Ranjau Radikalisme dan Terorisme Semakin Merebak di Bumi Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan Generasi Muda?#2

Radikalisme menurut KBBI merupakan paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Karena adanya paham radikalisme ini akan memunculkan bumerang baru yakni terorisme. Adapun terorisme itu sendiri merupakan segala aktivitas yang melibatkan kekerasan di dalamnya. Jadi dapat kita bayangkan bahwa kehadiran dua sejoli (radikalisme dan terorisme) ini sangat berbahaya. Karena dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sumber: https://www.google.co.id/search?q=foto+radikalisme+dan+terorisme&tbm=isch&source=iu&pf=m&ictx=1&fir=FcfM62bUjfMzCM%253A%252CB3JvCK_msQh3lM%252C_&usg=__fY8slG6YjtNMohCUu6oahYkyx6k%3D&sa=X&ved=0ahUKEwj0vdXutPnWAhUMYo8KHXD0BeoQ9QEIOzAK&biw=1366&bih=596#imgrc=FcfM62bUjfMzCM:

Contoh konkret yang dapat kita lihat dari bahaya radikalisme dan terorisme khususnya di indonesia sudah banyak. Seperti pengeboman yang terjadi di Tamrin, dan mapolresta Surakarta pada tahun 2016 lalu, merebaknya organisasi-organisasi yang berpaham radikal, banyak terpincutnya orang-orang Indonesia untuk bergabung dengan ISIS, dan dengan adanya virus radikalisme dan terorisme ini mengakibatkan sensitifitas agama semakin meningkat. Apabila hal ini tidak dapat dibendung, maka akan menghancurkan persatuan dan kesatuan NKRI.

Oleh karena itu, arus radikalisme dan terorisme yang terus menggelining ini perlu bendung dan juga dilenyapkan. Tentunya tidak hanya dilakukan oleh aparat pemerintah, anggota polisi atau TNI saja. Akan tetapi harus melibatkan semua elemen salah satunya pemuda. Karena pemuda merupakan generasi terkuat dalam tonggak masa depan bangsa. Lalu apa yang harus dilakukan oleh pemuda dalam menangkal kehadiran radikalisme dan terorisme? Yuks simak  dengan seksama mengenai apa yang perlu dilakukan oleh pemuda seperti kita.

1. Memahami Ilmu Pengetahuan Dengan Baik Dan Benar

Memahami ilmu pengetahuan dengan baik dan benar sangatlah penting. Karena ilmu pengetahuan memiliki sumbangsih terbesar dalam aktifitas manusia. Termasuk pengetahuan tentang agma. Oleh karenanya, kita perlu mempelajarinya secara mendalam, tidak setengah-setengah, dan memahami pengetahuan tersebut dari berbagai sudut pandang. Agar kita tidak tergelincir ke dalam ilmu pengetahuan yang salah.

2. Memahami dan Menjalankan Nilai – nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari – hari Pancasila terdiri dari lima nilai yakni:

a) Ketuhanan yang Maha Esa

b) Kemanusiaan yang adil dan beradab

c) Persatuan Indonesia

d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyarwaratan perwakilan

e) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

Apabila kita sebagai generasi muda dapat mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, maka kehidupan negara yang damai pun akan terwujud.

3. Menumbuhkan sikap toleransi

Manusia hidup dalam keberagaman. Baik dari segi ras, budaya, atau agamanya. Oleh karena itu upaya menumbuhkan sikap dan perilaku saling menghargai sangatlah penting. Dengan demikian, tidak akan ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau tersubordinasi.

Itulah sedikit argumen mengenai peran pemuda dalam menangkal radikalisme dan terorisme berdasarkan kedangkalan pengetahuan yang saya miliki. Namun tetap saja, saya berharap mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat. Termasuk bermanfaat untuk menumbuhkan minat teman-teman untuk bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme yang terus merebak menyelimuti bumi kita Indonesia.

Salam semangat untuk generasi muda Indonesia

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog di Universitas Negeri Semarang.

Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

 

 

Jangan Pura-pura Buta dan Tuli atas Keberadaan Musuh-Musuh Bangsa#1

Salah satu ungkapan yang kondang di telinga kita tentang pemuda pasti ini “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.

Tidak lain adalah ungkapan dari Bapak Presiden pertama kita Ir. Soekarno. Hal ini menunjukan bahwa pemuda Indonesia memiliki tugas dan tanggung jawab besar untuk melakukan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Kesejahtraan, keamanan,  dan kemajuan bangsa berada di pundak para pemuda. Oleh karena itu, pemuda harus mewujudkan tugas yang telah sejarah wariskan secara turun-temurun tersebut.

sumber: http://img.antaranews.com/new/2016/07/ori/20160722089.jpg

Mengapa harus pemuda yang dipilih?

Karena pemuda adalah manusia-manusia yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Baik fisik maupun psikis. Oleh karena itu mereka sedang berada pada kondisi semangat yang tinggi, fisik yang kuat, rasa ingin tahu yang menggebu, berada dalam puncak kekritisan, mencoba hal-hal dan pengalaman baru, dll. Dengan demikian pemuda lah yang menjadi gelanggang terdepan masa depan bangsa.

Akan tetapi dengan kondisi para pemuda, dalam tulisan ini saya mengambil contoh mahasiswa  yang sedang kritis-kritisnya ini, tidak jarang dari mereka yang menjadi sasaran empuk musuh-musuh bangsa. Mulai dari narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dan yang saat ini sedang menjadi isu hangat adalah radikalisme dan terorisme. Paham radikalisme yang menyelundup dalam kehidupan mahasiswa dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung dapat melalui ajakan teman satu organisasi yang beraliran radikal, atau bisa juga dari kerabat dekat. Secara tidak langsung salah satunya melalui media sosial. Karena banyak dari mahasiswa yang kesehariannya sering menggeluti media sosial.

Oleh karena itu, pemuda khususnya mahasiswa tidak boleh menutup mata dan telinga atas ancaman yang sedang menggerogoti bangsa dan dirinya sendiri. Kita justru harus melakukan langkah-langkah untuk menumpas keberadaan musuh. Lantas, apa yang harus dilakukan?

1.Memanfaatkan media sosial dengan baik

Media sosial harus digunakan dengan baik. Tidak digunakan untuk mengakses hal-hal yang berbau radikal. Karena dikhawatirkan kita akan terbawa oleh paham-paham yang ada di dalamnya. Jika mengakses untuk pengetahuan boleh, namun untuk terlibat di dalamnya jangan sampai terjadi.

2. Menyaring informasi yang masuk mealui media sosial

Seiring perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju. Menyebabkan kita mudah untuk mengakses segala hal. Dari yang baik sampai yang buruk pun dapat diakses. Sehingga kita perlu menyaringnya terlebih dahulu.

3. Ikut mengkampanyekan penolakan terhadap radikalisme dan terorisme

Kita dapat ikut mensosialisasikan penolakan terhadap radikalisme dan terorisme melalui media sosial yang kita miliki. Mulai dari facebook, instagram, atau twitter. Jika kita melakukannya, berarti kita sudah ikut berpartisipasi memerangi radikalisme dan terorisme. Selain itu, dapat juga melalui komunitas-komunitas kecil yang diikuti, yang memiliki kegiatan kampanyae perdamaian dan keberagaman.

4. Menyeleksi organisasi yang akan diikuti

Kehidupan mahasiswa tidak jauh dari organisasi. Sayangnya paham radikalisme dapat masuk melalui celah-celah organisasi tersebut. Baik organisasi yang berada di kampus maupun luar kampus. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyeleksinya terlebih dahulu.

5. Terlibat dalam dialog antar agama

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa toleransi. Selama ini kita hanya melihat layaknya orang yang memakai kacamata kuda. Sehingga mudah muncul perasaan sentimen terhadap orang atau kelompok yang berbeda dengan kita. Oleh karena itu, mealui kegiatan ini diharapkan dapat meminimaisir perasaan sentimen itu. karena dengan kegiatan ini kita diajak untuk belajar melihat fenomena agama dari berbagai sudut pandang.

Itulah argumen saya mengenai peran mahasiswa terhadap radikalisme dan terorisme. Ingat, kita adalah masa depan bangsa. Mulai saat ini kita harus bertekad untuk tidak lagi menutup mata terhadap musuh negara. Karena sejatinya, musuh negara adalah musuh kita semua.

Teriakan dengan lantang,

Kita adalah agen perubahan…!!

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog di Universitas Negeri Semarang.

Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

 

Patronase di Kalangan Petani, Studi Kasus di Desa Igirmanis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes

hallo sahabat bloger, ayo kita belajar bersama-sama mengenai hubungan patron klien dalam perspektif Sosiologi Politik. let’s go to read..!!

