Materi Antropologi SMA Kelas XI: Tradisi Lisan dalam Masyarakat Setempat

  1. Macam-macam tradisi lisan

Tradisi lisan adalah cerita lisan tentang suatu tempat atau tokoh yang dibuat teks kisahan dalam berbagai bentuk, seperti syair, prosa, lirik, syair bebas, dan nyanyian.

Macam-macam tradisi lisan yang terdapat dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut.

a. Cerita tentang terjadinya suatu tempat yang berbentuk syair bebas dan ditampilkan hal- hal yang tidak benar-benar terjadi.

b. Cerita rakyat mengenai seorang tokoh di suatu daerah, baik tokoh yang bersifat baik dan berjasa bagi daerahnya maupun tokoh yang bersifat buruk, jahat, dan merugikan orang lain.

c. Cerita rakyat tentang misteri/kegaiban di suatu tempat, misalnya makam seorang tokoh, goa, batu besar, dan sebagainya. Teruskan membaca

Materi Antropologi SMA Kelas XI: Bahasa dan Dialek yang Digunakan dalam Masyarakat

Secara umum bahasa memiliki fungsi, yaitu untuk berkomunikasi. Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain tentu menggunakan bahasa. Menurut Prof. Dr. Samsuri (1980), bahasa tidak dapat terpisahkan dari manusia dan mengikuti di dalam setiap pekerjaannya. Mulai dari bangun tidur pagi-pagi sampai larut malam sebelum tidur manusia tidak lepas dari bahasa.

Di rumah kita berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain, misal bapak, ibu, kakak, atau adik. Di luar rumah kita berkomunikasi dengan tetangga, di perjalanan apabila naik angkutan umum kita bisa berkomunikasi dengan orang yang di dekat kita, di sekolah atau di tempat kerja kita juga berkomunikasi dengan teman sekolah atau rekan kerja. Teruskan membaca

Materi Antropologi SMA Kelas XI: Bahasa dan Dialek yang Ada di Indonesia

indonesia10

  1. Bahasa Jawa

Bahasa Jawa tergolong subkeluarga Hesperonesia dari keluarga bahasa Melayu – Polinesia. Dengan demikian kecuali bahasa Jawa sehari-hari, masih ada bahasa Jawa kesusastraan yang secara kronologi dapat dibagi ke dalam enam fase sebagai berikut.

  1. Bahasa Jawa Kuno yang dipakai dalam prasasti-prasasti

keraton pada zaman antara abad ke-8 dan ke-10 dipahat pada batu atau diukir pada perunggu, dan bahasa seperti yang dipergunakan dalam karya-karya kesusastraan kuno abad ke-10 hingga ke-14. Sebagian kecil dari naskah-naskah Jawa Kuno yang kita miliki sekarang dibuat di Jawa Tengah dan sebagian besar ditulis di Jawa Timur. Kita tidak mengetahui sampai di mana idiom bahasa kesusastraan Jawa Kuno yang seluruhnya ditulis dalam bentuk puisi (kakawin) itu juga digunakan dalam bahasa sehari-hari pada saat itu. Teruskan membaca

Materi Antropologi SMA Kelas X: Budaya Lokal, Budaya Nasional, Budaya Asing, Hubungan antar Budaya di Era Globalisasi

1.      Budaya Lokal

Bangsa Indonesia memiliki masyarakat dengan beragam kebudayaan, pada setiap masyarakat mengembangkan kebudayaan masing-masing. Kebudayaan yang dikembangkan di daerah-daerah disebut dengan kebudayaan lokal. Kebudayaan lokal yang dikembangkan masyarakat Indonesia salah satunya yaitu kebudayaan Jawa.

a.       Budaya Lokal Masyarakat Jawa

Terdapat banyak sekali budaya lokal yang dikembangkan oleh masyarakat Jawa: Teruskan membaca

Materi Antropologi SMA Kelas X: Konsep Dasar, Peran, Fungsi, Keterampilan Antropologi dalam Mengkaji Kesamaan dan Keberagaman Budaya, Agama, Religi, Kepercayaan, Tradisi dan Bahasa

1.      Konsep Dasar Antropologi

Antropologi berasal dari kata anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu, maka antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia yaitu mempelajari ras-ras manusia, ciri fisiknya, kebudayaannya, perilakunya dsb. Menurut Keesing dan Keesing antropologi merupakan studi mengenai manusia, baik dalam kedudukannya sebagai bagian dari dunia binatang maupun dalam kedudukannya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Yang di pelajari dalam antropologi antara lain:

a.       Keanekaragaman fisik manusia

b.      Keanekaragaman masyarakat dan budaya manusia.

c.       Perkembangan atau perubahan masyarakat dan budaya.

d.      Masyarakat, kebudayaan, dan segala dinamika yang ada di dalamnya. Teruskan membaca

Materi Antropologi SMA Kelas X: Budaya Perwujudan, Unsur, Isi/Substansi Budaya & Nilai Budaya

1.       Definisi Kebudayaan

Kata kebudayaan berasal dari kata Sansekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri  manuusia dengan belajar. Dalam hal ini berarti kebudayaan merupakan hasil sistem gagasan atau ide manusia yang diwujudkan melalui perilaku dan tindakan manusia yang kemudian dapat menghasilkan karya dalam kehidupan manusia. Misalnya dalam masyarakat Islam masa kini yaitu manusia memiliki ide (gagasan) mengenai cara berpakaian agar sesuai dengan syari’at Islam tetapi juga bisa mengikuti trend perkembangan fashion masa kini sehingga manusia berpakaian dengan berjilbab dan memadukan dengan trend fashion masa kini sehingga kemudian memunculkan kebiasaan berjilbab dengan berbagai macam model dan koleksi warna. Dengan adanya hal tersebut maka kemudian dapat mewujudkan kebudayaan dalam kehidupan para wanita Islam. Teruskan membaca

Materi Antropologi SMA Kelas X: Perilaku Menyimpang & Sub Kebudayaan Menyimpang

1.      Pengertian Perilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat.

Dalam kehidupan masyarakat, semua tindakan manusia dibatasi oleh aturan (norma) untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. Namun di tengah kehidupan masyarakat kadang-kadang masih kita jumpai tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan (norma) yang berlaku pada masyarakat, misalnya seorang siswa menyontek pada saat ulangan, berbohong, mencuri, dan mengganggu siswa lain. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant). Kebalikan dari perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak menyimpang yang sering disebut dengan konformitas. Konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku sesuai dengan harapan kelompok. Teruskan membaca

Materi Antropologi SMA Kelas X: Internalisasi Nilai-nilai Budaya Dalam Pembentukan Kepribadian & Karakter

A.    Pengertian Nilai Budaya

Nilai budaya merupakan konsep-konsep mengenai sesuatu yang ada dalam alam pikiran sebagian besardari masyarakat yang mereka anggap bernilai, berharga dan penting dalam hidup sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi pada kehidupan para warga masyarakat.

B.     Pengertian Kepribadian

Menurut John Milton Yinge, kepribadian adalah keseluruhan perilaku seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi. Macionis mendefinisikan kepribadian sebagai pola konstan berfikir, marasakan dan bertindak. Sementara itu, Ogburn dan Nimkoff mendefinisikan kepribadian sebagai totalitas sentimen, sikap, ide, kebiasaan, keterampilan, dan perilaku individu. manusia yang berkepribadian adalah manusia yang dapat menjaga keseimbangan hubungan antara diri kepribadiannya dengan lingkungan sekitarnya yang paling dekatdan paling serius, kepada siapa ia dapat mencurahkan rasa cinta, kemesraan dan baktinya. Teruskan membaca

Materi Sosiologi SMA Kelas XII Bab IV: Kearifan Lokal & Pemberdayaan Komunitas

PIC 3

A. PEMBERDAYAAN KOMUNITAS

Pemberdayaan menurut Robinson adalah suatu proses pribadi dan sosial; suatu pembebasan kemampuan pribadi, kompetensi, kreatifitas dan kebebasan bertindak. Sedangkan menurut Hatu pemberdayaan komunitas adalah suatu proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial guna memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Contoh program pemberdayaan komunitas yang ada di masyarakat antara lain PNPM Mandiri, LSM, dan PLP-BK. Teruskan membaca

Materi Sosiologi SMA Kelas XII Bab III: Ketimpangan Sosial Sebagai Dampak Perubahan Sosial Di Tengah Globalisasi

ketimpangan+2

A. Ketimpangan Sosial
Ketimpangan sosial dapat diartikan sebagai adanya ketidakseimbangan atau jarak yang terjadi ditengah-tengah masyarakat yang disebabkan adanya perbedaan status sosial, ekonomi, ataupun budaya. Ketimpangan sosial dapat disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat, sehingga mencegah dan menghalangi seseorang untuk memanfaatkan akses atau kesempatan-kesempatan yang tersedia. Dua faktor penghambat tersebut adalah sebagai berikut. Teruskan membaca

Lewat ke baris perkakas