6 Tips Parafrase Jurnal Biar Gak Dianggap Plagiasi

Dalam menulis jurnal, tentunya kita membutuhkan referensi. Terkadang, untuk menulis satu halaman, kita perlu membaca lebih dari 10 referensi. Semakin banyak, bisa dianggap semakin baik.

Namun, bisa saja semakin banyak referensi ini akan mendatangkan masalah. Bisa saja terjebak dalam plagiasi yang mungkin disadari atau pun tidak disadari. Informasi yang masuk ke dalam otak kita saat membaca, secara tidak sadar kita tulis ulang dalam tulisan. Alhasil, tulisan kita menunjukkan skor similarity atau plagiarism yang tinggi saat dicek menggunakan Turnitin.

Maka dibutuhkanlah solusi yang tepat. Banyak solusi yang dapat dilakukan untuk menghindari plagiasi ini, seperti menyertakan sitasi, mencatat daftar pustaka sejak awal, melakukan parafrase, menuliskan interpretasi, menggunakan perangkat anti plagiasi. Di antara solusi tersebut, parafrase tulisan merupakan solusi yang kerap menjadi pilihan.

Parafrase berarti menggunakan susunan kalimat sendiri dari sumber asli dengan tetap mencantumkan sitasi. Parafrase juga lebih mudah untuk dilakukan sebab formatnya tidak serumit jika menggunakan cara pengutipan langsung.

Teknik melakukan parafrase

Untuk melakukan parafrase, setiap penulis mempunyai dan dapat mengembangkan teknik sendiri. Teknik tersebut bersifat unik. Bagi penulis pemula, ia perlu belajar mengembangkan keahlian membuat parafrase. Berikut ini adalah 6 teknik menulis efektif dalam melakukan parafrase seperti yang diberikan oleh panduan OWL Purdue.

  1. Bacalah kembali teks sumber sampai Anda memahami benar isi teks tersebut
  2. Singkirkan teks/naskah asli tersebut dan tulislah ulang gagasan dalam teks tadi dalam sebuah kertas.
  3. Buatlah daftar beberapa kata dibawah parafrase Anda tadi untuk mengingatkan Anda kembali pada cara Anda memahami naskah asli tersebut. Di atas kartu catatan tadi, tuliskan kata kunci yang menunjukkan subjek atau tema parafrase Anda.
  4. Bandingkan tulisan parafrase Anda tadi dengan naskah aslinya untuk mengecek apakah semua gagasan, terutama gagasan yang penting telah tercantum dalam hasil parafrase tersebut.
  5. Gunakan tanda petik ganda untuk mengidentifikasi istilah-istilah khusus, terminologi, atau frase yang Anda pinjam dari naskah asli, dan yang Anda ambil sama pesis dengan naskah asli.
  6. Tuliskan sumber (termasuk halaman) pada kertas catatan Anda sehingga ini mempermudah Anda untuk menuliskan sumber pustaka atau referensi, bila Anda bermaksud mengambil parafrase tersebut

Teknik tersebut perlu sering dipraktekkan. Tujuan akhirnya untuk bisa sewules mungkin dalam melakukan parafrase saat kita menulis. Sehingga akan menghemat waktu dibandingkan dengan harus merevisi jurnal ketika sudah disubmit dan dinyatakan plagiasi.

Hi, apakah kamu sedang menulis skripsi, tesis, disertasi atau pun jurnal dan mengalami kesulitan untuk melakukan parafrase? Kamu dapat menggunakan jasa parafrase yang ditawarkan oleh Dian Translation melalui https://diantranslation.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.