Struktur Sosial Desa Karangreja

Saya bertempat tinggal di Desa Karangreja, Majenang, Kabupaten Cilacap. Daerah tempat saya tinggal, masih termasuk kedalam daerah pedesaan dengan sektor ekonomi mayoritas pertanian. Tidak beda dengan daerah daerah lain, di Desa Karangreja juga terdapat stratifikasi sosial yang indikatornya berdasarkan kekayaan, kehormatan, pendidikan, namun di desa Karangreja tidak ada stratifiksi berdasarkan keturunan.

Stratifikasi sosial menciptakan perbedaan kelas-kelas sosial. Kelas sosial di Desa Karangreja dibedakan menjadi tiga, yaitu kelas sosial atas, kelas sosial menengah, dan kelas sosial bawah.

Kelas sosial atas biasanya terdiri dari orang-orang yang memiliki tingkat ekonomi yang mapan, orang-orang atau keluarga terhormat dan memiliki kewibawaan, serta orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi.

Yang menempati kelas sosial atas diantaranya adalah :

  • Kepala desa, Kaur, Kadus, Sekretaris desa (serta perangkat/pegawai desa lainnya)
  • PNS (guru, pegawai dinas kecamatan)
  • Para pemuka adat dan pemuka agama seperti : pak kyai, pak ustadz, dukun penyakit, dukun bayi, para pensiunan guru maupun pensiunan BUMN,
  • Pedagang-pedagang besar.
  • Orang-orang kaya yang memiliki sawah luas, ternak yang banyak dan biasanya memiliki tempat penggilingan padi.

Yang menempati kelas sosial menengah diantaranya adalah :

  • Ketua RW, ketua RT, sekretaris RW dan RT.
  • Pedagang biasa.
  • Orang-orang dengan ekonomi sedang yang bekerja di luar negeri menjadi TKW.
  • Para pekerja tetap BUMN.
  • Orang-orang yang memiliki tingkat ekonomi sedang, yang memiliki rumah permanen dan kendaraan bermotor pribadi.

Yang menempati kelas sosial bawah diantaranya adalah:

  • Para buruh tani.
  • Para pekerja perkebunan karet PTPN IX Kawung yang tidak tetap seperti buruh semai benih karet, buruh sadap, buruh cangkul, dll.
  • Orang-orang dengan ekonomi kurang mampu, biasanya memiliki rumah non permanen dan tidak memiliki kendaraan bermotor.
  • Pensiunan pegawai rendahan PTPN IX Kawung, diantaranya seperti pensiunan penyadap karet, pensiunan cleaning servis pabrik karet, pensiunan waker (keamanan perkebunan) dan pegawai lain yg gajinya kecil.

Adanya kelas-kelas sosial diatas dibedakan berdasarkan tingkat kekayaan, kehormatan dan pendidikan.

Bagi orang yang kaya, memiliki kewibawaan dan dihormati, serta memiliki latar belakang tinggi, tentu akan mendapat tempat pada kelas sosial atas.

Bagi orang-orang yang memiliki kekayaan sedang dan tingkat pendidikannya tidak terlalu tinggi, akan mendapat tempat pada kelas sosial menengah.

Bagi oramg-orang yang kurang mampu, tidak memiliki jasa terhadap kampung, dan tingkat pendidikannya rendah, maka akan ditempatkan pada kelas sosial bawah.

3 Responses to “Struktur Sosial Desa Karangreja”

  1. Tri Yuliana Says:

    labjutkan kaka, kalau boleh saran dibuat strukturnya juga ya, kya bagan2 buat mempermudah

  2. Novita Windiarti Says:

    lanjutkan observasi ke daerah lain buuuu

  3. Gisella Tioriva Says:

    semangat nulis me…

Leave a Reply