Archive

Archive for the ‘ilmiah’ Category

Tim Pengabdian FE UNNES Berikan Pelatihan bagi Guru Bismen SMK se Salatiga

September 13th, 2018 No comments

Bertempat di Ruang Laboratorium Akuntansi SMK Negeri 1 Salatiga, sekitar 25 guru SMK Bisnis dan Manajemen mengikuti kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Kegiatan berlangsung dari pukul 9 sampai dengan pukul 15 pada hari Kamis, 13 September 2018. Haris Wahyudi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Salatiga menyambut baik pelaksanaan kegiatan dan harapannya dapat diselenggarakan di lain waktu dengan topik yang berbeda dan sesuai kebutuhan. Peserta terdiri dari guru SMK Bisnis dan Manajemen se Salatiga dari beberapa program studi seperti akuntansi, prakarya dan kewirausahaan, dan lainnya.

Materi pelatihan diantaranya adalah merancang pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi Edmodo. Kegiatan berlangsung menarik dan bapak/guru mengikuti dengan antusias. Menurut narasumber, Kardiyem, S.Pd., M.Pd., peserta dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan memadukan pembelajaran tatap muka di kelas. Banyak fitur yang dapat dimanfaatkan dimulai dari paparan materi atau konsep, soal latihan, quiz, dan evaluasi. Edomodo cukup mudah digunakan oleh guru. Narasumber didampingi tim pengabdian lainnya yaitu Ratieh Widhiastuti, S.Pd., M.Si. dan Niswah Baroroh, S.E., M.Si.

Tim pengabdian FE juga memberikan materi pelatihan lainnya yaitu pengembangan bahan ajar. Bahan ajar sangat diperlukan untuk membantu siswa belajar secara mandiri. Demikian ujar dari kedua narasumber, yaitu Rediana Setiyani, S.Pd., M.Si. dan Ahmad Nurkhin, S.Pd., M.Si. Bahan ajar bisa berbentuk bahan cetak maupun bahan non cetak seperti media interaktif (audio visual). Lebih lanjut dijelaskan bahwa bahan ajar bisa disusun berdasarkan pengembangan dari guru itu sendiri maupun dengan cara mengkompilasi atau mengembangkan bahan ajar yang sudah ada.

Selain itu, siswa SMK Negeri 1 Salatiga juga memperoleh materi tambahan dari tim Pengabdian FE UNNES. Materi yang disampaikan adalah pengelolaan keuangan personal. Materi ini sangat penting bagi siswa yang merupakan generasi milineal. Salah satu karakteristiknya adalah instant behavior. Disinilah siswa harus mempunyai keahlian dalam mengelola keuangan personal mereka. Demikian dituturkan oleh narasmber, Nudian Susilowati, S.Pd., M.SI., Wulan Suci R., M.Si., dan Satsya Yoga B., M.Sc., CA. Kegiatan yang didampingi oleh 4 mahasiswa (Riska, Fery, Haniffah, dan Ummi) berlansung selama 2 jam.

Read more…

Categories: ilmiah Tags:

Kecurangan Akademik; Fraud Triangle, Fraud Diamond, dan Fraud Pentagon

March 31st, 2017 No comments

 

Kecurangan akademik menjadi fenomena yang tidak pernah selesai untuk dipecahkan. Bentuknya beraneka ragam. Dan bisa terjadi kapan saja oleh siapa saja, baik mahasiswa maupun lainnya. Alasannya juga beraneka ragam. Sagoro (2013) berpendapat bahwa kecurangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa sebenarnya ada yang disadari namun ada pula yang tidak disadari bahwa yang mereka lakukan sebenarnya merupakan sebuah tindakan kecurangan yang dapat dikenai sanksi. Adanya keinginan untuk memperoleh IPK tinggi, kebanggaan, atau hanya sebatas karena harga diri terkadang membuat mahasiswa melakukan tindakan kecurangan akademik. Hendricks (2004) dalam Sagoro (2013) mendefinisikan kecurangan akademik (academic dishonesty) merupakan berbagai bentuk perilaku yang mendatangkan keuntungan bagi mahasiswa secara tidak jujur termasuk didalamnya mencontek, plagiarisme, mencuri, dan memalsukan sesuatu yang berhubungan dengan akademis

Beberapa pendekatan digunakan untuk mendeteksi faktor determinan perilaku kecurangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa, diantaranya konsep fraud triangle, fraud diamond, dan fraud pentagon. Konsep fraud triangle ini telah lama dikenal dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kecurangan keuangan. Konsep fraud triangle dikenalkan oleh Cressey (1953), seorang kriminolog dengan mengajukan argumentasi bahwa seseorang melakukan sesuatu (termasuk kecurangan) terdapat alasan yang mendasari. Elemen fraud triangle terdiri dari tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), rasionalisasi (rationalization) (Abdullahi dan Mansor, 2015; Tessa dan Harto, 2016).

Konsep fraud triangle ini telah diaplikasikan dalam memahami perilaku kecurangan akademik. Konsep fraud diamond kemudian dikembangkan untuk memahami faktor lain yang mempengaruhi perilaku kecurangan. Wolfe & Hermanson (2004) meyakini bahwa konsep fraud triangle dapat dikembangkan untuk pencegahan dan deteksi perilaku kecurangan dengan menambahkan satu elemen yaitu capability. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penipuan atau kecurangan tidak mungkin dapat terjadi tanpa orang yang memiliki kemampuan yang tepat untuk melaksanakan penipuan atau kecurangan tersebut. Kemampuan yang dimaksud adalah sifat individu melakukan penipuan, yang mendorong mereka untuk mencari kesempatan dan memanfaatkannya.

Konsep baru yang berkembang adalah fraud pentagon yang berusaha untuk lebih bisa menangkap faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku kecurangan. Tugas (2012) mengajukan elemen kelima dalam konsep fraud pentagon yaitu external regulatory influence. Jika pengaruh regulasi ekternal lemah maka akan sangat memungkinkan terjadinya kecurangan. Tessa dan Harto (2016) menjelaskan bahwa teori terbarukan yang mengupas lebih mendalam mengenai faktor-faktor pemicu fraud adalah teori fraud pentagon (Crowe’s fraud pentagon theory). Elemen kelima yang dimaksud adalah arogansi (arogance).

Dengan memahami faktor determinan terjadinya perilaku kecurangan akademik dalam beberapa perspektif dimungkinkan untuk dapat menentukan kebijakan pengendalian yang lebih efektif. Penelitian yang mampu mengekplorasi faktor determinan terjadinya perilaku kecurangan akademik dapat dilakukan. Pandangan lain mengenai kecurangan akademik, misalkan perkpektif tindakan kriminal juga perlu dihadirkan.

 

Referensi;

Abdullahi, R. and Mansor, N. (2015). Fraud Triangle Theory and Fraud Diamond Theory; Understanding the Convergent and Divergent For Future Research. International Journal of Academic Research in Accounting, Finance and Management Sciences, 5 (4), pp. 38–45.

Sagoro, E. M. 2013. Pensinergian Mahasiswa, Dosen dan Lembaga dalam Pencegahan Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, XI (2), hal. 54-67.

Tessa G., C. Dan Harto, P. (2016). Fraudulent Financial Reporting: Pengujian Teori Fraud Pentagon Pada Sektor Keuangan dan Perbankan di Indonesia. Makalah disampaikan pada Simposium Nasional Akuntansi XIX, Lampung, 2016.

Tugas, F. C. (2012). Exploring a New Element of Fraud: A Study on Selected Financial Accounting Fraud Cases in the World. American International Journal of Contemporary Research, 2 (6), pp 112-121.

Wolfe, D. T. And Hermanson, D. R. (2004). The Fraud Diamond: Considering the Four Elements of Fraud. The CPA Journal, December 2004, page 39-43.

 

 

Categories: ilmiah Tags:
Skip to toolbar