Menjadi Mahasiswa Go-Blog, Mengapa Tidak???

 Mengapa harus nge-blog? Manfaatnya apa? Buang-buang waktu!

Pertanyaan di atas merupakan hal yang sering melintas di pikiran saya saat pertama kali memutuskan untuk membuat blog. Pertanyaan tersebut terlintas bukan tanpa alasan karena di tengah kesibukan saya sebagai mahasiswa dan aktifis kampus, mampukah saya mengelola blog yang nanti saya buat? Mampukah saya meluangkan waktu untuk menulis konten di blog tersebut?

Oh iya, sebelumnya akan saya jelaskan terlebih dahulu apa itu Mahasiswa Go-Blog. Saya sempat mendengar istilah ini di salah satu forum diskusi namun saya lupa siapa yang pertama kali mencetuskan istilah ini. Namun pada intinya Mahasiswa Go-Blog tidak berkonotasi buruk, melainkan mahasiswa yang suka menulis di blog atau mahasiswa yang memiliki blog. Begitu kira-kira penjelasan singkat mengenai apa itu Mahasiswa Go-Blog.

Sebagaimana kita tahu bahwa mahasiswa adalah manusia paling (sok) sibuk dengan segudang tugas-tugas kuliah dan aktifitasnya. Jangankan untuk nge-blog, mengatur jadwal rapat organisasi dan tugas kelompokkan saja masih keteteran. Kalaupun ada waktu luang maka akan digunakan untuk beristirahat. Hal ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi selaku mahasiswa dengan tipe kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat). Namun untuk tipe mahasiswa lain, silahkan tanyakan sendiri pada mereka hehe ….

Setelah berpikir cukup lama saya rasa tidak ada salahnya juga mencoba “nge-blog”.  Apalagi salah satu dosen saya menganjurkan mahasiswanya agar memiliki blog. Dimana nantinya tugas-tugas yang diberikan beliau kita buat laporannya ke dalam bentuk artikel yang kemudian di upload di blog masing-masing. Simpelnya beliau menilai laporan tugas-tugas melalui blog tersebut. Akhirnya kemauan saya untuk membuat blog pun seakan mendapat restu dan dukungan. Jadilah saya membuat blog ini.

Hal yang saya rasakan saat pertama kali menulis di blog adalah saya merasa tidak percaya diri terhadap apa yang saya tulis. Saya merasa tulisan saya tidak layak di baca orang banyak, tata bahasanya berantakan, penulisannya tidak runtut, hubungan antar paragrafnya tidak nyambung dan lain sebagainya. Sehingga sering kali saya mem-publish sebuah tulisan  dan kemudian menghapusnya kembali. Saya juga sempat merasa jenuh karena blog yang saya buat seperti tidak memberi timbal balik. Setiap artikel yang saya buat tak ada satu pun yang membaca dan mengomentari. Akhirnya saya pun sempat meninggalkan dunia blogging, dan memilih tenggelam kembali ke dalam kesibukan saya sebagai mahasiswa.

Ajaibnya ketika saya hendak menghentikan diri dari dunia blogging, semesta seolah tidak mengijinkannya. Pada suatu hari saya membaca postingan seorang dosen yang terbiasa membimbing skripsi. Dalam postingannya beliau menyebutkan bahwa salah satu trik sukses menulis  skripsi salah satunya ialah dengan sering menulis artikel di blog. Menurutnya dengan kita sering menulis di blog maka kita dapat melatih kemampuan menuliskan suatu topik secara runtut, sehingga ketika berhadapan dengan skripsi kita akan merasa ringan karena telah terbiasa menulis.

Sebagai seorang mahasiswa yang pada akhirnya dituntut untuk membuat skripsi, saya pun berpikir bahwa postingan dosen tersebut ada benarnya juga. Berlatih menulis dari tugas makalah dan laporan saja tidaklah cukup. Apalagi selama ini kualitas tulisan dalam tugas pun masih belum baik karena cenderung menggunakan jurus Copy-Paste.  Sehingga apabila di cek tingkat plagiarismenya pun pasti lumayan tinggi.

Berbeda dengan berlatih menulis di blog. Tulisan kita di blog sangatlah mudah ditemukan orang lain. Sehingga ketika kita melakukan jurus Copy-Paste orang lain akan dengan mudah mengetahuinya dan tentunya akan berimbas pada kualitas blog yang telah kita buat. Oleh karena itu ketika kita memilih berlatih menulis di blog dengan sendirinya kita akan menghindari yang namanya plagiarisme.

Hal lain yang memacu saya untuk menulis di blog yaitu karena saya ingin menjadi sebaik-baiknya manusia. Tahu kan maksudnya? Ya, menjadi sebaik-baiknya manusia artinya menjadi manusia yang banyak memberi manfaat.

Selama hidup saya, sungguh banyak dibantu oleh yang namanya “Mbah Google”. Contoh simpelnya saat saya kesulitan dalam mengerjakan tugas kuliah, maka Google lah yang saya datangi. Saya cari blog-blog yang menulis artikel yang berkaitan dengan tugas saya. Saya pun akhirnya menemukan jalan keluar dan berhasil mengerjakan tugas kuliah dengan benar.

Setiap tulisan yang membuat orang lain dapat mengambil manfaat dari tulisan tersebut, maka akan berbuah pahala bagi penulisnya. Bayangkan jika yang mengambil manfaat dari tulisan tersebut tidak hanya satu atau dua orang, melainkan ratusan bahkan ribuan orang maka dapat dipastikan penulisnya akan panen pahala yang dapat menjadi penolongnya di “Hari Perhitungan” di akhirat kelak.  Oleh karena itu saya putuskan untuk kembali aktif nge-blog dan tidak akan menulis kecuali yang mengandung manfaat.

Masih ragu untuk nge-blog ???

Tegas kujawab TIDAK.

Meski tulisanku yang sekarang kualitasnya masih sama seperti sebelumnya dan belum terlalu bagus, saya akan tetap melanjutkan niat saya untuk nge-blog. Masalah struktur kalimat dan tata bahasa saya rasa itu bisa saya pelajari dan akan terbiasa seiring dengan tingkat kerajinan saya dalam menulis. Lalu masalah sedikitnya pembaca dan yang berkomentar, pun tidak menjadi masalah. Karena kuncinya ialah dengan terus memperbaiki kualitas tulisan dan membuat tulisan yang menarik serta mengandung isi yang bermanfaat. Karena kita tidak pernah tahu siapa dan kapan orang akan membaca tulisan kita dan mengambil manfaat atas tulisan kita.

Lagi pula dengan status saya yakni sebagai seorang “Mahasiswa dan Aktifis Kampus” akan banyak hal yang dapat saya jadikan bahan tulisan. Sayang sekali jika pengalaman yang telah banyak didapat hanya dikenag untuk diri sendiri. Untuk itu saya akan membagikannya pada blog yang saya buat. Sebagai contoh saya akan menulis bagaimana kehidupan manusia yang sesungguhnya, tips dan trik menjadi mahasiswa sekaligus aktifis, juga saya akan berbagi pengalaman-pengalaman yang saya alami selama menjadi mahasiswa dan aktifis. Dan semoga tulisan saya nantinya dapat menjadi referensi atau inspirasi bagi orang lain di kemudian hari.   

Selain itu kita juga bisa menarik pembaca dengan membuat tampilan blog seunik dan semenarik mungkin. Untuk hal ini kita bisa menggunakan template blog gratis yang telah tersedia. Atau kita pun bisa meminta bantuan jasa orang lain untuk membuatkan atau mendesain website atau blog yang kita punya. Salah satu jasa pembuatan website berkualitas yang saya ketahui  yaitu “Grapiku”. berikut link web nya: https://www.grapiku.com/desain-website  

Bagaimana dengan waktu? Memangnya sempat???

Heyy … berhenti menjadi mahasiswa (sok) sibuk!

Jika selama ini saya selalu sempat menulis status di beberapa media sosial, mulai saat ini agar tulisan saya menjadi bermakna maka saya beralih menuliskannya di blog. Lagi pula tidak ada bedanya antara menulis status di sosial media dengan di blog. Keduanya bisa kita lakukan dimanapun dan kapanpun selama ada waktu luang, dan pasti ada waktu luang.

Sebegitu pentingkah sebuah blog bagi seorang mahasiswa???

Untuk pertanyaan yang satu ini saya sempat menanyakannya kepada teman-teman yang lain. Jawaban mereka tentu berbeda-beda, ada yang mengatakan penting karena untuk mengasah kemampuan menulis ada juga yang mengatakan sebaliknya. Ya, saya akui memang blog tidak begitu penting dimiliki oleh mahasiswa, karena tidak semua mahasiswa memiliki passion dalam dunia menulis. Sehingga akan terasa sulit jika harus memiliki sebuah blog. Namun bagi saya blog merupakan salah satu tempat untuk menyalurkan hobi menulis saya. Melalui blog saya belajar menuangkan gagasa dalam bentuk tulisan, berlatih konsisten terhadap jadwal penulisan konten, berbagi dan bercerita tentang pengalaman,  dan masih banyak lagi.

Dan setelah membaca sebuah artikel di Grapiku tentang apa pentingnya mahasiswa memiliki sebuah blog, pikiran saya pun semakin terbuka dan semakin bersemangat untuk nge-blog. Karena selain manfaat nge-blog yang telah saya sebutkan di atas, ada banyak keuntungan lain yang bisa didapat. Berikut ringkasan singkat mengenai  keuntungan yang bisa diperoleh jika mahasiswa mempunyai website yang saya kutip dari website Grapiku :

  1. Sebagai Portofolio
  2. Membagikan Resume
  3. Merintis, Mengembangkan Bisnis dan Startup

baca penjelesana lengkapnya pada link website Grapiku : https://www.grapiku.com/

Jadi setelah membaca tulisan ini, masih ragukah kalian untuk menjadi mahasiswa Go-Blog??? 

Kututup tulisanku ini dengan sebuah quote dari sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer: 

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adaah bekerja untuk keabadian.

Leave a Reply


Skip to toolbar