• AKSI KONSERVASI, SATU AKSI SELAMATKAN BUMI #SAVEMANGROVETAMBAKREJO

    mangrove-131210c

    Abrasi yang terjadi di wilayah Desa Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, menurut Bappeda Kota Semarang, Jawa Tengah, telah menggerus lahan tambak sejauh 652,7 meter. Banjir rob (air laut pasang) yang terjadi hampir setiap hari ini merupakan hal yang biasa bagi penduduk desa tersebut.

    Melihat hal itu, penghijauan kawasan pesisir menjadi salah satu alternatif pilihan untuk menanggulangi permasalahan rob dan abrasi tersebut. Beruntung, kesadaran masyarakat nelayan terhadap pentingnya penghijauan masih tinggi.

    Juraimi contohnya. Pria yang lahir di Tambakrejo ini merupakan salah satu pegiat penghijauan. Ia sudah melakukan penanaman mangrove di Tambakrejo sejak tahun 2011 bersama Kelompok Cinta Lingkungan Camar.

    Kelompok binaan Pertamina ini beranggotakan 11 nelayan tulen yang bertanggung jawab menjadikan lahan konservasi menjadi hijau seperti sedia kala. Walaupun bibit mangrove yang ditanam mempunyai peluang kecil untuk hidup karena kondisi wilayah serta terpaan gelombang besar air laut, namun kepedulian penduduk Desa Tambakrejo dalam merawat dan menanam bibit mangrove yang konsisten, mencapai keberhasilan hidup bibit mangrove hingga 60 persen, dengan moda awal 2.000 bibit, hingga meningkat menjadi 81.000 bibit.

    “Apa yang kami lakukan bertujuan untuk mengembalikan lingkungan Tambakrejo menjadi lebih hijau. Ini juga merupakan dukungan terhadap program ‘Pertamina Menabung 100 Juta Pohon’. Dengan adanya penanaman ini, diharapkan dapat memperbaiki kualitas Wilayah Tambakrejo yang semakin terkikis abrasi.” tutup Juraimi dengan wajah ramah.

    Taukah kalian, Hima Jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang juga tidak ingin kalah. Kami juga telah menyelenggarakan aksi penanaman seribu pohon Mangrove di Desa Tambak Rejo, Tanjung Mas, Semarang yang merupakan salah satu program tahunan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

    P_20151031_102451_HDR-580x326

    Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Oktober 2015 dan diketuai oleh mbak Anggi Novitasi, Jurusan Manajemen Keuangan 2013 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Sebelum kegiatan di mulai para peserta di beri penyuluhan terlebih dahulu oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan LSM Camar tentang Mangrove, jenis-jenis mangrove dan cara penanaman, serta apa saja yang harus dipakai saat penanaman Mangrove demi keselamatan. Setelah penyuluhan selesai saatnya menuju ke lokasi penanaman. Setiap peserta diberi 2 buah bibit mangrove beserta tongkat sebagai penyangga bibit, dan tali rafiah untuk ditalikan ke tongkat agar setelah ditanam pohon tidak tumbang. Walaupun cuaca panas, tetapi tidak menyurutkan antusias peserta untuk ikut berkontribusi menyelamatkan bumi.

    12093290_1655893797983970_102760832_n 12212032_865389773530000_32597076_n 12212416_865389370196707_117149175_n 12231350_865389540196690_2022349940_n 12231378_865389546863356_2101354646_n 12233531_865389376863373_508440160_n 12242276_865389536863357_1490321690_n

    Kegiatan seperti ini bagus sekali untuk memberikan pengetahuan bagi para peserta agar memahami pentingnya pelestarian kawasan pesisir.

    Satu aksi selamatkan bumi !

    Salam Konservasi !

    Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

    Categories: Uncategorized

    Leave a Reply