Materi Sosiologi SMA Kelas X: Metode Penelitian Sosial
Dec 24th, 2015 by mariska yunita

penelitian

Penelitian adalah:

  • Suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah (Cooper & Emory, 1995)
  • Usaha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia (Suparmoko, 1991). Metode Penelitian adalah: Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah = didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
  • Rasional = Penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
  • Empiris = cara yang digunakan dapat diamati dengan indera manusia.
  • Sistematis = proses penelitian menggunakan langkah2 tertentu yang bersifat logis.

Penelitian sosial merupakan proses kegiatan mengungkapkan secara logis, sistematis, dan metodis gejala sosial yang terjadi di sekitar kita untuk direkonstruksi guna mengungkapkan kebenaran bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Kebenaran dimaksud adalah keteraturan yang menciptakan keamanan, ketertiban, keseimbangan, dan kesejahteraan masyarakat. Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi SMA Kelas X: Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat
Dec 24th, 2015 by mariska yunita

permasalahan-sosial-300x164

  • REALITAS SOSIAL

Peter Berger dan Thomas Luckman dalam buku mereka yang berjudul The Social Contruction of Reality, mengemukakan Realitas adalah kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada diluar kemampuan kita. Dimensi obyektif dilihat dari adanya lembaga beserta nilai dan norma yang menunjukan bahwa masyarakat cenderung menginginkan keteraturan.

  • MASALAH SOSIAL

Akibat dari interaksi sosial antar individu, antar kelompok dan antar kelompok dan individu.Soerjono Soekanto, Masalah Sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur – unsur kebudayaan atau masyarakat. Soerjono Soekanto, membedakan masalah sosial menjadi empat :

  1. Faktor Ekonomi : kemiskinan, pengangguran
  2. Faktor Biologis : penyakit menular
  3. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, bunuh diri
  4. Faktor kebudayaan : penceraian, kenakalan remaja

Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi SMA Kelas XI Unit 4 : Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaiannya
Dec 24th, 2015 by mariska yunita

Dewasa ini masyarakat indonesia mengalami banyak konflik yang  tidak bisa kita hindari. Didalam masyarakat yang multikultural, berbagai permasalahan yang dialami baik sosial, ekonomi, maupun yang lainnya diakibatkan oleh berbagai individu yang berbeda, ras, kebudayaan sehingga tak jarang konflik tersebut menimbulkan perbedaan, penekanan sosial dan kekerasan. Adapun didalam konflik dapat menciptakan sesuatu yang negatif dan positif. Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi SMA Kelas XI Unit 3 : Perbedaan, Kesetaraan, dan Harmonisasi Sosial
Dec 24th, 2015 by mariska yunita

Struktur Sosial
Pengertian dan Ciri Struktur Sosial
Wiliam Kornblum menekankan konsep struktur sosial pada pola perilaku individu dan kelompok, yaitu pola perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat. Soerjono Soekanto melihat struktur sosial sebagai sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan sosial. Abdul Syani melihat struktur sosial sebagai sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat. Didalam tatanan sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan (dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosial tertentu). Status dan peranan tersebut menunjuk pada suatu keteraturan perilaku yang dapat membentuk suatu masyarakat. Dengan demikian, secara sederhana dapat kita katakan bahwa struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antar unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial.

Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas X : Internalisasi Nilai- nilai Budaya dalam Pembentukan Kepribadian dan Karakter
Dec 24th, 2015 by mariska yunita

value

Proses internalisasi merupakan proses penghayatan yang berlangsung sepanjang hidup individu mulai saat dilahirkan hingga akhir hayatnya. Dalam sepanjang hidupnya, seseorang terus belajar mengolah segala perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang kemudian membentuk kepribadian. Melalui hubungan sosial yang terjalin antara individu dan kelompok, proses internalisasi terjadi pada diri seseorang. Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi SMA/MA Kelas X Peminatan IS BAB 2: Individu, Kelompok dan Hubungan Sosial
Dec 24th, 2015 by mariska yunita

individu

Manusia memang dilahirkan seorang diri ke dunia, namun itu tidak berarti bahwa manusia secara alaami merupakan makhluk yang individu semata. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang memiliki naluri untuk hidup bersama dengan manusia-manusia lain atau disebut juga gregariousness. Manusia juga memiliki hasrat untuk bersatu dengan lingkungan alamnya.

Manusia ingin hidup bersama dengan manusia lainnya selain karena nalurinya untuk hidup bersama manusia lainnya, hal itu juga disebabkan karena kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, dan manusia memiliki kelemahan dalam memenuhi kebutuihan hidup, sehingga manusia saling membutuhkan satu sa,a lainnya dalam menjalani hidup.

Menurutr Soerjono Soekanto, sejak lahir manusai memiliki dua hasrat atau kepentingn pokok bagi kehidupannya, yaitu:

  • Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya.
  • Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alamnya.

Keterkaitan dan ketergantungan antar manusia satu dengan manusia lainnya mendorong manusia untuk membentuk kelompok-kelompok masyarakat karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri.

Soerjono Soekanto berpendapat bahwa kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan-kesatauan manusia yang hidup bersama, oleh karena itu, adanya hubungan antar mereka. Hubungan tersebut antara lain menyangkut interaksi dan juga suatu kesadaran untuk salning menolong.

Menurut Hendropuspito, kelompok sosial adalah suatu kumpulan yang nyata, teratur, dan tetap dari orang-orang yang melaksanakan perannya yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang sama. Kelompok sosial adalah sejumlah orang yang saling berhubungan secara teratur.

Max Iver dan Charles H. Page berpendapat bahwa kelompok sosial merupakan himpunana tau kesatauan-kesatuan manusia dalam himpunan itu bersifat saling memengaruhi dan dengan kesadaran untuk saling menolong.

Robert K. Merton menyebutkan tiga kriteria suatu himpunan manusia dapat dikatakan sebagai kelompok sosial, yaitu:

  • Memiliki pola interaksi.
  • Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok.
  • Pihak yang berinteraksi diidentifikasi oleh orang lain sebagai anggota kelompok.

R.M.Mac Iver dan Charles H. Page berpendapat bahwa suatu kesatuan atau himpunan manusia baru bisa disebut kelompok sosial apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  •  Kelompok sosial merupakan kesatuan yang nyata.
  •  Setiapa anggota kelompok menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  •  Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
  •  Adanya suatu factor yang dimiliki bersama sehingga hubungan diantara angggotanya bertambah semakin erat.
  •  Berstruktur, berkaidah, dan memiliki pola perilaku.

Faktor-faktor pendorong timbulnya kelompok sosial:

  • Dorongan untuk mempertahankan hidup.
  • Dorongan untuk meneruskan keturunan.
  • Dorongan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja.

Dasar pembentukan kelompok sosial:

  • Kesatuan genealogis atau factor keturunan.
  • Kesatuan religious.
  • Kesatuan territorial.
  • Kesatuan kepentingan (asosiasi).

Klasifikasi kelompok sosial berdasarkan cara terbentuknya:

  • Kelompok semu/khalayak ramai/khalayak umum
  • Massa
  • Kerumunan
  • Publik
  • Audience

Kelompok nyata adalah kelompok yang kehadiran anggotanya selalu konstan.

  • Statistical group
  • Societal group
  • Social group
  • Associational group

Klasifikasi berdasarkan jumlah anggota:

  • Diad adalah kelompok sosial yang yang terbentuk atas pasangan orang yang melakukan hubungan sosial.
  • Triad adalaah kelompok sosial yang terbentuk karena adanya tiga orang yang mengadakan hubungan.
  • Kelompok kecil.
  • Kelompok besar.

Klasifikasi berdasarkan kualitas hubungan antar anggotanya:

  • Kelompok primer
  • Kelompok sekunder

Klasifikasi berdasarkan sikap anggota terhadap kelompoknya dan kelompok lain

  • In-Group
  • Out-Group

Klasifikasi berdasarkan sifat ikatan antar kelompok:

  • Gemeinschaff
  • Gesselsschaff

Klasifikasi berdasarkan peran anggotan

  • Membership group
  • Reference group

Klasifikasi berdasarkan solidaritas kelompok

  • Solidaritas mekanik
  • Solidaritas organik

Klasifikasi berdasarkan struktur:

  • Kelompok informal
  • Kelompok formal

Di dalam kehidupan bermasyarakat, baik individu maupaun kelompok masyarakat pasti melakukan interaksi sosial atau hubungan sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan, antara kelompok-kelompoka manusia, maupun antara orang-perorangan dengan kelompok manusia.

Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai factor, antara lain, factor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri maupun tergabung. Imitasi memiliki dampak positif dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah dan niulai yang berlaku. Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya sendiri yang kemudian diterima oleh pihak lain. Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Proses simpati merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini, perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. Interaksi sosial sanagt berguna untuk menelaah dan mempelajari banyak masalah di dalam masyarakat. Interaksi sosial merupakan hubungan yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok, maupaun antara individu dan kelompok. Dua syarat terjadinya interaksi sosial adalah adanya kontak sosial dan adanya komunikasi. Suatu kontak sosial dapat bersifat primer dan sekunder. Kontak primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka, sedangkan kontak sekundermemerlukan perantara, misalnya melalui alat-alat telepon, telegraf, dan lain-lain. Arti penting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain, perasaan-perasaan apa yang ingin disampaiakan oleh orang tersebut.

Sumber : Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa.

 

Materi Antropologi Kelas XI: Metode Etnografi dan Manfaatnya Dalam Mencari Solusi Berbagai Permasalahan Sosial-Budaya
Dec 17th, 2015 by mariska yunita

 

 

MATA BUMI

Etnografi adalah berasal dari kata ethnos yang berarti bangsa dan graphein yang berarti tulisan atau uraian. Jadi berdasarkan asal katanya, etnografi berarti tulisan tentang/ mengenai bangsa. Namun pengertian tentang etnografi tidak hanya sampai sebatas itu. Burhan Bungin ( 2008:220) mengatakan etnografi merupakan embrio dari antropologi. Artinya etnografi lahir dari antropologi di mana jika kita berbicara etnografi maka kita tidak lepas dari antropologi setidaknya kita sudah mempelajari dasar dari antropologi.

Etnografi, diinjau secara harfiah, berarti tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa, yang ditulis oleh seorang antropolog atas hasil penelitian lapangan ( field work ) selama sekian bulan, ataau sekian tahun. Penelitian antropologis untuk menghasilkan laporan tersebut begitu khas, sehingga kemudian istilah etnografi juga digunakan untuk mengacu pada metode penelitian untuk menghasilkan laporan tersebut. etnografi bukan sekedar mengumpulkan data tentang orang atau kebudayaan, melainkan menggalinya lebih dalam lagi. Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XI: Perubahan Budaya dan Melemahnya Nilai-nilai Tradisional
Dec 17th, 2015 by mariska yunita

evolusi

Bangsa Indonesia terkenal dengan kebudayaannya yang beraneka ragam. Pada setiap daerah masyarakat kita mengembangkan budayanya masing-masing. Kebudayaan yang dikembangkan di daerah-daerah dinamakan kebudayaan lokal. Kebudayaan dan masyarakat ialah satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena masyarakat pasti memiliki budaya. Setiap masyarakat pasti akan mengalami perubahan. Perubahan budaya menekankan pada perubahan system nilai yang mengatur tingkah laku suatu masyarakat.
Dalam hidupnya, manusia memiliki naluri untuk mengembangkan daerah kekuasaannya dengan melakukan migrasi atau perpindahan. Perpindahan tersebut berawal dari upaya manusia memenuhi kebutuhannya yang berkaitan dengan mata pencahariannya. Proses migrasi ini membawa dampak terhadap proses penyebaran kebudayaan dari satu daerah ke daerah lain. Dengan adanya migrasi (perpindahan manusia dari daerah satu ke daerah lain), maka terjadilah proses difusi, akulturasi, asimilasi, dan penetrasi budaya. Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XI: Persamaan dan Perubahan Budaya , Bahasa, Dialek, Tradisi Lisan yang ada di Masyarakat Setempat
Dec 17th, 2015 by mariska yunita

bahasa dan dialek

Penggunaan Bahasa dan Dialek dalam Masyarakat Kehidupan bermasyarakat tidak akan lepas dari peranan bahasa yang digunakan oleh anggota-anggotanya. Bahasa sendiri banyak ragamnya, terkait dengan bermacam-macam kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat. Bahasa merupakan sarana yang digunakan manusia untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi berikutnya. Tanpa bahasa, kebudayaan akan sulit diterjemahkan dan diterima oleh generasi penerus karenanya bahasa bersifat simbolis. Hal tersebut mengandung arti bahwa melalui bahasa, suatu perkataan dapat melambangkan arti apapun, meskipun hal atau benda yang dilambangkan oleh kata tersebut tidak ada. Kebudayaan sendiri merupakan proses hasil belajar, di mana bahasa berperan vital di dalamnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bahasa memiliki peran sebagai cara atau alat bagi orangtua dalam mewariskan kebudayaan dan bagi anak sebagai cara atau alat untuk mempelajari kebudayaan tersebut. Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XI: Pemetaan Budaya, Masyarakat Pengguna Bahasa Dialek, dan Tradisi Lisan di Suatu Daerah dan Nusantara (Materi Antropologi Kelas XI Bab 2)
Dec 17th, 2015 by mariska yunita

bahasa-daerah130612c-580x321

Ada berapa bahasa yang sudah kalian kuasai sekarang? tentunya sangat menarik sekali jika kalian dapat menguasai lebih dari satu bahasa. Kalian akan dapat berkomunikasi secara lancar dengan berbagai orang yang berlatar belakang budaya dan bahasa yang berbeda dengan kalian. Kalian dalam segala aktivitas sehari-hari pasti menggunakan bahasa. Saat keluarga berkumpul di rumah melakukan sesuatu bersama-sama pasti menggunakan bahasa. Guru bertemu anak didiknya di kelas, pasti mereka menggunakan bahasa. Upacara bendera setiap hari senin di sekolah maupun upacara hari besar lainnya pasti mengunakan bahasa. Bupati dan Gubernur mengadakan kunjungan kerja ke berbagai tempat, pasti menggunakan bahasa. Presiden berpidato, pasti menggunakan bahasa. Adakah kegiatan manusia yang tidak menggunakan bahasa? Adakah budaya manusia yang tidak menggunakan bahasa? Semuanya pasti menggunakan bahasa. Itulah sebabnya bahasa menjadi unsur pertama dari 7 (tujuh) unsur kebudayaan universal. Kehidupan manusia selalu diwarnai oleh interaksi dan komunikasi. Interaksi dan komunikasi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa. Read the rest of this entry »

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar