maxresdefault

Pulang kampung menjadi hal wajib bagi kaum perantau. Apalagi dirumah ada acara bersama keluarga, tentu ini menjadi momentum yang baik. Sebenarnya ada nggak baiknya sih…selalu ditoror akan skripsi…wkwk… Tapi nggak papa lah..yang penting pulang… Sudah aku agendakan tanggal tertentu untuk pulang. 5 hari sebelum kepulangan aku membaca sebuah berita bahwa kereta api akan ada promo dalam rangka ulang tahun KAI dan itu berlaku ke semua tujuan dengan semua kelas. Yang artinya kelas eksekutif juga ikut kena promo. Harganya sangat murah, 28ribu yang dipatok KAI untuk menyambut ulang tahunnya. Untungnya waktu kepulanganku salah satu waktu yang dijadwalkan ada promo oleh KAI.

Aku agendakan untuk boking tiket tengah malam hari ketika promo mulai buka. Sudah kuduga sebelumnya, pasti trafik akses ke web tiket kereta akan padat. Bahkan admin menyediakan 4 subdomain untuk bisa boking tiket, tapi tetap saja susah walaupun jaringan internet lumayan bagus. Salah satu temanku berhasil boking tetapi bukan melalui web melainkan Aplikasi mobile. Langsung aku coba menggunakan Nox (karena hp rusak). Hasilnya lumayan berjalan, walaupun diakhir ada kendala sedikit, tetapi ketika diulang berhasil untuk aku boking. Dan aku mendapat tiket kereta eksekutif Argo Muria dengan harga 28ribu dengan tujuan Semarang-Tegal. Kalau harga normal antara 175 ribu sampai 235 ribu. (Terima kasih KAI…sering-sering ulang tahun yak… :2thumbup :2thumbup  :2thumbup

tiket

Sore hari setelah sholat ashar aku langsung turun ke stasiun tawang untuk boarding. 15 menit kemudian petugas membunyikan peluit yang artinya kereta siap untuk jalan. Kursi sampingku kosong dan kursi sebelah ada anak dan bapak bermata sipit yang kompak makan ayam goreng. Aku cuek saja dan mencoba menikmati perjalanan. Aku rasa untuk sekarang, kereta eksekutif, bisnis dan ekonomi tidak terlalu berbeda jauh. Sama-sama nyaman dan berpendingin. Malah ini kereta eksekutif yang aku naiki tidak terlalu dingin tetapi dari segi tempat duduk memang lebih nyaman, baik untuk leher maupun kaki. Dan jarak antara depan belakang lebih lebar sehingga akses tubuh lebih banyak.

Sampai di pekalongan aku tidak sendiri lagi, ada mbak cantik yang menemani. Sudah hal biasa di dalam kereta saling mengurung diri atau sibuk dengan gatget masing masing. Tidur menjadi pilihan tanpa peduli siapa samping, depan maupun belakang. Tapi tidur kali ini nggak boleh terlalu nyenyak bisa-bisa malah terbawa ke Jakarta karena Tegal bukan menjadi tujuan akhir. Pengumuman dari pihak kereta harus aku dengar betul, agar turun tepat tujuan.

Tegal diguyur hujan pada waktu itu, aku nggak kepikiran untuk minta jemput karena hpku yang sedang eror. Aku beruntung, keluar dari stasiun langsung ada angkot kuning tanpa harus menunggu lama. Dan angkot ini bukan yang mangkal, jadi bisa lebih irit. Sampai depan pasar hujan tidak turun jadi aku bisa langsung jalan kaki menuju rumah. Belum sampai rumah, aku bertemu tetangga dijalan dan dengan baik hati memberiku boncegan. Lumayan lah…sambil ngobrol ngalor ngidul.

Dirumah aku nggak terlalu lama, berkumpul dan ada dalam acara keluarga menjadi kebahagiaan tersendiri. Jumat sore aku ke stasiun untuk memesan tiket esok hari. Kali ini dengan harga normal seperti biasa. Dalam perjalanan menuju Semarang aku sempat ngobrol dengan orang disampingku. Ternyata dia anak IPDN angkatan 2012 asal Palembang. Aku bertanya tanya mengapa sampai naik kereta ini. Singkat cerita dia menjaleskan kalau dia habis pergi ke Pemalang menemui calon istrinya. 1 minggu dia habiskan bersama keluarga sang calon. Rencana pernikahan bulan Februari 2017. Kedua orang tua telah bertemu dan saling setuju. Tahun ini keduanya merupakan CPNS yang akan magang di daerah masing masing dan 1 tahun kemudian sudah menjadi PNS.

Mereka memilih untuk nikah muda karena sudah saling cocok. Dari pada menuggu lama-lama baiknya disegerakan. Toh dia sudah ada hal pasti akan masa depannya. Turun stasiun Poncol, dia langsung lanjut ke Bandara dan akan naik pesawat yang mengantarkan ke Jakarta kemudian Palembang. Kalau akau seperti biasa naik angkot merah menuju jembatan sambil berfikir kapan aku nyusul????  :bingung: