Lewat ke baris perkakas

Materi Sosiologi SMA Kelas X: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial

  1. INDIVIDU

Individu berasal dari kata in-divider yang berarti tidak dapat dibagi-bagi atau dengan kata lain berdiri-sendiri atau disebut juga perorangan. Individu yang dimaksud adalah insan (manusia), Aristoteles berpendapat bahwa manusia merupakan penjumlahan dari kemampuan tertentu yang masing-masing bekerja sendiri seperti kemampuan-kemampuan vegetatif (makanan dan berkembang biak), kemampuan sensitif (bergerak, bernafsu, perasaan, dan mengamati) dan kemampuan intelektif (kecerdasan).

Dengan kata lain, individu adalah subjek yang bertindak (aktor), subjek yang melakukan sesuatu hal, subjek yang memiliki pikiran, subjek yang memiliki keinginan, subjek yang memiliki kebebasan dan subjek yang memberi arti (meaning). Pertumbuhan dan perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya, salah satunya yaitu lingkungan yang sehat. Lingkungan sehat yang dimaksud adalah lingkungan pendidikan, melalui pendidikan individu dapat terbina dan terlatih potensi yang ada pada dirinya.

  1. KELOMPOK SOSIAL

Pengertian

Lahirya kelompok sosial disebabkan oleh kebutuhan manusia untuk berhubungan, tapi tidak semua hubungan tersebut dikatakan sebagai kelompok sosial. Menurut Soerjono Soekanto, kelompok sosial sebagai kesatuan manusia yang hidup bersama, berhungan secara timbal-balik dan saling memengaruhi. Dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial merupakan: kesatuan manusia secara nyata, teratur, dan tetap; memiliki kesadaran untuk berkelompok; saling berinteraksi untuk mencapai tujuan atau kepentingan yang sama.

Ciri dan Syarat Kelompok Sosial

Ciri-cirinya yaitu: merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia lainnya; memiliki struktur sosial dan pembagian tugas antar anggotanya; memiliki kepentingan bersama; adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya.

Syarat-syaratnya yaitu: setiap anggota kelompok harus memiliki hubungan timbal-balik; etiap anggota kelompok harus memiliki kesadaran; suatu kelompok sosial perlu memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku yang khas.

Ciri dan Syarat Kelompok Sosial

Faktor-faktor yang menjadi dasar terbentuknya kelompok sosial antara lain sebagai berikut: faktor keturunan, faktor daerah asal, faktor geografis, faktor kepentingan, faktor keagamaan, dan faktor ideologi kenegaraan.

Proses Terbentuknya Kelompok SosialĀ 

Gambaran secara ringkasnya yaitu: pertama, adanya persepsi atau perasaan yang sama untuk memenuhi kebutuhan. Kedua, timbulnya motivasi untuk memenuhi kebutuhan. Ketiga, terjadi interaksi antaranggota masyarakat. Keempat, terbentuknya kelompok sosial dalam masyarakat.

Klasifikasi Kelompok Sosial

Menurut Cara Terbentuknya

  • Kelompok Semu (kerumunan/crowd, massa, publik, geng, klik)
  • Kelompok Nyata (kelompok statistik, kelompok masyarakat, kelompok sosial, kelompok asosiasi)

Menurut Erat Longgarnya Ikatan Antaranggota

  • Gemeinschaft (paguyuban)
  • Gesellschaft (patembayan)

Menurut Kualitas Hubungan Antaranggota

  • Kelompok Primer
  • Kelompok Sekunder

Menurut Pencapain Tujuan

  • Kelompok Formal
  • Kelompok Informal

Menurut Keanggotaan Kelompok

  • Membership Group
  • Reference Group

Menurut Sudut Pandang Individu

  • In Group
  • Out Group

HUBUNGAN SOSIAL

  • Interaksi Sosial

Interaksi antarmanusia terjadi karena manusia saling membutuhkan. Disamping ituĀ  manusia secara kodrati adalah makhluk sosial, di dalam dirinya terdapat hasrat untuk berkomunikasi, bergaul, dan bekerjasama dengan manusia lain. Interaksi sosial sendiri adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antarindividu, antara individu dan kelompok, dan antar kelompok. Syarat terjadinya interaksi sosial yaitu adanya kontak dan komunikasi. Interaksi sosial dapat bersifat positif maupun negative, interaksi sosial positif artinya saling menguntungkan, sedangkan interaksi sosial negative artinya merugikan salah satu pihak atau keduanya.

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Interaksi sosial dilandasi oleh beberapa faktor psikologis, yaitu:

  1. Imitasi
  2. Sugesti
  3. Identifikasi
  4. Simpati
  5. Empati

SUMBER:

Waluya Bagja. 2009. Sosiologi. Jakarta: Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional

Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi 1: Kelompok Pemintan Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Esis Erlangga

Soeroso Andreas. 2008. Sosiologi 1: Yudhistira

http://alfiskaoktayati.blogspot.co.id/2013/06/materi-ips-tentang-individu-kelompok.html

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: