Fenomena ahmadiyah ditinjau dari sosiologi agama

Memandang fenomena ahmadiyah ditinjau dari sudut pandang sosiologi agama secara filosofis, dapat membedakannya dalam 3 bagian yaitu secara ontologi, epistimologi dan secara aksiologi:

  1. Secara Ontologi

Fenomena atau aliran ahmadiyan dalam agama islam, secara universal memandang hal tersebut adalah salah dan menyimpang dari ajaran agama islam itu sendiri. Aliran agama ahmadiyah itu sendiri mempercayai adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Dalam agama islam dimana pun dan al-qur’an sendiri menyatakan nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW, tidak ada lagi nabi selain Nabi Muhammad SAW. Ini berarti aliran tersebut harus dihapuskan karena ditakutkan akan mengakibatkan sesuatu hal yang akan merugikan bagi agama islam sendiri. Karena ajaran dari aliran ini tidak sesuai dengan apa yang ada di kitab, hadist, bahkan al-qur’an sendiri.2. secara Epistimologi

Fenomena ahmadiyan secara epistimologi, memandang fenomena ahmadiyan adalah antara kebenaran dan pembenaran. Kebenaran disini adalah secara pandangan agama, setiap agam adalah suci, aliran ahmadiyah mengakui adanya Tuhan. Pembenarannya adalah setiap warga negara diwajibkan mempunyai agama dan kepercayaan masing-masing, sehingga mengharuskan setiap warga negara mempunyai agama dan kepercayaan. Meskipun disisi lain aliran ahmadiyan adalah termasuk dalam aliran di agama islam tetapi menyimpang dengan ketentuan yang berlaku dalam islam sendiri yaitu mempercayai adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Disisi lain tidak semua aliran ahmadiyan termasuk dalam kepercayaan yang mempercayai adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Ada pula aliran ini yang masih mempercayai bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir diciptakan oleh Allah SWT.  Tetapi kebanyakan aliran ahmadiyan yang berkembang di Indonesia mempercayai nabi setelah Nabi Muhammad SAW itu ada, hal tersebut adalah salah. Dimana pun hadist, kitab bahkan al-qur’an didalamnya pun tidak ada yang menyebutkan adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Meskipun disisi lain setiap agama mempunyai Tuhan dan Nabinya masing-masing, tetapi hal ini juga harus diakui secara universal baik kelompok, negara, bahkan dunia sekalipun. Tanpa adanya pengakuan dari komunitas ataupun kelompoknya suatu agama juga tidak akan terbentuk. Agama dapat terbentuk ketika didalamnya terdapat pengakuan dari kelompoknya dan terdapat pengikut dan ada yang mengikuti agama atau aliran tersebut. Fenomena aliran ahmadidah mengakui adanya Tuhan tetapi disisi lain mereka juga mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Meskipun ada kebenaran dalam aliran ini yaitu mengakuai adanya Allah SWT sebagai Tuhan mereka, Tuhan yang dianggap mempunyai zat yang paling tingi dan suci  dibandingkan dengan makhluk lain yang ada didunia ini. Tetapi disisi lain mereka juga mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan hal itu adalah tidak benar, karena dalam kitab suci dalam agama islam yaitu al-qur’an menyebukan nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.

3. secara Aksiologi

Agama islam mempunyi banyak aliran asalah astunya adalah aliran ahmadiyan. Aliran ini dinggap salah karena tidak sesuai dengan ajaran islam sendiri. Agama islam mengajarkan setiap individu untuk menjalankan syariat islam sesuai dengan yang tertulis dalam al-qur’an dan hadist. Dalam al-qur’an menyebutkan nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW, tetapi aliran ahmadiyah menganggap adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Aliran ini sangat tidak sesuai dengan syariat islam sendiri. Perlunya peran pemerintah dalam mengatasi hal tersebut, yaitu untuk menghapus aliran yang sesat. Meskipun banyak pihak yang mengecam aliran ini tetapi apabila aliran ini tidak dihentikan ditakutkan akan semakin besar dan banayk pengikutnya. Pemerintah harus bertindak aktif menghentikan aliran ini dengan cara mempersempit ruang penyebaran aliran ini. Peran agama juga berpengaruh yaitu dengan cara mengarahkan penganut agama yang tidak benar kearah yang lebih baik lagi atau sesuai dengan agama islam yang sesuai dengan syariat atau ketentuannya.

5 Responses to “Fenomena ahmadiyah ditinjau dari sosiologi agama”

  1. novita Says:

    Terima kasih postingannya, sangat menarik,,, dan menambah pengetahuan 🙂

  2. indah kumallasari Says:

    arikelnya sangat menarik

  3. Luthfi Maula Says:

    nambah wawasan baru

  4. ayuherni Says:

    kerapian tulisan mohon lebih diperhatikan 🙂

  5. nunik Says:

    artikel yang bermanfaat…

Leave a Reply


Skip to toolbar