Patron klien merupakan hubungan timbal balik antara individu atau kelompok yang memiliki status sosial ekonomi tinggi (patron) dan yang rendah (klien). Hubungan patron klien ini mencakup semua bidang. Salah satunya yaitu di bidang pertanian (pada masyarakat petani). Pola hubungan patron klien yang terdapat di masyarakat petani yaitu terjadi antara petani kaya dan petani miskin (buruh tani),  dan petani dengan pembeli hasil pertanian (bakul dan PT Indofood)

Hubungan patron klien ini terbentuk karena bertujuan mendapatkan keamanan, mendapatkan  pekerjaan, dan modal. Patron mengaharapkan ketersediaan tenaga kerja,   persediaan hasil pertanian, dan mengembangkan sektor ekonominya.  Hubungan patron klien  antara petani dan pembeli hasil pertanian umumnya kuat dan berlangsung lama. Sementara   hubungan patron klien antara petani kaya dan petani miskin (buruh tani) tidak terlalu kuat karena klien selalu berusaha  untuk hidup mandiri, dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

selanjutnya

Ketidakadilan Gender

Hallo. Salam semangat untuk sahabat bloger. Kalian sudah tahu belum  apa itu ketidakadilan gender? Kebetulan, kali ini saya akan berbagi materi khususnya tentang ketidakadilan gender, yang pernah saya buat untuk memenuhi tugas Sosiologi Gender minggu lalu. yukss let’s go to read…!!! semoga bermanfaat. 😊

PENGERTIAN KETIDAKADILAN GENDER

Ketidakadilan terjadi manakal seseorang diperlakukan berbeda (tidak adil) berdasarkan alasan perbedaan gender. Padahal perbedaan gender pada dasarnya tidak menjadi maslah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender. Ketidakadilan gender merupakan sistem dan struktur dimana baik laki-laki atau perempuan menjadi korban dari sistem tersebut. Ketidakadilan gender merupakan kondisi dimana relasi antara laki-laki dan perempuan berlangsung timpang, merugikan bahkan mengorbankan salah satu pihak. Ketidakadilan tersebut disebabkan oleh ideologi, struktur dan sistem sosial budaya yang menghendaki adanya stereotype gender yang membedakan ruang dan peran keduanya dalam berbagai bidang kehidupan. Ketidakadilan gender dimanifestasikan dalam bidang kehidupan.

selanjutnya

Budaya Kekerasan dalam Perspektif Nilai-nilai Budaya Jawa

Hallo. Salam semangat untuk para pembaca. kali ini saya akan berbagi materi yang pernah saya buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sosiologi Politik. Materinya tentang budaya keras dan halus pada masyarakat Jawa. Kalian penasaran? Yuks baca lebih lanjut paparan di bawah ini.

Kebudayaan Jawa yang terdiri dari Keraton Solo dan Yogyakarta seringkali dikenal dengan budaya yang halus. Akan tetapi sebenarnya pada masa lalu masyarakat Jawa itu sendiri bersifat keras. Perubahan dari budaya keras menjadi halus tidak luput dari campur tangan Belanda yang melakukan ekspedisi di kerajaan-kerajaan jawa. Nah budaya itu sendiri menjadi pedoman, pengarah, atau bisa juga sebagai pemaksa bagi pemilik kebudayaan itu sendiri. Budaya jawa yang keras juga bisa saja diadopsi oleh masyarakatnya. Budaya keras jawa mewujud dalam nilai-nilai dan etika jawa ynag terdapat dalam sanjungan dan pemujaan terhadap para panglima perang atau para kesatria. Sosialisasinya bisa melalui pertunjukan wayang kulit yang mengandung cerita peperangan. Adapun nilai dan etika Jawa tercermin dalam 3 prinsip. Yaitu hormat, rukun, dan isin. Hormat adalah setiap orang harus saling menghormati satu sama lain. Rukun adalah hubungan sosial masyarakat harus berjalan selaras, dan jauh dari konflik. Sementara itu, isin adalah suatu sikap yang harus dimiliki setiap orang agar merasa malu apabila telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. Ketiga nilai tersebut seringkali memang terwujud dalam kenyataan (model of reality), akan tetapi di sisi lain kadang-kadang juga hanya sebuah cita-cita yang berbeda dari kenyataan (model for reality).
Kekerasan dan Peperangan pada Masyarakat Jawa
Kedatangan VOC di Mataram mengakibatkan perubahan keadaan politik kerajaan tersebut. Karena pada akhirnya menyebabkan kerajaan Mataram harus dipisah menjadi dua bagian yaitu kerajaan Yogyakarta dan Surakarta. Pembagian tersebut berlaku sejak dilaksanakannya perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Namun kedua kerajaan tersebut akhirnya tetap berada dalam kendali pemerintah kolonial Belanda. Dan sering terjadi pemberontakan serta perang khususnya perang Diponegoro. Sehingga dapat dikatakan kerajaan tersebut sempat mengalami keporak-porandaan politik. Namun pada akhirnya kekacauan tersebut dapat dipadamkan Belanda dan keduanya menjadi kerajaan bonekanya Belanda (colonial state)

selanjutnya

Desease dan Illness

Hallo.. kalian sudah tahu apa itu desease dan illness? apa perbedaan dari keduanya?. upsss…. belum?. dibawah ini penulis akan menyapaikan apa itu desease dan illnes. Desease dan illness ini merupakan salah satu tugas Mata Kuliah Antropologi Kesehatan yang pernah saya buat. Selamat membaca :)

Pengertian desease dan illness

Desease adalah penyakit patologi. Dimana penyakit tersebut dipercayai disebabkan karena keteribatan virus, dan lain-lain. Disease merupakan penyakit berdasarkan pandangan medis modern. Penyembuhannya pun dilakukan dengan ilmu pengetahuan modern dan cara-cara modern. Desease merupakan pandangan sakit menurut para ahli medis modern, yang melihat bahwa penyakit merupakan gangguan pada tubuh manusia yang menyebabkan fungsi dari organ tersebut berkurang atau bahkan tidak berfungsi kembali.
Illness merupakan penyakit yang seringkali dipercaya oleh masyarakat sebagai penyakit yang disebebabkan karena persoalan-persoalan kebudayaan. Pandangan masyarakat mengenai penyakit yang ada. Illnes merupakan pandangan mengenai sakit berdasarkan sudut pandang kebudayaan. Ketika seseorang yang menderita sakit tidak dapat menjalankan fungsi sosialya dalam masyarakat.

Perbedaan desease dan illness
1. Desease
– bersifat patologis
– disebabkan oleh virus, kuman, bakteri, dan lain-lain
– pandangan medis
– terdapat persamaan definisi mengenai penyakit tersebut
– penamaannya sama pada semua jenis penyakit (contohnya usus buntu, jantung, diabetes dll, di semua tempat nama    penyakit tersebut sama)
– penyembuhannya menggunakan obat-obatan modern dan peralatan medis
– praktisi terdiri dari dokter, bidan, mantri, suster, dan lain-lain

2. Illness
– penamaannya berbeda-beda di setiap wilayah (contohnya di suatu wilayah penyakit demam pada anak-anak    ada yang menamakannya penyakit adem, sumeng, ngelu, kesambet, dll)
– penyakit berasal dari gangguan makhluk gaib, ganjaran, kutukan, dan lain-lain
– orang akan disebut sakit atau mengidap penyakit jika seseorang tersebut sudah benar-benar tidak bisa berbaur    atau menjalankan aktivitas sosialnya.
– praktisi terdiri dari kyai, dukun, paranormal, dan lain-lain
– disembuhkan menggunakan obat-obatan tradisional, ritual khusus, upacara, dan lain-lain.
– Penyakit disebabkan karena ulah manusia itu sendiri yang berbuat jahat atau
– melanggar aturan atau norma tertentu dalam kehidupan masyarakat.

selanjutnya

Sempalan Silabus Mata Pelajaran Antropologi Kelas XII

Hallo. Salam semangat untuk para pembaca. Berikut ini akan dipaparkan alokasi waktu, Kompetensi dasar dan materi pelajaran SMA/MA, berdasarkan Silabus mata Pelajaran Antropologi di SMA/MA Kurikulum 2013.

Penggunaaan alokasi waktu pada mata pelajaran Antropologi kelas XII yaitu sebanyak  112 jam pelajaran

selanjutnya

Sempalan Silabus Mata Pelajaran Antropologi Kelas XI

Hallo. Salam semangat untuk para pembaca. Berikut ini akan dipaparkan alokasi waktu, Kompetensi dasar dan materi pelajaran SMA/MA, berdasarkan Silabus mata Pelajaran Antropologi di SMA/MA Kurikulum 2013.

Penggunaaan alokasi waktu pada mata pelajaran Antropologi kelas XI yaitu sebanyak  128 jam pelajaran

selanjutnya

Sempalan Silabus Mata Pelajaran Antropologi Kelas X

Hallo. Salam semangat untuk para pembaca. Berikut ini akan dipaparkan alokasi waktu, Kompetensi dasar dan materi pelajaran SMA/MA, berdasarkan Silabus mata Pelajaran di SMA/MA Kurikulum 2013.
Penggunaaan alokasi waktu pada mata pelajaran Antropologi kelas X yaitu sebanyak 96 jam pelajaran.

selanjutnya

Sempalan Silabus Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XII

Hallo. Berikut ini akan dipaparkan alokasi waktu, Kompetensi dan materi pelajaran Sosiologi kelas XII SMA/MA, berdasarkan Silabus mata Pelajaran Sosiologi di SMA/MA Kurikulum 2013.

Penggunaaan alokasi waktu pada mata pelajaran Sosiologi kelasXII yaitu sebanyak 4 jam pelajaran/minggu

Adapun Penanaman Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching)  pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Selain itu, Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

selanjutnya

Lewat ke baris perkakas