Etnografi dan Kebudayaan

Etnografi dan Kebudayaan

     Etnografi merupakan suatu pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan yang bertujuan untuk memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli seperti yang dikemukakan oleh Malinowski. Etnografi ini bukan hanya mempelajari masyarakat, namun etnografi juga berarti belajar dari masyarakat. Inti dari etnografi itu sendiri yaitu sebuah upaya dalam memperhatikan makna suatu tindakan dari kejadian yang dialami oleh orang yang ingin dipahami yang terekspresikan baik secara langsung maupun tidak melalui bahasa, kata, dan perbuatan. Seorang etnografer tidak hanya mengamati tingkah laku manusia atau masyarakat, namun juga menyelidiki makna dari tingkah laku itu.

            Banyak cara untuk mendefinisikan kebudayaan, salah satunya seperti yang didefinisikan oleh Marvin Harris bahwa konsep kebudayaan ditampakkan dalam berbagai pola tingkah laku yang dikaitkan dengan kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Kebudayaan sendiri merujuk pada pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh, yang digunakan manusia untuk menginterpretasikan pengalaman dan melahirkan tingkah laku sosial.

            Kebudayaan sebagai pengetahuan yang dipelajari manusia sebagai anggota dari suatu kelompok tidak dapat diamati secara langsung. Jika peneliti atau etnografer ingin menemukan hal yang diketahui oraang, maka mereka harus menyelami alam pikir pemilik kebudayaan. Dalam meneliti kebudayaan, etnografer perlu mengamati orang lain untuk memahami apa yang dilihat, mendengarkan mereka untuk memahami apa yang didengarkan, dan kemudian membuat kesimpulan hal yang diketahui orang atas apa yang dilihat dan didengarkan.

            Kebudayaan baik yang implisit maupun eksplisit terungkap melalui perkataan, baik dalam komentar sederhana maupun dalam wawancara panjang. Hal ini disebabkan karena bahasa merupakan alat utama dalam penyebaran kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya yang kebanyakan dituliskan dalam bentuk linguistik. Fokus pada bahasa tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan pemakaian tingkah laku dan artefak sebagai dasar untuk membuat kesimpulan budaya. Wawancara etnografis merupakan suatu strategi untuk membuat orang berbicara mengenai hal yang mereka ketahui yang berfungsi untuk membuat kesimpulan budaya dari sampel bahasa yang dikumpulkan dengan wawancara.

            Etnografi sendiri merupakan suatu bangunan pengetahuan yang meliputi teknik penelitian, teori etnografi, dan berbagai macam deskripsi dalam mempelajari kebudayaan lain. Etnografi bermakna untuk membangun suatu pengertian yang sistematik mengenai semua manusia dari perspektif kebudayaan tersebut. Berikut ini merupakan kegunaan etnografi, diantaranya :

Memahami Rumpun Manusia

            Tujuan antropologi sosial yaitu untuk mendeskripsikan dan menerangkan keteraturan serta berbagai variasi tingkah laku sosial. Deskripsi kebudayaan sebagai tugas utama dari etnografi merupakan langkah pertama dalam memahami rumpun manusia. Etnografi sendiri memberikan sumbangan secara langsung dalam deskripsi dan penjelasan keteraturan serta evaluasi dalam tingkah laku sosial manusia. Terdapat beberapa sumbangan etnografi yang khas. Yang pertama yaitu mengonfirmasi teori-teori ikatan-budaya. Jika seseorang mempelajari kebudayaan,  maka pada batas-batas tertentu dia terpenjara tanpa mengetahuinya. Para ahli antropologi menyebut hal ini sebagai “ikatan-budaya” (culture-bound), yaitu hidup dalam realitas tertentu yang dipandang sebagai “realitas” yang benar. Etnografi sendiri berupaya untuk mendokumentasikan berbagai realitas alternatif dan mendeskripsikan realitas itu dalam batasan realitas itu sendiri. Maka etnografi dapat berfungsi korektif terhadap teori-teori yang muncul dalam ilmu sosial barat. Sumbangan yang kedua yaitu menemukan teori grounded. Salah satu alternatif bagi teori formal dan strategi untuk menghilangkan etnosentrisme yaitu dengan mengembangkan teori-teori yang didasarkan pada data empiris deskripsi kebudayaan yang disebut dengan teori grounded. Etnografi menawarkan suatu strategi yang baik untuk menemukan teori grounded. Sumbangan yang ketiga yaitu memahami masyarakat yang kompleks. Etnografi menawarkan cara terbaik untuk memahami gambaran kehidupan modern yang kompleks dengan menunjukkan berbagai perbedaan budaya dan bagaimana manusia dengan perspektif yang berbeda-beda ini dapat saling berinteraksi. Sedangkan sumbangan etnografi yang terakhir yaitu dapat memahami perilaku manusia.

Etnografi dalam Melayani Manusia

            Salah satu cara untuk menyinkronkan kebutuhan masyarakat dengan tujuan etnografi yaitu melakukan konsultasi dengan informan untuk menentukan topik penelitian yang penting. Kebutuhan informan harus memiliki nilai yang seimbang dengan “kepentingan ilmiah” dalam setting prioritas etnografis. Cara lain untuk menyinkronkan kebutuhan manusia dengan akumulasi pengetahuan ilmiah yaitu melalui “penelitian strategis”. Dalam hal ini, kita tidak dapat memulai proyek etnografis dari kepentingan beberapa budaya, sisi dunia, atau masalah teoritis tertentu. Penelitian strategis ini dimulai dari perhatian terhadap berbagai masalah kemanusiaan.

            Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa etnografi berfungsi untuk memahami manusia dan memenuhi kebutuhan manusia. Namun, salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh etnografer yaitu melakukan sinkronisasi kedua manfaat etnografi yaitu untuk memahami rumpun manusia dan untuk melayani manusia.

2 comments

  1. Hai kakak yang cantik, tolong disertakan sumbernya ya apabila mengambil tulisan dari buku maupun sumber lainnya. Semangat

    1. Hai Yuli, terimakasih atas saran yang sangat bermanfaat dan sangat membantu ini sehingga postingan-postingan saya selanjutnya bisa semakin baik dan berkembang 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Skip to toolbar