Jika Berkunjung ke Batang, Nikmati Pesona Alam Sri Gunung

Kamu punya kesempatan jalan-jalan? Bersyukurlah. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan itu. Jika kamu diberi pilihan, mau jalan-jalan di alam atau di dalam mall? Tentu juga akan berbeda jawabannya. Bagi yang pilih jalan-jalan di alam, coba deh ke Kabupaten Batang.

Kabupaten Batang merupakan sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Letaknya di jalur pantura antara Kabupaten Kendal dan Kota Pekalongan. Pemerintah Kab. Batang lagi gencar mempromosikan wisata alamnya. Mereka mengusung tagline ‘Batang, Heaven of Asia.’

Tagline itu nampaknya tidaklah terlalu berlebihan. Mengingat banyak area wisata alam yang mengagumkan di Batang. Sebut saja wisata kebun teh Pagilaran di Blado. Pantai Ujung Negoro di Tulis. Wisata alam Kembang Langit, dan masih banyak lagi.

Satu primadona baru di jalur pantura adalah Sri Gunung. Wisata alam ini hanya berjarak kurang dari 1 kilo meter dari jalur Pantura di Kecamatan Banyuputih.

Pengunjung akan disuguhi taman bunga yang warna warni. Pandangan akan terhampar luas di pedesaan dan ladang di bawahnya. Mata akan dimanjakan dengan birunya laut Pantai Mangunsari.

Meski namanya Sri Gunung, ini bukanlah gunung yang butuh tenaga ekstra untuk menaikinya. Ini hanyalah sebuah bukit yang merupakan milik PTP Nusantara X. Dulunya, bukit ini ditumbuhi tanaman perkebunan karet. Beberapa tahun lalu, pohon karet ditebang dan diubah menjadi area wisata yang menarik banyak pengunjung tiap harinya.

Kalau kamu sedang beruntung, seringkali ada pertunjukan angklung ataupun tongprek di sana. Itu merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya dan meningkatkan minat mengunjungi objek wisata alam ini.

kesenian Tongprek di Sri Gunung

Bagi anak muda yang doyan selfie, Sri Gunung bisa jadi alternatif. Pengelola menyediakan spot kece badai untuk muda-mudi mengabadikan memori di sana. Ada bentuk hati terbuat dari bunga-bunga dengan latar belakang leladangan dan pantai. Sungguh indah dan mempesona.

agro wisata bukit sri gunung

So, gimana mau jalan-jalan ke Batang? Jangan sampai melewatkan pesona alam agro wisata Sri Gunung di Kecamatan Banyuputih ini.

Sekilas Tentang Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik menggambarkan seorang guru yang sangat memperhatikan tentang manajemen kelas. Guru tersebut merasa ada masalah yang berkaitan dengan tingkah laku siswa, kemudian guru tersebut menerapkan teori behavioristik yang berfokus pada adanya stumulus yang diberikan guru dan siswa akan menunjukkan respon atas stimulus tersebut.

Dalam video dijelaskan bahwa “a behavior win only occur if given the right environment or antecedent. The behavior is more or less likely to reoccur based on the reinforcements or consequences that follow, such as rewards and punishments.” Sebagai contoh dari konsekuensi yang diberikan di video adalah sebagai berikut:

1. You can watch TV as soon as you are done with your homework.
2. Students who complete all homework this week, don’t have to take the quiz on Friday.
3. Receiving a sticker for a correct answer on a math problem.
4. Students who arrive late will receive detention.

Teori Belajar Behavioristik

Kemudian dalam kasus yang dihadapi guru yang ada di video, guru tersebut memberikan aturan sikap yang harus dipenuhi oleh siswanya beserta konsekuensinya sebagai berikut:

1. Come to class on time
2. Have materials out when bell rings
3. Participate in class discussion
4. Push in chair when leaving

Sedangkan sebagai reinforcement-nya adalah: Award classroom money buat siswa yang memenuhi behaviors yang diinginkan, dan take away classroom money buat siswa yang tidak memenuhi.

Masalah yang mungkin akan muncul dengan diterapkannya teori belajar behavioristik dalam proses pembelajaran tentang Teori Behavioristik adalah:

  1. Teori behavioristik sering kali tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak variable atau hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan/atau belajar yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon. Contohnya, seorang siswa akan dapat belajar dengan baik setelah diberi stimulus tertentu. Tetapi setelah diberi stimulus lagi yang sama bahkan lebih baik, ternyata siswa tersebut tidak mau belajar lagi.
  2. Teori behavioristik tidak dapat menjawab hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyimpangan antara stimulus yang diberikan dengan responnya. Sebagai contoh, motivasi sangat berpengaruh dalam proses belajar. Pandangan behavioristik menjelaskan bahwa banyak siswa termotivasi pada kegiatan kegiatan di luar kelas (bermain video-game, berlatih atletik), tetapi tidak termotivasi mengerjakan tugas-tugas sekolah. Siswa tersebut mendapatkan pengalaman penguatan yang kuat pada kegiatan-kegiatan di luar pelajaran, tetapi tidak mendapatkan penguatan dalam kegiatan belajar di kelas.
  3. Pandangan behavioristik tidak sempurna, kurang dapat menjelaskan adanya variasi tingkat emosi siswa, walaupun mereka memiliki pengalaman penguatan yang sama. Pandangan ini tidak dapat menjelaskan mengapa dua anak yang mempunyai kemampuan dan pengalaman penguatan yang relatif sama, ternyata perilakunya terhadap suatu pelajaran berbeda, juga dalam memilih tugas sangat berbeda tingkat kesulitannya.
  4. Teori behavioristik juga cenderung mengarahkan siswa untuk berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif. Pandangan teori ini bahwa belajar merupakan proses pembentukan atau shaping, yaitu membawa siswa menuju atau mencapai target tertentu, sehingga menjadikan siswa untuk tidak bebas berkreasi dan berimajinasi.