Materi Sosiologi Kelas X BAB 4 (METODE PENELITIAN SOSIAL)

SOS BAB 4

Definisi :

Penelitian adalah:

  • Suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah (Cooper & Emory, 1995)
  • Usaha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia (Suparmoko, 1991). Metode Penelitian adalah: Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah = didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
  • Rasional = Penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
  • Empiris = cara yang digunakan dapat diamati dengan indera manusia.
  • Sistematis = proses penelitian menggunakan langkah2 tertentu yang bersifat logis.

Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi Kelas X BAB 3 (Ragam gejala sosial dalam masyarakat)

SOS BAB 3“Keseragaman semua anggota masyarakat tentang kesadaran moral tidak dimungkinkan. Tiap individu berbeda satu sama lain karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keturunan, lingkungan fisik, dan lingkungan sosial” [Emile Durkheim]. Kemiskinan merupakan salah satu contoh gejala sosial di masyarakat. Jika kemiskinan memiliki porsi yang besar dalam suatu masyarakat, maka gejala tersebut menjadi sebuah masalah sosial. Hal yang dipelajari dalam sosiologi adalah pola-pola hubungan dalam masyarakat. Pola-pola hubungan tersebut dapat menciptakan kestabilan atau keadaan normal, namun dapat pula menimbulkan keadaan yang tidak normal, seperti penyimpangan dan masalah sosial lainnya. Gejala-gejala tersebut dikenal sebagai realitas sosial masyarakat. Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi Kelas X BAB 2 (Individu, Kelompok Dan Hubungan Sosial)

SOS X BAB 2A. Pengertian Individu

Individu dalam konsep sosiologik menunjuk pada subjek yang melakukan sesuatu, yang mempunyai pikiran, kehendak, kebebasan, memberi arti (meaning) pada sesuatu, maupun menilai tindakan dan hasil tindakannya sendiri (aktor). Dunia yang berada diluar individu, dunia eksternal. Contoh sistem interaksi adalah kebiasaan.
Aristoteles menyatakan bahwa manusia adalah zoon politicon, yaitu makhluk yang selalu hidup bermasyarakat.Sedangkan ibnu khaldun menyatakan bahwa manusia itu harus hidup dimayarakat.Individu berasal dari kata in-dividere, artinya tidak dapat dibagi – bagikan.Jiwa manusia itu materiil merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang berkegiatan sebagai keseluruhan. Jika manusia dibelah menjadi dua: yaitu belahan fisik (konkret), dan belahan non fisik (abstrak).

Read the rest of this entry »

Materi Sosiologi Kelas X BAB 1 (Fungsi Sosiologi Dalam Mengenali Gejala Sosial Di Masyarakat)

SOS X BAB 1

  • Sejarah Ilmu Sosiologi

Istilah sosiologi secara etimologis berasal dari kata latin socius yang berarti “teman, kawan dan logos yang berasal dari kata Yunani yang berarti Ilmu. Jadi , apa yang di maksud dengan Sosiologi? Sosiologi berarti ilmu tentang teman. Dalam arti luas Sosiologi berarti ilmu yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam masyarakat. Sosiologi bermaksud untuk mengkaji kejadian-kejadian dalam masyarakat, yaitu persekutuan manusia yang selanjutnya berusaha untuk mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama. Istilah Sosiologi pertama kali di perkenalkan oleh Auguste Comte. Sejak abad ke -19. Singkatnya Sosiologi adalah ilmu masyarakat yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakat ( tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakat ), serta ikatan-ikatan adat , kebiasaan di dalam masyarakatnya, kepercayaan, tingkah laku dan kesenian kebudayaanya. Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XII BAB 4 (Karya ilmiah dan Metode penelitian antropologi)

ANTRO XII BAB 41. Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah suatu karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah. Karya tulis ilmiah sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan yang berbentuk tulisan demgan menggunakan sistematika yang dapat diterima oleh komunitas keilmuan melalui suatu sistematika penulisan yang disepakati.

Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XII BAB 3 (Relativitas, ketahanan, inovasi dan asimilasi  budaya)

ANTRO XII BAB 3 1. Relativitas Budaya

Menurut Clifford Geertz, meskipun masyarakat Indonesia telah terbentuk sejak 1945 tetapi penduduk multi etnis, multi agama, multi bahasa, dan multi rasial cenderung menelusuri identitasnya pada hal-hal yang asli seperti dari mana mereka berasal dan dibesarkan. Dalam rangka hidup berkelompok, penduduk akan mencari, membentuk atau memasuki organisasi yang anggota-anggotanya berasal dari agama, bahasa, etnik, dan ras yang dianggap sama. Hal yang demikian itu oleh Geertz dilihat sebagai pengelompokan yang keanggotaannya didasari ikatan primordial. Dalam konteks lokal keindonesiaan, di mana pola perikehidupan beragama sangat beragam dan plural, relativisme budaya merupakan salah satu cara terbaik untuk menuju sikap arif dan bijak dalam melihat perbedaanperbedaan kebudayaan. Tetapi hal terpenting bahwa dalam keberagaman budaya yang ada di Indonesia ini adalah kita tidak boleh memahami perilaku kelompok lain hanya dengan membandingkan kebiasaan dan perilaku budaya sendiri. Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XII BAB 2 (Proses Globalisasi dan Strategi Mempertahankan dan Memperkuat Nilai-Nilai Budaya Indonesia)  

ANTRO XII BAB 2

Globalisisasi merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa indonesia saat ini. Kemajuan dan perubahan yang terjadi sekarang tidak dapat dihindari dan harus bisa dihadapi dengan baik oleh setiap masyarakat. Akibat dari kemajuan dan perubahan yag terjadi dalam segala bidang seperti teknologi komunikasi dan transportasi terkadang membuat kita lupa akan nilai nilai budaya bangsa Indonesia dan justru kita malah menjadi sering meniru dan lebih menyukai budaya asing. Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XII BAB 1 (Kesetaraan dan Hubungannya dengan Perubahan Sosial Budaya Kesetaraan, persamaan hak, dan keadilan)

ANTRO XII BAB 1 Kesetaraan menunjukkan adanya tingkatan yang sama, kedudukan yang sama, tidak lebih tinggi atau tidak lebih rendah antara satu sama lain. Kesetaraan bisa juga diartikan sebagai keselarasan, bahwa segala bentuk perbedaan yang ada tidak akan mampu untuk disamakan akan tetapi kata yang lebih efektif adalah selaras. Artinya bahwa setiap bentuk perbedaan itu diseleraskan agar tercapai tujuan bersama.

Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XI BAB 5 (Metode etnografi dan manfaatnya dalam mencari solusi berbagai permasalahan sosial-budaya)

 ANTRO XI BAB 5  Bicara mengenai antropologi, tidak akan lepas dengan yang namanya “Etnografi”. Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Burhan Burgin (2008:220) bahwa etnografi merupakan embrio dari antropologi, yang artinya bahwa etnografi lahir dari antropologi di mana jika kita berbicara etnografi maka kita tidak lepas dari antropologi. Etnografi sendiri berasal dari kata ethnos dan grapein. Ethnos berarti suku bangsa dan grapein berarti tulisan atau uraian. Jadi, etnografi berarti tulisan tentang atau mengenai suku bangsa. Jika di tinjau secara harfiah, pengertian etnografi yaitu tulisan atau laporan tentang suku bangsa yang ditulis oleh seorang antropolog atas hasil penelitian lapangan (field work) selama sekian bulan bahkan sekian tahun. Pengertian lain mengenai etnografi disampaikan oleh Jame Spradley melalui sebuah pernyataan “Ethnographic fieldwork is the hallmark of cultural anthropology”, yang artinya kajian lapangan etnografi adalah tonggak dari antropologi kultural. Etnografi menjadi ciri khas antropologi karena merupakan metode penelitian lapangan asli dari antropologi. Read the rest of this entry »

Materi Antropologi Kelas XI BAB 4 (Perubahan budaya dan melemahnya   nilai-nilai tradisional)

ANTRO XI BAB 4

Kebudayaan dan masyarakat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kebudayaan dihasilkan oleh masyarakat dan tidak ada masyarakat yang tidak berbudaya. Dengan kata lain, budaya ada karena adanya masyarakat dan dalam masyarakat pasti berbudaya. Setiap masyarakat tentunya akan mengalami perubahan, bahkan masyarakat yang kita anggap sebagai masyarakat yang tradisional dan stagnan sesungguhnya telah melalui tahap-tahap perubahan dalam kebudayaan yang mereka miliki. Perubahan budaya menekankan pada perubahan sistem nilai yang mengatur tingkah laku masyarakat. Perubahan kebudayaan di dalam masyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, dan setiap masyarakat memiliki proses yang berbeda-beda dalam melalui perubahan kebudayaan. Perubahan kebudayaan di dalam masyarakat tentunya memiliki dampak negatif dan positif. Dibawah ini akan diuraikan tentang perubahan budaya dan melemahnya nilai-nilai tradisional Read the rest of this entry »