Pengertian Antropologi

Antropologi berasal dari kata anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu, maka antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia yaitu mempelajari ras-ras manusia, ciri fisiknya, kebudayaannya, perilakunya dsb. Menurut Keesing dan Keesing antropologi merupakan studi mengenai manusia, baik dalam kedudukannya sebagai bagian dari dunia binatang maupun dalam kedudukannya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Menurut Koentjaraningrat, Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan. Sedangkan menurut William A. Havilland, Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

Dari beberapa definisi di atas, dapat disusun pengertian sederhana bahwa antropologi adalah sebuah ilmu (studi) yang mempelajari tentang segala aspek dari manusia, yang terdiri dari aspek fisik dan nonfisik berupa warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, kebudayaan, aspek politik, dan berbagai pengetahuan tentang corak kehidupan lainnya yang bermanfaat.

Konsep-Konsep Dasar Antropologi

Sebagaimana ilmu-ilmu sosial lainnya, penggunaan konsep dalam antropologi adalah penting karena pengembangan konsep yang terdefinisikan dengan baik merupakan tujuan dari setiap disiplin ilmu. Benar menurut Keesing yang mengemukakan tidak ada dua ahli antropolgi yang mempuyai pendapat sama persis atau menggunakan simbol-simbol atau konsep-konsep yang sama.  Terdapat tujuh kelompok pengertian kebudayaan yaitu:

  • Kelompok kebudayaan sebagai keseluruhan kompleks kehidupan manusia.
  • Kelompok kebudayaan sebagai warisan sosial atau tradisi.
  • Kelompok kebudayaan sebagai cara dan aturan termasuk cita-cita, nilai-nilai dan kelakuan.
  • Kelompok kebudayaan sebagai keterkaitan dalam proses-proses psikologis.
  • Kelompok kebudayaan sebagai struktur atau pola-pola organisasi kebudayaan.
  • Kelompok kebudayaan sebagai hasil perbuatan atau kecerdasan manusia.
  • Kelompok kebudayaan sebagai system symbol.

Pendekatan Antropologi                                                   

Studi kebudayaan adalah sentral dalam Antropologi. Bidang kajian utama antropologi adalah kebudayaan dan dipelajari melalui pendekatan. Berikut 3 macam pendekatan utama yang biasa dipergunakan untuk para ilmuan antropologi.

  • Pendekatan Holistik

Kebudayaan dipandang secara utuh (holistic). Pendekatan ini digunnakan oleh para pakar antropologi apabila mereka sedang mempelajari kebudayaan suatu masyarakat. Kebudayaan dipandang sebagai suatu keutuhan, setiap unsure di dalamnya mungkin dipahami dalam keadaan terpisah dari keutuhan tersebut. Para pakar antropologi mengumpulkan semua aspek, termasuk sejarah, geografi, ekonomi, teknologi, dan bahasa. Untuk memperoleh generalisasi (simpulan) tentang suatu kompleks kebudayaan seperti perkawinan dalam suatu masyarakat, para pakar antropologi merasa bahwa mereka harus memahami dengan baik semua lembaga lain dalam masyarakat yang bersangkutan.

  • Pendekatan Komparatif

Pendekatan komparatif juga merupakan pendekatan yang unik dalam antropologi untuk mempelajari kebudayaan masyarakat yang belum mengenal baca-tulis (praaksara). Para ilmuan antropologi paling sering mempelajari masyarakat praaksara karena 2 alasan utama. Pertama, mereka yakin bahwa setiap generalisasi dan teori harus diuji pada populasi-populasi di sebanyak mungkin daerah kebudayaan sebelum dapat diverifikasi. Kedua, mereka lebih mudah mempelajari keseluruhan kebudayaan masyarakat-masyarakat kecil yang relative homogeny dari pada masyarakat-masyarakat modern yang kompleks. Masyarakat pra-aksara yang hidup di daerah-daerah terpencil merupakan laboratorium bagi para ilmuan antropologi.

  • Pendekatan Historic

Pengutamaan asal-usul unsure kebudayaan. Pendekatan dan unsure-unsur historis memiliki arti yang sangan penting dalam antropologi, lebih penting daripada ilmu lain dalam kelompok ilmu tingkah laku manusia. Para ilmuan antropologi tertarik pertama-tama pada asal-usul historis dari unsure-unsur kebudayaan, dan setelah itu tertarik pada unsure-unsur kebudayaan yang unik dan khusus.

Keberagaman Budaya, Agama, Religi, Tradisi dan Bahasa di Indonesia

  • Budaya

Menurut Koentjaraningrat, budaya merupakan sebuah sistem gagasan & rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia didalam kehidupannya yang bermasyarakat, yang dijadikan kepunyaannya dengan belajar.

  • Agama

Menurut Emile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Agama yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

  • Religi

Menurut Gazalba (Rohilah,2010), bahwa religi berasal dari bahasa latin religio yang berasal dari akar kata religare yang berarti mengikat. Religi adalah kecenderungan rohani manusia untuk berhubungan dengan alam semesta, nilai yang meliputi segalanya, makna yang terakhir, dan hakekat dari semuanya.

  • Tradisi

Tradisi ( Bahasa Latin: traditio, “diteruskan” ) atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, atau agama yang sama. Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah.

  • Bahasa

Bahasa adalah penyambung komunikasi antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Hampir tiap daerah mempunyai bahasa daerah sendiri-sendiri dan biasanya disertai dengan logat atau dialek yang berbeda-beda. Hal itu menunjukkan ciri khas masing-masing daerah. Tetapi sebagai bahasa pemersatu antar daerah yaitu bahasa Indonesia atau bahasa nasional yang sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui bahasanya. Indonesia mempunyai keragaman bahasa seperti bahasa Jawa, bahasa sunda, bahasa Sasak, bahasa Bali, bahasa Madura, dan sebagainya.

Sumber:

  • Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Koentjaraningrat. 1983. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
  • Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.