Keterkaitan Fenomena Agama dengan Teori-teori Budaya

Hallo, bertemu lagi dengan saya di loker ilmu. Kali ini saya akan memposting tugas kuliah yang sudah pernah saya kerjakan. Yaitu tugas mata kuliah Teori Budaya. Mata kuliah ini telah saya pelajari ketika semester 4. untuk lebih jelasnya, yuks baca tulisan ini sampai selesai.

Pengertian Religi

Pengertian religi menurut para ahli antara lain:

  • Keyakinan bisa dikatakan sebagai religi apabila terdapat upacara di dalamnya. keduanya saling memperkuat. Keyakinan menggelorakan upacara, sementara upacara merupakan upaya membenarkan keyakinan tersebut.
  • V. Van Baal, mengemukakan bahwa religi sebagai suatu upaya simbolis. Yaitu

“Religi adalah suatu sistem simbol yang dengan sarana tersebut manusia dapat berkomunikasi dengan jagad rayanya. Simbol-simbol itu adalah sesuatu yang serupa dengan model-model yang menjembatani berbagai kebutuhan yang saling bertentangan untuk pernyataan diri dengan penguasaan diri. Dan bila tujuan (obyek yang dikomunikasikan itu) menyerupai sesuatu yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata lisan, maka simbol-simbol itu berfungsi sebagai perisai yang melindungi (menghalangi) sesorang dan kecenderungannya yang amat sangat untuk memperagakannya secara langsung.” (Radam, 2001;2)

  • Antony F. C Walace, religi sebagai berdoa, atau bersembahyang yang ditujukan kepada adikodrati (supranatural), memainkan alat dan memperdengarkan musik yang diiringi oleh nyanyian atau tarian tertentu, melakukan kegiatan kinetik tertentu, yang menggambarkan keadaan psikis tertentu yang diyakini mempunyai masa, berpantang tabu yakni tidak boleh menggunakan atau menyentuh sesuatu, berpesta, atau berslametan dan berkorban.
  • Emile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu kepercayaan-kepercayaan dan praktik-praktik yang menyatukan semua penganutnya ke dalam suatu komunitas moral tungga yang disebut gereja. Durkheim memandang dalam perkembangan agama terdapat tiga kondisi, yaitu sekumpulan kepercayaan agamis, sekumpulan ritual agamis, dan sebuah gereja sebagai komunitas moral tunggal yang melingkupi antarhubungan di antara yang suci, kepercayaan-kepercayaan, dan ritual-ritual.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa religi merupakan keyakinan terhadap kekuatan supranatural yang berada dalam ranah pikiran (ideologi) yang direpresentasikan dalam bentuk simbol dan tindakan-tindakan yang mendukung keyakinan tersebut. Seperti sembahyang, upacara, slametan, dan lain-lain.on

Religi menurut Teori Difusi

Difusi menitikberatkan pada persebaran unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain. Persebaran tersebut diakibatkan oleh migrasi atau perpindahan yang dilakukan oleh sekelompok manusia. Sehingga kebudayaan yang dibawanya dapat berpindah dan tersebar ke kelompok yang lainnya. Persebaran religi yaitu berawal dari satu titik tertentu kemudian menyebar atau tersebar ke tempat-tempat yang lain. Karena dibawa oleh sekelompok manusia yang bermigrasi.

Religi menurut Teori Evolusi

Evolusi didefinisikan sebagai perubahan secara berkala (changes overtime). Inti dari teori evolusi yaitu menitikberatkan pada perkembangan atau perubahan dari tahap yang sederhana ke tahap yang lebih kompleks dalam waktu yang relatif lama dan bertahap.

E.B Tylor menyebut animisme sebagai bentuk religi tertua. Sedangkan Muller mengemukakan religi manusia yang berawal dari kepercayaan dinamisme menjadi kepercayaan terhadap monoteisme.  Jadi pada  awalnya manusia percaya atau menyembah kepada lebih dari satu Tuhan. Pada awalnya meyakini dan menyembah kepada hewan-hewan serta benda-benda yang ada di sekitar tempat tinggal mereka yang dianggap memiliki kekuatan atau penunggu supranatural. Contohnya matahari, pohon besar, batu besar, sapi, dan lain-lain. kemudian berkembang menjadi sedikit lebih kompleks, manusia mulai menaruh kepercayaan dan menyembah kekuatan roh nenek moyang yang telah meninggal, lalu mengalami perkembangan lagi dengan menyembah dewa-dewa yang jumlahnya lebih dari satu. Pada perkembangan selanjutnya, manusia sudah memiliki kepercayaan yang lebih kompleks lagi, yaitu dengan menyembah satu Tuhan yang mereka percayai. Kepercayaan ini mewujud pada pemilihan agama, misalnya islam, kristen, dan lain sebagainya.

Religi menurut Teori Fungsional

Teori fungsionalisme disebut juga dengan teori strukturalisme fungsional. Fungsionalisme merupakan teori yang menekankan bahwa unsur-unsur di dalam suatu masyarakat atau kebudayaan itu saling bergantung dan menjadi kesatuan yang berfungsi sebagai doktrin atau ajaran yang menekankan manfaat kepraktisan atau hubungan fungsional. kebudayaan ada karena dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia atau masyarakat.

Menurut Berger Menurut  Berger fungsi agama untuk memperkuat dan menimbulkan solidaritas social secara fundamental, artinya agama merupakan salah satu benteng pertahanan untuk menghadapi anomie ( kericuhan ) sepanjang sejarah manusia

Fungsionalisme memandang religi atau agama  disini  memiliki fungsi untuk mempertahankan (keutuhan) masyarakat sebagai usaha-usaha yang aktif dan berjalan terus-menerus.  Keberadaan religi memberikan kegunaan untuk membangun keteraturan masyarakat. Berfungsi membimbing pemeluknya menjadi anggota masyarakat yang baik dan penuh pengabdian untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pandangan Religi menurut Teori Strukturalisme

Pengertian strukturalisme antara lain:

  • Simon Blackburn mengemukakan, strukturalisme adalah “keyakinan bahwa fenomena kehidupan manusia yang tidak dimengerti kecuali melalui keterkaitan mereka. Hubungan ini merupakan struktur, dan belakang variasi lokal dalam fenomena yang muncul di permukaan ada hukum konstan dari budaya abstrak

Strukturalisme bekerja untuk mengungkap struktur yang mendasari semua hal yang manusia lakukan, pikirkan, dan rasakan.  bertujuan untuk mencari struktur terdalam dari realitas yang tampak di permukaan secara ilmiah.  Yaitu memiliki keobyektifan yang ciri-cirinya dapat dilihat sebagai berikut:

  • Bahwa semua yang tampak dipermukaan, memiliki struktur yang menyokong atau menyangga di baliknya.
  • Struktur tersebut juga terpola dan terorganisasi, yang dapat dikombinasikan untuk menjelaskan yang tampak di permukaan.
  • Para peneliti menganggap obyektif, yaitu bisa menjaga jarak terhadap apa yang sebenarnya diteliti.

Pengertian tersebut apabila dikaitkan dengan religi adalah, dalam setiap perwujudan religi atau agama atau kepercayaan. Terdapat struktur-struktur tertentu yang membangun di dalamnya.

  1. Menurut saya teori yang paling sesuai untuk mengkaji fenomena religi adalah teori fungsionalisme. Karena dalam setiap kegiatan religi atau keagamaan pasti memiliki fungsi tertentu yang berguna bagi masyarakat yang memeluknya. Di antaranya yaitu: Membentuk dan mendukung berlakunya nilai-nilai yang ada dan mendasar dari kebudayaan suatu masyarakat. Berperan menyatukan berbagai faktor dan bidang kehidupan ke dalam suatu pengorganisasian yang menyeluruh, berupa struktur sosial.

Studi Kasus

Upacara Sedekah Bumi di Desa Bagung Sumberhadi

Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen

Pelaksanaan upacara Sedekah Bumi dilaksanakan di sekitar Sumur Beji di sepanjang jalan Desa Bagung Sumberhadi pada tanggal 10 bulan Suro (penanggalan jawa) dimana warga desa akan melaksanakan tanam padi (tanem). perlengkapannya yaitu nasi tumpeng, nasi kuning, bubur merah putih, dan sesaji; yang dipimpin oleh orang yang sudah mengerti asal muasal desa Bagung Sumberhadi atau keturunan dari juru kunci Sumur Beji. Prosesi (jalannya) Upacara Sedekah Bumi di Desa Bagung Sumberhadi mencakup dua prosesi kegiatan, yaitu: (a) gombrangan adalah ritual membersihkan Sumur Beji yang merupakan ritual awal dari pelaksanaan upacara Sedekah Bumi. Tradisi ini dimulai pada pagi hari pukul 08.00-11.00 WIB. Pada tanggal 10 Suro (penanggalan Jawa). Dilaksanakan oleh para bapak dan pemuda desa Bagung Sumberhadi secara gotong royong. Para ibu dan anak perempuan menyiapkan makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh para bapak serta pemuda yang sedang bersih Sumur Beji dan sepanjang jalan Desa Bagung Sumberhadi, serta menyiapkan masakan untuk upacara Sedekah Bumi di sore harinya. Peralatan yang dibawa untuk membersihkan Sumur Beji adalah cangkul, sabit, sapu, keranjang, dan cat; (b) Pelaksanaan upacara Sedekah Bumi dilaksanakan pada sore harinya setelah Gombrangan pada tanggal 10 bulan Suro (penanggalan Jawa) pukul 16.00 WIB. Di sepanjang jalan Desa Bagung Sumberhadi tepatnya di depan SD Negeri Bagung. Warga desa menyiapkan tikar di sepanjang jalan yang digunakan untuk duduk selama prosesi berlangsung. Susunan acara Upacara Sedekah Bumi Desa Bagung Sumberhadi, sebagai berikut: pembukaan oleh Kadus Desa Bagung Sumberhadi, sambutan oleh Kepala Desa Bagung Sumberhadi, pemberian santunan fakir miskin dan yatim piatu oleh beberapa sesepuh Desa Bagung Sumberhadi, doa bersama / tahlil oleh Kaum Desa Bagung Sumberhadi, ramah tamah / tukar menukar makanan dan makan bersama. 2

Prosesi akhir upacara Sedekah Bumi adalah pemimpin upacara Sedekah
Bumi bersama juru kunci berdoa dan memberi sesaji berupa bunga (kembang
telon), bubur merah putih diletakkan di sekitar Sumur Beji.

(Sumber: Jurnal Herliyan Bara Wati Vol /0 2 / No. 04 / Mei 2013 Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo)

Analisis Teori

Sedekah bumi merupakan tradisi yang berkaitan dengan religi. Sebagaimana Taylor menyatakan bahwa agama harus diasumsikan sebagai masyarakat yang harus dilihat secara keseluruhan, seperti pengetahuan, kepercayaan, moral, bahasa, seni, legenda, mitos, dan adat istiadat, yang disebut bentuk etnologi. Masyarakat mempercayai akan keberadaan Tuhan yang telah memberikan rezeki melalui hasil bumi. Karena percaya, maka mereka berusaha memberikan suatu pengorbanan untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan, dan berharap agar Tuhan juga akan selalu welas asih memberi kesuburan serta manfaat bagi bumi mereka. Fenomena religi berupa sedekah bumi ini apabila dikaitkan dengan teori fungsionalisme yaitu, kegiatan tersebut memiliki fungsi-fungsi yang berguna untuk masyarakat. Sebagaimana teori Fungsionalisme yang mengatakan bahwasannya setiap religi sebagai salah satu unsur kebudayaan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Adapun fungsi dari kegiatan sedekah bumi tersebut adalah:

  1. Mempererat hubungan atau interaksi antar masyarakatnya. Karena melalui kegiatan atau upacara ini, semua warga desa ikut berkumpul merayakannya
  2. Menciptakan gotong-royong. Dalam pelaksanaannya membutuhkan beberapa warga yang bertugas mengatur dan mempersiapkan upacara. Sehingga akan tercipta gotong royong dan kerjasama diantara mereka yang terlibat
  3. Rasa senasib, seperasaan, dan sepenanggungan. Dalam upacara tersebut baik warga yang kaya atau miskin (anak yatim) ikut menghadirinya. Sehingga mereka yang tidak mampu akan terbantu dan ikut merasakan makan bersama.
  4. Saling memiliki tujuan yang sama
  5. Mengakui simbol-simbol
  6. Menambah rasa kepercayaan terhadap keyakinan yang dimiliki

Fungsi-fungsi tersebut akan membawa masyarakat ke dalam kehidupan yang teratur, dan seimbang.

 

Daftar Referensi

Radam, Haloei Nuried. 2001. Religi Orang Bukit. Yogyakarta: Yayasan Semesta

Ritzer, George. 2012. Teori Sosiologi: Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wati, Bara Herliyan. 2013. Pengaruh dan Nilai-nilai Pendidikan Upacara Sedekah Bumi Terhadap Masyarakat Desa Bagung Sumberhadi Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen. Jurnal (Online). Volume 02, No. 4, 19:20. (http://download.portalgaruda.org/article.php?article=72007&val=616) (Diakses 21 April 2017)

https://etnobudaya.net/2008/10/09/struktur-sosial-agama-dan-upacara-geertz-hertz-cunningham-turner-dan-levi-strauss/ (Diakses 20 April 2017)

http://www.kompasiana.com/mukhodatulafidah/sistem-religi-dan-kepercayaan-dalam-masyarakat_54f754cda333117c358b4604

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons