SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
MENGENAL KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
Mar 19th, 2018 by mey setyowati

JALAN

A. Pengertian Jalan

Jalan adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari satu tempat ke tempat yang lain. Lintasan disini dapat diartikan sebagai tanah yang diperkeras atau jalan tanah tanpa perkerasan, sedangkan lalu lintas adalah semua benda dan makhluk hidup yang melewati jalan tersebut baik kendaraan bermotor, tidak bermotor, manusia, ataupun hewan.

B. Klasifikasi Jalan

Menurut fungsi

  1. Jalan Arteri, jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri – ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata – rata tinggi dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien.
  2. Jalan Kolektor, jalan yang melayani angkutan pengumpul/pembagi dengan ciri – ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata – rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi.
  3. Arteri Primer, kendaraan angkutan barang berat dan kendaraan umum bus dapat diizinkan melalui jalan ini. Lokasi berhenti dan parkir pada badan jalan seharusnya tidak diizinkan.
  4. Kolektor Primer, jalan kolektor primer dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 40 km/jam.
  5. Jalan Lokal Primer, jalan lokal primer melalui atau menuju kawasan primer atau jalan primer lainnya. Jalan lokal primer dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 20 km/jam.
  6. Jalan Arteri Sekunder, Jalan arteri sekunder dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 30 km/jam. Kendaraan angkutan barang ringan dan bus untuk pelayanan kota dapat diizinkan melalui jalan ini.
  7. Jalan Kolektor Sekunder, Jalan kolektor sekunder dirancang berdasarken kecepatan rencana paling rendah 20 km/jam. Kendaraan angkutan barang berat dan bus tidak diizinkan melalui fungsi jaIan ini di daerah pemukiman.
  8. Jalan Lokal Sekunder, Jalan lokal sekunder didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 10 km/jam. Lebar badan jalan lokal sekunder tidak kurang dari 5 meter.
  9. Jalan Lokal, Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat,
    kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

 

Menurut Kelas Jalan

Klasifikasi menurut kelas jalan & ketentuannya serta kaitannya dengan kasifikasi menurut fungsi jalan dapat dilihat dalam Tabel (Pasal 11, PP. No.43/1993).

Fungsi

Kelas Muatan Sumbu Terberat

MST (ton)

Arteri

I

>10

II

10

IIIA

8

Kolektor IIIA

8

IIIB

Menurut Medan Jalan

Medan jalan diklasifikasikan berdasarkan kondisi sebagian besar kemiringan medan yang diukur tegak lurus garis kontur. Klasifikasi menurut medan jalan untuk perencanaan geometrik dapat dilihat dalam Tabel.

No

Jenis Medan Notasi

Kemiringan Medan (%)

1.

Datar

D <3

2.

Perbukitan

B

3-25

3.

Pegunungan

G

>25

C. Struktur (Konstruksi) Jalan

  1. Struktur Macadam

Lapisan Penetrasi Macadam (lapen), merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh aspal dengan cara disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis. Di atas lapen ini biasanya diberi laburan aspal dengan agregat penutup. Tebal lapisan bervariasi dari 4-10 cm.

  1. Struktur Telford

Konstruksi Telford yaitu susunan batu pecah berukuran besar (10/15 dan 15/20) disusun berdiri dengan batu pecah yang lebih kecil mengisi rongga diatasnya sehingga rata, kemudian dipadatkan/digilas dengan mesin gilas, selanjutnya ditabur sirtu diseluruh permukaan untuk dibabar basah.

  1. Struktur Jalan Beton (Rigid Pavement)

Rigid Pavement atau Perkerasan Kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan di mana sebagai lapisan atas digunakan pelat beton yang terletak di atas pondasi atau di atas tanah dasar pondasi atau langsung di atas tanah dasar (subgrade).

D. Perancangan (Design) Jalan

  1. Perancangan ruang lalu lintas
  • Peramalan volume dan pola lalu lintas
  • Penentuan alinyemen vertikal (elevasi) jalan
  • Penentuan trase dan alinyemen horizontal
  1. Perancangan struktur jalan
  • Perhitungan beban lalu lintas
  • Perhitungan kondisi tanah
  • Perancangan struktur jalan (tanah dasar, pondasi, dan perkerasan).

JEMBATAN

A. Pengertian Jembatan

Jembatan secara umum diartikan sebagai suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan – rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, danau, saluran irigasi, kali, jalan kereta api, jalan raya yang melintang tidak sebidang dan lain – lain.

B. Jenis – Jenis Jembatan

  1. Berdasarkan fungsinya
  • Jembatan jalan raya (highway bridge),
  • Jembatan jalan kereta api (railway bridge),
  • Jembatan pejalan kaki/penyebrangan (pedestrian bridge),
  1. Berdasarkan lokasinya
  • Jembatan di atas sungai atau danau,
  • Jembatan di atas lembah,
  • Jembatan di atas jalan yang ada (fly over),
  • Jembatan di atas saluran irigasi/drainase (culvert),
  • Jembatan di dermaga (jetty).
  1. Berdasarkan bahan konstruksinya
  • Jembatan kayu (log bridge),
  • Jembatan beton (concrete bridge),
  • Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge),
  • Jembatan baja (steel bridge),
  • Jembatan komposit (compossite bridge).
  1. Berdasarkan tipe strukturnya
  • Jembatan plat (slab bridge),
  • Jembatan plat berongga (voided slab bridge),
  • Jembatan gelagar (girder bridge),
  • Jembatan rangka (truss bridge),
  • Jembatan pelengkung (arch bridge),
  • Jembatan gantung (suspension bridge),
  • Jembatan kabel (cable stayed bridge),
  • Jembatan cantilever (cantilever bridge),

C. Struktur Jembatan

Struktur Atas (Superstructures)

Struktur atas jembatan merupakan bagian yang menerima beban langsung yang meliputi berat sendiri, beban mati, beban mati tambahan, beban lalu-lintas kendaraan, gaya rem, beban pejalan kaki, dll.

Struktur atas jembatan umumnya meliputi :

  1. Trotoar :
  • Sandaran dan tiang sandaran,
  • Peninggian trotoar (Kerb),
  • Slab lantai trotoar.
  1. Slab lantai kendaraan,
  2. Gelagar (Girder),
  3. Balok diafragma,
  4. Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan melintang),
  5. Tumpuan (Bearing).

Struktur Bawah (Substructures)

Struktur bawah jembatan berfungsi memikul seluruh beban struktur atas dan beban lain yang ditumbulkan oleh tekanan tanah, aliran air dan hanyutan, tumbukan, gesekan pada tumpuan dsb. untuk kemudian disalurkan ke fondasi. Selanjutnya beban-beban tersebut disalurkan oleh fondasi ke tanah dasar.

Struktur bawah jembatan umumnya meliuputi :

  1. Pangkal jembatan (Abutment),
  • Dinding belakang (Back wall),
  • Dinding penahan (Breast wall),
  • Dinding sayap (Wing wall),
  • Oprit, plat injak (Approach slab)
  • Konsol pendek untuk jacking(Corbel),
  • Tumpuan (Bearing).
  1. Pilar jembatan (Pier),
  • Kepala pilar (Pier Head),
  • Pilar (Pier), yg berupa dinding, kolom, atau portal,
  • Konsol pendek untuk jacking(Corbel),
  • Tumpuan (Bearing).

Fondasi

Fondasi jembatan berfungsi meneruskan seluruh beban jembatan ke tanah dasar. Berdasarkan sistimnya, fondasi abutment atau pier jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam jenis, antara lain :

  1. Fondasi telapak (spread footing)
  2. Fondasi sumuran (caisson)
  3. Fondasi tiang (pile foundation)
  • Tiang pancang kayu (Log Pile),
  • Tiang pancang baja (Steel Pile),
  • Tiang pancang beton (Reinforced Concrete Pile),
  • Tiang pancang beton prategang pracetak (Precast Prestressed Concrete Pile),
  • Tiang beton cetak di tempat (Concrete Cast in Place),
  • Tiang pancang komposit (Compossite Pile),

Gambar Struktur Jembatan , sumber rebanas.com

 

GAMBAR KERJA KUDA – KUDA KAYU
Apr 25th, 2016 by mey setyowati

JS.14

JS.14-2

JS.14-3

RENCANA KERJA ( TIME SCHEDULE )
Nov 21st, 2015 by mey setyowati

Dalam melaksanakan sebuah pembangunan gedung ataupun rumah tinggal kita perlu memiliki rencana kerja untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan tersebut, apalagi bagi seorang kontraktor rencana kerja adalah hal wajib yang harus disertakan dalam pelaksanaan proyek yang sedang mereka jalankan untuk memudahkan dalam pelaksanaan pembangunan, maka dari itu saya akan memberikan materi singkat tentang rencana kerja ( time schedule).

A. PENGERTIAN RENCANA KERJA

Rencana kerja atau time schedule adalah rencana kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan untuk mencapai hasil fisik yang dapat dipertanggungjawabkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

B. FUNGSI RENCANA KERJA

  1. Sarana pengaturan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
  2. Sebagai pedoman kerja bagi kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan.
  3. Sebagai control terhadap pencapaian prestasi kerja pemborong.
  4. Sebagai dasar perhitungan penentuan sangsi – sangsi perpanjangan waktu pelaksanaan denda.

C. ISI RENCANA KERJA

  1. Pelaksanaan bagian – bagian pekerjaan.
  2. Rencana pendatangan bahan – bahan di lokasi pekerjaan dan jumlahnya.
  3. Penggunaan macam – macam tenaga kerja, alat – alat dan jumlahnya.

D. KETENTUAN – KETENTUAN DALAM PEMBUATAN    RENCANA KERJA

  1. Rencana kerja dibuat oleh kontraktor dan dimintakan persetujuan direksi.
  2. Rencana kerja harus ditempelkan pada papan dan tempat pekerjaan.
  3. Diberi tanda menurut pernyataan kemajuan pekerjaan, mendatangkan bahan – bahan dan jumlahnya tenaga kerja.
  4. Diberi tanda menurut kenyataan adanya macam – macam gangguan.

E. KEUNTUNGAN BAGI MASING – MASING PIHAK

  1. PIHAK KONTRAKTOR
  • Memudahkan pengaturan urutan kerja pendatangan bahan dan tenaga kerja.
  • Pelaksanaan pekerjaan menjadi lancar dan efektif.
  • Biaya pelaksanaan relative menjadi lebih murah.
  • Mudah membuktikan bila ada gangguan – gangguan alam untuk dimintakan waktu perpanjangan.

2. PIHAK DIREKSI

  • Sewaktu – waktu dapat meneliti apakah pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan perencana.
  • Dapat dipakai sebagai dasar untuk member peringatan atau petunjuk kepada kontraktor.
  • Lebih terjamin terlaksananya pekerjaan dengan baik dan teratur.
  • Memudahkan perhitungan hari – hari kelambatan
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DI RUMAH KOMPOS UNNES
Nov 13th, 2015 by mey setyowati

Beberapa waktu lalu saya telah melakukan pelatihan pembuatan kompos dirumah kompos UNNES ( Universitas Negeri Semarang ). Rumah kompos UNNES tidak hanya memproduksi pupuk kompos saja tetapi juga ada pembuatan pupuk cair yang dibuat oleh mahasiswa  seperti pupuk cair dari sisa buah – buahan, sisa nasi / nasi basi dan sayur – sayuran yang difermentasikan dengan bakteri sehingga menjadi pupuk cair.

Untuk pembuatan pupuk kompos di Rumah Kompos UNNES ada beberapa langkah yang harus dilakukan,yaitu:

  1. Penyortiran

Tujuan dari penyortiran adalah untuk menghindari bahan lainnya seperti plastik ,kerikil / batu kecil lainnya ikut terproses dalam pembuatan pupuk kompos .

  1. Pencacahan

Daun yang sudah disortir kemudian dicacah dengan cara dimasukkan kedalam mesin pencacah agar ukuran daun menjadi lebih kecil dan mudah untuk diproses.

  1. Penyampuran

Setelah daun dicacah kemudian cacahan daun tersebut dicampur dengan bahan lainnya yaitu kotoran kambing yang sudah diolah dengan perbandingan penyampuran adalah 2 : 1 yang artinya 2 untuk daun dan 1 untuk kotoran kambing, catatan tidak hanya kotoran kambing yang dapat digunakan dalam penyampuran tetapi juga dapat menggunakan kotoran sapi.

  1. Penyiraman

Setelah dilakukan penyampuran bahan, kemudian pupuk disiram dengan air yang sudah diberi campuran cairan EM4 yang didalamnya terdapat bakteri – bakteri yang akan membantu dalam proses pembuatan pupuk kompos tersebut. Cara pembuatan air yang digunakan untuk menyiram adalah  2 tutup botol cairan EM4 yang dimasukkan  kedalam 7 liter air. 7 liter air tidak harus disiramkan semuanya tetapi hanya sampai pupuk lembab atau seluruh daun sudah terkena cairan tersebut kemudian aduk secara merata.

  1. Penyimpanan dan Perawatan

Setelah pupuk disiram kemudian disimpan di bak penyimpanan selama 2 minggu. Untuk perawatannya setiap 2 hari sekali pupuk dikeluarkan dari bak penyimpanan kemudian disiram lagi dengan cairan EM4 kemudian dimasukkan kembali ke dalam bak penyimpanan, usahakan suhu bak penyimpanan pupuk berada pada kisaran 30 o C keatas.Dan jangan sampai dalam proses penyimpanan terkena sinar matahari. Tetapi untuk 2 hari terakhir dalam 2 minggu tersebut pupuk tidak boleh disiram hal ini dimaksudkan agar dalam proses pengayakan pupuk kering ataupun tidak menggumpal.

  1. Pengayakan

Setelah pupuk disimpan selama 2 minggu  pupuk sudah siap untuk diproduksi, tetapi sebelum dilakukan pengemasan pupuk diayak terlebih dahulu dengan mesin pengayak agar mendapatkan butiran pupuk yang lebih halus dan lebih menarik bila dikemas. Hasil dari pupuk yang sudak diayak hanya berkisar setengah dari jumlah pupuk kompos yang dibuat hal ini terjadi karena ada sebagian pupuk yang belum terurai sepenuhnya sehingga harus difermentasikan lagi sehingga tidak ada pupuk yang terbuang sia – sia.

 

Bagaimana mudah kan cara pembuatan pupuk kompos yang telah dijelaskan diatas, kamu dapat mempraktekkannya sendiri bersama teman – teman. Pupuk kompos UNNES hanya diproduksi untuk UNNES sendiri dan tidak untuk dijual ke toko – toko. Nama dari pupuk kompos UNNES adalah pupuk kompos SUTERA yang artinya butiran pupuk komposnya selembut sutera dan dibuat di kampus UNNES.

 

 

RUMAH BAHASA JEMBATAN MENUJU MAHASISWA YANG MENDUNIA # 2
Nov 10th, 2015 by mey setyowati

Sebelum kita mengetahui tentang apa sih itu  RUMAH BAHASA, mari kita lihat dulu penjabaran umum tentang bahasa dan penggunaannya dalam kehidupan sehari – hari.

                Pengertian Bahasa Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Bahasa adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan linguistik. Semua perkiraan dari jumlah akurat dari bahasa-bahasa di dunia bergantung kepada suatu perubahan sembarang antara perbedaan bahasa dan dialek. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio, visual, atau taktil, sebagai contohnya, dalam tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal ini karena bahasa manusia adalah modalitas-independen. Bila digunakan sebagai konsep umum, “bahasa” bisa mengacu pada kemampuan kognitif untuk dapat belajar dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membentuk sistem tersebut, atau sekumpulan pengucapan yang dapat dihasilkan dari aturan-aturan tersebut. Semua bahasa bergantung pada proses semiosis untuk menghubungkan isyarat dengan makna tertentu.

Dari ulasan diatas dapat simpulkan bahwa bahasa memiliki peranan penting dalam dunia komunikasi untuk melakukan  interaksi, tanpa bahasa komunikasi tidak akan berjalan dengan lancar dan akan menemui berbagai hambatan. Maka dari itu keberadaan RUMAH BAHASA sangat dinantikan di UNNES untuk menyiapkan para mahasiswanya menuju dunia Internasional. Sebagai contoh, sebagai kampus yang besar UNNES memiliki program pertukaran mahasiswa dengan universitas – universitas lain di luar negeri yang berarti mahasiswa UNNES yang mengikuti pertukaran mahasiswa dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan bahasa lain seperti bahasa inggris ataupun bahasa asing lainnya  tempat mereka melakukan pertukaran mahasiswa . Tetapi sampai sekarang ini, kebanyakan mahasiswa UNNES mempelajari bahasa tersebut secara outodidak karena belum adanya wadah bagi mahasiswa yang memberikan pembelajaran  tentang bahasa asing yang baik dan benar. Hanya mahasiswa yang mengambil kuliah bahasa yang mempunyai dasar bahasa yang baik dan benar.

 https://www.facebook.com/rumah.bahasa.94


https://www.facebook.com/rumah.bahasa.94

Dengan adanya  RUMAH BAHASA diharapkan para mahasiswa akan lebih fasih dalam berbahasa asing, tidak hanya bahasa inggris , tetapi  juga mampu menguasai bahasa asing lainnya yang sering digunakan di dunia internasional. Sehingga mahasiswa UNNES siap dalam menghadapi dunia Internasional sesuai dengan visi UNNES. Selain pelatihan atau pembelajaran RUMAH BAHASA memiliki kegiatan lain seperti seminar internasional tentang bahasa dan sastra , evaluasi pembelajaran bahasa, festival bahasa dan yang paling penting adalah belajar bahasa dengan ahli bahasa sesuai dengan bahasa yang dipelajari.

Inti dari  pencanangan program RUMAH BAHASA adalah menyiapkan mahasiswa UNNES untuk bersaing dengan mahasiswa lainnya baik nasional maupun internasional dan lebih unggul dalam bahasa sehingga lebih mudah untuk mencapai prestasi di dunia Internasional, dan membanggakan Negara Indonesia khususnya UNNES.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

 

PARIKAN
Nov 9th, 2015 by mey setyowati

” sebelumnya maaf kalau parikannya kurang sesuai dengan kaidah yang ada “

https://twitter.com/konservasi8

https://twitter.com/konservasi8

Cak Narji tuku trasi

Urang lan teri campurane

Yo mung siji Universitas Konservasi

Universitas Negeri Semarang arane

 

 

 

http://learnmine.blogspot.co.id/2015/03/arti-pelestarian-dan-konservasi.html

http://learnmine.blogspot.co.id/2015/03/arti-pelestarian-dan-konservasi.html

Ana siswa jenenge Messi

Seneng ngulur lan narik layangane

Mahasiswa konservasi

Luwih unggul prestasine

 

Desa Sridadi kepala desane Pak Darma

http://hoteldekatkampus.com/indonesia/jawa-tengah/universitas-negeri-semarang-unnes-semarang/

http://hoteldekatkampus.com/indonesia/jawa-tengah/universitas-negeri-semarang-unnes-semarang/

Wonge setiti tur amba sawahe

Pengin dadi mahasiswa kang utama

Wis pasti UNNES sekolahe

 

 

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

FLOWER HOUSE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KECINTAAN MAHASISWA TERHADAP KEINDAHAN LINGKUNGAN # 1
Nov 8th, 2015 by mey setyowati

Universitas Negeri Semarang adalah universitas konservasi yang telah dideklarasikan pada tanggal 12 Maret 2010, yang artinya 5 tahun sudah Universitas Negeri Semarang menjadi universitas konservasi yang sehat, unggul dan sejahtera sesuai dengan visi Universitas Negeri Semarang. Berbagai program telah dicanangkan dan diwujudkan untuk terus mendorong Universitas Negeri Semarang menjadi universitas konservasi yang bertaraf Internasional. Universitas Negeri Semarang juga memiliki 7 pilar utama universitas konservasi, yaitu :

  1. Konservasi keanekaragaman hayati.
  2. Arsitektur hijau dan sistem transportasi internal.
  3. Pengelolaan limbah.
  4. Kebijakan nirkertas.
  5. Energi bersih.
  6. Konservasi, etika, seni, dan budaya.
  7. Kaderisasi konservasi.

Ketujuh pilar tersebut memiliki peran yang sangat penting untuk membangun UNNES sebagai universitas konservasi. Selain 7 pilar tersebut pencanangan program – program baru dari para mahasiswa juga diperlukan untuk terus menunjukkan bahwa para mahasiswa UNNES  juga memiliki jiwa konservasi dan kecintaan yang tinggi terhadap kampus mereka.

Salah satu program tersebut adalah “ Flower House “ atau rumah bunga, program flower house ini bertujuan untuk menambah wawasan kita terhadap berbagai jenis bunga yang ada khususnya bunga – bunga asli Indonesia yang mungkin sebagian orang belum banyak yang mengetahui. Selain itu flower house berfungsi sebagai taman keindahan Universitas Negeri Semarang yang akan membuat orang – orang semakin yakin bahwa UNNES memang layak dijadikan universitas konservasi.

http://fiforlif.tk/2012/12/

http://fiforlif.tk/2012/12/

Flower house juga menyediakan “Public Training Place” untuk memberikan pelatihan dan pengenalan bagi siapa saja yang ingin tahu tentang tata cara perawatan, penanaman serta pembibitan berbagai jenis bunga dan dapat langsung mempraktikannya disana. Selain itu berbagai kegiatan yang selaras dengan keindahan lingkungan juga akan diadakan.

Dapat disimpulkan bahwa flower house adalah rumah ilmu yang dapat digunakan sebagai wadah para mahasiswa untuk menunjukkan bahwa mereka adalah mahasiswa konservasi yang cinta terhadap keindahan lingkungan dan berwawasan tinggi terhadap flora yang ada di Indonesia dan siap membawanya ke masyarakat dan dunia Internasional.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

POLUSI UDARA AKIBAT PEMBANGUNAN GEDUNG BARU DAN LALU LALANG KENDARAAN BERMOTOR DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Nov 5th, 2015 by mey setyowati

Universitas Negeri Semarang adalah universitas yang mengacu pada universitas konservasi dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan harus dikelola dengan baik dan terencana. Salah satu keunggulan dari Universitas Negeri Semarang sebagai universitas konservasi adalah tata kelola ruang terbuka hijau yang sangat bagus, setiap tempat di UNNES dipenuhi dengan pohon – pohon dan tumbuhan yang mendapatkan perawatan dengan baik, semua tersusun dengan rapi dan indah.

Universitas Negeri Semarang mempunyai 7 pilar utama universitas konservasi, yang salah satunya adalah arsitektur hijau dan sistem transportasi internal. Untuk mewujudkan salah satu pilar tersebut banyak kebijakan – kebijakan yang dilakukan, seperti ruang terbuka hijau dan pememberlakuan “budayakan jalan kaki dari jam 07.00 – jam 16.00” dikawasan kampus dengan sistem parkir terpusat yang bertempat di sebelah gedung BNI yang terletak di pinggir jalan Sekaran yang bertujuan untuk mengurangi polusi kendaraan bermotor dan fasilitas bus kampus yang dapat digunakan mahasiswa yang beroperasi setiap 15 menit sekali.

Untuk terus mewujudkan Universitas konservasi, Universitas Negeri Semarang saat ini sedang membangun 13 Gedung Hijau Unnes yang diantaranya 2 gedung training centre, 3 gedung Fakultas Ekonomi, gedung Laboratorium Terpadu, gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat & Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi, satu blok kampung budaya, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas MIPA, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Keolahragaan, dan Fakultas Hukum yang sudah dimulai tahun 2011 dan ditargetkan selesai tahun 2016 mendatang.

 Dari pembangunan gedung – gedung tersebut pastinya menimbulkan beberapa dampak yang dapat dikategorikan dampak buruk. Salah satu dampak buruk tersebut adalah timbulnya polusi udara yang dapat dikatakan cukup besar untuk Universitas Negeri Semarang yang mendeklarasikan dirinya sebagai universitas konservasi. Polusi udara tersebut menyelimuti kawasan UNNES. Akibat pembangunan gedung – gedung tersebut juga membuat beberapa kebijakan dirubah/tidak digunakan untuk sementara waktu seperti hilangnya budaya jalan kaki dan penebangan pohon yang dilakukan untuk pembukaan lahan baru untuk pembangunan gedung, dan hal itulah yang semakin memperparah timbulnya polusi udara di UNNES karena hilangan pohon – pohon yang dapat digunakan untuk menyerap zat CO2 yang mengakibatkan polusi ditambah lagi cuaca yang sangat panas hingga menimbulkan kebakaran lahan di Fakultas Teknik beberapa waktu yang lalu.

Polusi udara yang ditimbulkan oleh pembangunan gedung adalah berupa debu – debu sisa pembangunan dalam jumlah yang cukup besar sehingga mengganggu sistem pernapasan dan berikut adalah gambar salah satu pembangunan gedung yang ada di Fakultas Ilmu Keolahragaan.

IMG_0056

Sedangkan polusi udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor adalah berupa asap pembakaran bahan bakar dari kendaraaan bermotor, berikut adalah gambar dari banyaknya kendaraan yang lalu lalang di kawasan UNNES.

IMG_0058

Dampak dari polusi udara yang sekarang dirasakan oleh UNNES adalah banyaknya pohon – pohon yang mati dan udara yang terasa begitu sangat panas.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar