pengunjung

Materi Sosiologi SMA Kelas XI : Pembentukan Kelompok Sosial.

Materi ini diajarkan kepada peserta didik agar mampu memahami Pembentukkan kelompok sosial. Secara sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Disamping itu terdapat beberapa definisi dari para ahli mengenai kelompok sosial.

Menurut Josep S Roucek dan Roland S Warren kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia, yang diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.

Proses Terbentuknya Kelompok Sosial

Menurut Abdul Syani, terbentuknya suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama. Manusia membutuhkan komunikasi dalam membentuk kelompok, karena melalui komunikasi orang dapat mengadakan ikatan dan pengaruh psikologis secara timbal balik. Ada dua hasrat pokok manusia sehingga ia terdorong untuk hidup berkelompok, yaitu:

  1. Hasrat untuk bersatu dengan manusia lain di sekitarnya
  2. Hasrat untuk bersatu dengan situasi alam sekitarnya.

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial

Kelompok-kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama dan saling berinteraksi. Untuk itu, setiap himpunan manusia agar dapat dikatakan sebagai kelompok sosial, haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
  2. Ada kesamaan faktor yang dimiliki anggota-anggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka bartambah erat. Faktor-faktor kesamaan tersebut, antara lain
    • Persamaan nasib
    • Persamaan kepentingan
    • Persamaan tujuan
    • Persamaan ideologi politik
    • Persamaan musuh
  1. Kelompok sosial ini berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku
  2. Kelompok sosial ini bersistem dan berproses.

ciri-ciri kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto:

  • Setiap anggota kelompok harus memiliki kesadaran bahwa ia adalah sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
  • Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
  • Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, misalnya: nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain-lain.
  • Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
  • Bersistem dan berproses.
  • Memiliki struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada kesungguhan anggotannya dalam melaksanakan perannya
  • Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya
  • Memiliki kepentingan bersama.

Tipe-tipe Kelompok Sosial:

  1. Klasifikasi Tipe-tipe Kelompok Sosial

Tipe-tipe kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut atau atas dasar berbagai kriteria ukuran. Georg Simmel, mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok, bagaimana individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut. Analisis dikembangkan lebih jauh oleh Leopold vonn Wiese dan Howard Becker, ukuran lain yang diambil atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut, kepentingan dan wilayah, klasifikasi atas dasar ukuran derajat organisasi.

  1.     In-Group dan Out-Group

Kelompok sosial merupakan tempat di mana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai in-groupnya. Apabila kelompok sosial merupakan in-group atau tidak bersifat relatif dan tergantung pada situasi-situasi sosial yang tertentu. Out-group diartikan oleh individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-group-nya. Sikap-sikap in-group pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok.

Sikap out-group selalu ditandai dengan suatu kelainan ang berwujud antagonism atau antipasti. Perasaan in-group dan out-group dapat merupakan dasar suatu sikap yang dinamakan etnosentrisme. Etnosentrisme yaitu suatu sikap untuk menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan menggunakan ukuran-ukuran kebudayaan sendiri. Di dalam proses etnosentrisme sering kali digunakan stereotip, yakni gambaran atau anggapan-anggapan yang bersifat mengejek terhadap suatu objek tertentu.

  1. Kelompok Primer (Primary Group) dan Kelompok Sekunder (Secondary Group)

Menurut Charles Horton Cooley, kelompok primer adalah kelompok-kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggota-anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Sebagai salah satu hasil hubungan yang erat dan bersifat pribadi adalah peleburan individu-individu ke dalam kelompok sehingga tujuan individu menjadi tujuan kelompok. Dari apa yang dikemukakan Cooley, dua hal yang penting, yaitu dia bermaksud untuk menunjuk pada suatu kelas yang terdiri dari kelompok-kelompok kongkret (keluarga, kelompok permainan, rukun tetangga) dan istilah saling mengenal dimana Cooley terutama menekankan pada sifat hubungan antar individu seperti simpati dan kerja sama yang spontan. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai makna sangat penting bagi pembentukan ataupun perwujudan cita-cita sosial individu.

Teori Cooley agak membingungkan. Tak dapat disangkal bahwa setiap kelompok sosial sampai suatu derajat tertentu pasti memiliki perasaan sebagai kesatuan untuk mempertahankan kesatuan kelompok. Apabila kenyataannya demikian, maka tidak ada alasan untuk membedakan kelompok primer dari kelompok sekunder. Agar dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai teori Cooley, maka terutama akan dibicarakan hal-hal antara lain:

  1. Kondisi-kondisi fisik dari kelompok primer;
  2. Sifat hubungan-hubungan primer;
  3. Kelompok-kelompok yang konkret dan hubungan-hubungan primer

Segala sesuatu yang dikemukakan Cooley untuk kelompok primer. Kelompok sekunder adalah kelompok-kelompok besar yang terdiri dari banyak orang, yang sifat hubungannya tidak  berdasarkan pengenalan secara pribadi dan juga tidak langgeng. Contohnya hubungan kontrak jual beli.

Daftar Pustaka

Istiqomah, Anis. 2015. Materi Sosiologi SMA Kelas XI Bab 1 : Pembentukan Kelompok Sosial. Semarang. http://blog.unnes.ac.id/anisistiqomah/2015/12/21/materi-sosiologi-sma-kelas-xi-bab-1-pembentukan-kelompok-sosial/. Diakses pada 24 Desember 2015 pukul 19:12 WIB.

Narwoko, J. Dwi dan Bagong Suyatno. 2006. Sosiologieks Peng : Tantar & Terapan. Jakarta : Kencana.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.