Arsip Kategori: UNNES

Inilah Juara Duta UNNES 2016-2018

duta unnes 2016-2018Duta UNNES 2016-2018 – Kalau yang kuliah di UNNES pasti merasa penasaran donk? siapa sich yang akan menjadi duta UNNES pada periode 2016-2018. Rasa penasaran tersebut akhirnya terjawab juga pada Rabu 02 November 2016, yaitu Noto Prasetyo (Fakultas Ilmu Pendidikan) dan Hesti Aliya (Fakultas Hukum). 

Dilansir dari sebuah situs berita, Malam Grand Final pemilihan Duta Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2016 akhirnya menetapkan Noto Prasetyo (Fakultas Ilmu Pendidikan) dan Hesti Aliya (Fakultas Hukum) sebagai Duta Unnes 2016-2018.

Humas Unnes Lintang Hakim kepada pers di kampus setempat Rabu (02/11/2016) menyatakan  terpilih sebagai juara II Kusumahendra A (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) dan Dea Maharani (FIP). Sedangkan juara III Wildan Khasan (FIK) dan Jesica Maharani (Fakultas Ekonomi).

Malam Grand Final Duta Unnes diikuti 32 mahasiswa dari perwakilan 8 Fakultas. Dari karantina 32 peserta, awal acara di malam Grand Final ini ditetapkan 16 besar maju ke tahap berikutnya. Dari 16 peserta, berkompetisi, menjawab pertanyaan, kemampuan berfikir cepat, dan menanggapi masalah yang diajukan dewan Juri, akhirnya terseleksi enam Finalis yang maju dibabak akhir.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Dr Bambang BR menyampaikan duta kampus tidak sekadar bertugas menerima tamu yang datang dalam kegiatan di kampus. Namun, lebih dituntut bisa mengenalkan dan membawa nama harum kampus selama bertugas di dalam maupun luar negeri.

Dibawah adalah beberapa foto pemenang duta UNNES 2016

duta unnes

duta unnes

duta unnes

Jangan lupa juga untuk membaca berita tentang UNNES lainnya dibawah ini :

Yuk Ikutan Acara Metro TV On Campus 2016 di UNNES

universitas negeri semarangYuk Ikutan Acara Metro TV On Campus 2016 di UNNES – Pagi semuanya, semoga hari- hari teman tetap indah dipagi jumat yang cerah ini. Nah kawan pasti sudah dengar bukan bahwa katanya acara Metro TV On Campus  akan kembali diadakan tahun ini dan UNNES kembali terpilih sebagai salah satu tempat berjalannya acara.

Seperti yang saya baca dari berita internet, dengan kutipan program Metro TV On Campus 2016 akan bertempat di Universitas Negeri Semarang (Unnes) kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Sadar akan pentingnya meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa, sejak tahun 2012, Metro TV mengadakan Metro TV On Campus yang selalu dipenuhi oleh penonton di setiap kota atau kampusnya.

Metro TV On Campus hadir dengan format baru yang berbeda dan lebih segar dengan menghadirkan program unggulannya.

Untuk tahun 2016 ini, Metro TV On Campus hadir di Unnes Semarang yang akan dimeriahkan oleh Kick Andy Roadshow, Im_Possible, Inovator Ezpo, penampilan comic serta band performance.

Sesuai schedule yang dirillis panitia kepada Hariansemarang.com, kegiatan tersebut akan berlangsung pada 10-11 November 2016. Untuk acara indoor, yaitu IMPOSS!BLE, Kick Andy Road Show 2016. Sedangkan outdoor adalah Inovator Expo,  Metro TV Youth Market, Stand Up Comedy Show dan Off Air Activation Music Perform. Untuk jadwal, paniti menjelaskan bisa berubah sewaktu-waktu.

Agenda Metro TV On Cumpau 2016 di Unnes pada 10-11 November 2016 ini direncanakan berlokasi di kampus Unnes jalan Taman Siswa Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah dengan jumlah mahasiswa 28.941 dan dengan kapasitas auditorium sebanyak 3000 audience.

Untuk hari pertama, direncanakan akan digelar I’MPOSS!BLE, kemudian Off Air Activation, Inovator Expo, Music Perform, Stand Up Comedy dan Metro TV Youth Market.

Untuk hari kedua, direncanakan akan digelar Kick Andy Road Show 2016 kemudian untuk off air akan digelar pula music perform, Inovator Expo, Stand Up Comedy Show, Metro TV Youth Market.

Nah bagaimana apakah kawan tertarik untuk mengikutinya. Jika ia, segera pesan tiket Metro TV On Campus 2016 disini. Jangan lupa untuk hadir ya, biar sekali-kali kita mahasiswa UNNES bisa tampil di TV :D :D :p

Apakah Benar Cerita Horor Dosen Gaib UNNES?

cerita hororApakah Benar Cerita Horor Dosen Gaib Unnes? – Di Indonesia memang harus kita akui bahwa sesuatu yang berbau gaib masih sangat dipercaya oleh kebanyakan masyarakat. Hal-hal yang berbau mistis, gaib, dan paranormal masih menjadi bahan pembicaraan yang sangat sulit untuk dilupakan di masyarakat Indonesia.

Hal inilah yang terjadi pada UNNES, dimana terdapat cerita horor ‘Dosen Gaib’ yang sedang viral di sosial media. Berikut kutipannya saya ambil dari situs berita,

Iya, katanya dosen minta kuliah jam setengah 6, pas anak-anak berangkat ada dosen masuk. Pas udah masuk semua + dosen, dosennya cuma diam aja, nggak ngomong sama sekali.

Tiba-tiba ketua kelas di SMS dosen yang asli, bilang kalau nggak jadi ada kuliah karena ada halangan. Ketua kelas tentu saja kaget. Setelah itu sama dosen aslinya ia disuruh lihat kakinya.

Terus, ketua jatuhin bolpoinnya, eh ternyata melayang, nggak ada kakinya. Terus ketua menshare via grup line ‘Sekarang tolong keluar satu persatu dari yang paling belakang dan tanpa teriakan’, spontan anak-anak melakukannya.

Pas yang paling terakhir ketuanya, tau-tau dosen gaibnya mendekat sambil bilang ‘kamu udah tau saya?, ketuanya langsung menjerit. Akhirnya UAD selama 3 hari diliburkan.

Untuk membuktikan ceritanya ia juga memposting foto dari dosen misterius yang dimaksud.

dosen gaib unnes

Dosen misterius. Postingan itu pun akhirnya menjadi heboh dan menuai berbagai komentar dari netizen yang membacanya.

Namun apakah memang benar cerita horor ‘Dosen Gaib UNNES’ ini? Jika Anda bertanya kepada saya, maka jawaban saya adalah tidak benar. Sebab cerita horor ini sudah pernah saya dengar sebelum kuliah di UNNES.

Bedanya hanyalah yang dulu saya dengar gak ada foto dan bukti chat kayak yang satu ini. Tetapi saya tidak memaksakan Anda untuk tidak percaya terhadap cerita horor ini. Karena kepercayaan adalah hak orang itu sendiri dan tidak ada yang sanggup memaksakannya.

Hanya saja saya berpesan kepada kita semua untuk selalu memeriksa terlebih dahulu ketika ada suatu yang viral di sosial media, jangan malah langsung membagikannya. Bagikanlah berita yang bermanfaat macam kisah wisuda unnes, atau berita mahasiswa unnes mendapat mendali emas di pon xix. See you next time….

PON XIX, Dua Atlet Mahasiswa Unnes Sumbang Medali Emas

mahasiswa unnes peraih emas ponPON XIX, Dua Atlet Mahasiswa Unnes Sumbang Medali Emas – Beberapa waktu ini ketika sekilas saya melihat tv selalu saja menunjukkan iklan pekan olahraga nasional (PON). Ya sebagai namanya seorang mahasiswa saya tidak terlalu tertarik melirik info tentang PON ini.

Tetapi beberapa hari lalu, saya melihat berita yang mengejutkan. Yaitu tentang Dua Atlet olahragawan yang seorang mahasiswa UNNES berhasil menyumbang masing-masing satu medali emas untuk kotanya.

baca juga : efek mengeluarkan sperma bagi olahragawan

Lebih lengkapanya silahkan saja perhatikan berita yang saya kutip dari okezone.com, Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang di selenggarakan di Bandung, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil menyumbangkan emas. Tidak tanggung-tanggung, emas yang berhasil diraihnya yakni sebanyak dua emas.

Peraihan medali emas itu didapatkan dari cabang olahraga wushu di kelas 56 kg putra oleh Yusuf Widiyanto. Sementara itu untuk medali emas satunya diraih oleh Puja Riyaya pada perolehan emas di kelas 70 kilogram.

Selain emas, mahasiswa Unnes lainnya juga berhasil meraih medali perak dan perunggu. Mereka adalah Ratih Erlyana Larasati yang meraih perak di kelas 56 kg. Serta Bayu Peny Hendraswari yang meraih perunggu pada kelas 48 kg.

Jawa Tengah sendiri kini menduduki posisi ke IV dalam raihan medali. Para atlet dari Jawa Tengah ini berhasil meraih medali emas sebanyak 10, 15 medali perak serta 27 medali perunggu.

Sebagai informasi, PON XIX ini telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BBLA). Dalam pesta olahraga nasional itu terdapat 19 atlet legenda serta berprestasi yang juga ikut dalam deville di antara 34 kontingen tersebut.

Bangga rasanya dengan saya kuliah di UNNES memiliki teman seperkuliahan yang mampu berprestasi dalam ajang nasional se-Indonesia ini. Semoga prestasi dari Yusuf Widiyanto dan Puja Riyaya dapat menjadi cambuk semangat bagi saya dan teman-teman untuk lebih giat lagi dalam mengejar prestasi.

Kuliah di Unnes Makin Mudah dengan Tambahan 620 Kuota Beasiswa Bidikmisi

bidikmis unnesKuliah makin mudah | Anggapan pada zaman dulu yang mengatakan “untuk apa kuliah, biayanya itu mahal semahal tingginya langit” sekarang sudah tidak terbukti lagi. Hal ini berbarengan dengan adanya program pemerintah, yaitu beasiswa Bidikmisi.

UNNES sebagai salah satu universitas terbaik indonesia berkesampatan mendapatkan kuota tambahan bidikmisi sebanyak 620 kuota.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberi tambahan 620 kuota Bidikmisi kepada Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mengantisipasi kecurangan, tim Bidikmisi Unnes pun melakukan verifikasi ke rumah calon penerima.

“Khusus peserta Bidikmisi, kami datangkan tim untuk verifikasi ke rumah masing-masing pendaftar agar mengetahui langsung keadaan ekonomi keluarganya. Apakah benar-benar tergolong keluarga tidak mampu dan berhak mendapatkan beasiswa atau tidak,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Unnes, Prof Dr Rustono, dinukil dari laman Unnes, Selasa (23/8/2016).

Rustono memastikan, seleksi penerima beasiswa Bidikmisi akan berlangsung ketat. Hal ini bertujuan supaya kuota Bidikmisi yang diberikan tepat sasaran.

“Jika ada yang terbukti memanipulasi data, seperti kartu keterangan tidak mampu yang sengaja dibuat sedangkan sebenarnya termasuk keluarga berkecukupan, itu akan dibatalkannya status penerima Bidikmisi. Mereka wajib membayar biaya kuliah seperti yang lain,” tegasnya.

Salah satu mahasiswa yang rumahnya dikunjungi oleh tim Bidikmisi, yakni Albaitsul Hakim Al’adl. Awalnya, mahasiswa Jurusan Tenik Mesin Fakultas Teknik ini kaget lantaran kunjungan dilakukan secara tiba-tiba.

Hakim menceritakan, sang ayah, Ahmad Munif diminta menjawab beberapa pertanyaan dari Prof Dr Rustono. Adapun pertanyaan tersebut mencakup pekerjaan dan pendapatan yang dimiliki sehari hari.

“Saya bekerja di bengkel, Pak,” jawab Munif.

Rustono kemudian menanyakan apakah penghasilan Munif tersebut cukup untuk membiayai kuliah anaknya. Munif lalu menjawab jika kebutuhan sehari-hari saja belum tentu cukup terpenuhi.

“Ya tidak pak, untuk kehidupan sehari-hari saja kami kesulitan. Kami berharap Hakim mendapatkan beasiswa Bidikmisi,” tandas warga Tugurejo, Kota Semarang tersebut.

Semoga dengan adanya bidikmisi ini semakin meringankan beban orang yang tidak mampu untuk kuliah, dan saya juga berharap dengan pengawasan yang ketat ini akan semakin meminalisir angka kecurangan dalam memanfaatkan bidikmisi.