SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
MENGENAL KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
March 19th, 2018 by mey setyowati

JALAN

A. Pengertian Jalan

Jalan adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari satu tempat ke tempat yang lain. Lintasan disini dapat diartikan sebagai tanah yang diperkeras atau jalan tanah tanpa perkerasan, sedangkan lalu lintas adalah semua benda dan makhluk hidup yang melewati jalan tersebut baik kendaraan bermotor, tidak bermotor, manusia, ataupun hewan.

B. Klasifikasi Jalan

Menurut fungsi

  1. Jalan Arteri, jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri – ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata – rata tinggi dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien.
  2. Jalan Kolektor, jalan yang melayani angkutan pengumpul/pembagi dengan ciri – ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata – rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi.
  3. Arteri Primer, kendaraan angkutan barang berat dan kendaraan umum bus dapat diizinkan melalui jalan ini. Lokasi berhenti dan parkir pada badan jalan seharusnya tidak diizinkan.
  4. Kolektor Primer, jalan kolektor primer dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 40 km/jam.
  5. Jalan Lokal Primer, jalan lokal primer melalui atau menuju kawasan primer atau jalan primer lainnya. Jalan lokal primer dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 20 km/jam.
  6. Jalan Arteri Sekunder, Jalan arteri sekunder dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 30 km/jam. Kendaraan angkutan barang ringan dan bus untuk pelayanan kota dapat diizinkan melalui jalan ini.
  7. Jalan Kolektor Sekunder, Jalan kolektor sekunder dirancang berdasarken kecepatan rencana paling rendah 20 km/jam. Kendaraan angkutan barang berat dan bus tidak diizinkan melalui fungsi jaIan ini di daerah pemukiman.
  8. Jalan Lokal Sekunder, Jalan lokal sekunder didesain berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 10 km/jam. Lebar badan jalan lokal sekunder tidak kurang dari 5 meter.
  9. Jalan Lokal, Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat,
    kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

 

Menurut Kelas Jalan

Klasifikasi menurut kelas jalan & ketentuannya serta kaitannya dengan kasifikasi menurut fungsi jalan dapat dilihat dalam Tabel (Pasal 11, PP. No.43/1993).

Fungsi

Kelas Muatan Sumbu Terberat

MST (ton)

Arteri

I

>10

II

10

IIIA

8

Kolektor IIIA

8

IIIB

Menurut Medan Jalan

Medan jalan diklasifikasikan berdasarkan kondisi sebagian besar kemiringan medan yang diukur tegak lurus garis kontur. Klasifikasi menurut medan jalan untuk perencanaan geometrik dapat dilihat dalam Tabel.

No

Jenis Medan Notasi

Kemiringan Medan (%)

1.

Datar

D <3

2.

Perbukitan

B

3-25

3.

Pegunungan

G

>25

C. Struktur (Konstruksi) Jalan

  1. Struktur Macadam

Lapisan Penetrasi Macadam (lapen), merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh aspal dengan cara disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis. Di atas lapen ini biasanya diberi laburan aspal dengan agregat penutup. Tebal lapisan bervariasi dari 4-10 cm.

  1. Struktur Telford

Konstruksi Telford yaitu susunan batu pecah berukuran besar (10/15 dan 15/20) disusun berdiri dengan batu pecah yang lebih kecil mengisi rongga diatasnya sehingga rata, kemudian dipadatkan/digilas dengan mesin gilas, selanjutnya ditabur sirtu diseluruh permukaan untuk dibabar basah.

  1. Struktur Jalan Beton (Rigid Pavement)

Rigid Pavement atau Perkerasan Kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan di mana sebagai lapisan atas digunakan pelat beton yang terletak di atas pondasi atau di atas tanah dasar pondasi atau langsung di atas tanah dasar (subgrade).

D. Perancangan (Design) Jalan

  1. Perancangan ruang lalu lintas
  • Peramalan volume dan pola lalu lintas
  • Penentuan alinyemen vertikal (elevasi) jalan
  • Penentuan trase dan alinyemen horizontal
  1. Perancangan struktur jalan
  • Perhitungan beban lalu lintas
  • Perhitungan kondisi tanah
  • Perancangan struktur jalan (tanah dasar, pondasi, dan perkerasan).

JEMBATAN

A. Pengertian Jembatan

Jembatan secara umum diartikan sebagai suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan – rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, danau, saluran irigasi, kali, jalan kereta api, jalan raya yang melintang tidak sebidang dan lain – lain.

B. Jenis – Jenis Jembatan

  1. Berdasarkan fungsinya
  • Jembatan jalan raya (highway bridge),
  • Jembatan jalan kereta api (railway bridge),
  • Jembatan pejalan kaki/penyebrangan (pedestrian bridge),
  1. Berdasarkan lokasinya
  • Jembatan di atas sungai atau danau,
  • Jembatan di atas lembah,
  • Jembatan di atas jalan yang ada (fly over),
  • Jembatan di atas saluran irigasi/drainase (culvert),
  • Jembatan di dermaga (jetty).
  1. Berdasarkan bahan konstruksinya
  • Jembatan kayu (log bridge),
  • Jembatan beton (concrete bridge),
  • Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge),
  • Jembatan baja (steel bridge),
  • Jembatan komposit (compossite bridge).
  1. Berdasarkan tipe strukturnya
  • Jembatan plat (slab bridge),
  • Jembatan plat berongga (voided slab bridge),
  • Jembatan gelagar (girder bridge),
  • Jembatan rangka (truss bridge),
  • Jembatan pelengkung (arch bridge),
  • Jembatan gantung (suspension bridge),
  • Jembatan kabel (cable stayed bridge),
  • Jembatan cantilever (cantilever bridge),

C. Struktur Jembatan

Struktur Atas (Superstructures)

Struktur atas jembatan merupakan bagian yang menerima beban langsung yang meliputi berat sendiri, beban mati, beban mati tambahan, beban lalu-lintas kendaraan, gaya rem, beban pejalan kaki, dll.

Struktur atas jembatan umumnya meliputi :

  1. Trotoar :
  • Sandaran dan tiang sandaran,
  • Peninggian trotoar (Kerb),
  • Slab lantai trotoar.
  1. Slab lantai kendaraan,
  2. Gelagar (Girder),
  3. Balok diafragma,
  4. Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan melintang),
  5. Tumpuan (Bearing).

Struktur Bawah (Substructures)

Struktur bawah jembatan berfungsi memikul seluruh beban struktur atas dan beban lain yang ditumbulkan oleh tekanan tanah, aliran air dan hanyutan, tumbukan, gesekan pada tumpuan dsb. untuk kemudian disalurkan ke fondasi. Selanjutnya beban-beban tersebut disalurkan oleh fondasi ke tanah dasar.

Struktur bawah jembatan umumnya meliuputi :

  1. Pangkal jembatan (Abutment),
  • Dinding belakang (Back wall),
  • Dinding penahan (Breast wall),
  • Dinding sayap (Wing wall),
  • Oprit, plat injak (Approach slab)
  • Konsol pendek untuk jacking(Corbel),
  • Tumpuan (Bearing).
  1. Pilar jembatan (Pier),
  • Kepala pilar (Pier Head),
  • Pilar (Pier), yg berupa dinding, kolom, atau portal,
  • Konsol pendek untuk jacking(Corbel),
  • Tumpuan (Bearing).

Fondasi

Fondasi jembatan berfungsi meneruskan seluruh beban jembatan ke tanah dasar. Berdasarkan sistimnya, fondasi abutment atau pier jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam jenis, antara lain :

  1. Fondasi telapak (spread footing)
  2. Fondasi sumuran (caisson)
  3. Fondasi tiang (pile foundation)
  • Tiang pancang kayu (Log Pile),
  • Tiang pancang baja (Steel Pile),
  • Tiang pancang beton (Reinforced Concrete Pile),
  • Tiang pancang beton prategang pracetak (Precast Prestressed Concrete Pile),
  • Tiang beton cetak di tempat (Concrete Cast in Place),
  • Tiang pancang komposit (Compossite Pile),

Gambar Struktur Jembatan , sumber rebanas.com

 


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar