FENOMENA MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA EKSISTENSI DIRI KALANGAN REMAJA


Abstrak
Globalisasi merupakan fenomena mendunia yang menyatukan masyarakat satu dengan yang lain. Globalisasi mengakibatkan kemajuan pengetahuan dan teknologi. Salah satunya adalah internet yang merupakan bagian dari teknologi yang canggih, yang di dalamnya terdapat berbagai macam media sosial. Media sosial ini adalalah sarana komunikasi sosial secara online di dunia maya. Media sosial ini memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat. Pengaruhnya yakni media sosial sebagai media komunikasi edukasi, dimana masyarakat dapat memberikan pendapat dan saling memberikan informasi satu sama lain. Di sisi lain media sosial juga dapat mengubah karakter masyarakat. Media sosial juga berguna sebagai media eksistensi diri. Masyarakat yang menggunakan media sosial dapat menampilkan kegiatan dan aktifitas yang dikerjakan, mengeluarkan pendapat-pendapat, dan mengekspresikan perasaan mereka.

Kata Kunci: Internet, Media Sosial, Pengaruh

Abstract
Globalization is a worldwide phenomenon that unites community with one another. Globalization results in the progress of knowledge and technology. One of them is the internet that is part of the sophisticated technology, in which there is a wide range of social media. This social media are social online means of communication in cyberspace. Social media provides a major influence on society. The influences of social media as a communication medium education, where people can give their opinions and sharing information with one another On the other hand social media can also change the character of the community. Social media is also useful as a medium of self-existence. People who use social media can display events and activities undertaken, voiced opinions, and to express their feelings.

Keywords: Internet, Social Media, Influence

PENDAHULUAN
Dunia berkembang secara dinamis, selalu berubah mengikuti perkembangan zaman dan mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan manusia. Berkembangnya zaman mengakibatkan dunia menjadi semakin sempit, dalam artian individu satu sama lain dapat saling berkomunikasi dan berinterkasi tanpa melihat jauh dekatnya jarak. Hal tersebut terjadi sebab adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebar ke seluruh negara di dunia. Teknologi, pengetahuan informasi, serta kebudayaan yang dimiliki masing-masing negara bergerak tanpa batas memasuki dan dikenali oleh masyarakat di negara-negara lain. Perkembangan ini dapat dirasakan oleh masyarakat dunia karena adanya globalisasi dimana semua mendunia dan satu sama lain saling mengetahui. Internet adalah salah satu kemajuan teknologi yang membantu menyebarluaskan semua informasi di seluruh dunia.
Keberadaan globalisasi dan internet ini diharapkan dapat mempersatukan negara-negara yang berkaitan sehingga akan terjalinnya kerjasama. Namun, di sisi lain berkembangnya dunia yang pesat ini tidak selalu terjadi sesuai dengan yang diharapkan. Kenyataannya perkembangan dunia memberikan dampak bagi masyarakat, yakni semakin tajamnya garis pemisah antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Kemajuan-kemajuan hanya bisa dirasakan oleh masyarakat kaya, karena bentuk-bentuk dari kemajuan merupakan sesuatu yang mahal. Bentuk kemajuan tersebut berupa mesin-mesin teknologi yang membantu mempermudah maupun mempercepat pekerjaan, dan mendorong berkembangnya teknologi komunikasi.
Adanya globalisasi membuat banyak negara berusaha menciptakan teknologi dan berusaha bersaing dengan negara lain, serta ingin menunjukkan eksistensi negaranya di dunia. Salah satu contoh, sekarang ini banyak sekali produk alat komunikasi yang multi fungsi (gadget) yang tersebar di seluruh negara. Dulu, kita mendengarkan musik menggunakan radio, mendapatkan informasi dari membaca media cetak, sekarang ini kita bisa mendapatkan semuanya hanya dengan satu alat yaitu gadget. Pemakaian gadget ini juga harus menggunakan internet agar dapat memperoleh informasi yang diinginkan dan berhubungan dengan publik yang lebih luas lagi.
Internet membantu para penggunanya dalam mendapatkan informasi dan berinterkasi dengan pengguna lainnya melalui media sosial. Media sosial merupakan situs dimana penggunanya dapat berinteraksi dengan pengguna lain dan dapat menampilkan eksistensi diri mereka. Media sosial juga sebagai tempat untuk membagi kegiatan atau aktifitas pengguna. Pengguna juga tidak dirumitkan dalam pembuatan media sosial dan tidak ada batasan ruang dan waktu dimana pengguna dapat membuka media sosal dalam waktu 24 jam. Sehingga memberikan kecanduan bagi para pengguna media sosial. Masyarakat Indonesia banyak yang sudah menggunakan internet dan memakai berbagai macam media sosial diantaranya facebook, twitter, path, line dan sebagainya.
Sisi positifnya, media sosial digunakan sebagai tempat mengeluarkan pendapat dan saling membagi informasi satu sama lain. Manfaat seperti itu memberikan para pengguna motivasi untuk berprestasi. Namun, di sisi lain media sosial digunakan sebagai tempat eksistensi diri para pengguna. Hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan atau garis pemisah antara masyarakat kelas atas dengan kelas menengah bawah. Perbedaan ini terlihat dari cara mereka mengeksistensikan dengan menggunggah foto-foto dan membagikan aktifitas mereka tiap harinya.
Dalam sisi perkembangannya Indonesia semakin maju karena masyarakatnya tidak terisolasi dengan internet. Faktanya, konsumsi internet masyarakat Indonesia sangat tinggi dalam penggunaan media sosial. Penggunaan media sosial mengakibatkan berubahnya gaya komunikasi serta karakteristik masyarakat seperti membanggakan diri sendiri secara berlebihan atas apa yang dimilikinya (narsis), dan perilaku kampungan (alay). Media sosial sangat besar pengaruhnya, namun kebanyakan pengaruh negatif yang ada di masyarakat. Dampak yang diberikan media sosial bagi masyarakat sangat beraneka ragam. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang bagaimana pengaruh media sosial terhadap gaya komunikasi dan karakteristik masyarakat dan mengapa media sosial dijadikan tempat untuk mengeksistensikan diri.
METODE
Metode yang digunakan dalam atikel ini adalah metode deskriptif dan metode survei. Menurut Nazir (1988: 63) dalam Buku Contoh Metode Penelitian, metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kumpulan kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Sedangkan metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. (Nazir, 1988: 65).
Dengan demikian, dalam artikel ini akan diperoleh gambaran tentang pengaruh media sosial terhadap gaya komunikasi dan karakteristik masyarakat serta gambaran media sosial dijadikan tempat untuk mengeksistensikan diri. Artikel ini akan menjelaskann dan memahami mengenai setiap aktifitas atau kegiatan masyarakat dalam menggunakan media sosial. Sumber data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari masyarakat.

PEMBAHASAN
Globalisasi adalah suatu proses yang menempatkan masyarakat dunia bisa menjangkau satu dengan yang lain atau saling terhubungkan dalam semua aspek kehidupan mereka, baik dalam budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun lingkungan (Winarno:2006:39). Hasil dari globalisasi yakni dengan adanya internet yang merupakan salah satu teknologi canggih yang menghubungkan pengguna-penggunanya di seluruh dunia. Internet membantu para penggunanya dalam mendapatkan informasi dan berinterkasi dengan pengguna lainnya melalui media sosial. Media sosial merupakan saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya.
Indonesia merupakan negara yang konsumsi masyarakatnya tinggi terhadap media sosial. Media sosial yang dipakai masyarakat sangat beraneka ragam, diataranya yaitu facebook, twitter, path, line dan sebagainya. Masing-masing media sosial memiliki fasilitas dan keunikan yang berbeda-beda, sebagai berikut
1. Facebook
Facebook adalah jejaring sosial paling populer yang masih digunakan masyarakat hingga saat ini. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg pada tahun 2004. Jejaring sosial ini menawarkan konten dan fasilitas yang lebih lengkap dari jejaring sosial lainnya. Fasilitas yang diandalkan dari jejaring ini antara lain konten chat, berbagi foto dan video, beragam permainan facebook, ataupun dapat berbagi status maupun catatan (note). Saat ini ada lebih dari 600 juta orang di dunia yang menggunakan facebook dan Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang pengguna terbanyak.

2. Twitter
Twitter adalah jejaring sosial yang menfokuskan diri pada micro-blogging. Namun fokus ini menjadi keunggulan tersendiri dari twitter. Twitter memungkinkan kita untuk mengikuti (follow) teman maupun orang lain yang ingin kita ketahui aktifitasnya. Kita juga dapat berbagi informasi terkini melalui jejaring ini. Twitter banyak digunakan oleh tokoh-tokoh masyarakat maupun artis untuk menyampaikan aktivitasnya maupun pemikiran-pemikiran dari tokoh-tokoh tersebut. Bahkan berbagai situs baik situs berita, lembaga pemerintahan, perusahaan, dan lainnya menggunakan media ini untuk menyampaikan aktivitasnya.

3. Path
Path adalah media sosial privat yang berjalan di perangkat mobile, memungkinkan pengguna berbagai pesan dan foto. Media sosial satu ini unik karena tertuju pada kalangan muda agar mereka tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman. Pengguna path berbeda dari jejaring sosial lainnya dimana hanya pengguna yang telah disetujui yang dapat mengakses halaman path seseorang. Status privasi dari aplikasi ini menjadikan path lebih eksklusif dari berbagai jejaring sosial yang ada.

4. Instagram
Instagaram adalah sebuah aplikasi untuk berbagi foto yang dapat dilihat oleh followers dari pengunggah foto tersebut dan dapat saling memberikan komentar antara sesamanya. Nama instagram berasal dari ‘insta’ yang bersal dari kata instant dan ‘gram’ yang bersal dari telegram, dapat disimpulkan bahwa instagram berguna menginformasikan atau membagikan foto kepada orang lain dengan cepat. Dsalah satunya yang unik dari instagram adalah fotonya yang berbentuk persegi yang menggunakan rasio.

Penggunaan media sosial tidak hanya digunakan oleh Indonesia, namun negara-negara lain juga menggunakan media sosial. Berikut ini urutan pengguna media sosial yang terbanyak di Dunia

Peringkat Media Sosial diurutkan berdasarkan Jumlah Pengguna Terbanyak per Januari 2015 Dunia | Sumber: Statista
Media sosial merupakan media yang tidak ada batas ruang dan waktu, dimana media sosial dapat dibuka 24 jam. Pembuatan dan penggunaan media sosial sangat mudah dan tidak rumit, sehingga media sosial dapat digunakan oleh semua kalangan dari usia, profesi, maupun kelas sosial. Karena hal tersebut membuat masyarakat mengalami kecanduan terhadap media sosial. Kecanduan ini dapat dilihat berapa seringnya remaja memegang gadget mereka. Dari seluruh total penggunaan internet di Indonesia 95% adalah untuk mengakses situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Hal serupa juga juga dinyatakan oleh majalah online http://investor.co.id, pengguna facebook Indonesia nomor empat setelah USA, Brazil, dan India. Sedangkan twitter Indonesia peringkat ke lima di dunia setelah USA, Brazil, Jepang dan Inggris.

Penggunaan media sosial di Indonesia 2014. Data pengguna Facebook, Twitter, LinkedIn, Google+, Instagram

Media sosial yang beredar ke penjuru dunia memberikan pengaruh yang positif dan negatif. Pengaruh positif yakni para pengguna dapat berkomunikasi yang edukatif dimana pengguna dapat memberikan pendapat dan saling bertukar informasi kepada sesama pengguna sehingga memberikan pengetahuan. Namun, di sisi lain banyah pengaruh yang negatif. Penggunaan media sosial mengakibatkan berubahnya gaya komunikasi serta karakteristik masyarakat seperti membanggakan diri sendiri secara berlebihan atas apa yang dimilikinya (narsis) dengan mengunggah foto diri dengan gaya yang aneh, dan perilaku kampungan (alay). Pengaruh nehatif lainnya yakni media sosial sebagai tempat berinteraksi antar sesama teman memberikan pengaruh adanya garis pemisah antara kelas sosial atas dan kelas sosial menengah bawah.
Path salah satu media sosial yang memiliki fasilitas seperti memberitahukan dimana kita sedang berada, memberitahukan sedang mendengarkan lagu apa, membaca buku apa, dan sebagainya, bisa menggambarkan perbedaan antara masyarakat kelas atas dan masyarakat kelas bawah. Contoh pengguna sedang berada di salah satu mall, tempat-tempat yang dikunjungi oleh pengguna dan diunggah ke media sosial dapat memperlihatkan bahwa pengguna tersebut dari golongan kelas atas. Media sosial yang digunakan semua kalangan kelas sosial ini dapat mengakibatkan kecemburuan sosial.
Contoh dampak negatif lainnya dari kecanduan jejaring sosial belakangan ini adalah maraknya orang yang mengunggah foto makanan atau foto perjalanan dan tempat-tempat yang pernah kunjungi ke dalam jejaring sosial facebook, twitter, atau instagram mereka. Ada juga para remaja mengunggah foto spidometer ke media sosial untuk menunjukkan eksistensinya. Karena pergaulan remaja masa kini makin dipengaruhi media sosial, mereka bukan hanya ingin eksis di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya. Kebiasaan menggunggah foto makanan, tempat yang pernah dikunjungi dan sebagainya mereka sebut budaya kekinian. Jadi remaja dikatakan kekinian ‘ngehits’ apabila sudah mengunggah foto. Foto-foto tersebut merupakan bukti bahwa mereka pernah mencicipi makanan atau telah mengunjungi tempat-tempat seperti tempat wisasata, muncak, dan lain-lain yang bermakna dan sedang marak dalam masyarakat.
Fenomena ini dapat kita lihat dengan teori dramatugi oleh Erving Goffman. Konsep teori dramatugi ini adalah kehidupan sosial dimaknai sebagai panggung drama, dimana di dalamnya terdapat aktor yang memainkan perannya. Aktor disini adalah individu-individu yang memainkan perannya dalam kegidupan sosial mereka, saat berinteraksi dengan individu maupun kelompok lain. Sehingga individu berlomba-lomba menampilkan diri sebaik mungkin dalam situasi tertentu untuk mencapai tujuannya. Dalm panggung drama terdapat peran individu di bagian front stage dan back stage. Saat di front stage individu bersifat tidak otonom dalam artian tidak dapat menjadi dirinya sendiri, karena situasi ini mengharuskan individu memainkan perannya sesuai dengan naskah yang ada. Kaitannya dengan fenomena media sosial yakni remaja selalu menampilkan dirinya sebaik mungkin di dunia maya (media sosial). Remaja memposisikan dirinya agar setara dengan remaja yang lain, dengan mengunggah foto-foto yang sedang kekinian di dalam masyarakat. Unggahan foto tersebut adalah tampilan yang paling baik (cantik) karena foto tersebut akan dilihat oleh banyak para pengguna media sosial. Di dalam fenomena ini terdapat struktur bahwa unggahan foto tersebut sudah menjadi aturan yang ada di kalangan remaja tersebut.
Sedangkan di bagian back stage individu merupakan aktor otonom dimana ia memposisikan diri apa adanya. Dalam back stage aktor tersebut akan kembali ke peran asli dan tidak memainkan peran sesuai dengan naskah yang ditentukan. Di luat media sosial remaja melakukan kegiatan dan aktifitas yang sewajarnya sesuai dengan kepribadian masing-masing. Mereka menjadi diri mereka seutuhnya saat bersama keluarga maupun teman dekatnya yang memang tiap hari mereka berada di kalangan lingkungan yang mngerti dirinya.

SIMPULAN
Dunia berkembang secara dinamis karena adanya globalisasi dimana semua mendunia dan satu sama lain saling mengetahui. Internet adalah salah satu kemajuan teknologi yang membantu menyebarluaskan semua informasi di seluruh dunia. Internet membantu para penggunanya dalam mendapatkan informasi dan berinterkasi dengan pengguna lainnya melalui media sosial. Media sosial merupakan situs dimana penggunanya dapat berinteraksi dengan pengguna lain dan dapat menampilkan eksistensi diri mereka. Indonesia merupakan negara yang konsumsi masyarakatnya tinggi terhadap media sosial. Media sosial yang dipakai masyarakat sangat beraneka ragam, diataranya yaitu facebook, twitter, path, line dan sebagainya. Media sosial yang beredar ke penjuru dunia memberikan pengaruh yang positif dan negatif, penggunaan media sosial mengakibatkan berubahnya gaya komunikasi serta karakteristik masyarakat. Media sosial juga digunakan sebagai tempat para remaja mengeksistensikan diri mereka dalam berinterakasi dengan pengguna media sosial lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Subakti, R. 2010. Anatomi dan Perkembangan Teori Sosial. Malang: Aditya Media Publishing.

  1. Belum dikomentari.
(tidak akan di tunjuk-tunjukan)


Lewat ke baris perkakas