First Post (Distilasi Alkena)

First Post (Distilasi Alkena)

indexPernah bahagia kita merekah indah tanpa sedikitpun rasa gelisah.
Saat lantunan rindu adalah alasan setiap pertemuan.
Saat mencintaimu bukan hanya sekedar lamunan.
Aku tak pernah menyesal akan keputusanmu memilihnya.
Yang aku sesalkan, tiada setitikpun kesempatan bagiku
untuk membuatmu bahagia.
Kesalahanku, menjadikanmu alasan segala rindu.
Waktupun mengurai tetesan hujan menjadi bulir-bulir kenangan.
Ia menelusuk tanpa permisi menuju nurani.
Bukan perih yang aku ratapi, tapi pengertian yang tak pernah kau beri.
Sadarlah, aku telah mencintaimu dengan terengah-engah.
Mencibir oksigen dengan menjadikanmu satu-satunya udara
yg boleh mengisi setiap rongga.
Menghempas darah dengan namamu yang mengalir
mebuat jantungku tetap berirama.
Padamu aku jatuh hati.
Kesalahanku, tak pernah mencintai selain kamu.
Tingkat sepi paling mengerikan adalah sepi dalam keramaian.
Bagaimana mungkin aku menjauh jika hanya padamu keangkuhanku meluluh?
Bagaimana mungkin aku pergi jika bayanganmu masih saja menghiasi mimpi?
Bagaimana mungkin aku berpindah jika hanya padamu hatiku bersinggah?
Kesalahanku, isi doaku tak pernah selain namamu.
Cinta tak selamanya tentang kepimilikan.
Tapi cinta adalah tentang keikhlasan.
Terimakasih untuk segala rasa.
Kesalahanku adalah tak pernah merasa, bahwa untukku kau tak pernah punya cinta

http://tikasaraswatiii.blogspot.co.id/2015/04/distilasi-alkena-wiranagara.html?m=1
Mau tau puisinya ? Klik → Puisi distilasi alkena karya wira nagara

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco

Lewat ke baris perkakas