Hukum Menelan Sperma dalam Islam

hukum menelan spermaHukum Menelan Sperma dalam Islam | Seorang wanita ketika berada dalam pengaruh birahi yang besar, terkadang tidak sadar dengan apa yang dilakukannya. Bahkan sampai terkadang berani melakukan sesuatu yang kita anggap tak wajar, semacam menelan sperma pria pasangannya.

Kegiatan yang diluar norma manusia ini entah mengapa bisa menjadi semacam bumbu penyemangat mereka ketika berada dalam birahi yang besar. Pada kesempatan ini akan kita bahas bagaimanakah hukum menelan sperma dalam agama islam.

Sebelum membahas hukum menelan sperma, kita bahas terlebih dahulu mengenai hukum mengulum mr p pria (0ral s3ks), dari ulama ada beberapa pendapat mu’tabar (teranggap/diakui):

1.haram total

2.boleh asalkan tidak terkena madzi (madzi hukumnya najis, maka dibersihkan dahulu karena keluar ketika awal bercumbu atau ketika terangsang)

Hukum menelan sperma

Adapun mengenai hukum menelan sperma dalam islam, simak dulu hadits penjalasan ulama berikut ini:

Imam AN-Nawawi rahimahullah berkata,

هل يحل أكل المني الطاهر؟ فيه وجهان: الصحيح المشهور أنه لا يحل لأنه مستخبث، قال تعالى وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِث [الأعراف:157].

“apakah boleh memakan/menelan mani yang suci? Ada dua pendapat, yang shahih dan terpilih adalah tidak halal karena, hal itu dianggap buruk. Sebagaimana firman Allah,
“Diharamkan bagi kalian, hal-hal yang buruk”

Dalam Fatwa Asy-syabakah Al-Islamiyah,

وأما ابتلاع المرأة لمني زوجها فهو أمر منافٍ للفطرة السليمة والأذواق الرفيعة، وقد ذهبت طائفة من أهل العلم إلى أن المني نجس، وعلى رأيهم فلا يجوز ابتلاعه

“Adapun wanita menelan  mani suaminya, maka ini adalah perkara yang bertentangan dengan fitrah yang selamat dan bertentangan dengan adab yang sepantasnya. Sejumlah ulama berpendapat bahwa mani najis (pendapat terkuat adalah tidak najis, pent), maka menurut pendapat mereka tidak boleh menelannya.”

Syaikh Abdurrahman Al-Barrak berkata,

ابتلاع المرأة لمني زوجها حرام وذلك لعدة أمور :

الأول : أن فيه تعرضاً لدخول النجاسة إلى فم المرأة ، ولا يُأمن مع خروج المني أن يخرج شيء من النجاسة ، خصوصاً في أول المني كالمذي والودي النجسين ، أو خروج بعض البول في آخر تدفق المني

الثاني : ولو قيل عند بعض العلماء بأن ” المني طاهر ” إلا أنهم لا يجوزون ابتلاعه استخباثاً واستقذاراً .

الثالث : أن فيه تشبهاً بالكفرة وأهل المجون وأهل الزنا الذين لا همَّ لهم إلا التلذذ بالشهوات ، وموافقة للحيوانات .

Setelah membaca hadits diatas, maka hukum wanita menelan sperma pria pasangannya adalah haram dengan beberapa alasan:

Pertama: bisa memungkinkan wanita menelan najis, tidak bisa dijamin bahwa ketika mani keluar , tidak keluar juga najis yang lain (seperti madzi dan sisa kencing, pent). Khususnya ketika awal-awal, yaitu madzi dan sisa air kencing pada ujung tetesan.

Kedua: walaupun sebagian ulama mengatakan mani suci, akan tetapi tidak boleh menelannya karena merupakan hal yang dianggap kotor dan buruk.

Ketiga: hal ini “tasyabbuh”, menyerupai orang kafir, orang dungu/pelawak, pelaku zina yang tidak ada keinginan mereka kecuali hanya masalah kelezatan syahwat saja. Ini juga menyerupai hewan.

Lalu bagaimanakah menurut dunia medis tentang menelan sperma? Yang pasti adalah menelan sperma tidak apa-apa bagi wanita. Kecuali jika menelan sperma dari laki-laki yang tidak sehat dan memiliki penyakit seksual, kerena dapat menyebabkan kesehatan Anda memburuk terkena penyakit infeksi menular seksual. Hal ini akan semakin parah, bila terdapat luka/lecet pada mulut serta tenggorokan.

Demikianlah bagaimana hukum menelan sperma, semoga bisa mencerahkan Anda semua yang sedang mencari informasi tentang hal ini.

Baca juga :

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco