ONLINE SHOP MEMPENGARUHI POLA PIKIR MAHASISWA DALAM BERPERILAKU KONSUMTIF

5-alasan-netizen-belanja-online

Teknologi komunikasi yang kini semakin maju dan berkembang telah menimbulkan berbagai pengaruh bagi penggunanya. Internet merupakan bentuk dari perkembangan teknologi komunikasi yang telah menjadi kebutuhan bagi sebagian kalangan. Perubahan teknologi ini tak kelak membawa perubahan secara signifikan, terutama bagi mahasiswa. Jaringan sosial internet secara cepat juga mempengaruhi tingkat kebutuhan mahasiswa dalam kehidupannya. Perubahan ini menuntut mahasiswa mengubah pola hidupnya. Berbagai cara dilakukan mahasiswa agar tetap bertahan di lingkungannya, mulai dari pemilihan teman, cara berpenampilan, cara memilih hiburan himgga cara mengekspresikan kreativitasnya. Salah satu cara yang mereka tempuh yaitu dengan mencari berbagai informasi menggunakan teknologi internet. Internet digunakan sebagai penghubung ilmu dan mempermudah mahasiswa untuk mengakses berbagi kebutuhan informasi yang mereka inginkan.Penggunaan internet juga sebagai salah satu akses informasi dalam melancarkan berbagai aktivitas mahasiswa.

Partisipasi mahasiwa dalam penggunaninternet menyebabkan mahasiswadapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan oleh internet, dan semakin aktif partisipasi pengguna internet tersebut, maka akan semakin banyak hal-hal yang dapat ditemukan dalam akun jejaring sosialnya.Internet memperkenalkan berbagai informasi mulai dari jejaring sosial, berita, video, foto hingga berbelanja secara online. Dengan internet yang memberikan beragam fasilitas yang sangat memudahkan penggunannya untuk mengakses beragam informasi tersebut, tak kelak membuat para penggunanya merasa termanjakan oleh fasilitas yang disediakan. Pemakaian internet ini membawa banyak perubahan dalam gaya hidup mahasiswa, termasuk dalam hal berbelanja.

Dengan adanya internet, mahasiswa tidak perlu lagi berbelanja dengan pergi ke pasar berdesak-desakan untuk memperoleh barang yang mereka inginkan. Mahasiswa juga tidak perlu lagi menunggu waktu senggang atau waktu liburan untuk membeli barang di pasar atau di mall. Dengan adanya internet, masiswa dimudahkan dengan fasilitas berbelanja online atau yang disebut dengan Online Shop yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun mereka inginkan. Online shop adalah salah satu fasilitas yang disajikan internet yang memberikan berbagai kemudahan dalam berbelanja. Kemudahan yang diberikan oleh Online Shop antara lain efisien waktu, efisien tenaga, kemudahan dalam pembayaran, dan tanpa harus bertatap muka pelanggan dapat membeli barang yang diinginkan.

Online Shopsamahalnya dengan pasar tradisional atau pasar modern yang ada di dunia nyata, perbedaanya hanyalah cara bertransaksi dan proses jual belinya dilakukan melalui internet. Di pasar cara transaksi yang digunakan yaitu melalui bertemunya penjual dan pembeli yang melakukan proses tawar menawar menggunakan bahasa verbal sedangkancara belanja dengan online shop adalah bertransaksi hanya melalui jaringan internet tanpa beratatap muka sehingga tidak terjadi proses tawar menawar atau berkomunikasi secara verbal. Para pengguna jasa jual beli online ini dapat dengan mudah melihat barang dan harga yang akan dibelinya melalui sebuah foto. Pengguna jasa online shop dapat melalukan pembelian secara online dengan membuka web online shop dengan sambungan internet.

Sejatinya pendidikan yang tinggi akan sedikit banyak mengubah pola pikir dan kehidupan masyarakat. Sama halnya dengan pola konsumsi mahasiswa akan berubah sesuai dengan apa yang menjadi bagian dari pola pembentukan nilai dan tatanan sosial yang disebut dengan gaya hidup. Dalam menjalani gaya hidup, maka mahasiswa akan lebih pintar untuk memilih dan memilah apa yang menjadi kebutuhan konsumsinya. Namun, penggunaan online shop saat ini telah mampu mengubah pola cara berkonsumsi mahasiswa, yang awalnya mengkonsumsi barang atau jasa adalah suatu kebutuhan yang harus dipenuhi karena fungsinya, beralih pada pola untuk memebentuk suatu idetitas yang didukung oleh objek sekitarnya yang mana mengkonsumsi barang karena dorongan keinginan semata yang dapat disebut dengan perilaku konsumtif.

