Strategi pemuda dalam mengatasi teroris dan radikalisme (step 2)

  1. Terorisme dan radikalisme semakin mudah masuk ke semua negara termasuk Indonesia, akibat kemajuan media sosial (medsos) yang tidak terbendung, namun di sisi yang lain kedewasaan dalam menggunakan medsos secara bijaksana belum tersublimasi dalam masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang menjadi sasaran ‘proxy-war’ di era “an information edge” sekarang ini.Anak Muda, Terorisme dan RadikalismePada bulan September-November 2016, International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) bekerja sama dengan Jaringan Gus Durian Indonesia melakukan dua kegiatan. Pertama, merekam persepsi anak muda terhadap radikalisasi agama dan ekstremisme dengan kekerasan melalui survei. Kedua, mengetahui narasi besar ekstremisme, memahami pesan-pesan kunci ekstremisme, dan mengetahui pola penyebaran pesan ekstremisme melalui pemetaan internet dan media sosial.

    Survei dilakukan dengan wawancara/tatap muka langsung dengan 1.200 responden terpilih di 6 kota besar Indonesia yaitu Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Pontianak dan Makassar. Responden adalah orang muda usia berumur 15-30 tahun dengan perbandingan jenis kelamin berimbang 50% laki-laki dan 50% perempuan dan menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling (sampling error 2.98% dengan tingkat kepercayaan 95%).

    Dari survei ditemukan mayoritas generasi muda (88,2%) sangat tidak setuju dengan kelompok agama yang menggunakan kekerasan, sementara generasi muda yang setuju dengan kelompok agama yang menggunakan kekerasan hanya sebesar 3,8%, sisanya 8 % tidak tahu dan tidak menjawab. Alasan tidak setuju karena tidak sejalan dengan nilai-nilai agama (44,3%), tidak berperikemanusiaan (18,1%), membuat agama ternodai (16,7%) serta melanggar hukum (9,7%).

    Dari sisi persepsi dan sikap toleransi generasi muda, 55% responden tidak setuju pembenaran pembakaran Masjid Tolikara, Gereja di Aceh, Vihara di Tanjung Balai karena dianggap tidak menghormati pemeluk agama mayoritas. Temuan lainnya, dari 1.200 responden, 10,9% sangat tidak setuju dan 57% tidak setuju pandangan “lebih baik mempunyai pemimpin yang dianggap koruptor ketimbang dipimpin oleh non-muslim”. Dari aspek pemberian ucapan selamat saat hari raya besar agama, 40,7 % responden muslim setuju bahwa ucapan selamat kepada pemeluk agama lainnya tidak melanggar syariat Islam, sementara 39,1% berpendapat sebaliknya.

    Dalam aspek nasionalisme, 94,5% responden merasa bangga sebagai Warga Negara Indonesia. 29,7% mereka bangga karena keragaman suku dan agama yang saling menghormati, 26,8% bangga karena masyarakatnya yang saling membantu, 15,3% bangga karena alamnya yang indah dan bervariasi gunung laut, 8,4% karena negara yang damai dan melindungi warganya, sementara sisanya menjawab lain-lain dan tidak tahu/tidak menjawab.

    Pemetaan Internet dan Medsos

    Masih mengacu ke hasil survei INFID dan Jaringan Gus Durian Indonesia, dari hasil pemetaan internet dan media sosial, secara khusus dilakukan untuk mengetahui narasi utama ekstremisme, memahami pesan-pesan kunci ekstremisme, dan mengetahui pola penyebaran pesan ekstremisme. Penelitian dilakukan pada periode 26 Oktober-26 November 2016. Pemetaan dilakukan dengan mengamati situs media online, media sosial (twitter, Instagram, dan facebook), aplikasi pesan pribadi (whatsapp dan telegram), serta Youtube.

    Mengikuti platform media sosial yang beragam, cara pengambilan data disesuaikan dengan karakteristik masing-masing platform. Pada platform media sosial seperti Instagram, facebook, dan twitter proses pengambilan data dilakukan dengan bantuan alat pencari (peranti lunak) yang didesain khusus untuk pemetaan ini. Dengan menggunakan kerangka dari ICCT (The International Centre for Counter-Terrorism), ditetapkan beberapa kata kunci dari assesment manual di tahap awal. Beberapa kata kunci yang paling sering muncul adalah kafir, sesat.

    Framing Analysis Narasi Utama dan Pesan KunciĀ 

    Secara umum dapat disimpulkan bahwa pesan-pesan kunci yang beredar di berbagai platform media sosial dan website membawa narasi utama yang sama, yaitu bahwa umat Islam selama ini diperlakukan tidak adil serta mendapatkan ancaman dan serangan dari pihak luar (liyan). Sebagai respons terhadap situasi tersebut, seruan jalan keluarnya adalah kembali menegakkan atau menjalani hukum Islam secara utuh dari level individu hingga negara dan melakukan perlawanan terhadap kelompok yang dianggap mengancam tersebut.

    Pijakan motivasionalnya adalah bahwa hal-hal yang harus dilakukan tersebut merupakan perintah atau kewajiban agama yang tidak boleh dibantah. Narasi utama ini diturunkan dalam beberapa pesan kunci, seperti tolak demokrasi, penyesatan dan pengkafiran, dan lain-lain.

    Kecenderungan lain yang tertangkap dari sebaran pesan-pesan kunci adalah menguatnya pendekatan tafsir tunggal atas Islam. Semisal mengenai penampilan yang dilabel Islami, atau tafsir atas ayat-ayat Kitab Suci. Ini bertolak belakang dengan kearifan para pemimpin umat Islam di Indonesia yang pada umumnya menghormati perbedaan mazhab dan pendapat.

    Meskipun semakin menguat di media sosial dan platform social networking, pesan-pesan ekstremisme ini belum menguasai pandangan arus utama publik Indonesia. Hal ini selaras dengan temuan survei persepsi orang muda tentang tindakan radikal. Dengan mengetahui narasi utama dan pesan-pesan kunci ekstremisme, serta menyelaraskannya dengan modal sosial kita yaitu kepercayaan anak muda terhadap Pancasila dan semangat kebangsaan, kita dapat menentukan langkah-langkah menahan lajunya gelombang radikalisme dan ekstremisme di Indonesia.

    Menurut Beka Ulung Hapsara, Manajer Advokasi INFID, Indonesia masih bisa optimis dengan sikap generasi muda yang ada karena mayoritas anak muda tidak menyukai tindakan radikal dan ekstrem berbasis agama meski ada kecenderungan penurunan toleransi di kalangan anak muda. Di sisi yang lain, nilai-nilai kebhinnekaan masih menjadi faktor utama yang membuat anak muda bangga akan Indonesia dan pemersatu generasi muda. Di samping itu, bagaimana para ulama mentransferkan ajaran agama Islam sebagai agama mayoritas secara benar, bijaksana dan menekankan kepada ajaran agama Islam yang substansialis kepada generasi muda kita.

    Hal ini penting sebab dalam perspektif agama, terdapat dua pola Islam memandang agama yakni, pertama dengan cara strukturalis artinya mengedepankan simbol-simbol formal seperti syariat Islam dan negara Islam, sehingga dinyatakan bahwa perlu pendirian negara Islam terlebih dahulu. Cara pandang kedua yakni substansialis artinya memandang substansi dengan memahami bahwa menjalankan syariat Islam tidak harus dengan adanya negara Islam.

    Ulama di Indonesia umumnya memandang Islam dengan substansialis, namun dengan adanya arus globalisasi, muncul paham-paham dari kelompok puritan yang menyebabkan agama terdistorsi, sehingga timbul kelompok yang sering mengkafirkan kelompok lainnya, sikap intoleran hingga munculnya kelompok teror. Sekali lagi, para pemangku kepentingan dan para pembuat kebijakan di Indonesia harus segera membuat “grand scenario and story strategy” menghadapi serbuan ajakan bergabung kelompok teror yang tersebar di berbagai media sosial.

    Salah satu cara membuat grand scenario and story strategy di medsos yang bagus dan efektif adalah mempelajari berbagai hasil survei, mengajak diskusi berbagai komunitas netizen dan pakar di bidang komunikasi sosial dan komunikasi massa. Hanya dengan pelibatan mereka yang profesional dan memiliki jejaring kerja yang luas, maka langkah kita mencegah anak muda bangsa bertindak radikal akan tereliminasikan.https://m.detik.com/news/kolom/3389853/merajut-kebhinnekaan-dan-menangkal-radikalisme

Continue reading Strategi pemuda dalam mengatasi teroris dan radikalisme (step 2)

MANFAAT OLAHRAGA

MANFAAT OLAHRAGA BAGI KESEHATAN
1. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan otak
Sudah bukan rahasia lagi kalau kegiatan fisik yang rutin dilakukan bisa meningkatkan daya reaksi, konsentrasi, kreativitas dan kesehatan mental kita. Hal ini dikarenakan tubuh memompa lebih banyak darah sehingga kadar oksigen dalam peredaran darah juga meningkat yang ujungnya mempercepat pemasukkan darah ke otak. Para ahli sepakat kalau otak cukup mendapat asupan darah maka reaksi fisik dan mental seseorang akan meningkat.
2. Olahraga dapat melawan penuaan
Penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa dengan hanya berolahraga ringan seperti berjalan kaki saja dapat membantu tubuh mencegah penurunan daya kerja otak pada wanita lanjut usia. Semakin lama dan seringnya kegiatan berjalan kaki ini dilakukan maka ketajaman pikiran juga akan semakin membaik. Hasil terbaik akan didapat dengan menggerakkan tubuh setiap minggu selama sembilan minggu. Kegiatannya tidak perlu terlalu tinggi intensitasnya, cukup dengan berkeliling saja, yang penmedis

daya pacu jantung kita dapat meningkat, lanjut Landers. Tapi manfaatnya daya ingat kita akan selalu tajam.
3. Penyalur syaraf otak
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga, ada penambahan gelombang alfa di otak. Gelombang otak alfa sudah lama diketahui yang berhubungan dengan rileks dan keadaan santai seperti pada waktu bermeditasi. Gelombang alfa ini terlihat pada seorang yang jogging untuk 20 sampai 30 menit, dan tetap dapat diukur setelah olahraga tersebut berakhir. Para peneliti mengemukakan bahwa bertambahnya kekuatan gelombang alfa memberikan kontribusi kepada keuntungan kejiwaan dari olahraga, termasuk berkurangnya kecemasan dan depresi.
4. Olahraga meningkatkan rasa bahagia
Banyak orang yang terkena depresi atau sakit hatinya memakai obat penenang sebagai jalan keluar. Sekarang jalan menuju kebahagian secara alami dapat diraih dengan menggerakkan tubuh secara rutin, olahraga terbukti manjur dalam meningkatkan hormon penumbuh rasa bahagia dalam otak kita, seperti adrenalin, serotonin, dopamin dan endorphin, yang merupakan pembunuh nomor satu penyakit hati. Sebuah survey di Inggris melaporkan 83% penderita depresi bergantung pada aktifitas olahraga dalam memperbaiki perasaan hati dan mengurangi kecemasan
Berolahraga selama 16 minggu secara rutin pada orang yang memiliki kadar depresi yang sedang mendapatkan efek bahagia, penelitian di Universitas Duke membuktikan bahwa 60% penderita depresi yang menjalani olahraga 30 menit tiga kali seminggu selama enam bulan dapat melawan penderitaan tanpa harus menggunakan obat dokter. Namun bagi penderita depresi yang berat tentu tidak bisa begitu saja lepas dari obat-obatan. Hanya saja banyak dokter sekarang yang memasukkan kegiatan olahraga dalam resep pengobatan mereka disamping obat penenang medis

  1. http://googleweblight.com/?lite_url=http://doktersehat.com/manfaat-olahraga-bagi-kesehatan-mental/&ei=eKXqEHs8&lc=id-ID&s=1&m=473&host=www.google.co.id&ts=1508388904&sig=ANTY_L2AYXGDs2hmP19jClgGxGlSinF3Kw

Step-step taekwondo

STEP-STEP TAEKWONDO
Special step:
1. Change step = lompat2 dengan ujung kaki tukar posisi kaki dengan cepat
2. Slayding step = lompat2 dua kaki seret kearah depan atau kebelakang bersamaan

Step maju
1. lompat2 kaki belakang maju satu langkah kedepan
2. Lompat2 kaki depan ditarik setengah langkah kebelakang disusul kaki belakang maju satu langkah kedepan
3. Lompat2 kaki depan ditarik setengah lalu maju dua langkah kedepan
4. Lomapat2 kaki belakang diputar 180 derajat kedepan lewat belakang dengan spining
5. Lompat2 kaki depan diangkat sedikit dan sentak kearah depan dengan cepat sehingga kaki belakang otomatis terseret kedepan
6. Lompat2 kaki depan digeser kesamping luar lalu maju dua langkah kedepan
7. Lompat2 kaki belakang diangkat kedepan setinggi perut seolah-olah mau menendang lalu diturunkan ke depan
8. Lompat2 lalu lompat ditempat dengan menyilangkan kedua kaki, kaki belakang disilangkan di depan kaki depan saat diudara lalu kedua kaki kembali ketempat semula
9. Lompat2 kaki depan diangkat slayding kedepan dan lakukan checking dengan ujung kaki depan kearah pinggang lawan
10. Lompat2 kaki belakang diputar 360 derajat kedepan lewat belakang dengan spining, saat kaki belakang masih menggantung didepan langsung lompat change step sambil spining

Step samping
11. Lompat2 kaki depan digeser kesamping luar disusul kaki belakang maju kedepan dengan sudut 45 derajat
12. Lompat2 kaki depan digeser kesamping luar lalu kaki belakang digeser kesamping dalam disusul kaki kiri maju kedepan dengan posisi 45 derajat
13. Lompat2 kaki depan ditarik setengah kebelakang lalu maju dua langkah(seperti step 3) lalu kaki belakang digeser kesamping dalam disusul kaki depan maju serong 45 derajat kedepan
14. Lompat2 kaki belakang maju kedepan selangkah dan geser kesamping keempat penjuru sambil melompat kembali keposisi sikap bertinju kanan
15. Lompat2 kaki belakang maju kearah depan satu kali dan digeser kesamping keempat penjuru sambil lompat kembali keposisi sikap bertinju kiri
16. Lompat2 kaki depan mundur kebelakang satu kali dan digeser kesamping keempat penjuru sambil melompat kembali keposisi sikap bertinju kanan
17. Lompat2 kaki depan mundur kebelakang satu kali dan digeser kesamping keempat penjuru sambil melompat kembali keposisi sikap bertinju kiri
18. Lompat2 kaki belakang maju kearah depan satu kali dan kaki belakang digeser kesamping dua kali sambil melompat berputar kearah empat penjuru dan posisi kembali keposisi sikap bertinju, kaki kanan maju 2 hitungan
19. Lompat2 kaki belakang maju kearah depan satu kali dan kaki belakang digeser kesamping dua kali sambil melompat berputar kearah empat penjuru dan posisi kembali keposisi sikap bertinju, kaki kiri maju 2 hitungan
20. Lompat2 kaki depan ditarik kebelakang dan kaki belakang digeser kesamping dua kali sambil melompat berputar kearah empat penjuru dan kembali keposisi sikap bertinju, kaki kiri mundur sebanyak 2 hitungan
21. Lompat2 kaki depan ditarik kebelakang dan kaki belakang digeser kesamping dua kali sambil melompat berputar kearah empat penjuru dan kembali keposisi sikap bertinju, kaki kanan mundur sebanyak 2 hitungan

Step mundur
22. Lompat2 dua kaki diseret kebelakang slayding mundur satu kali
23. Lompat2 dua kaki mundur slayding kebelakang dua kali
24. Lompat2 dua kaki mundur slayding kebelakang tiga kali
25. Lompat2 kaki belakang disentak kebelakang sehingga kaki depan ikut terseret kebelakang(kebalikan step 5)
26. Lompat2 kaki depan ditarik kebelakang kanan dan kiri masing2 dua hitungan
27. Lompat2 kaki depan diputar kebelakang 180 derajat(kebalikan step 4)
28. Lompat2 kaki belakang silang kedepan lalu mundur kebelakang(kebalikan step 8)
29. Lompat2 kaki belakang dikait kebawah setinggi tulang kering kearah depan sambil posisi 450 derajat, kembalikan kebelakang dengan sikap bertinju