Arsip Bulanan: Juli 2016

7 Kegiatan yang Sering Dilakukan Maba, Kamu Pasti Pernah Melakukannya

selamat datang mahasiswa baruSebagai seorang Maba (Mahasiswa Baru) pastilah membuat kita menjadi gugup dan deg-degan, hal ini sangat wajar mengingat kita telah lulus dari masa remaja SMA dan menuju masa kedewasaan kuliah. Tentulah kita perlu membuat penyusaian memperbaiki diri menjadi lebih baik dari yang lalu.

Berikut ini adalah 7 kegiatan yang sering dilakukan mahasiswa baru pada saat pertama kali menginjak bangku kuliah.

1. Selalu Rajin Masuk Kelas, Gak Pernah Bolos

“Ya eyalah!” mungkin begitu pikir kamu. Eits, nggak segampang itu, lho!

Saat kuliah, nggak ada orang yang maksa atau bahkan ngingetin kamu untuk masuk kelas. Kalau kamu bolos, nggak ada yang peduli, karena risiko ditanggung sendiri. Materi kuliah pun bisa didapat di textbook atau fotokopian. Kalau ada urusan catat-mencatat, bisa pinjam catatan teman.

Hal ini disebabkan karena banyak sekali manfaat dalam rajin masuk kelas. pertama, mayoritas mata kuliah sangat mementingkan absensi, dan tandatangan absensi nggak selalu bisa “dititip” teman (baca: dipalsukan).

Kedua, hampir selalu ada hal berharga yang bisa kamu dapatkan di kelas, seperti bocoran kisi-kisi ujian, pembagian kelompok belajar, atau arahan tugas. Jangan selalu mengandalkan teman untuk info-info sampingan begini.

Yang lebih gawat, kadang dosen ngasih kuis mendadak yang nilainya sangat diperhitungkan. Nah lho!

2. Tour Keliling Universitas

Di hari-hari awal kuliah, jelajahi seluruh kawasan universitas kamu. Cari tahu lokasi dan sistem fasilitas-fasilitas yang mendukung kegiatan perkuliahan (perpustakaan, computer centre, studio praktek, rektorat, markas BEM) maupun kebutuhan sehari-hari (warung makan, pujasera, pangkalan ojek, bank, gym, minimarket, klinik, tempat ibadah).

Walaupun kamu mahasiswa baru, jangan segan-segan mengeksplor, ya. Jangan takut sama senior. Takutnya sama pojokan-pojokan berhantu di universitas kamu aja, haha…

3. Mengikuti Sesuatu di Kuliah

“Sesuatu” ini maksudnya organisasi atau komunitas, ya. ‘Srah, deh, mau organisasi atau komunitas apaan. Mau ikut Komunitas Mahasiswa Pencinta Batu Akik Bulu Macan juga bisa!

Ada banyak manfaat bergabung di organisasi atau komunitas, diantaranya memperluas pergaulan, memberikan pengalaman baru, serta memberikan hardskills dan softskills kece yang nggak didapat di dalam kelas. Kamu juga akan mendapat rasa sense of belonging, karena bergabung dengan sekelompok orang yang punya minat sama.

Plus, lumayan ‘kan buat nambah-nambahin daftar pengalaman di CV?

4. Mendekati Senior

Dekat dengan senior itu berharga, lho. Berawal dari nongkrong dan ngobrol santai, ujung-ujungnya kamu akan dapet banyak “ilmu informal” yang nggak mungkin ada di kelas atau sekretariat. Misalnya, cara menguasai mata kuliah tertentu, cara ngadepin dosen galak, atau info kos-kosan dan tempat makan enak.

Mereka juga bisa bantu-bantu kamu, misalnya, dengan minjemin buku teks wajib, transfer-transfer file film dan musik asik, dan sebagainya Sebagai bonus, senior biasanya asik diajak nongkrong bareng. They usually have the best dirty jokes and card tricks!

Kedekatan dengan senior ini paling efektif terjalin lewat Ospek. Jadi kalau kamu emang pengen dekat dengan senior, jangan narsistik dan melewatkan Ospek!

5. Berusaha Akrab Sama Dosen

Sama halnya dengan akrab sama senior, akrab sama dosen pun banyak sekali manfaatnya.

Samperin dosen saat mereka lagi santai di kantor atau seusai kelas, trus tanya segala hal yang pengen kamu tanyakan soal mata kuliah beliau, atau minta rekomendasi bacaan yang bisa bantu kamu memahami materi.

Dosen (kebanyakan) berbeda dengan guru sekolah. Mereka biasanya lebih terbuka. Dijamin, dosen lebih menghargai mahasiswa yang aktif-aktif-bawel-dikit daripada diem-diem-nilai-jeblok.

6. Buka Rekening Baru

Setelah jadi mahasiswa, biasanya kamu harus buka rekening di bank yang berafiliasi dengan universitas, demi keperluan bayar-bayaran.

Tapi kalau kamu perlu buka rekening lainnya untuk kebutuhan sehari-hari, go for it. Hal ini akan melatih kamu mengelola keuangan pribadi. Pilih bank yang memberikan banyak kemudahan (misalnya, mobile banking, ATM setoran tunai), punya kantor cabang dekat kampus, lalu buat ATM-nya.

Tapi jangan bikin kartu kredit dulu, ya. Percayalah, godaan saiton ngutang demi belanja itu nyata, saudara!

7. Cari Tempat Tingal (baca:kost) Baru

Kost baru adalah hal yang paling utama yang akan dihadapi oleh mahasiswa perantau. Dalam memilih kost, pilihlah kost yang benar – benar akan membuat anda aman dan nyaman.

Demikianlah 7 kegiatan yang sering dilakukan oleh mahasiswa baru pada saat awal-awal kuliah. Kegiatan manakah yang sering kamu lakukan?

sumber : http://www.youthmanual.com/post/dunia-kuliah/kehidupan-mahasiswa/10-hal-yang-penting-dilakukan-di-tahun-pertama-kuliah

Inspirasi, Autisme Pada Anak Ternyata Bisa Disembuhkan

kisah sembuh autis anakkisah autis anak bisa sembuh,- Segala penyakit yang ada di dunia ini pasti adalah obatnya, hal ini tidak terkecuali pada penyakit autis anak. Pasti dalam benak Anda bertanya-tanya autis bisa sembuh atau tidak, autis bisa disembuhkan atau tidak. Simak saja kisah inspiratif kesembuhan anak penderita autis berikut ini.

Tidak ada seorang anak pun didunia ini yang ingin terlahir dalam kondisi autis, ketika mereka harus menjalani takdir sebagai penyandang autis, butuh perjuangan berat dan kondisi psikologis yang baik agar dapat menjalani hidup sebagaimana anak normal lainnya.

Jika setiap anak menikmati masa kecil yang indah dan menyenangkan serta disayang orang sekelilingnya, hal itu tidak berlaku bagi penyandang autis. Mereka tumbuh berbeda dibanding anak sebayanya.Selain tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial tak jarang menerima perlakukan yang tidak menyenangkan.

Ini diperparah oleh pandangan lama yang menyatakan autis adalah sesuatu yang baku dan tidak dapat disembuhkan, sehingga pupus sudah harapan untuk dapat hidup sebagai individu yang paripurna dan mandiri sebagaimana anak lainnya.

Namun itu dulu, ternyata autis dapat disembuhkan. Penelitian terbaru menunjukan penyandang autis dapat disembuhkan dan pada akhirnya bisa menjalani hidup normal secara mandiri di lingkunganya.

Mungkin ada yang memandang mereka sebagai warga kelas dua yang tidak berguna dan tidak dapat melakukan apa-apa. Tapi fakta berbicara seorang Thomas Alfa Edison si penemu bola lampu adalah penyandang autis yang berhasil menorehkan kegemilangan prestasi di akhir hayatnya.

Demikian juga dengan apa yang dialami mantan penyandang autis Muhammad Valdi yang kini merupakan mahasiswa semester II Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri Jakarta.

Berkat terapi otak yang dilakukan secara intensif dan terpadu, serta dukungan semua pihak, sosok yang akrab dipanggil Valdi berhasil sembuh dari autis. Tidak hanya dapat menjalani keseharian sebagaimana anak normal, pria kelahiran 24 Mei 1994 itu juga menorehkan sejumlah prestasi.

Tercatat ia beberapa kali turut memperkuat DKI Jakarta dalam sejumlah kejuaraan renang. Kini ia bercita-cita menjadi seorang sejarahwan.

Saat tampil sebagai pembicara pada gebyar hari autis sedunia 2014 di Padang, tak ada yang menyangka Valdi dalam mantan penderita autis karena dapat berkomunikasi dengan baik dan tampil sebagai pembicara memaparkan perjuangannya melawan autisme.

Sementara, Rendy Ariesta kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1997 juga merupakan penderita autis yang berhasil sembuh melalui pengobatan alternatif dengan metode terapi. Kini Rendy merupakan pelajar SMA 71 Jakarta Timur dan dapat menjalani kehidupan normal sebagaimana pelajar lainnya dengan perolehan nilai yang bagus.

Ia dapat menjalani aktivitas secara mandiri seperti naik angkutan kota ke sekolah, bergaul dengan teman sebaya dan mengembangkan hobi menyanyi, menulis lagu dan bermain gitar.

Pada peringatan hari autis sedunia 2014 di Padang Rendy tampil menyanyi sambil memainkan gitar membawakan lagu yang diciptakaannya sendiri.

Menurutnya, waktu di sekolah terutama sering menjadi bahan olok-olokan teman-teman karena menyandang autis. “Membalas ejekan bukan dengan cemohan , buktikan saja dengan prestasi kalau memang kita juga bisa” , kata dia yang bercita-cita menjadi dokter.

Hal serupa juga dialami oleh Hasan Al Faris Tanjung pelajar kelas IX SMP Alfikri Depok yang juga berhasil sembuh dari autis. Faris yang lahir pada 14 Juni 1998 itu berhasil sembuh dan sejak sekolah dasar menempuh pendidikan di sekolah reguler Al Fikri Depok yang meraih nilai rata-rata 8,8 pada ujian nasional.

Faris berhasil sembuh setelah menjalani terapi serta diet dan intervensi biomedis sejak usia 1,5 tahun. Saat tampil sebagai pembicara mengisahkan pengalamannya, Faris menceritakan saat kelas 7 SMP ia sering menangis karena diolok-olok oleh temannya disekolah. Faris pun menulis diari dan puisi tentang bagaimana kesedihannya diganggu oleh teman-temannya disekolah.

“Untungnya guru dan bunda aku baik dan terus memotivasi kamu bisa Faris”, kata dia. Kini Faris sudah lebih senang menjalani sekolahnya dan ia pun sering diminta tampil sebagai moderator dan menceritakan kisahnya dalam berbagai kesempatan.

Kenali Gejala Psikiater dan pemerhati autisme dr Kresno Mulyadi, Sp.KJ menerangkan autis merupakan gangguan perkembangan neurobiologis berat pada anak sehingga menimbulkan masalah dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Gejala Autis dapat dikenali dengan ciri-ciri minimnya interaksi dan emosi yang labil serta buruknya kualitas komunikasi penyandangnya pada tiga tahun pertama kehidupannya. Selain itu, penyandang autis memiliki keterbatasan minat serta sering melakukan gerakan berulang disertai respon sensorik yang menyimpang.

Menurut dia, autis dapat disembuhkan melalui dua cara yaitu terapi yang intensif dan terpadu serta melakukan diet khusus bagi penyandangnya. “Jika ada yang berpendapat autisme sudah baku dan tidak ada lagi harapan itu paradigma lama, berdasarkan temuan terbaru gangguan Autis dapat disembuhkan melalui terapi dini secara intensif dan terpadu”, kata dia.

Setelah itu jika diperlukan dapat dilakukan penunjang lainnya berupa medikamentosa, okupasi dan fisik, wicara, bermain dan terapi khusus. Kunci dari semua itu adalah terapi sejak dini, intensif dan terpadu sehingga dimungkinkan penyandang autis akan sembuh, kata dia. Ia mengatakan di Indonesia telah banyak penyandang autis yang dapat disembuhkan dengan terapi tersebut dan berhasil menyelesaikan studinya hingga meraih gelar sarjana.

autisme anakJangan Diolok-olok Ketua Panitia Penyelenggara Gebyar Hari Autis Sedunia 2014 Arneliza Anwar R Sutadi mengatakan jangan jadikan autis sebagai bahan olok-olok sehari-hari karena dapat disembuhkan. “Hentikan mengolok-olok autis karena mereka juga manusia sama dengan yang lainnya “, kata dia.

Menurutnya, autis akan terlihat pada penyandangnya ketika memasuki usia tiga tahun dan akan terus berlanjut seumur hidup jika tidak diterapi. Namun, Autis berbeda dengan disabilitas karena autis lebih kepada gangguan interaksi, komunikasi sementara disabilitas hanya gangguan pada salah satu fungsi tubuh yang permanen, kata dia.

Ia menceritakan pada awalnya anak autis akan terlihat normal dan memasuki usia 18 bulan tiba-tiba terjadi penurunan kemampuan dan perkembangan yang telah dimiliki sebelumnya. Misalnya sebelumnya anak sudah dapat berbicara, maka tiba-tiba akan hilang, tidak melakukan kontak mata dengan orang sekitarnya dan sibuk main sendiri, kata dia.

Saat ini masih banyak sekolah yang menolak penyandang autis kendati orang tua sudah memohon agar anaknya dapat diterima. Oleh sebab itu sebelum penyandang autis dimasukan ke sekolah umum orang tua harus mempersiapkan mereka agar benar-benar siap beradaptasi dengan lingkungannya.

Anak autis yang diterapi sejak usia kurang dari tiga tahun secara intensif dan optimal setelah akan semakin mudah untuk dapat sembuh dan masuk sekolah reguler dengan didampingi seorang guru khusus, kata dia.

Para orang tua yang anaknya menyandang autis tidak dapat menunggu sekolah reguler siap menerima dan menangani anaknya, namun kita yang harus mempersiapkan agar anak autis dapat diterima disekolah umum, kata dia. Ia menambahkan seorang penyandang autis dinyatakan sembuh bila telah dapat memenuhi dua syarat yaitu dapat berkomunikasi dengan baik di lingkungannya serta dapat mengikuti pendidikan formal disekolah reguler.

Terapi yang dilakukan sejak dini dan diet biomedik merupakan upaya yang dilakukan agar penyandang autis dapat sembuh dan hidup dengan mandiri. Dikatakannya, berdasarkan pengalaman anak-anak penyandang autis yang diterapi sejak dini banyak yang telah sembuh dan dapat berprestasi dibidang pendidikan bahkan ada yang berhasil masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Penyandang Autis adalah orang-orang yang spesial dan istimewa dan para orang tua yang anaknya penyandang Autis, adalah orang-orang mulia karena telah mendapat kehormatan dari Tuhan, untuk dititipkan anak khusus kiriman sang Pencipta agar dapat lulus melewati ujian.

Pesan yang dapat kita ambil dari kisah kedua anak diatas adalah bahwa tuhan tidak akan menciptakan penyakit tanpa ada obatnya. Dengan fakta ini saya berharap bahwa tidak ada lagi orang tua yang kurang memperhatikan anak dikarenakan mereka mengalami autisme. Anak adalah anugerah terindah dari tuhan, jagalah anakmu karena ia adalah darah dagingmu sendiri.

Kisah Wisuda – Anak Pemulung yang Berprestasi di Unnes

kisah wisuda unnes

Ketika saya mengunjungi fakultas ilmu sosial tadi, saya agak bingung kok ada panggung dengan banyak tatanan, ada acara apa ini sebenarnya. setelah saya tanyakan pada teman saya, barulah tahu kalau hari ini adalah acara wisuda Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial

Hari ini, Universitas Negeri Semarang (Unnes) mewisuda seorang anak pemulung bernama Firna Larasati dari Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,77
predikat Cumlaude.

Gadis berhijab yang sempat tidak yakin bisa meneruskan ke pendidikan tinggi ini, menyelesaikan studi dalam waktu tiga tahun 10 bulan. Masuk melalui jalur mandiri, pada semester pertama Firna sempat membayar uang kuliah tetapi pada semester kedua mendapatkan beasiswa Bidikmisi.

“Saya memeroleh beasiswa Bidikmisi sehingga tidak perlu membayar uang kuliah sama sekali, bahkan memeroleh uang saku sebesar Rp 600 ribu per bulan,” kata Firna sesuai rilis yang dikirim Humas Unnes, Rabu (27/7).

Mahasiswi yang masuk pada 2012 lalu, pernah menjadi Juara I lomba penulisan tingkat provinsi tentang otonomi daerah. Ia menulis skripsi tentang “Marketing Politik Pasangan Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti.”

Ia mengaku kelulusannya membuat sangat bangga sekalikus lega. Namun capaian itu tak membuatnya berpuas diri, setelah diwisuda ia akan segera mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan master.

“Saya ingin kuliah ilmu politik lagi. Kalau tidak ke UGM, saya pengin kuliah ke National University of Singapore,” tambah gadis yang bercita-cita menjadi dosen itu.

Ayah Firna, Misianto, bekerja sebagai pemulung sejak 1993. Setiap hari ia berkeliling dari kampung ke kampung mencari barang rongsokan. Hasilnya ia bawa pulang untuk dipilih oleh istri dan anak-anaknya.

Firna juga tak ragu membantu orang tuanya. Sela-sela waktunya kuliah ia sering keliling membeli buku bekas dan koran bekas dari teman-temannya untuk dijual kembali. Dari hasil gotong royong sekeluarga itu, mereka bisa mendapatkan uang sekitar Rp 50 ribu per hari. Namun jumlah itu pun tak pasti.

Untuk membantu orang tua, Firna bekerja paruh waktu. Saat SMA ia bekerja paruh waktu sebagai penjaga toko. Ia juga pernah menjadi pelayan di rumah makan.

Pesan yang bisa kita ambil dari kisah fira diatas adalah bahwa sekarang kemiskinan bukanlah menjadi hambatan dalam pendidikan. Sudah banyak sekali Universitas negeri yang menyediakan beasiswa, semuanya tergantung dari bagaimana cara kita memanfaatkannya. Ayo kita jadikan kisah Firna Larasati ini sebagai motivasi dalam menjalani pendidikan di UNNES.

source : http://berita.suaramerdeka.com/anak-pemulung-yang-kuliah-di-unnes-hari-ini-diwisuda/

UNNES Siap Raih yang Terbaik dalam Peksimida

peksimida unnes 2016Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida),- Universitas Negeri Semarang (Unnes) secara rutin mengikuti seleksi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Tingkat Jawa Tengah sebagai ajang seleksi untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). Universitas Konservasi ini optimistis meraih yang terbaik sehingga mendukung Jawa Tengah meraih juara umum.

Pembukaan Peksimida Jawa Tengah 2016 dibuka di pendapa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, di kampus Kentingan, Jebres, Senin 25 Juli 2016 malam. Setelah pembukaan, lomba untuk tangkai tari diselenggarakan dengan peserta sejumlah 23 kelompok yang berasal dari 23 perguruan tinggi. Masing-masing kelompok membawakan karya dengan durasi maksimal 15 menit.

Kepala Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia Jawa Tengah, Prof Darsono MSi, dalam sambutannya mengatakan, tempat penyelenggaraan lomba untuk tangkai lomba lainnya bakal diselenggarakan di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Muria Kudus (UMK), Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan penutupan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada 31 Juli mendatang.

Dari Unnes, hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Rektor Bidang III Dr Bambang Budi Raharjo MSi, Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Prof Jazuli MHum, Wakil Dekan III FBS Syahrul Syah Sinaga MHum, serta sejumlah dosen pendamping.

Menurut Prof Darsono, terjadi peningkatan jumlah peserta untuk tahun ini. Pada tangkai tari, misalnya, dua tahun lalu peserta hanya berjumlah sembilan kelompok. “Peningkatan jumlah ini sangat menggembirakan dan mendukung seni budaya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Bambang Budi Raharjo mengatakan, Jawa Tengah sudah berulang kali menjadi juara umum dalam Peksiminas. Dalam semua tangkai lomba, Unnes mengirim delegasi. “Berproses secara maksimal dan menampilkan yang terbaik adalah tradisi bagi setiap delegasi,” katanya.

Ayo jaya selalu UNNES!!

sumber : http://unnes.ac.id/berita/ikuti-seleksi-peksimida-unnes-optimistis-raih-yang-terbaik/

resiko onani pada olahragawan

Dampak/Efek Onani Pada Olahragawan

resiko onani pada olahragawanResiko Onani Bagi Olahragawan,- Onani atau masturbasi adalah kegiatan melakukan rangsangan pada alat vital untuk mendapatkan kepuasan seperti saat sedang bersenggama. Onani atau masturbasi sering sekali dilakukan oleh pria yang belum menikah, hal ini juga tidak terkecuali pada olahragawan. Mereka yang belum memiliki pasangan akan memilih jalan onani untuk melampiaskan hasrat seksualnya dibandingkan dengan jajan diluar yang tentunya lebih berisiko.

Memang benar masih menjadi perdebatan para ahli apakah ada efek samping melakukan onani atau tidak, tetapi ada satu fakta yang memang benar yaitu tentang dampak negatif sering onani pada tubuh manusia. Dampak tersebut ialah menjadikan tubuh manusia menjadi agak melemah dan kurang bersemangat.

Berpaling pada fakta tersebut akhirnya membuat saya memberanikan diri membuat sebuah artikel tentang dampak/efek negatif onani pada olahragawan. Mengapa saya memilih olahragawan? alasannya adalah jarang yang membahas masalah seksual pada olahragawan, jadi apa salahnya jika saya mencoba.

Dampak/Efek Sering Onani Pada Olahragawan

Dibawah ini adalah beberapa dampak/efek negatif onani pada olahragawan, diantaranya adalah :

1. Menjadi Cepat Lelah

Fakta menunjukan bahwa orang yang habis melakukan onani akan merasakan lelah yang sangat amat terasa, kebanyakan bahkan disertai dengan keinginan mengantuk yang sangat kuat. Hal tersebut pastilah akan membuat posisi olahragawan yang membutuhkan banyak tenaga mengalami dampak yang sangat signifikan dari melakukan onani.

2. Menjadi Malas

Entah apa yang menjadi penyebabnya kenapa rasa malas selalu mendera orang yang melakukan onani. Tetapi hal ini memang benar adanya, karena dari suatu penilitian kepada 100 orang yang terbiasa melakukan onani, membuktikan bahwa 85% dari orang tersebut mengalami rasa malas setelah melakukan onani.

3. Kurang Bertenaga

Ini merupakan lanjutan dari dampak onani pada urutan pertama yaitu membuat cepat lelah. Para ahli berpendapat bahwa dalam melakukan onani, pria membutuhkan tenaga yang cukup besar sama seperti halnya saat sedang bersenggama. Jadi jangan salahkan jika kamu kekurangan tenaga, padahal ada pertandingan penting yang harus dilakukan sebagai olahragawan.

4. Menjadi Tidak Percaya Diri

Seorang laki-laki setelah melakukan kegiatan maturbasi, biasanya akan memberikan rasa bersalah dalam dirinya. Ia merasa bahwa kegiatan tersebut tidak baik untuk dilakukan, tapi telah terlanjur malakukannya. Rasa bersalah tersebut akan semakin menumpuk dan mejadikan dirinya menjadi tidak percaya diri. Kekuarangan rasa percaya diri akan berakibat negatif pada olahragawan.

Demikianlah dampak negatif, efek samping, serta akibat sering onani pada olahragawan. Melihat dari dampak tersebut seharusnya memberikan kita kesadaran tentang buruknya melakukan onani. apalagi akibat terlalu sering mengeluarkan sperma akan membuat diri kita dihinggapi oleh masalah seksual lainnya semacam enjakulasi dini maupun lemah syahwat.

Akhir kata dari saya hanyalah agar kita dapat mengerti mana yang baik dan mana yang buruk terhadap diri kita. jagalah selalu kesehatan tubuh selagi masih muda, kerena saat akan tua hal itu sangatlah berharga. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian semua, dan saya ucapkan terima kasih telah membaca.