Biografi Randall Collins
November 12th, 2015 by mariska yunita

Randall Collins lahir pada tahun 1945 di Berlin dari lingkungan militer. Ayahnya bekerja sebagai intelijen militer pada akhir Perang Dunia II dan kemudian bergabung dengan Departemen Negara sebagai perwira yang bertugas di luar negeri. Randall Collins menjadi sosiolog pada usia muda. Salah satu pengalamannya yang paling awal adalah tiba di Berlin untuk bergabung dengan ayahnya pada musim panas tahun 1945. Adik-adiknya perempuan dan beliau tidak dibolehkan bermain di taman karena dimana-mana ada amunisi yang masih aktif, pernah suatu hari serdadu Rusia datang ke halaman belakang mereka untuk menggali sesosok mayat. Hal itu memberi Collins pengertian bahwa konflik penting dan kekerasan selalu terjadi. Dalam perjalanan tugas berikutnya, ayahnya membawanya ke Uni Soviet, kembali ke Jerman (pada waktu itu dibawah pendudukan militer Amerika), ke Spanyol, dan Amerika Selatan. Diantara tugas-tugas keluar negeri Collins dan adik-adiknyatinggal di Amerika.

Ketika usianya semakin bertambah, Collins dikirim ke sekolah dasar di New England untuk menemani ayahnya keluar negeri. Hal itu mengajarinya tentang realitas sosiologis lainnya yang hebat yaitu adanya stratifikasi. Banyak siswa lainnya yang berasal dari keluarga-keluarga di Social Register, dan hal itu membuat Collins mengetahui bahwa kelas sosial ayahnya tidak sama dengan kelas para duta besar dan menteri muda negara. Selanjutnya Collins melanjutkan di Hardvard, disana dia berkali-kali mengubah fokus pelajarannya. Dia mempelajari kesusastraan dan berusaha menjadi orang dramawan dan novelis. Dia beralih dari matematika ke filsafat, dia berencana menjadi seorang psikiater. Akhirnya Collins mengambil jurusan dalam relasi sosial, yang mencakup sosiologi, psikologi sosial dan antropologi. Dia mencakup hampir segala sesuatu, dari mikro ke makro dan melintasi bentangan sejarah dunia. Apa yang didapatkan olehnya bukan teorinya itu sendiri melainkan teladan apa yang dapat dilakukan di sosiologi. Mengikuti kuliah-kuliah Talcott Parsons memberinya suatu jalan, dia juga memberikan kepingan informasi penting mengenai modal budaya.

Collins berpikir ingin menjadi psikolog dan belajar di Stanford, tetapi setahun menanamkan elektrada didalam otaknya meyakinkan dia bahwa sosiologi adalah tempat yang lebih baik untuk mempelajari manusia. Dia berganti-ganti Universitas dan tiba di Barkeley pada musim panas 1964, pada saat itu juga dia bergabung dengan gerakan hak-hak sipil. Pada waktu itu gerakan kemerdekaan berbicara muncul di kampus, Collins adalah salah satu dari para veteran aksi protes duduk dan ditahan untuk sebab lainnya terasa menambah semangat secara emosional ketika orang dapat melakukannya dalam solidaritas bersama ratusan orang lainnya. Pada saat yang sama, dia sedang menganalisis sosiologi konflik. Sewaktu Perang Vietnam dan konflik-konflik rasial sedang berkecamuk didalam negeri, gerakan oposisi mulai menyangkal prinsip-prinsip non kekerasannya, banyak dari para veteran tersebut kecewa dan beralih ke gaya hidup budaya mahasiswa (hippie dropout). Collins mempelajari Erving Goffman bersama dengan Herbert Blumer (keduanya adalah professor Berkeley pada saat itu) dan mulai melihat bagaimana semua aspek masyarakat konflik, stratifikasi, dan lainnya.

Collins tidak pernah bertekad menjadi seorang professor, tetapi hingga kini dia telah mengajar dibanyak universitas. Dia berusaha menyatukan segalanya di dalam satu buku, Conflict Sociology (1975) tetapi ternyata dia harus menulis buku lainnya The Credential Society (1979) untuk menjelaskan status inflasioner sistem yang menjerat kita semua. Karena analisis dia sendiri dianggap serius maka dia meninggalkan dunia akademik dan untuk sementara mencari nafkah dengan menulis sebuah novel dan buku-buku teks. Pada akhirnya di tarik oleh beberapa kolega yang menarik, lalu kembali mengajar. Bidangnya adalah mempelajari beberapa hal yang menajubkan dari suatu gambaran baru mengenai sejarah dunia turun melalui rincian mikro emosi-emosi sosial. Salah satu pengaruh yang paling penting baginya adalah istrinya yang kedua Judith McCanell. Dia mengorganisir para pengacara wanita untuk mematahkan rintangan-rintangan diskriminatif di dalam profesi hukum dan sekarang Collins sedang belajar darinya tentang politik panggung belakang pengadilan yang lebih tinggi. Masih banyak yang dilakukan dalam sosiologi dan masyarakat

 

Fondasi-fondasi Mikro bagi Makrososiologi

Didalam suatu esai yang berjudul “Mengenai Mikrofondasi Makrososiologi”, Randall Collins telah memberikan suatu orientasi yang sangat reduksionistik ke arah pertanyaan hubungan mikro-makro. Nyatanya dibalik judul integrative yang melekat didalam esainya, Collins menyebut pendekatannya “mikrososiologi radikal”. Fokus Collins, mengenai mikrososiologi radikal ialah apa yang dia sebut “mata rantai ritual interaksi”, atau bundle “mata rantai individual pengalaman interaksional, yang saling menyilang satu sama lain di dalam ruang sewaktu mereka mengalir di sepanjang waktu”. Dalam berfokus pada mata rantai ritual interaksi, Collins berusaha menghindari apa yang dia anggap sebagai perhatian yang lebih reduksionistik lagi kepada perilaku individu dan kesadaran. Collins menaikkan level analisis kepada interaksi, mata interaksi, dan “pasar” untuk interaksi tersebut. Dengan demikian Collins menolak level-level pemikiran dan tindakan mikro (perilaku) dan kritis terhadap teori-teori (fenomenologi dan teori pertukaran) yang berfokus pada level-level itu.

Collins juga berusaha menjauhkan diri dari teori-teori makro dan perhatiannya kepada fenomena level makro. Contohnya, dia kritis terhadap para fungsionalis struktural dan perhatian mereka pada fenomena objektif-makro (stuktur) dan subyektif-makro (norma-norma). Faktanya dia melangkah sedemikian jauh dengan mengatakan bahwa “terminology norma-norma harus dikeluarkan dari teori sosiologis” (Collins, 1981:991). Dia mempunyai sikap negative serupa terhadap konsep-konsep yang berhubungan dengan teori konflik, yang mengargumenkan, misalnya bahwa tidak ada etentitas-etentitas “objek alami” seperti harta benda dan otoritas, yang ada hanyalah “makna-makna yang bervariasi yang dirasakan orang pada tempat-tempat dan waktu-waktu tertentu mengenai betapa kuatnya koalisi-koalisi yang memaksa ini” (Collins, 1981:997). Pendirian Collins ialah bahwa hanya manusialah yang melakukan apa saja, struktur-struktur, organisasi-organisasi, kelas-kelas, dan masyarakat-masyarakat “tidak pernah melakukan apapun. Setiap penjelasan kausal pada akhirnya harus turun kepada tindakan-tindakan para individu nyata”. (Collins, 1975: 12).


3 Responses  
  • zaidanfahmi writes:
    November 28th, 20157:21 pmat

    informasi yang disajikan menarik.. lanjtkan kaka…

  • nurul writes:
    December 1st, 20156:46 amat

    keren kak,,,, dilengkapi dengan gambar tokoh mungkin lebih jelas lagi

  • Nurul Aripin writes:
    December 3rd, 20156:22 amat

    keren dan menarik. mampir juga ke blogku ya


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar