Tidak dapat disangkal, tahun ini lumayan berat untuk dilewati sebab ada pandemi, ya? Harus bersekolah jarak jauh dari rumah dan kerjakan setumpuk pekerjaan tiada bergaul seperti umumnya dengan rekan-rekan sekelas rasa-rasanya memang lumayan menyebalkan.

Apa lagi untuk kalian yang berada di penghujung periode sekolah, persisnya di kelas VI, IX, dan XII. Bete sekali tidak sich, harus jalani tahun akhir periode sekolah dengan memakai seragam yang tahun depannya tidak akan digunakan kembali di dalam rumah? Puk puk dari jauh ya, guys. Kalian luar biasa, kok! Jangan berduka sebab disebut angkatan corona, ya.

By the way, bagaimana dengan PPDB yang berada di depan mata? Apa kalian telah daftarkan diri? Agar tidak bertambah bete, janganlah sampai kamu keliru dalam mendaftarkan sebab tidak pahami mekanismenya, ya! Tahun ini, ada empat lajur dalam PPDB: afirmasi, zonasi, pindahan, dan prestasi.

Kali ini, rakyatnesia.com akan mengulas satu dari keempat jalur yang sering kali dibahas, yakni jalur zonasi dalam PPDB tahun 2020. Sudah pasti bakal ada kelebihan serta kekurangan mekanisme zonasi ya. Nah, agar tidak makin ingin tahu, langsung baca penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Jalur Zonasi

 

Saat sebelum lebih jauh mengulas kelebihan serta kekurangan sistem zonasi, sebaiknya kamu benar-benar pahami lajur zonasi lebih dulu. Lajur zonesi memberikan keringanan untuk peserta didik yang domisili dalam daerah zonasi yang diputuskan pemda untuk meneruskan studi di sekolah yang satu zona dengannya. Domisili calon peserta didik ini disaksikan dari alamat pada kartu keluarga yang diedarkan minimum satu tahun saat sebelum PPDB.

Mendikbud Nadiem Makarim benar-benar tidak menghapuskan jalur zonasi pada PPDB tahun ini sesuai Permendikbud No. 44 Tahun 2019. Fakta dibalik masih ada zonasi diantaranya untuk memberi elastisitas pada wilayah dan meratakan jumlah dan kualitas guru.

Walau demikian, ada ketidaksamaan di antara zonesi dalam PPDB 2019 dan PPDB 2020. Tahun kemarin, paket jalur zonasi minimum 80%, dengan tersisa 20% untuk lajur prestasi dan pindahan. Tetapi, tahun ini, paket jalur zonasi dikurangi jadi cuman minimum 50%, dengan tersisa minimum 15% untuk afirmasi, optimal 5% untuk pindahan, dan optimal 30% untuk prestasi.

 

Kelebihan Jalur Zonasi

 

Nah, kami akan mengulas kelebihan serta kekurangan sistem zonasi, nih. Pertama, kita ulas dahulu keunggulan pada lajur zonasi ini, ya.

 

Memberikan Akses dan Keadilan Terhadap Pendidikan

Pemerintahan berkewajiban untuk pastikan hak seluruh anak Indonesia untuk mendapatkan pengajaran tercukupi. Ada mekanisme zonesi bisa mendesak persaingan yang terlalu berlebih untuk mendapatkan service pemerintahan, dalam masalah ini sekolah negeri.

Peserta didik yang dari keluarga kurang sanggup tak perlu pikirkan ongkos transportasi bila dia bersekolah di sekolah yang dekat sama rumahnya.

 

Mempercepat Pemerataan Kualitas Pendidikan

Kualitas pendidikan bisa diukur dari kurikulum, tebaran guru dan peserta didik, sampai kualitas fasilitas dan prasarana. Beberapa hal itu diatasi dengan pangkalan zonesi. Pemerintahan berusaha supaya tidak lagi ada sekolah favorite dan sekolah tidak favorite. Dengan ini, diinginkan bisa hilangkan praktek jual-beli bangku juga.

 

Kekurangan Jalur Zonasi

 

Dari sisi keunggulannya, lajur zonasi punyai beberapa kekurangan, misalkan:

 

Masih Adanya Sekolah yang Ramai dan Sepi Pendaftar

Sekolah yang jauh dari fokus permukiman masyarakat jadi sepi pecinta. Saat itu, di lain sisi ada sekolah yang malahan kelebihan pecinta sebab ada di zone padat warga.

 

Munculnya Kecurangan Lain

Lajur zonasi yang diinginkan bisa mendesak tingkat praktek jual-beli bangku rupanya membuat manipulasi lain, sebab tidak menghitung secara jelas fakta berpindah murid dari satu wilayah ke wilayah lain.

Manipulasi yang tampil misalkan masalah yang diketemukan Liga Serikat Guru Indonesia (FSGI). Seorang murid asal Cibinong menumpang nama di Kartu Keluarga punya saudaranya di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk bisa meneruskan studi di sekolah pada wilayah itu.

 

Menurunnya Motivasi Belajar Siswa

Jalur zonasi memunculkan sudut pandang yang keliru pada murid, dengan asumsi, ‘untuk apa saya belajar benar-benar bila selanjutnya saya diukur dalam jarak, bukan nilai yang saya perjuangkan?’ atau ‘untuk apa saya belajar? Lebih bagus saya berpindah rumah dekat sekolah arah saya.’ Mudah-mudahan ini bukanlah sudut pandang kalian, ya!

 

Selanjutnya, memanglah bukan sekolah yang tentukan kualitasmu, kok. Di mana saja kamu bersekolah, bila kamu benar-benar telaten belajar dan usaha, kamu tentu dapat sukses di periode mendatang! Karena, yang tentukan siapa kamu ialah diri kamu sendiri, bukan sekolahmu.

http://blog.unnes.ac.id/novita3011/wp-content/uploads/sites/286/2020/12/Sistem-Jalur-Zonasi-600x413.jpghttp://blog.unnes.ac.id/novita3011/wp-content/uploads/sites/286/2020/12/Sistem-Jalur-Zonasi-150x150.jpgNovita WindiartiPendidikanPendidikan,Sistem ZonasiTidak dapat disangkal, tahun ini lumayan berat untuk dilewati sebab ada pandemi, ya? Harus bersekolah jarak jauh dari rumah dan kerjakan setumpuk pekerjaan tiada bergaul seperti umumnya dengan rekan-rekan sekelas rasa-rasanya memang lumayan menyebalkan. Apa lagi untuk kalian yang berada di penghujung periode sekolah, persisnya di kelas VI, IX, dan...Jasa Backlink Berkualitas