FREE SEKS : STUDI KASUS DI KALIGAWE SEMARANG

Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap individu yang diperlukan untuk keberlangsungan hidup manusia. Tujuan utama dari seks yaitu untuk melanjutkan keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan keturunannya. Selain itu seks digunakan untuk kepuasaan setiap orang yang melakukannya. Apabila seks sudah terpenuhi maka kepuasan akan muncul dengan sendiri.

Kegiatan seks dilakukan individu yang sudah memiliki ikatan pernikahan yang sudah resmi secara hukum dan agama. Apabila kegiatan seks yang dilakukan tanpa adanya pernikahan maka terjadi pelanggaran norma-norma baik norma agama maupun yang berlaku di masyarakat dan yang melakukan perbuatan tersebut dosa besar serta berat hukumannya.

Sekarang ini seks marak dilakukan dari anak usia remaja hingga dewasa yang mengakibatkan hamil diluar nikah. Hubungan seks diluar nikah merupakan hubungan yang liar tidak pantas dilakukan oleh manusia sangat menyalahi norma-norma yang ada. Hubungan seks muncul karena adanya hawa nafsu yang tidak terkendali dari dalam diri seseorang. Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan dalam terjadinya perilaku seks bebas atau free seks. Hawa nafsu selalu muncul dimana saja dan kapan saja maka harus dibekali dengan iman yang kuat dan selalu mengingat Tuhan.

Seks bebas merupakan pengaruh dari budaya barat yang sudah masuk kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia. Sekarang banyak teknologi canggih yang dapat memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengakses suatu hiburan, gambar, video, foto, cerita-cerita yang berbau pornografi maupun seks. Kita tinggal mencari dari internet dengan mengunjungi situs-situs yang sudah tersedia maka semua yang dicari akan keluar dengan sendirinya. Karena remaja maupun dewasa sekarang sudah canggih dalam penggunaan internet, hingga setiap hari selalu berbaur dengan internet maka dengan mudah mengetahuinya. Begitu mudah untuk mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi maka semakin meningkatnya angka perilaku seks bebas atau free seks di dalam masyarakat. Karena free seks banyak dilakukan pada anak usia remaja hingga dewasa, maka dari itu akan membahas seks bebas atau free seks yang semakin marak dikalangan remaja yang ada di kota Semarang.

    Dari adanya latar belakang diatas maka dapat mengetahui tujuan penulisan sebagai berikut.

  1. Mengetahui pengertian free seks atau seks bebas.
  2. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas marak dikalangan remaja hingga dewasa (mahasiswa).
  3. Mengetahui dampak dan solusi dari adanya seks bebas (mahasiswa).

Adanya kasus free seks atau seks bebas karena saat ini dari anak remaja hingga dewasa sudah mengerti sampai melakukan atau mempraktikkan hubungan seks yang mengakibatkan individu hamil di luar nikah. Walaupun dampak yang dialami sangat merugikan, namun seorang individu tetap melakukannya. Serta setiap tahunnya kasus free seks ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari kasus tersebut akan membahas lebih lanjut tentang apa itu free seks juga alasan individu melakukan seks yang sudah marak dan dilakukan oleh masyarakat khususnya para mahasiswa.

  • Pengertian Free Seks

Seks bebas menurut ( Sarwono: 2003) seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis, mulai dari tingkah laku yang dilakukannya seperti sentuhan, berciuman (kissing) berciuman belum sampai menempelkan alat kelamin yang biasanya dilakukan dengan memegang payudara atau melalui oral seks pada alat kelamin tetapi belum bersenggama, dan bercumbuan sampai menempelkan alat kelamin yaitu dengan saling menggesek-gesekkan alat kelamin dengan pasangan namun belum bersenggama yang dilakukan diluar hubungan pernikahan.

  • Studi Kasus : Free Seks di Kota Semarang

Free seks yang dilakukan di sebuah tempat kos yang berada di Jl. Meduh Raya gang Cebolok 3 Kaligawe Semarang. Kos ini dihuni para laki-laki maupun perempuan yang secara bebas tanpa adanya pengawasan dari pemilik kos. Para penghuni kos bukan hanya mahasiswa, namun ada PSK (Pekerja Seks Komersial), dan sesorang yang sudah berkeluarga. Kos yang berjumlah 14 kamar terdiri dari 10 kamar mahasiswa, 2 kamar PSK, dan 2 kamar yang sudah berkeluarga. Penghuni kos yang sekamar dengan sesama jenis yaitu hanya satu kamar laki-laki dan dua kamar perempuan. Setiap bulan kos ini memiliki tarif seharga 650 ribu dengan rincian 600 ribu untuk biaya kos dan 50 ribu untuk biaya listrik. Fasilitas dari kos tersebut hanya kamar mandi dalam dan sebuah kasur. Untuk ukuran setiap kamar yaitu 5×6 meter. Dari lingkungan kos ini keadaan bersih, nyaman, dan aman. Kos ini sering digunakan sebagai tempat melakukan hubungan seks kebanyakan adalah para mahasiswa.

 Tempat kos yang berada di dekat Kampus UPGRIS yang berlokasi di dekat rumah dinas polisi Semarang yang sepi dari tempat tinggal warga sekitar menjadi mudah untuk melakukan seks bebas atau free seks. Setiap hari kos tersebut selalu ramai dikunjungi para perempuan maupun laki-laki yang hanya sekedar untuk bermain. Perempuan dan laki-laki berkumpul bersama tanpa adanya rasa sungkan dari lawan jenis. Kebanyakan penghuni kos seperti mahasiswa melakukan hubungan seks dengan pacar sendiri. Mereka sering membawa pacar hingga menginap dikos tersebut. Mereka asyik berkumpul sampai larut malam, minum-minuman keras, hingga menginap sampai pagi hari. Hal tersebut sering dilakukan oleh penghuni kos karena tidak ada larangan dan dari setiap penghuni masa bodoh dengan keadaan masing-masing.

Hubungan seks yang dilakukan biasanya dengan pacar sendiri yang sudah menjalin hubungan lama. Hubungan seks terjadi karena adanya hubungan timbal balik yaitu seorang laki-laki memberikan sesuatu kepada perempuan, namun pemberian tersebut harus diganti dengan hubungan seks atau semua yang diminta laki-laki tersebut. Selain tuntutan dari pacar, memang adanya hasrat ingin memuaskan diri sendiri. Dalam melakukan hubungan seks kedua pelaku harus setuju dengan apa yang dilakukan dan merasa puas dengan hubungan seks tersebut.

       Ada beberapa alasan dari penghuni kos (mahasiswa) untuk memilih menetap di kos ini yaitu kos bebas tanpa adanya larangan keras dari pemilik kos dan dekat dengan kampus yang menjadikan kemudahann untuk pergi ke kampus.

  • Dikaitkan Teori Fungsional Struktural

 Asumsi dasar dari Teori Fungsionalisme Struktural, yaitu bahwa masyarakat menjadi suatu kesatuan atas dasar kesepakatan dari para anggotanya terhadap nilai-nilai tertentu yang mampu mengatasi perbedaan-perbedaan sehingga masyarakat tersebut dipandang sebagai suatu sistem yang secara fungsional terintegrasi dalam suatu keseimbangan. Dengan demikian masyarakat adalah merupakan kumpulan sistem-sistem sosial yang satu sama lain berhubungan dan saling memiliki ketergantungan. Talcott Parsons adalah seorang sosiolog kontemporer dari Amerika yang menggunakan pendekatan fungsional dalam melihat masyarakat, baik yang menyangkut fungsi dan prosesnya.

Teori Fungsionalisme Struktural mempunyai latar belakang kelahiran dengan mengasumsikan adanya kesamaan antara kehidupan organisme biologis dengan struktur sosial dan berpandangan tentang adanya keteraturan dan keseimbangan dalam masyarakat. Dari adanya kasus diatas bila dikaitkan dengan teori yaitu jika di ibaratkan sebagai organisme biologis yaitu seks. Hubungan seks akan selalu dibutuhkan oleh suatu masyarakat untuk keberlangsungan hidupnya. Apabila hubungan seks tidak terpenuhi maka tidak akan mendapatkan keturunan dan tidak adanya kepuasan dari dalam diri. Namun yang dikatakan organisme biologis ini harus saling berfungsi untuk memperoleh keseimbangan apabila salah satu tidak berfungsi maka tidak akan terbentuk keteraturan. Melakukan hubungan seks harus adanya aturan atau ketentuan yang berlaku harus dilakukan oleh orang yang memiliki ikatan pernikahan atau sudah menjadi suami istri. Jika hubungan seks dilakukan oleh orang yang tidak menikah akan melanggar norma-norma yang sudah ditetapkan dan akan banyak anak yang hamil diuar nikah.

  • Faktor-faktor Penyebab dari Free Seks/ Seks Bebas

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya free seks yaitu salah satunya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan yang ada di televisi. Sekarang perfilman menyajikan film tentang gaya berpacaran anak muda yang menjurus ke pornografi. Dari hal tersebut dapat menjadi pemicu gaya berpacaran yang dapat menuju ke hubungan seks. Selain itu faktor dari lingkungan, baik keluarga maupun lingkungan. Dari lingkungan keluarga yaitu kurangnya pendidikan agama yang dibekali oleh orang tua. Orang tua memberikan kebebasan penuh tidak adanya larangan yang keras dari orang tua. Sedangkan dari lingkungan pergaulan yaitu anak sudah mengerti akan canggihnya teknologi maka dari itu apapun yang di inginkan seperi menonton film pornografi dengan mudah akan dicarinya. Dari teman yang mengajarkan pergaulan yang tidak benar maka lama kelamaan akan terjerumus ke arah yang negatif. Karena disitu banyak kebebasan yang di dapat maka anak dengan mudah melakukan hubungan tersebut.

  • Dampak dan Solusi Adanya Free Seks/ Seks Bebas  

Dampak dari adanya seks bebas di lingkungan remaja khususnya mahasiswa yaitu meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang dampak dari free seks atau seks bebas. Untuk mengantisipasi hamil diluar nikah para mahasiswa melakukan aborsi yang akan menimbulkan dampak jangka pendek secara langsung berupa pendarahan, infeksi pasca aborsi, sampai kematian.

Solusi yang mungkin dilakukan untuk menghentikan angka seks bebas pada remaja khusunya mahasiswa yaitu   :

  • Membuat regulasi yang dapat melindungi para remaja dari tontonan yang tidak mendidik. Perlu dibuat aturan tentang perfilman yang memihak kepada pembinaan moral bangsa.
  • Orang tua sebagai penanggung jawab utama terhadap kemuliaan perilaku anak, harus menciptakan keluarga yang harmonis, memberikan pengawasan yang penuh terhadap anak agar tidak seenaknya dalam bergaul.
  • Pemilki kos harus bertanggung jawab dari semua hal-hal yang dilakukan oleh penghuni kos dengan lebih memberikan larangan atau tidak sekalipun membuat kos yang berlawanan jenis karena itu dapat meresahkan masyarakat dan akan merugikan para penghuni kos yang ada di dalamnya.

   Simpulan

 Seks bebas merupakan hubungan seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya ikatan pernikahan. Sekarang ini banyak remaja khususnya yang melakukan hubungan seks yang meahirkan angka kehamilan diluar nikah. banyak faktor yang mempengaruhi.

    Daftar Pustaka

www.google.com\\seks_bebas\ diakses 16 Mei 2015.

Al-Ashify,Muhammad Mahdi.1997. Hawa Nafsu. Bangil : YAPI.

https://anggirusdiadiblog.wordpress.com/2013/04/16/fungsionalisme-struktural-talcott-parsons/ diakses 16 Mei 2015.

Tugas ini untuk memenuhi  Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Teori Sosiologi Modern

Dosen Pengampu : Erick Aditya Ismaya

 

8 comments

Skip to comment form

  1. sipp sipp sipp,

    1. Terima kasih 🙂

    2. terima kasih kak

  2. artikelnya sangat menarik lanjutkan kakak 🙂

    1. iya kak terima kasih. 🙂

  3. Apakah tidak ada tindakan dari masyarakat setempat ataupun pihak yang berwajib yang sudah mengetahui akan adanya hal tersebut?

    1. Setau saya belum ada kak, karena sampai sekarang ini kos masih ditempati para pelakunya yang melakukan free seks.

  4. Wah, seru sekali itu kak kalau dikaji lebih mendalam

Leave a Reply

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: