Ulasan Akhir 10 Blog Sejawat

Januari 4th, 2016

Blog No.1
1.Nama Pemilik Blog     : Lina Idamatus Silmi
2.Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/linasilmi/
3.Kelebihan / keunggulan:
a)Blog sudah tersusun dengan rapi.
b)Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
c)Pemberian gambar ilustrasi pada tiap materi sudah bagus dan sesuai.
d)Beberapa daftar pustaka pada tiap post sudah menggunkan referensi diluar buku SMA.
4.Kekurangan / kelemahan              :
Pada post terdahulu masih ada beberapapengetikan yang salah (typo)
5.Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)Usulan menurut saya sebaiknya judul tiap posting dibuat lebih rinci dan mudah dipahami karena postingan judul pada blog tersebut masih terkesan terlalu panjang.
b)Sarannya agar tetap semangat dalam memposting hal-hal yang bermanfaat dan tetap menjaga konsistensi apa yang sudah di posting.

Blog No.2
1.Nama Pemilik Blog     : Diah Rohmatul Laeli
2.Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/diahlaeli10/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Blog sudah tersusun dengan rapi.
b)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan     Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
c)    Kategori pada blog sudah bisa di klik dan beragam
d)    Beberapa daftar pustaka pada tiap post sudah menggunkan referensi diluar buku     SMA.
e)    penjelasan tiap materi yang di post sangat bermanfaat
4.Kekurangan / kelemahan                 :
Beberapa postingan artikel masih belum ada ilustrasi gambar sehigga terlihat sepi.
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan menurut saya sebaiknya judul tiap posting dibuat lebih rinci dan mudah     dipahami karena postingan judul pada blog tersebut masih terkesan terlalu     panjang.
b)    Sarannya untuk pemberian ilustrasi gambar tiap materi agar terlihat menarik

Blog No.3
1.    Nama Pemilik Blog     : Anisa Aulia Azmi
3.Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/anisaauliaazmi/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan     Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
b)    Kategori pada blog sudah bisa di klik
c)    penjelasan tiap materi yang di post sangat bermanfaat
4.    Kekurangan / kelemahan                 :
Beberapa referensi postingan artikel materi pembelajaran masih kurang karena     menggunakan referensi dari buku SMA saja tetapi di beberapa postingan lain ada     yang sudah menggunakan referensi buku lain.
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan menurut saya sebaiknya judul tiap posting dibuat lebih rinci dan mudah     dipahami karena postingan judul pada blog tersebut masih terkesan terlalu     panjang.
b)    Sarannya untuk konsisten dalam pemberian ilustasi gambar di tiap postingan     materi karena ada yang menggunakan gambar dan ada yang tidak pada tiap     postingan.

Blog No.4
1.    Nama Pemilik Blog     : Sofiyatin
2.    Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/sofiyatin/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan     Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
b)    Kategori pada blog sudah bisa di klik
c)    Penjelasan tiap materi yang di post sangat bermanfaat
d)    Pemberian ilustrasi gambar pada tiap postingan sudah sesuai dengan     penggambaran judul
e)    Referensi sudah banyak dikuas pada tiap potingan materi
4.    Kekurangan / kelemahan                 :
Judul postingan pada artikel materi terlalu panjang dan sebaiknya dirincikan.
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan lebih diperhatikan lagi mengenai isi postingan dan penyambungan antar     kalimat.
b)    Sarannya tetap meningkatkan kretifitas pada saat memposting blog.

Blog No.5
1.    Nama Pemilik Blog     : Putri Ayu
2.    Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/putriayu/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Tampilan blog sudah menarik dan terlihat elegan
b)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan     Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
c)    Pemberian gambar ilustrasi pada tiap materi sudah bagus dan sesuai.
d)    Beberapa daftar pustaka pada tiap post sudah menggunkan referensi diluar buku     SMA.
4.    Kekurangan / kelemahan              :
Penggunaan kata antar penyambungan kalimat kurang sesuai.
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan menurut saya sebaiknya ilustrasi gambar tiap postingan satu gambar saja     apabila ingin menggunakan dua gambar tidak perlu gambar ditampilkan besar     karena terkesan penuh.
b)    Sarannya harus memperhatikan kerapian tampilan pada blog.

Blog No.6
1.    Nama Pemilik Blog     : Rima Ayu
2.    Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/rimaayur/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Blog sudah tersusun dengan rapi.
b)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan     Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
c)    Kategori pada blog sudah bisa di klik dan beragam
d)    Beberapa daftar pustaka pada tiap post sudah menggunkan referensi diluar buku     SMA.
e)    Isi postingan materi di blog sangat menarik karena terdapat tabel yang     memudahkan pembaca dalam memahami materi.
4.    Kekurangan / kelemahan                 :
Blog masih terlihat sangat sederhana dan belum ada ilustrasi gambar
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan menurut saya pada tiap postingan materi diberi ilustrasi gambar agar     terkesan menarik
b)    Sarannya untuk isi blog dipertahankan karena sudah bagus dan bermanfaat

Blog No.7
1.    Nama Pemilik Blog     : Renny Ayuningsih
2.    Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/renny6maret/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Tampilan blog sangat menarik dan terlihat beragam
b)    pemilihan tema sangat sesuai kebudayaan pada sosiologi dan antropologi
c)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
e)Pemberian gambar ilustrasi pada tiap materi sudah bagus dan sesuai.
f)Beberapa daftar pustaka pada tiap post sudah menggunkan referensi diluar buku SMA.
4.    Kekurangan / kelemahan              :
Di beberapa postingan Referensi materi masih menggunakan wacana buku SMA     belum menggunakan buku yang lain.
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan menurut saya sebaiknya awalan kalimat pada setiap postingan materi     jangan sama.
c)Sarannya untuk tetap mengasah kreativitas dan pengetahuan.

Blog No.8
1.    Nama Pemilik Blog     : Sefira Rizky
2.    Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/sefirariz/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan     Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
b)    Kategori pada blog sudah bisa di klik.
e)    Referensi sudah banyak menggunakan buku luar SMA.
4.    Kekurangan / kelemahan                 :
a)    Judul postingan pada artikel materi terlalu panjang dan sebaiknya dirincikan.
b)    Isi postingan tentang materi masih sangat sederhana.
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan sebaiknya pada postingan materi diberi ilustrasi gampang agar terlihat     menarik
b)    Sarannya sebaiknya penataan blog dirapikan lagi

Blog No.9
1.    Nama Pemilik Blog     : Nuufid Rahayu
2.    Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/nuufidwati/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Blog sudah tersusun dengan rapi.
b)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan     Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
c)    Kategori pada blog sudah bisa di klik dan beragam
d)    Beberapa daftar pustaka pada tiap post sudah menggunkan referensi diluar buku     SMA.
e)    penjelasan tiap materi yang di post sangat bermanfaat
f)    Tampilan tema pada blog sangat menari
4.    Kekurangan / kelemahan                 :
Beberapa postingan artikel masih menggunakan referensi dari buku SMA saja
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan menurut saya penataan kolom kategori jangan terlalu menjorok ke kiri     dan diperlihatkan ke kanan agar terlihat menonjol.
b)    sarannya untuk kolom pos-pos terbaru lebih diperkecil lagi agar tidak     menghabiskan tempat.

Blog No.10
1.    Nama Pemilik Blog     : Siti Farikhah
2.    Alamat blog/http         : blog.unnes.ac.id/fafarikhah/
3.    Kelebihan / keunggulan:
a)    Isi materi blog sudah menarik
b)    Materi yang di upload sudah lengkap yaitu materi sosiologi SMA dan     Antropologi SMA dari kelas X,XI, dan XII.
c)    Pemberian gambar ilustrasi pada tiap materi sudah bagus dan sesuai.
d)    Beberapa daftar pustaka pada tiap post sudah menggunkan referensi diluar buku     SMA.
4.    Kekurangan / kelemahan              :
Pada kolom blog’s temanku masih terlihat acak-acakan tidak teratur
5.    Saran dan usulan tambahan / perbaikan:
a)    Usulan menurut saya sebaiknya tampilan penataan blog dirapikan dan disesuaikan lagi
b)    Sarannya harus memperhatikan kerapian tampilan pada blog.

Karya Ilmiah atau tulisan ilmiah karya seorang ilmuwan yang berupa hasil pengembangan, seperti pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, dan pengetahuan orang lain sebelumnya. Tujuannya adalah agar dapat dipelajari pembaca hingga mampu mendatangkan kritik dan saran. Karakteristik keilmiahan sebuah karya ilmiah terdapat pada isi, penyajian, dan bahasa yang digunakan. Isi karya ilmiah bersifat keilmuan, yakni rasional, objektif, tidak memihak, dan berbicara apa adanya. Isi sebuah karya ilmiah juga harus focus dan spesifik pada bidang keilmuwan secara mendalam. Bahasa yang digunakan juga harus bahasa baku, yang disesuaikan dengan sistem ejaan yang berlaku di Indonesia. Bahasa ilmiah tidak menggunakan bahasa pergaulan, tetapi harus menggunakan bahasa ilmu pengetahuan, mengandung hal-hal teknis sesuai dengan bidang keilmuannya. Karya tulis ilmiah tidak selamanya berasal dari penelitian, melainkan dapat dihasilkan dari pemikiran-pemikiran mendalam yang dilengkapi dengan kajian kepustakaan. Melalui karya ilmiah terjalin komunikasi antarberbagai komponen dalam sebuah bidang keilmuan. Sebagai contoh: seorang guru akan mengetahui media pembelajaran terbaru apabila membaca jurnal ilmiah atau tulisan ilmiah dari berbagai sumber. Read the rest of this entry »

1.    Relativisme budaya adalah tidak adanya kriteria untuk menentukan tinggi dan rendahnya, maju dan mundurnya suatu budaya. Berdasarkan konsep relativisme budaya, semua budaya sama baik dan luhurnya, sama hebat dan sama agungnya. Pada dasarnya penilaian budaya harus dilakukan berdasarkan cara pandang budaya itu sendiri. Budaya sebaiknya jangan dinilai dengan menggunakan tolak ukur dari budaya lain, karena tidak akan ada kesesuaian antara yang dinilai dengan alat penilaiannya. Sebagai contoh, tolak ukur kedewasaan bagi suku bangsa Nias adalah keberhasilan seorang laki-laki melakukan lompat batu. Hal itu hanya dapat dinilai dari sudut pandang budaya suku bangsa Nias, tidak oleh budaya suku bangsa lain.
Relativitas bahasa dan relativitas budaya adalah topik saling berhubungan. Sapir (1921) membahas kaitan tak langsung antara bahasa dan budaya, serta kekhasan bentuk sastra yang tergantung pada kekhasan struktur bahasa yang menjadi wahananya. Di masa kejayaan aliran strukturalisme Amerika, relativitas bahasa dinyatakan oleh Joos (1957: 96) sebagai berikut, Languages could differ from each other without limit and in unpredictable ways . Secara lebih ringkas, Moulton (lihat Rivers 1981: 43) menyarikannya, Languages are different . Dalam aliran Strukturalisme Amerika, perbedaan lintas-bahasa yang dinyatakan oleh Joos maupun Moulton terutama meliputi perbedaan struktur bahasa pada tingkat fonetik, fonemik, morfemik, dan sintaktik. Kuatnya keyakinan terhadap relativitas bahasa tersebut mendorong munculnya gagasan tentang analisis kontrastif dalam pengajaran bahasa asing, yang dipelopori oleh Fries (1945) dan kemudian dipopulerkan oleh Lado (1964). Artinya, relativitas bahasa, yang merupakan kesimpulan analisis linguistik murni, jadi menonjol secara amat jelas di bidang linguistik terapan: every language is structurally unique. Read the rest of this entry »

Globalisasi berasal dari kata globalisasi yang berasal dari kata “global” yang artinya universal. Globalisasi adalah suatu  proses terbentuknya suatu tatanan, aturan, dan sistem yang berlaku bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia, yang mana tidak mengenal adanya batas-batas wilayah; bahkan tidak mengenal aturan lokal, regional, kebijakan negara yang dapat mengurangi ruang lingkup masuknya nilai, ide, pikiran atau gagasan masyarakat yang harus dihilangkan.
Jan Aart Scholte (2001), internasionalisasi mengacu pada kejadian di suatu wilayah yang dapat memengaruhi kejadian di wilayah lainnya. Pada intinya, konsep ini lebih menekankan kepada konsep informasi dan kedekatan antara elemen-elemen masyarakat. Sementara, westernisasi merupakan pendifusian nilai-nilai Barat ke dalam nilai-nilai lokal. Hal ini diindikasikan dengan mulai memudarnya budaya lokal dan kecenderungan homogenitas budaya dunia. Sedangkan, deteritorialisasi mengacu kepada memudarnya peran negara sebagai aktor. Memudarnya peran itu terutama berpengaruh terhadap kebebasan individu. Individu yang bebas berinteraksi dan melakukan tindakan apapun tentu akan lebih memudahkan masuknya pengaruh dari luar. Berbeda halnya ketika kekuatan negara masih nyata yang memungkinkan adanya upaya untuk menyaring budaya dari luar.

Pola penyerapan budaya asing, dalam menghadapi tekanan globalisasi itu, budaya lokal memiliki beragam cara untuk mermpertahanakn eksistensinya. Paul S.N. (Lee 1991 dalam Goonasekera et al. 1996: 98-99) menemukan adanya empat cara budaya lokal dalam merespons budaya asing yang dibawa globalisasi. Read the rest of this entry »

Kesetaraan
Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia memiliki keanekaragaman kebudayaan. Kesetaraan dalam masyarakat diperlukan untuk mencapai sebuah kondisi sosial yang harmonis. keragaman tanpa kesetaraan akan memunculkan diskriminasi : kelompok etnis yang satu bisa memperoleh lebih dibanding yang lain; atau kelompok umur tertentu bisa mempunyai hak-hak khusus atas yang lainnya. Kesetaraan menghasilkan keadaan yang adil. Pada dasarnya kesetaraan sama halnya dengan kesederajatan. Kesetaraan sendiri berasal dari kata setara atau sederajat. Sehingga segala sesuatu yang sederajat tidak menunjukkan adanya tingkatan yang lebih rendah atau yang lebih tinggi. Kesetaraan dapat dilihat dari dua aspek, yaitu manusia dan sosialnya. Kesetaraan manusia merupakan kesetaraan yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Manusia diciptakan dengan kondisi yang sempurna dan mendapatkan keadilan yang sangat sempurna dari yang maha pencipta. Manusia diciptakan dengan tingkat atau kedudukan yang sama. Hal ini dikarenakan manusia merupakan makhluk yang mulia dan tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk yang lain. Sedangkan kesetaran sosial merupakan kesetaraan yang bersifat personal. Kesetaraan atau kesederajatan mempunyai prinsip yang mensyaratkan dalam menjamin persamaan derajat, hak, dan kewajiban. Beberapa hal yang menjadi indikator kesederajatan adalah : Read the rest of this entry »

Metode Etnografi
Jenis karangan penting yang mengandung bahan pokok dari pengolahan dan analisis antropologi adalah karangan etnografi. Isi dari sebuah karangan etnografi adalah suatu deskripsi mengenai kebudayaan suatu suku bangsa. tnografi, baik sebagai laporan penelitian maupun sebagai metode penelititan, dapat dianggap sebagai dasar dan asal-usul ilmu antropologi. Ciri-ciri khas dari metode penelitian lapangan etnografi ini adalah sifatnya yang holistic-integratif, thick description, dan analisis kualitatif dalam rangka mendapatkan native’points of view ( bersifat holistic atau menyeluruh ). Artinya, kajian etnografi tidak hanya mengarahkan perhatiannya pada salah satu variable tertentu saja. Bentuk holistic didasarkan pada pandangan bahwa kebudayaan merupakan keseluruhan sistem yang terdiri dari satu kesatuan yang utuh. Teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi-partisipasi dan wawancara terbuka dan mendalam, yang dilakukan dalam jangka waktu yang relative lama, bukan kunjungan singkat dengan daftar pertanyaan yang terstruktur seperti pada penelitian survey. Jadi, etnografi adalah upaya untuk mendeskripsikan kebudayaan. Kebudayaan baik secara implicit maupun secara eksplisit terungkap melalui bahasa. Bahasa merupakan alat utama untuk menyebarkan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya yang ditulis dalam bentuk linguistic. Sehingga, dalam studi etnografi, ethnolinguistik berfungsi untuk menggali kebudayaan. Read the rest of this entry »

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Hampir seluruh tindakan manusia adalah kebudayaan karena hanya sedikit tindakan manusia dalam kehidupan masyarakat yang tidak perlu dibiasakan dengan belajar, yaitu hanya beberapa tindakan naluri, beberapa refleks, beberapa tindakan akibat proses fisiologi, atau kelakuan membabi buta. Bangsa Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Namun, seiring berjalannya waktu budaya terus mengalami perubahan maupun perkembangan.
Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan. Kebudayaan dalam setiap masyarakat tidak akan mungkin dapat terhindar dari sebuah perubahan. Bertahan atau tidaknya suatu kebudayaan tergantung bagaimana perilaku masyakat sebagai pemiliknya. Apabila masyarakat bisa menghadapi segala perubahan dengan baik dan arif maka kebudayaan yang telah ia pegang tidak akan begitu saja lepas, tetapi apabila masyarakat tidak dapat menyaring perubahan yang terjadi dan tidak dapat menyikapinya dengan arif,maka kebudaayan yang telah ia pegang akan mudah dilupakan dan dilepaskan. Perubahan kebudayaan sendiri disebabkan oleh 2 faktor, di antaranya adalah faktor internal dan faktor eksternal. Read the rest of this entry »

Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dan bahasa daerah, sehingga terdapat banyak perbedaan. Seandainya bangsa Indonesia tidak mempunyai falsafah “Bhinneka Tunggal Ika” (yang artinya walaupun berbeda-beda suku, agama, bahasa daerah, dan adat istiadat, kita tetap satu bangsa, yaitu Indonesia) kemungkinan besar rakyat Indonesia selalu bertengkar dan tidak mau saling menghormati. Dari beberapa macam perbedaan tersebut yang paling bervariasi adalah bahasa daerah. Pada masyarakat Jawa saja terdapat beberapa bahasa daerah, yaitu: bahasa Jawa; bahasa Sunda; bahasa Madura. Dalam bahasa Jawa terdapat beberapa dialek dan tradisi lisan, misalnya: Banyumasan; Jogja, Solo, Semarangan; Suroboyoan, Jawa Timuran. Contoh dialek Banyumasan: Inyong artinya saya; ngapak-ngapak artinya ada apa; gili artinya jalan; entong artinya habis.
Persamaan antara bahasa, dialek, tradisi lisan terletak pada berasal dari daerah masing-masing. Ketiganya sama-sama berasal dari daerah tempat tinggal masing-masing. Bahasa, dialek, dan tradisi lisan digunakan untuk menyambung komunikasi dengan masyarakat lain. Selain itu juga sama-sama mendapatkan pengaruh dari budaya lain. Biasanya terdapat kata yang sama dalam bahasa antara daerah satu dengan daerah lainnya tetapi mempunyai makna yang berbeda. Persamaan kata inilah yang terkadang membuat seseorang salah persepsi. Bahasa, dialek, dan tradisi lisan tidak dapat lepas dari kehidupan manusia sehari-harinya. Oleh karena itu, ketiganya sama-sama penting di semua daerah. Read the rest of this entry »

Pemetaan Budaya
Budaya di Indonesia dipetakan sesuai dengan daerahnya masing – masing. Setiap daerah memiliki budaya yang menjadi ciri khas dari masing-masing daerah. Misalnya: logat bahasa Jawa dari Indramayu, yang merupakan bahasa Jawa yang telah mendapat pengaruh bahasa Sunda atau logat bahasa Sunda dari Banten atau logat bahasa Cirebon dan logat bahasa Sunda Cirebon. Selain itu, bahasa ngapak juga terdapat di daerah Jawa Tengah yaitu bahasa ngapak Tegal dan Banyumas berbeda bahasa. Bahasa ngapak Tegal seperti : nyong (aku), kowen (kamu), ader (masa), laka-laka (tidak ada tandingannya), tuli (terus), pimen (bagaimana), pan (akan) dan sebagainya. Sedangkan bahasa ngapak Banyumasan seperti: inyong (aku), ko (kamu), teyeng (bisa), di akhir kata tanya menggunakan kata mbok (kan), madang (makan), ngelih (lapar), kepriwe (bagaimana) dan sebagainya.
Masyarakat Pengguna Bahasa Dialek Read the rest of this entry »

Keberagaman Budaya
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki pluralitas tinggi. Keberagaman suku, bahasa, agama, ras, maupun golongan justru dapat menunjukkan ciri khas bangsa Indonesia. Potensi budaya yang besar tersebut merupakan sumber kekayaan budaya nasional.
Keberagaman budaya adalah keseluruhan struktur-struktur sosial, religi. Dimana didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, adat istiadat yang ada di  dalam sebuah masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Pada dasarnya Indonesia yang memiliki banyak budaya yang beragam. Pada perkembangannya manfaat keberagaman budaya ini adanya akulturasi budaya, namun tidak menghilangkan ciri khas masing-masing malahan jadi menambah keanekaragaman budaya Indonesia menjadi semakin kaya. Keberagaman budaya Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain:
A.Budaya Lokal di Indonesia
Bangsa Indonesia terkenal dengan masyarakat yang memiliki kebudayaan yang beraneka ragam. Pada setiap daerah masyarakat kita mengembangkan kebudayaan masing-masing. Kebudayaan yang dikembangkan di daerah-daerah dinamakan kebudayaan lokal. Contoh kebudayaan-kebudayaan lokal yang berkembang di Indonesia antara lain adalah kebudayaan suku bangsa Batak, kebudayaan suku bangsa Bali, kebudayaan suku bangsa Sunda, kebudayaan Jawa, kebudayaan suku Dayak, dll. Read the rest of this entry »