari dari jam 06.00 WIB untuk mengantri dan menunggu acara dimulai. Karena adanya motivasi pembicara yang hebat, kaos gratis untuk 1000 pendaftar ulang pertama, serta kupon sertifikat cetak yang terbatas membuat peserta lebih bersemangat untuk mengantri. Meski berdesak-desakkan, anak-anak muda Semarang ini tetap bersemangat dan antusias.

Pemberitahuan Jumlah Peserta Terdaftar

    

Suasana Antrian Peserta Beat The Movement Semarang

Beat The Movement Semarang kali ini diisi dengan Creative Media Workshop dan Creative Talk serta hiburan-hiburan yang fantastis. Creative Media Workshop ini diisi oleh Roderick Adrian Mozes (Editor Multimedia Kompas.com), Rubbi Widiantoro (Distribution Partnership Manager Kompas.com), dan Silih Agung Wasesa (Praktisi PR dan Penulis Buku). Sedangkan Creative Talk tersebut dihadiri oleh Vidi Aldiano yang merupakan artis muda dan creativepreneur. Selain Creative Media Workshop dan Creative Talk, Beat The Movement kali ini membagi doorprize dengan total hadiah jutaan rupiah serta 2 smartphone keren untuk 2 pemenang video jurnalis saat acara berlangsung.

    

Suasana Ketika Acara Berlangsung

Dengan adanya acara Beat The Movement: Road to Asian Games 2018 di Semarang ini, anak muda Semarang diajak untuk mendukung Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

“Mari kita dukung Asian Games 2018, satukan energi Indonesia Juara!”, begitulah seruan dari Rosarita Niken Widiastuti selaku Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik.

Menggunakan #DukungBersama #AsianGames2018 #SatukanEnergiIndonesiaJuara anak muda Semarang ikut menyuarakan semangat dukungan kepada atlet-atlet yang akan bertanding.

 

#DukungBersama

#AsianGames2018

#SatukanEnergiIndonesiaJuara

#BeatTheMovement

#RoadToAsianGames2018

posted by Ivan Trifandianto in broadcasting,event,jurnalistik,semarang,Uncategorized and have No Comments

Kritik Holistik Poster Karya Ferdi Rizkiyanto

266053f

Ferdi Rizkiyanto adalah desainer grafis yang berdomisili di Jakarta. Ferdi Rizkiyanto bersekolah di Universitas Mercu Buana. Beliau bekerja sebagai freelance dalam bidang desain grafis dan memiliki pengalaman bekerja sudah 9 tahun lamanya di berbagai lembaga internasional. Ferdi sangat menikmati pekerjaannya dalam memecahkan masalah, pemecahan masalah ini ia sajikan dalam bentuk visual. Salah satu karyanya yaitu poster layanan masyarakat dalam kritik sosial tentang pemanasan global.

original_193879_o4dIlyqDgQ2Acbq2QC0yEBB89

Poster ini adalah karya Ferdi Rizkiyanto dalam bentuk poster layanan masyarakat dengan ukuran A4 yang dibuat pada tahun 2009. Terdapat gambar dua binatang yaitu pinguin kutub dewasa dan anaknya yang sedang menarik kabel colokkan dari stopkontak berwarna putih di sebelah pojok bagian kanan bawah dan berdiri di atas es. Di pojok kanan bagian atas terdapat  lampu yang  menyala menyoroti kedua pinguin tersebut. Background tanpa ornamen atau gambar-gambar tambahan, namun hanya warna polos. Terdapat  teks “Turn it Off Now! One thing that causes global warming is electrical pollution. Save electricity and reduce global warming now, by turning off lights when you leave a room, and using only as much light as you need” di pojok kiri atas poster. Di pojok bagian kanan bawah terdapat teks “Help Stop Global Warming” dicetak tebal dan “Copyright 2009 Ferdi Rizkiyanto. All Rights Reserved” dicetak biasa.

Poster ini didominasi warna abu-abu kebiruan. Garis dan kontur yang ada sangat terlihat jelas sehingga kita dapat melihat objek dengan jelas. Pinguin yang terdapat dalam poster ini berwarna putih dan abu-abu kehitaman serta yang dewasa mempunyai warna kuning di sebagian kepala dan paruhnya, bulunya terlihat lembut dan halus karena subjek ini diambil dari objek nyata yang difoto. Es yang di tumpangi oleh pinguin tersebut terlihat licin dan halus terlihat dari tekstur yang didukung dengan gelap terang dan memantulkan bayang-bayang dari pinguin tersebut. Kabel berwarna putih dan stopkontak berwarna putih juga. Wadah lampu yang menyala menyoroti pinguin terbuat dari metal yang mengkilat. Background yang terdapat pada poster ini berwarna abu-abu terang dan gelap dalam bentuk gradasi. Teks “Turn it Off Now! One thing that causes global warming is electrical pollution. Save electricity and reduce global warming now, by turning off lights when you leave a room, and using only as much light as you need” dicetak dalam warna putih. Ada juga teks “Help Stop Global Warming” dicetak tebal dan “Copyright 2009 Ferdi Rizkiyanto. All Rights Reserved” dicetak biasa dengan warna putih. Tata letak poster ini seimbang dan tidak berat sebelah. Pusat perhatian poster ini terpaku pada subjek pinguinnya.

Poster layanan masyarakat ini berisi tentang kritik masyarakat era saat ini mengenai pemanasan global. Gambar pinguin berdiri diatas es dan berusaha menarik kabel dari stopkontak untuk mematikan lampu dapat  diartikan bahwa sekarang pemanasan global di bumi ini. Karena menghemat listrik dapat mencegah terjadinya pemanasan global. Dipertegas kembali dengan teks bertuliskan “Turn it Off Now! One thing that causes global warming is electrical pollution. Save electricity and reduce global warming now, by turning off lights when you leave a room, and using only as much light as you need” dengan arti dalam Bahasa Indonesia “Matikan Sekarang! Satu hal yang menyebabkan pemanasan global adalah polusi listrik. Menghemat listrik dan mengurangi pemanasan global sekarang, dengan mematikan lampu ketika anda meninggalkan ruangan, dan hanya menggunakan lampu sesuai kebutuhan anda”.

Menurut saya, poster ini sudah baik dan menarik untuk dipublikasikan. Karena tanpa kita membaca teks yang ada kita tetap bisa membaca isi dari poster ini. Poster ini juga dapat menjadi kritik ke masyarakat luas untuk memerhatikan dan menjaga alam.

posted by Ivan Trifandianto in Kritik,Uncategorized and have No Comments
Tags: , ,

Kritik Seni Rupa Desain Poster

WWF_Pollution_poster

Deskripsi

Poster layanan masyarakat berukuran 1:1 ini dibuat oleh WWF (World Wide Fun) untuk alam pada tahun 2008. Terdapat 1 subjek yang terlihat jelas yaitu gambar gelas kaca berisi air hampir penuh (ada pantulan bayangan gelas pada bagian bawah gelas) dengan campuran bahan kimia berwarna hitam. Ada logo WWF di pojok kanan atas. Terdapat teks “Polluted river water kills as many people as a nuclear explosion” di samping gambar gelas dengan penempatan terbalik. Terdapat pula teks “www.wwfindia.org/wwf_publications PANDA, Jul – Sept, 2008” terletak di pojok kiri atas. Warna dominan poster ini putih, dengan subjek yang ada berwarna hitam dan abu-abu serta background  yang digunakan adalah warna putih polos.

Analisis

kritik seni 1

kritik seni 2

Interpretasi

Pada poster layanan masyarakat ini terdapat beberapa makna yang tersembunyi, poster ini berisi tentang himbauan untuk menjaga kebersihan sungai tanpa mencemarinya. Ada beberapa makna yang ada, yaitu gambar gelas berisi air jernih dan campuran cairan hitam yang terdapat dalam poster tersebut bermakna polusi air. Air jernih dalam gelas kaca mengibaratkan air sungai yang jernih dan bersih tanpa sampah sehingga manusia dapat hidup normal dan sehat tanpa penyakit. Namun ada cairan hitam yang disini berperan sebagai polutan atau penyebab polusi air yang mencemari air sungai yang jernih. Diperjelas dengan teks pendukung “Polluted river water kills as many people as a nuclear explosion” yang berarti mencemari air sungai dapat membunuh banyak orang seperti ledakan nuklir. Teks “…nuclear explosion” diperkuat dengan adanya gambar ledakan nuklir didalam gelas tersebut, ledakan nuklir ini diperoleh dari cairan hitam tadi. Jadi, poster ini ada dua pandangan yaitu dari bawah dan dari atas, ketika poster ini beridiri biasa, maka kita dapat melihat gambar air yang dicemari. Namun, ketika kita membaca teks yang terbalik dan kita membalik poster tersebut, maka kita dapat melihat ledakan nuklir seperti pengibaratan ketika kita mencemari air sungai.

 

WWF_Pollution_poster

Evaluasi

Menurut saya, poster ini menarik untuk dipublikasikan. Banyak makna yang terdapat didalam poster ini. Pengemasannya juga unik, dengan membalikkan posisi poster maka kita mendapat gambaran berbeda namun tetap satu subjek gambar utama yaitu  gelas berisi air jernih tercampur cairan hitam. Ide yang digunakan sangat luar biasa dengan menggunakan 2 posisi visual. Titik fokusnya juga sudah  tertuju langsung pada gambar. Namun poster ini  terdapat kekurangan yaitu gambar gelas yang kurang  jelas dan kontras dengan background serta kebanyakan orang pasti bingung dengan gambar awal gelas berisi air jernih yang dihubungkan dengan air sungai, padahal air sungai itu  mengalir dan banyak volumenya pada gambar di poster ini terkesan bahwa poster ini menggambarkan air danau yang jernih karena air danau itu tergolong  tenang seperti air di dalam gelas. Sarannya, dengan menggunakan gambar atau subjek yang tepat untuk penggambaran air sungai.

posted by Ivan Trifandianto in Uncategorized and have No Comments

Analisis Poster (Tahap Kedua Kritik Seni Rupa)

Tugas Analisis Karya Seni Rupa-5

kritik 1

kritik 2

kritik 3

posted by Ivan Trifandianto in Uncategorized and have No Comments

Deskripsi Karya ‘Poster’ (Tahap Awal dalam Kritik Seni Rupa)

poster

Poster di atas adalah poster layanan masyarakat yang dibuat oleh “Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia”. Poster ini berukuran bekisar 3:2 landscape. Di dalam poster ini terdapat foto tangan kanan bayi menggenggam berkulit sawo matang yang beri price tag dengan tulisan “bayi 3 bulan Rp. 500.000” serta barcode di bawah tulisan tersebut. Tangan bayi tersebut memegang satu jari yaitu jari telunjuk oleh tangan kanan orang dewasa berwarna semi abu-abu yang memakai cat  kuku berwarna gelap. Foto tersebut berada di pojok kiri bawah poster. Di sebelah kanan poster terdapat tulisan “GAK DIJUAL!” dengan bingkai dan bewarna merah. Di bagian pojok kanan bawah, terdapat  logo dari Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia. Warna background poster ini berwarna putih abu-abu dengan gradasi terkstur membingkai.

posted by Ivan Trifandianto in Kritik and have No Comments

Software Untuk Anime Atau Manga

Agan-agan sekalian pasti tahu apa itu anime atau manga…

Anime adalah kartun buatan Jepang dengan ciri khas tersendiri yang menonjolkan lekukan kain pada baju, celana, dll. Beda dengan kartun buatan Amerika.

Kalau manga adalah komik Jepang dengan ciri khas anime itu sendiri. Contohnya Naruto, One Piece, Eyeshield 21, Magi, Cardcaptor Sakura, Devil Survivor, dsb. Nie gan contohnya
(Buatan ane sendiri) :D
a
PRAMUKA copy
Nah, untuk membuat karya seperti ini, ane pake Painttool SAI yang bisa agan download disini. Untuk tutorialnya ane belum sempet cari…hehehe…

Cari sendiri ya… tanya ke mbah Google :D

Selamat berkarya!!!!
Ganbate!!!
posted by Ivan Trifandianto in Uncategorized and have No Comments

Go Green: Sekarang atau Tidak Sama Sekali

Banyak kalangan muda yang tak suka dengan program penanaman pohon atau lain sebagainya. Namun perlu kita perhatikan juga bahwa dunia khususnya Indonesia yang notabene negara tropis banyak pepohonan merasakan panasnya dunia saat ini. Maka dari itu kita perlu perubahan dengan penanaman pohon 1 individu untuk 1 pohon.

FormatFactoryIMG_20150410_091249

posted by Ivan Trifandianto in Uncategorized and have No Comments

Tipe X Manggung di Unnes

IMG_3227

Tipe-X, grup band yang terbentuk di Jakarta pada tahun 1995 tampil dalam Inagurasi Mahasiswa Baru Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (26/11) di lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan kampus Sekaran Gunungpati. Ribuan penggemarnya memenuhi lapangan sejak pembukaan hingga pentas berakhir.

Setibanya di Unnes, band yang digawangi Tresno Riadi, Micky, Yoss, Arie Hardjo, Billy, dan Anto itu langsung melakukan jamuan makan bersama Wakil Rektor Bidang Kemaahasiswaan Dr Bambang BR.

Sebelum Tipe-X tampil, acara yang bertemakan “Semarak Inagurasi, Semangat Konservasi” tersebut dimeriahkan band lokal seperti Midnight, Pingkel Standing, NFNW, dan For You All.

Acara inagurasi merupakan penutupan dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru.

posted by Ivan Trifandianto in Uncategorized and have No Comments

Hello world!

Welcome to Jejaring Blog Unnes Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

posted by Ivan Trifandianto in Uncategorized and have Comment (1)
Skip to toolbar