Register / Log in

STUDIUM GENERAL
“Inovasi Media Pembelajaran Elektronik, School Book”

          Dalam rangka mengurangi kerusakan lingkungan, yang salah satunya disebabkan oleh banyaknya penggunaan kertas, maka berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dunia dari berbagai lini, termasuk juga masyarakat kolektif yang mempunyai sedikit rasa kepedulian terhadap keasrian dan keselamatan bumi ini. Salah satu solusi yang muncul yaitu dengan penggunaan media pembelajaran elektronik dalam pembelajaran, guna mengurangi penggunaan kertas yang semakin ke sini semakin meningkat.

          Sudah menjadi sebuah rutinitas yang dilakukan oleh pihak Jurusan Sosiologi & Antropologi Universitas Negeri Semarang, bahwa setiap awal semester ganjil perkuliahan (tepatnya yaitu setelah penerimaan mahasiswa baru) Jurusan Sosiologi & Antropologi Unnes mengadakan kegiatan kuliah umum dengan mendatangkan para tokoh ilmuan dalam mengisi acara tersebut, baik dari Negara Indonesia sendiri maupun negara lain dengan mengusung berbagai tema yang sangat menarik tentunya, yang juga relevan dengan kondisi sosial budaya yang terjadi saat ini.

          Selasa, 12 September 2017. Kembali hadir kegiatan stadium general tersebut, dimana pada kegiatan stadium general kali ini, dihadirkan tokoh ilmuan yang sangat luar biasa dari manca negara, tepatnya yaitu dari Negara Filipina, Prof. Luis Carmelo L Buenaventura (yang akrab dipanggil doktor B/ Doc.B). Beliau merupakan salah satu dosen militan di salah satu Universitas di Filipina. Adapun stadium general kali in mengusung tema “The Use Of Schoolbook As An Educational Online Portal Utilized For Teaching, Learning, And Besearch”.

          Secara garis besar, pada stadium general kali ini membahas tentang salah satu solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dunia pada masa sekarang ini, yakni tentang global warming. Dalam stadium kali ini, dipaparkan mengenai salah satu solusi efektif atau upaya dalam menanggulangi permasalahan yang saat ini tengah dihadapi oleh masyarakat dunia tersebut, yang salah satu penyebabnya adalah penggunaan kertas yang semakin meningkat. Oleh sebab itu, Doc B ini menghadirkan suatu inovasi baru yang sangat tepat digunakan untuk mengurangi penggunaan kertas. Adapun inovasi tersebut yaitu inovasi dalam dunia pendidikan, yakni menyediakan media pembelajaran online bagi mahasiswa, yang disebut dengan istilah School Book.

          Diantara beberapa alasan yang melatar belakangi Doc B untuk menghadirkan aplikasi School Book ini yaitu, ketika beliau mendapati banyak diantara mahasiswa beliau yang tidak berangkat kuliah dkarenakan cuaca ekstrem. Tanpa adanya tatap muka secara langsung, maka kegiatan perkuliahan tidak bisa dilaksanakan. Oleh sebab itu, munculah ide kreatif dari Doc B untuk menjawab pertanyaan mengenai “Bagaimana kegiatan kuliah itu dapat berlangsung mekipun antara dosen dan mahasiswanya tidak bertemu secara face to face?” akhirnya muncullah ide untuk membuat aplikasi belajar yang menjembatani antara dosen dan mahasiswanya guna melaksanakan kegiatan perkuliahan tanpa bertemu face to face, yakni dengan menciptakan media School Book untuk dosen dan mahasiswa.

         Adapun proses perkuliahan melalui aplikasi School Book ini yaitu, melaksanakan perkuliahan dengan membuka komputer, laptop, notebok, maupun android yang di dalamnya, dosen bisa mengunggah atau mengupload materi-materi perkuliahan, untuk kemudian diakses atau dibaca oleh para mahasiswanya. Kalau ada pertanyaan-pertanyaan, baik itu tentang materi perkuliahan ataupun yang lain, bisa dikirim ke e-mail dosennya, yang nantinya akan dibalas oleh dosen yang bersangkutan. Hampir sama seperti kegiatan perkuliahan pada umumnya, tiap semester ada biaya untuk bisa mengakses School Book ini, namun lebih hemat jika dibandingkan dengan menggunakan kertas dalam pembelajaran.

          Banyak sekali manfaat adanya Schol Book ini, diantaranya yaitu dosen dan mahasiswa tidak perlu lagi bertemu langsung untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan. Dosen dan juga mahasiswa bisa mengakses School Book ini dimana saja dan kapan saja. Dosen yang berada di luar negeri pun bisa memantau kegiatan perkuliahan mahasiswanya melalui aplikasi Schol Book ini. Jadi meskipun terhalang jarak yang begitu jauh, baik anatara mahasiswa maupun dosen masih bisa melaksanakan kegiatan perkuliahan. Begitu juga dengan orang tua yang selalu sibuk dengan pekerjaannya sehinga kurang dapat memperhatikan kegiatan pendidikan anaknya. Melalui aplikasi School Book ini orang tua bisa memantau sejauh mana perkembangan belajar dari anak-anaknya.

          Dari sisi mahasiswa sangat mendukung sekali dengan adanya School Book ini, karena mereke merasa sangat diuntungkan. Dengan adanya School Book ini, para mahasiswa tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kampus guna melaksanakan kegiatan perkuliahan. Mereka tetap bisa berkuliah meskipun hanya dengan duduk santai di rumah, atau sambil berlibur sekalipun. Yang saat ini masih menjadi kendali di sini adalah dari pihak dosen-dosen yang sudah tua, karena mereka sulit untuk menyesuaikan dengan sistem yang ada. Para dosen tua ini harus banyak belajar untuk mahir menggunakan media online guna menjalankan School Book dalam pendidikan yang dilakukannnya.

          Kekurangan yang lain yaitu, sering kali mahasiswa telat dalam mengumpulkan tugas yang diberikan oleh dosen. Alasan mereka yaitu dikarenakan minimnya quota ataupun kekuatan sinyal yang buruk. Alasan-alasan semacam ini sering dilontarkan oleh para mahasiswa yang telat dalam mengakses ataupun mengumpulkan tugas kuliahnya, yang dengan ini masih menjadi kendala untuk kelancaran penggunaan School Book ini dalam kegiatan pembelajaran.

          Terlepas dari itu semua, kemunculan School Book ini sangat patut untuk mendapatkan apresiasi lebih. Jika dibandingkan sisi negatifnya, lebih banyak sisi positif yang menyertai munculnya media pembelajaran School Book ini. Sisi positif dan sisi negatif memang tidak akan pernah lepas dari setiap hal, termasuk dalam munculnya School Book ini, namun yang menjadi upaya yang harus kita laksanakan adalah bagaimana menjadikan sisi positif ini sebagai suatu motifasi bagi kita dan menjadikan sisi negatifnya sebagai suatu hal yang harus mendapatkan perhatian lebih, guna meningkatkan mutu pendidikan serta mewujudkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien.

0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

[+] kaskus emoticons nartzco