KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ESENSIALISME

Hallo, bertemu lagi dengan saya di loker ilmu. Kali ini saya akan memposting tugas kuliah yang sudah pernah saya kerjakan. Yaitu tugas mata kuliah Sosiologi Pendidikan yang telah saya dapat pada semester 5. untuk lebih jelasnya, yuks baca tulisan ini sampai selesai.

Pemikiran esensialisme memiliki beberapa ciri atau karakteristik tertentu. Diantaranya yaitu:

    1. Esensialisme memiliki gerakan Back to Basic bahwa sekolah harus melatih atau mendidik siswa untuk berkomunikasi dengan jelas dan logis, memberikan keterampilan-keterampilan dasar berupa membaca, menulis, berbicara dan berhitung.
    2. Esensialisme memiliki kurikulum yang bertujuan untuk meneruskan warisan budaya dan warisan sejarah melalui pengetahuan inti yang sudah berlangsung sangat lama, dan mempersiapkan manusia untuk hidup. Oleh karena itu menurut aliran esensialisme ini sekolah harus memberi kontribusi bagaimana merancang mata pelajaran yang akan digunakan untuk mempersiapkan kehidupan siswa di masa yang akan datang.
    3. Esensialisme memiliki kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran dan landasan ideal yang kuat. Pengusaan materi kurikulum meliputi pengetahuan umum. (filsafat, matematika, IPA, sejarah, bahasa, seni dan sastra) yang diperlukan dalam hidup untuk mengembangkan pikirannya dan lebih peduli terhadap lingkungannya.

 

Esensialisme memiliki kurikulum dasar yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • menitikberatkan pada ketrampilan dasar yang bertujuan untuk melek huruf,
  • kurikulum menengah yang terdiri dari pelajaran dasar seperti sejarah, matematika, sains, sastra, dan bahasa,
  • kurikulum disiplin tinggi yang memuat pelajaran yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dimana proses pembelajaran terjadi,
  • menghargai pemegang kekuasaan yang sah baik di sekolah maupun di masyarakat, karena merupakan tindakan bernilai yang harus ditanamkan pada siswa
  • kurikulum dapat saja fleksibel, tetapi tidak untuk pemahaman mengenai agama dan alam semesta. Oleh karena itu, perlu perencanaan kurikulum dengan seksama. dan kurikulum harus berisikan moralitas yang tinggi.

Mengharuskan guru dan sekolah ikut andil dalam mengembangkan siswa. Sekolah berperan memelihara dan menyampaikan warisan budaya dan sejarah pada pelajar. Guru berperan seperti halnya parenialisme. Dimana guru harus menjadi role model yang baik bagi para pelajar. Selain itu guru juga harus memiliki pengetahuan yang luas.

Esensialisme didukung oleh dua aliran, yaitu realisme objektif dan idealisme objektif.

  • Realisme objektif memiliki pandangan bahwa alam semesta dan manusia merupakan kenyataan yang dapat dipahami dan teratur sesuai dengan hukum alam. Aliran ini dipengaruhi oleh perkembangan dan hasil dari temuan ilmiah ilmu-ilmu alam terutama fisika.
  • Idealisme objektif memiliki pandangan bahwa alam semesta lebih bersifat menyeluruh meliputi segala sesuatu. Totalitas alam semesta pada hakikatnya adalah jiwa atau spirit. Pandangan tentang makro kosmos (alam semesta) dan mikro kosmos (manusia pribadi) menjadi dasar hubungan antara Tuhan dan manusia. Sifat yang menonjol dari ontologi esensialisme adalah suatu konsep bahwa dunia ini dikuasai oleh suatu tata yang tidak bercela, sebuah tata yang sempurna.

Sumber referensi

Rukiyati, dan Purwastuti, Ansriyani. 2015. Mengenal Filsafat Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta. (google buku).  (http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr-rukiyati-mhum/bpk mengenal-filsafat-pendidikan.pdf)   diakses tanggal 11 September 2017

Ma’ruf, Ahmad. Aliran Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Progresivisme dan Esensialisme. Fakultas Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan. (jurnal online)

(http://jurnal.yudharta.ac.id/wpcontent/uploads/2014/08/ALIRAN-DALAM-PERSPEKTIF-PENDIDIKAN-PROGRESIVISME-DAN-ESSENSIALISME.pdf) diakses tanggal 12 September 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons