Arsip untuk

Silabus Sosiologi Kelas X

Kompetensi Inti

KI 1    : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2  : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Baca hingga selesai »

20 Komentar

Auguste Comte Dengan Pemikirannya

Auguste Comte dan Positivisme
Positivisme merupakan evolusi lanjut dari empirisme inggris. Inspirasi filosofis empirisme terhadap positivisme terutama prinsip objektivitas ilmu pengetahuan. Kaum empiris meyakini bahwa semesta adalah segala sesuatu yang hadir melalui data inderawi, dengan kata lain pengetahuan harus berawal dari pengamatan empiris. Positivisme mengembangkan klaim empiris tentang pengetahuan secara ekstrim dengan mengatakan bahwa puncak pengetahuan manusia adalah ilmu-ilmu berdasarkan fakta-fakta keras (terukur dan teramati), ilmu-ilmu positif. Kemunculan positivisme tidak bisa lepas dari iklim kultural yang memungkinkan berkembangnya gerakan untuk menerapkan cara kerja ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Baca hingga selesai »

20 Komentar

Tradisi Sinoman di Kabupaten Batang

Dewasa ini banyak ahli antropologi ekonomi yang menaruh perhatian terhadap gejala pertukaran yang menggunakan uang. Perhatian seperti ini sangat penting sejalan dengan kenyataan bahwa transformasi ekonomi tradisional menuju sistem ekonomi modern sedang melanda di berbagai tempat, sejak berkembangnya penjajahan sampai pada masa globalisasi sekarang ini. Resiprositas yang menjadi ciri pertukaran dalam perekonomian tradisional sedang berubah dan berhadapan dengan sistem pertukaran komersial. Sistem pertukaran mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap barang dan jasa, kesejahteraan hidup warga masyarakat disamping dipengaruhi oleh sistem produksi yang dipakai juga dipengaruhi pula oleh sistem perkawinan yang berlaku.

Baca hingga selesai »

17 Komentar

Teori Sistem Dunia Immanuel Wallerstein

Berpikir secara global dalam sosiologi bisa memerlukan berbagai pendekatan yang berbeda. Beberapa ahli menggunakan teori sistem dunia. Teori sistem dunia menekankan bahwa sistem dunia (bukan bangsa negara) harus menjadi unit dasar analisis sosial. Situs-sistem mengacu pada pembagian kerja internasional, yang membagi dunia ke dalam negara-negara inti, negara-negara semi-pinggiran, dan negara-negara pinggiran. Negara-negara inti fokus pada keterampilan yang lebih tinggi, produksi padat modal, dan seluruh dunia berfokus pada rendah keterampilan, produksi padat karya, dan ekstraksi bahan baku. Ini terus memperkuat dominasi negara-negara inti. Meskipun demikian, sistem yang dinamis, dan masing-masing negara dapat memperoleh atau kehilangan status mereka inti (semi-pinggiran, pinggiran) dari waktu ke waktu. Untuk sementara waktu, beberapa negara menjadi hegemon dunia; selama beberapa abad terakhir, status ini telah lulus dari Belanda ke Inggris dan, terakhir, ke Amerika Serikat. Baca hingga selesai »

13 Komentar

Fenomena Seks Bebas Dikalangan Remaja

Dizaman sekarang ini seks sudah sangat wajar terjadi dikalngan muda dan remaja. Bicara soal remaja tidak akan pernah lepas dari percintaan remaja. Tentu semua remaja telah mengalaminya. Hampir seluruh remaja di Dunia termasuk Indonesia mempunyai suatu budaya untuk mengekspresikan percintaan remaja itu sendiri yang biasa kita sebut sebagai “Pacaran”. Pacaran, bukan hal yang lazim lagi di kalangan remaja saat ini. Mulai dari berbagai jenjang pendidikan mereka. Mulai dari Anak-anak kuliah sampai SMP (bahkan anak SD pun mulai mencoba-coba). Mulai dari tingkatan remaja awal sampai remaja akhir, rata-rata mereka sudah mempunyai ‘pacar’. Macam-macam pula remaja mengekspresikan rasa cintanya pada sang ‘pacar; dengan berbagai cara. Mulai dari yang biasa sampai yang tidak bisa diterima secara moral karena perbuatan mereka telah melanggar ketentuan norma yang ada. Salah satu cara yang merupakan cara yang paling tidak diterima di kalangan masyarakat adalah seks bebas. Baca hingga selesai »

12 Komentar

Online Shop Sebagai Sarana Berbelanja Masyarakat Masa Kini

Penggunaan internet semakin populer dikacamata para generasi muda. Internet adalah suatu kumpulan jaringan komputer dari berbagai tipe, yang saling berkomunikasi dengan menggunakan suatu standar komunikasi. Saat ini ada jutaan sistem komputer dengan puluhan juta pengguna di seluruh dunia yang telah tergabung dengan internet (Andi, 2003). Selain sebagai layanan penyedia informasi yang lebih mudah dan cepat, internet juga digunakan para penggunanya sebagai media sosial seperti Blog, Twitter, E-mail, Facebook dan sebagainya. Selain sebagai tempat berinteraksi para penggunanya, media sosial juga dimanfaatkan sebagai tempat berbisnis yaitu jual beli online.

Online shop telah menjadi fenomena pada saat ini karena dinilai lebih praktis. Online shop merupakan bentuk perubahan yang di sajikan oleh internet dari segi inovasi dalam berbelanja. Pada setiap kesempatan online shop menjadi perbincangan oleh sebagian kalangan mahasiswa, Online shop memberikan berbagai kemudahan dalam proses transaksinya yaitu dengan cara transfer antar bank ataupun dengan COD (Cash On Delivery).

Baca hingga selesai »

11 Komentar

Masyarakat Nelayan Desa Tambak Lorok

A. Kondisi umum lingkungan desa Tambak Lorok

Desa tambak lorok terletak di bagian Semarang Utara, Kelurahan Tanjung Mas. Desa ini terletak dipesisir laut pelabuhan Tanjung Mas, tidak terlalu jauh dari pusat kota Semarang. Aktivitas warga dikampung ini tidak jauh berbeda dengan masyarakat nelayan didaerah lain. Desa ini merupakan desa nelayan karena hampir 90% masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Kondisi disekitar perkampungan nelayan ini tergolong kurang bersih karena terdapat limbah limbah dari pengupasan kerang hijau yang cangkangnya dibuang atau dibiarkan berceceran disekitar rumah masyarakatnya, limbah konveksi bekas-bekas kain dan juga sampah-sampah dari kegiatan rumah tangga masyarakat. Kondisi alam di pesisir pelabuhan Tanjung Mas juga sudah mulai tercemar, air laut yang sudah mulai keruh yang disebabkan oleh kapal-kapal bermesin yang menggunakan bahan bakar solar mulai mengotori air laut. Kondisi jalan yang mulai rusak dan udara yang gersang sehingga menyebabkan debu-debu berterbangan membuat akses jalan menuju perkampungan ini sedikit tidak nyaman. Diperkampungan ini terdapat pasar sebagai tempat jual beli masyarakatnya, karena masuk sebagai kampung nelayan barang-barang yang dijual dipasar juga tidak jauh dari hasil tangkapan nelayan berupa udang, rajungan maupun ikan-ikan laut lainnya. Baca hingga selesai »

10 Komentar

Ritual Protes Gaya Jawa-Yogya Analisis Antropologi-Struktural

Kajian dalam jurnal ini adalah sebuah usaha untuk menganalisis fenomena sosial budaya dengan berpijak pada prespektif strukturalisme Levi-Strauss. Dimana fenomena sosial yang akan dikaji adalah dua buah peristiwa ritual protes yang terjadi pada masyarakat Jawa-Yogya yang terjadi di tanggal yang sama yaitu pada 20 Mei 1998. Pertama ritual protes yang terjadi di Halaman Gedung Grha Saba Pramana UGM pada pagi hari dan pada siang harinya di Pagelaran Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta. Dalam tulisan ini penulis berfokus pada subkultural Jawa Yogyakarta, dimana Kota Yogyakarta dipandang sebagai salah satu pusat Kebudayaan Jawa dengan Kraton Yogyakarta sebagai simbol identik yang adiluhung, halus, klasik, dan aristrokratis atau kepriyayiannya. Selain itu Yogyakarta juga sebagai lingkungan yang bertradisi intelektual dengan UGM sebagai ujung tombak baik secara historis maupun kualitas. Jadi bagi Yogyakarta citra sebagai pusat kebudayaan Jawa dan sebagai lingkungan masyarakat bertradisi intelektual telah melahirkan subkultural Jawa-Yogyakarta yang khas dan manifestasinya dapat dilihat pada ritual protes yang terjadi pada 20 mei 1998. Dalam kajian ini metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data yang memanfaatkan berita-berita di media massa yang tentunya berpijak pada prespektif Strukturalisme Levi-Strauss yang dijadikan landasan teoritik yang mendalam. Baca hingga selesai »

10 Komentar

Pembangunan PLTU Diatas Lahan Warga Desa Kawasan Pantai Ujungnegoro

Pembangkit listrik tenaga uap atau yang sering kita kenal PLTU merupakan pembangkit listrik yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Sumber energi yang digunakan dalam pembangkit tenaga uap ini adalah batubara. Pembangkit Listrik Tenaga Uap ini adalah salah satu jenis instalasi pembangkit tenaga listrik dimana tenaga listrik didapat dari mesin turbin yang diputar oleh uap yang dihasilkan melalui pembakaran batubara. PLTU batubara adalah sumber utama dari listrik dunia saat ini. Sekitar 60% listrik dunia bergantung pada batubara, hal ini dikarenakan PLTU batubara bisa menyediakan listrik dengan harga yang murah. Namun kelemahan dari PLTU yang menggunakan batubara yaitu pencemaran karbonnya yang sangat tinggi dibanding bahan bakar lain.
Saat ini terdapat puluhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap berbahan Batubara yang tersebar dan beroprasi di Indonesia, melepaskan jutaan ton polusi tiap tahunnya dan dari waktu-kewaktu mengotori udara kita dengan polutan beracun. Dan saat ini pemerintah juga akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap dikawasan pantai Ujungnegoro. Pembangunan PLTU di kawasan pantai Ujungnegoro ini digadang-gadang sebagai PLTU terbesar se-asia tenggara dengan kapasitas 2000 Mega Watt (MW) yang akan menjadi penopang utama produksi listrik untuk wilayah pulau Jawa dan Bali. Namun pembangunan PLTU ini masih menjadi polemik yang masih belum terselesaikan sampai sekarang ini. Bahkan proses pembangunan PLTU ini sempat tertunda hingga empat tahun lamanya karena masalah pembebasan lahan. Lokais pembangunan PLTU yang dilakukan di kawasan Pantai Ujungnegoro juga sudah melalui beberapa pertimbangan. Pemerintah juga telah mensurvei bahwa lokasi tersebut dinilai tanahnya cocok untuk pembangunan PLTU. Selain itu garis pantai di Batang juga dinilai relatif stabil dan kedalaman laut yang mencukupi untuk menbangun pelabuhan sebagai sarana pemasok batubara. Baca hingga selesai »

9 Komentar

Resiprositas Sebanding

Dalam kehidupan manusia berkaitan dengan kebudayaannya tentu tidak terlepas dari interaksi. Interaksi merupakan proses sosial antar manusia. Interaksi ini kemudian membentuk kehidupan sosial yang nantinya menjadi dasar dalam sistem sosial didalam struktur kehidupan manusia. Adanya suatu sistem didalam kehidupan antar manusia mengakibatkan antara individu dalam sistem tersebut saling mempengaruhi dan saling bergantung satu sama lain. Ketergantungan antara manusia itu memunculkan suatu sikap dan perasaan untuk saling membutuhkan dan saling memenuhi. Alasan inilah yang membuat manusia berpikir bahwa suatu kebutuhan diantara mereka tidak akan terpenuhi tanpa bantuan orang lain.
Secara sederhana resiprositas dapat diartikan sebagai suatu cara atau mekanisme yang terjadi dalam sistem perdagangan yang terdapat di pedesaan ( dalam masyarakat tradisional) masyarakat peralihan dari tradisional ke modern ( peasent) dan dalam masyarakat industri sekalipun. Dalam sistem resiprositas alat tukar yang digunakan bukan berupa uang ( alat tukar yang sah dan diakui) melainkan dengan alat tukar berupa barang antar barang / barang dengan emas yang mana sistem pertukaran semacam ini sudah membudaya dan sudah merupakan tradisi yang diikat dengan suatu sistem adat dan perjanjian adat. Terjadinya resiprositas diakibatkan adanya suatu proses timbal balik antara individu , individu dengan kelompok dan kelompok kelompok antar kelompok yang ada di dalam lapisan masyarakat. Baca hingga selesai »

8 Komentar

Lewat ke baris perkakas