Konsumsi barang melalui online shop bagi kalangan mahasiwa saat ini adalah fenomena nyata yang selalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan mahasiswa pada berbagai kesempatan. Sebagian mahasiswa mengetahui apa itu online shop walaupun tidak semua mahasiswa menggunakan jasa tersebut sebagai pemenuhan kebutuhan. Mahasiswa yang sudah merasa mendapatkan keuntungan yang didapatkan dari penggunaan jasa online shop, akan merasa kecanduan untuk terus mengguankan online shop dalam memenuhi kebutuhannya. Barang-barang yang sering dikonsumsi oleh mahasiswa adalah sebagian besar untuk memenuhi konsumsi pakaian. Pakaian saah satu yang sangat diminati para pengguna jasa online shop terutama kalangan mahasiwa baik laki-laki maupun perempuan.

Seiring perkembangannya, kini online shop dapat dengan mudah diakses melalui berbagai media teknoogi khususnya Smartphone. Smartphone yang menawarkan berbagai fitur jejaring sosial, sebagian besar dapat diakses untuk online shop, beberapa diantaranya yaitu facebook, line, blackberry messanger, instagram dan lain sebagainya. Saat ini hampir seluruh mahasiswa menggunakan smartphone sebagai alat komunikasi mereka serta sarana hiburan pula untuk mereka. Terlebih saat ini untuk memperoleh smartphone bukanlah sebuah hal yang sulit lagi, karena harga smartphone saat ini telah bervariasi tergantung dengan tipe smartphone tersebut. Kebutuhan akan informasi inilah yang juga menjadi alasan dimana siswa dan mahasiswa menjadikan smartphone sebagai media komunikasi mereka. Sebagai pemenuhan kebutuhan, seperti berbelanja online pun saat ini dilakukan dengan aplikasi berbagai jaringan sosial yang ada dalam smartphone.

Banyaknya online shop pada jejaring sosial di smartphonemahasiswa, ini menunjukkan terjadinya perilaku konsumtif mereka. Dengan melihat frekuensi seringnya mereka menggunakan media sosial maka secara otomatis mereka akan melihat barang-barang di online shop yang ada di media sosial mereka dan ini akan menimbulkan perilaku konsumtif mereka terjadi. Sebelum ada online shop, remaja hanya dapat membeli barang-barang yang mereka inginkan apabila mereka memiliki waktu senggang saja. Misalnya jika hari libur, salah seorang remaja akan pergi ke pusat perbelanjaan ataupun semacamnya dan ia melihat barang yang ia sukai lalu membelinya. Berbeda dengan sekarang, setiap saat mahasiswa tersebut dapat selalu melihat contoh barang-barang tersebut didalam telepon genggamnya sendiri.

Waktu yangdimiliki sebagian besar mahasiswa habiskan untuk membuka smartphone mereka meskipun dalam keadaan sibuk apapun mereka selalu menyempatkan untuk membuka beberapa aplikasi jejaring sosial yang ada pada smartphone mereka. Di dalam beberapa aplikasi jaringan sosial tersebut banyak online shop yang mudah mereka temui, misalya pada instagram, line, bbm, facebook, twitter, dan masih banyak fitur lainnya yang menyediakan online shop hidup didalamnya. Keseringan melihat gambar barang-barang produk fashion yang ditawarkan oleh online shop yang terdapat dalam berbagai jejaring sosial inilah yang secara otomatis membuat mereka para remaja semakin tertarik untuk membelinya. Para remaja hanya perlu comment atau menghubungi ke id stau cp yang telah disediakan pada akun online shop untuk memesan barang yang mereka inginkan, kemudian untuk pembayaran mereka cukup menstranfer dan menunggu barang pesanan mereka datang.

Kemudahan yang ditawarkan oleh online shop inilah yang membuat remaja nyaman dan kecanduan untuk berbelanja online. Karena sering kali apabila sudah pernahsekali berbelanja online pasti ingin lagi, lagi, dan lagi berbelanja online. Belanja secara online dinilai lebih praktis dan cepat untuk memperoleh barang-barang yang dibeli. Karena kepraktisan inilah para remaja menjadi sulit dalam mengendalikan diri untuk menggunakan online shop.Yang mana pada akhirnya menjadikan mahasiswa berperilaku boros, karena barang-barang produk Online shop yang dibeli juga hanya barang-barang yang sudah dimiliki para mahasiswa sebelumnya, hanya saja berbeda model ataupun warna. Hal ini dengan jelas menunjukkan perilaku konsumtif mahasiswa benar-benar terjadi.

Sebagian besar perilaku konsumtif mahasiswa dalam berbelanja online semakin meningkat dengan adanya online shop di berbagai fitur jejaring sosial. Mahasiswa seringkali tidak sadar bahwa seringnya penggunaan online shop menyebabkan semakin borosnya mereka dalam hal berbelanja. β€œKita tertarik bukan kepada apa yang kita lakukan kepada media massa tetapi kepada apa yang dilakukan media kepada kita. Kita ingin tahu bukan untuk apa kita menggunakan Internet yang memudahkan kita untuk berkomunikasi, tetapi bagaimanaInternet yang mampu mempermudah kita dalam berkomunikasi ini mampu menambah pengetahuan, mengubah sikap atau menggerakan perilaku kita”. Seperti yang dinyatakan oleh Donald K. Robert (1997), ada yang beranggapan bahwa efek hanyalah β€œperubahan perilaku manuasia setelah diterpa pesan media massa”.

Secara operasional pengukuran perilaku konsumtif pada mahasiswa terhadap barang-barang online shopdapat dilihat dari tujuh indikator sesuai dengan Indikator Perilaku Konsumtif Menurut Sumartono (2002)yaitu :
1. Membeli produk karena iming-iming hadiah.
Mahasiswa membeli suatu barang karena adanya hadiah yang ditawarkan jika membeli barang tersebut.
2. Membeli produk karena kemasannya menarik.
Konsumen mahasiswa sangat mudah terbujuk untuk membeli produk yang dibungkus dengan rapi dan dihias dengan warna-warna yang menarik. Artinya motivasi untuk membeli produk tersebut hanya karena produk tersebut dibungkus dengan rapi dan menarik.
3. Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi.
Konsumen mahasiswa mempunyai keinginan membeli yang tinggi, karena pada umumnya mahasiswa mempunyai ciri khas dalam berpakaian, berdandan, gaya rambut, dan sebagainya dengan tujuan agar remaja selalu berpenampilan yang dapat menarik perhatian orang lain. Mahasiswa membelanjakan uangnya lebih banyak untuk menunjang penampilan diri.
4. Membeli produk atas pertimbangan harga (bukan atas dasar manfaat atau kegunaannya). Konsumen mahasiswa cenderung berperilaku yang ditandakan oleh adanya kehidupan mewah sehingga cenderung menggunakan segala hal yang dianggap paling mewah.
5. Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol status.
Mahasiswa mempunyai kemampuan membeli yang tinggi baik dalam berpakaian, berdandan, gaya rambut, dan sebagainya sehingga hal tersebut dapat menunjang sifat eksklusif dengan barang yang mahal dan memberi kesan berasal dari kelas sosial yang lebih tinggi dan kelihatan lebih keren dimata orang lain.
6. Memakai produk karena unsur konformitas terhadap model yang mengiklankan. Mahasiswa cenderung meniru perilaku tokoh yang diidolakannnya dalam bentuk menggunakan segala sesuatu yang dapat dipakai tokoh idolanya.
7. Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi.
8. Mencoba lebih dari dua produk sejenis (merek berbeda).
Mahasiswaakan cenderung menggunakan produk jenis sama dengan merek yang lain dari produk sebelumnya ia gunakan, meskipun produk tersebut belum habis dipakainya.

Sehingga dari pembahasan diatas dapat diketahui bahwa penggunaan jejaring sosial khususnyaonline shopberdampak negatif bagi perilaku konsumtif mahasiswa dalam berbelanja. Karena dengan kemudahan yang diberikan online shop maka dengan gampang mahasiswa semakin gemar mengkonsumsi barang secara terus menerus yang tidak menjadi prioritas utama, dengan kata lain bahwa mahasiswa lebih senang membeli barang berdasarkan keinginan bukan lagi berdasarkan kebutuhan .

  1. Semangat Menulis, karena menulis adalah simbol keabadian πŸ™‚

  2. kenapa daftar pustakanya tidak dicantumkan mbak ? πŸ™‚

  3. artikelnya menambah wawasan kaka, lanjutkan πŸ˜€

  4. tema sama backgroundnya gold in the dark. saya suka.

  5. artikel sangat menambah wawasan khususnya bagi yg suka berbelanja melalui online πŸ™‚

  6. bener banget nih artikelnya menambah wawasan πŸ™‚

  7. Tulisannya uda bagus, tinggal tambah daftar pustaka aja πŸ˜€

  8. tulisannya bagus nov…

  9. tulisannya bagus, tapi font tulisannya terlalu kecil ditambah backgroundnya hitam

  10. good job . .
    lanjutkan nov . …

  11. semoga fenomena online shop ini tidak mengganggu pangsa pasar usaha kecil masyarakat.

  12. apakah anda termasuk mhs yang konsumtif? πŸ˜€

  13. penulisan harap dirapikan kembali agar mudah dalam memahami

  14. link kategorinya kok not found kak pas di klik, mohon diperbaiki

  15. setuju dengan artikel ini

  16. tulung lebih di perbaiki, up up up

  17. online shop juga dijadikan sebagai peluang usaha kita,semangat berwirausaha,kembangkan online shop mu semoga sukses kedepannya sist

  18. Yukk onlineshop πŸ˜€ lanjutkan artikel”nya ini sangat menarik

  19. pasti yang punya akun suka olshop yaa… ketahuan nih wkwwkk

  1. No trackbacks yet.