Sekarang ini, semakin banyak orang yang pilih mengurangi konsumsi daging dan berpindah ke sumber protein alternatif daging yang lain untuk bermacam alasan; dimulai dari penyesuaian menjadi seorang vegan, usaha kurangi tapak jejak karbon, turunkan resiko penyakit jantung, kegemukan, dan diabetes, atau cuman pengin batasi produk daging olahan.

Apa usaha pemberhentian makan daging termasuk sehat atau mungkin tidak, hingga saat ini tetap menjadi pembicaraan panas, tetapi tidak hentikan tren ini untuk selalu berkembang. Di artikel ini, situs Grand Spa mendatangkan 5 sumber protein nabati terbaik untuk Anda.

5 Sumber Protein Nabati Terbaik Untuk Mengurangi Konsumsi Daging

1. Tahu

Tahu terhitung makanan yang rendah kalori (70 kkal), cholesterol (0 %), dan sodium (1 %). Per 100 g, tahu adalah sumber yang bagus dari protein (8 gram), zat besi (9 %), magnesium (37 mg), fosfor ( 121 mg), tembaga (0,2 mg), dan selenium (9,9 mcg), dan sumber yang baik sekali dari kalsium (201 mg) dan mangan (0,6 mg)

Dimulai dari tahu isi, sampai pepes tahu, tahu benar-benar serba buat untuk dibuat jadi lauk mengenyangkan. Untuk pilihannya, Anda dapat satukan tahu ke dalam tumisan kailan atau pengin coba bikin kembang tahu manis untuk makanan penutup ini hari?

2. Tempe

Tidak disangsikan kembali kenapa makanan buatan peragian kedelai ini adalah salah satunya makanan dasar favorite orang Indonesia. Per 100 g tempe, terdapat 201 kkal energi, 20,8 g protein, 8,8 g lemak, 13,5 g karbohidrat, 1,4 g serat pangan, kalsium, vitamin B, dan zat besi.

Satu kembali point plus dari tempe, kecuali harga yang murah, tempe dapat Anda kreativitaskan jadi berbagai macam masakan mengenyangkan alternatif daging merah, dimulai dari orek tempe, sambal tempe, sampai dibikin “bakso”.

3. Edamame (kedelai Jepang)

Makanan yang dibuat dari kedelai ialah sumber protein nabati paling tinggi. Sesudah tahu dan tempe, sekarang saudara jauhnya, edamame. Berbentuk hidangan yang paling simpel, edamame rebus, cemilan favorite orang Jepang ini memiliki kandungan 11,4 gr protein, 6,6 gr lipid, 7,4 gr karbohidrat, 1,9 gr serat, 70 mg kalsium, dan 140 mg fosfor.

Waktu jemu dengan versus rebus, Anda dapat strategii konsumsi edamame dengan mengosengnya bersama-sama dengan sayur lain favorite Anda, atau tambah ke dalam salad atau pasta.

4. Chickpea (kacang Arab)

Dikenal juga selaku kacang garbanzo, kacang-kacangan ini bisa ditaburkan ke salad, goreng dan asinkan untuk cemilan gurih, atau lumatkan jadi hummus (cukup proses satu genggam kacang Arab bersama beberapa rempah dan tahini atau minyak almond ke dalam jus sampai lembut).

Kacang Arab ialah sumber protein yang lumayan tinggi, yakni 9 gr protein per 100 g. kacang ini adalah sumber makanan yang bagus dari serat pangan (8 gr), folat (172 mcg), dan mangan (1 mcg). Kacang Arab rendah lemak jemu, cholesterol, dan sodium.

5. Chia seed

Beberapa bijian Chia ialah sumber nabati yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 dengan jumlah paling tinggi, dan memiliki kandungan sebih banyak serat dibanding biji rami atau kacang tanah. Cukup dua sendok makan biji Chia, badan Anda akan diperkaya oleh 2 gr protein dan 11 fram serat pangan. Chia adalah sumber pangan yang bagus untuk zat besi, kalsium, zinc, dan anti-oksidan. Tetapi, chia seed mempunyai sedikit kandung lisin.

Biji chia bisa ditaburkan di atas salad, diaduk ke yoghurt atau oatmeal, digabung ke dalam smoothies, atau jadi bintang khusus pada menu makan Anda: beberapa bijian ini akan megar dan berbeda struktur seperti supaya waktu dipendam dalam cairan (air putih atau susu), hingga membuat satu cream halus dan padat. Kekhasan ini jadikan biji Chia bahan pangan yang luar biasa untuk bikin puding sehat, mengentalkan smoothies, atau gantikan telur untuk memproses kue kering atau cake.

Itulah kelima sumber protein nabati terbaik untuk mengurangi konsumsi daging. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

http://blog.unnes.ac.id/novita3011/wp-content/uploads/sites/286/2021/01/Sumber-Protein-Nabati.jpghttp://blog.unnes.ac.id/novita3011/wp-content/uploads/sites/286/2021/01/Sumber-Protein-Nabati-150x150.jpgNovita WindiartiUncategorizedProteinSekarang ini, semakin banyak orang yang pilih mengurangi konsumsi daging dan berpindah ke sumber protein alternatif daging yang lain untuk bermacam alasan; dimulai dari penyesuaian menjadi seorang vegan, usaha kurangi tapak jejak karbon, turunkan resiko penyakit jantung, kegemukan, dan diabetes, atau cuman pengin batasi produk daging olahan. Apa usaha pemberhentian...Jasa Backlink Berkualitas