SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Materi Sosiologi SMA Kelas XII: Ketimpangan Sosial sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi
Desember 18th, 2015 by afifah

  1. Pengertian Ketimpangan Sosial

Menurut Andrinof A. Chaniago ketimpangan adalah buah dari pembangunan yang hanya berfokus pada aspek ekonomi dan melupakan aspek sosial. Sedangkan menurut Budi Winarno, ketimpangan merupakan akibat dari kegagalan pembangunan di era globalisasi untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis warga masyarakat. Sementara menurut Roichatul Aswidah, ketimpangan sosial sering dipandang sebagai dampak residual dari proses pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ketimpangan sosial merupakan suatu ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat  dalam status dan kedudukan.

2. Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial dalam masyarakat dipengaruhi oleh faktor-faktor:

  1. Kondisi Demografis
  • Demografi : ilmu yang mempelajari tentang      masalah kependudukan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
  • Kondisi demografis antara masyarakat satu     dengan yang lain memiliki perbedaan.
  • Perbedaan antara masyarakat satu dengan yang lain tersebut berkaitan dengan:

       a.Jumlah penduduk

      b.Komposisi Penduduk

       c.Persebaran penduduk

     2. Kondisi Pendidikan

  • Pendidikan merupakan kebutuhan untuk semua orang
  • Pendidikan: merupakan sosial elevator, yaitu saluran mobilitas sosial vertikal yang efektif.

–          Pendidikan merupakan kunci pembangunan, terutama pembangunan sumber daya manusia

      3. Kondisi Kesehatan

       Ketimpangan sosial dapat disebabkan oleh fasilitas kesehatan yang tidak merata di setiap daerah, jangkauan                kesehatan kurang luas, pelayanan kesehatan yang kurang memadai, dsb. Hal ini menyebabkan tingkat kesehatan        dan kesejahteraan di masyarakat yang satu berbeda dengan masyarakat yang lain, sehingga bisa  mengakibatkan        ketimpangan.

      4. Kondisi Ekonomi

      Faktor ekonomi sering dianggap sebagai penyebab utama munculnya ketimpangan sosial. Ketimpangan ini                   timbul karena pembangunan ekonomi yang tidak merata Ketidakmerataan pembangunan ini disebabkan karena         perbedaan antara wilayah yang satu dengan yang lainnya. Munculnya ketimpangan yang dilihat dari faktor                   ekonomi terjadi karena adanya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Daerah yang             memiliki sumber daya dan faktor produksi, terutama yang memiliki barang modal (capital stock) akan                           memperoleh pendapatan yang  lebih banyak dibandingkan dengan daerah yang memiliki sedikit sumber daya.

3. Ketimpangan Sosial Akibat dari Perubahan Sosial di Tengah-tengah Globalisasi

Dalam kehidupan ekonomi global, berlaku hukum the survival of the fittest sehingga siapa yang memiliki modal yang besar akan semakin kuat dan yang lemah akan tersingkir. Pemerintah hanya sebagai regulator dalam pengaturan ekonomi yang mekanismenya akan ditentukan oleh pasar. Sektor-sektor ekonomi rakyat yang diberikan subsidi semakin berkurang (dalam pandangan ekonomi kapitalis, subsidi adalah inefisiensi), koperasi semakin sulit berkembang, penyerapan tenaga kerja dengan pola padat karya sudah semakin ditinggalkan. Dalam ideologi kapitalisme yang menjadi warna dasar ekonomi global produktivitas yang tinggi dan efisiensi merupakan merupakan hal yang sangat dikejar dan diutamakan. Sebagai sebuah sistem yang berlaku dan berjalan tanpa batas teritorial negara yang implementasinya dapat berupa ekonomi, politik, budaya, sosial dan lain sebagainya. Permasalahan di sebuah negara, misalnya pengangguran, bukanlah sekedar merupakan dampak dari minimnya keterampilan seorang individu, melainkan dampak sistemik dari perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan akibat globalisasi, seperti

  1. perubahan teknologi (mesin-mesin baru). Perubahan teknologi atau digunakannya mesin-mesin baru dalam proses produksi, mengakibatkan hanya orang-orang yang memikiki pengetahuan atau keterampilan yang memadai yang dapat terlibat dalam proses produksi. Yang tidak berpengetahuan dan berketerampilan akan terpinggirkan dan jadilah pengangguran sehingga kehilangan sumber ekonomi.
  2. Perubahan cara kerja (efisiensi). Perubahan cara kerja dapat dilakukan dengan perampingan birokrasi atau struktur organisasi perusahaan. Akibatnya ada orang-orang yang harus keluar dari struktur organisasi. Orang-orang ini akan kehilangan pekerjaan sebagai nafkah atau sumber kehidupan ekonominya.
  3. Pekerjaan dilakukan di tempat/negara lain (globalisasi). Apabila sebuah perusahaan merasakan ancaman atau ketidaknyamanan, maka dapat jadi pengusaha akan memindahkan perusahaannya di negara lain. Akibatnya beratus atau bahkan beribu pekerja kehilangan pekerjaan.
  4. Perubahan politik (kebijakan pemerintah), misalnya dihilangkannnya proteksi dan subsidi. Sesuai dengan perjanjian WTO, negara-negara tidak boleh melakukan proteksi terhadap produksi dalam negerinya, misalnya dengan melakukan larangan import produk tertentu yang mengancam produksi dalam negeri. Demikian juga tentang subsidi. Dalam pandangan liberalism yang merupakan nafasnya globalisasi, subsidi dipandang sebagai salah satu sebab inefisiensi dan ekonomi biaya tinggi.
  5. Perubahan budaya (dibutuhkan produk yang berbeda). Perkembangan Teknologi Informasi yang sangat cepat memudahkan orang-orang dari negara atau bangsa manapun dapat mengakses informasi dengan mudah dan bebas. Kemudahan akses informasi menjadikan orang-orang mengetahui produk lain yang mungkin saja lebih menarik, lebih bermutu, dan sebagainya, sehingga produk itulah yang dikonsumsi. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan hasil produksinya dengan berubahnya kebutuhan masyarakat akan mengalami kebangkrutan. Akibatnya adalah pengangguran dan kemiskinan di sebagian masyarakat.

Mudahnya nilai-nilai barat yang masuk melalui media komunikasi dan informasi publik yang berupa antena parabola, televisi, media cetak, dan internet mendorong terjadinya homogenisasi kebudayaan. Simbol-simbol kebudayaan cenderung seragam ditentukan oleh kebudayaan dominan, yaitu Barat. Mengapa Barat? Karena pendukung budaya inilah yang menguasai teknologi komunikasi dan informasi. Maka dalam hal ini globalisasi juga menimbulkan ketimpangan kebudayaan.

Adanya ketimpangan sosial sebagai akibat dari perubahan sosial di tengan arus globalisasi, salah satunya adalah dapat kita lihat dari semakin hilangnya kebudayaan lokal, sehingga memberi kebudayaan-kebudayaan asing untuk mengusai negara kita. Hal itu dapat kita buktikan dari perilaku pemuda sekarang, saat ini pemuda atau remaja cenderung menyukai budaya asing daripada budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Pustaka:

https://agsasman3yk.wordpress.com/2015/08/04/perubahan-sosial-globalisasi dan- pemberdayaan-komunitas-lokal-ketimpangan-sosial-akibat-perubahan-sosial-dan-      globalisasi-kearifan-lokal-dan-pemberdataan-masyarakat/

http://blog.unnes.ac.id/murifa/2015/12/13/materi-sosiologi-sma-kelas-xii-ketimpangan-sosial-sebagai-dampak-perubahan-sosial-di-tengah-globalisasi/ (Diakses pada selasa 15 Desember 2015, pukul 13.24)


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Lewat ke baris perkakas