SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Pengelolaan fasilitas kampus berbasis Green Technology bagian 2 #3
Nov 29th, 2015 by AHMAD SULAIMAN

Tema : Membangun Rumah Ilmu untuk Mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi. #3

 


Lanjutan post Pengelolaan fasilitas kampus berbasis Green Technology bagian 1 #2

 

  1. Energi Bersih

Program energy bersih berkaitan dengan penggunaan sumber daya terbarukan dan nonfosil. Di Unnes telah dikembangkan pemanfaatan energy matahari sebagai sumber energy lampu, dan juga di fakultas teknik Unnes sendiri juga dikembangkan penelitian-penelitian sebagai  solusi untuk menggantikan bahan bakar fosil dengan bahan bakar ramah lingkungan yang terbarukan

  1. Seni Budaya

Bersamaan dengan upaya konservasi secara ekologis, penguatan pada aspek sikap dan perilaku pad segenap warga universitas serta lingkungan disekitarnya yang mencerminkan nilai konservasi menjadi program konservasi di budang budaya. Hal ini ditujukan agar terciptanya karakter yang berwawasan konservasi yang unggul serta berbudaya luhur.

Saat ini sedang dibangun Kampung Budaya sebagai wadah bagi mahasiswa dalam upaya menjaga nilai-nilai budaya bangsa dan kreativitas mahasiswa.

Jpeg

Penanaman pohon pada Hari Bumi 22 April 2015.

  1. Kaderisasi Konservasi

Program ini merupakan upaya peningkatan kader konservasi baik di lingkungan UNNES maupun masyarakat sekitar UNNES. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah penjaringan kader, pelatihan kader melalui pendidikan konservasi, sosialisasi, dan memperluas kerjasamadengan pihak terkait dengan kegiatan konservasi dan lingkungan hidup. salah satunya merupakan gerakan penanaman pohon yang telah dilakukkan rutin guna mengajak dan sebagai pelopor penghijauan.

 

 

  1. Kebijakan Nir Kertas

Pemanfaatan Teknologi Informasi di lingkungan Unnes diharapkan mampu membuka peluang mengurangi secara signifikan penggunaan kertas dalam surat menyurat dan dokumentasi melalui Paperless Policy.

Dengan kata lain kebijakan nir kertas merupakan program meminimalisasi penggunaan kertas dengan memanfaatkan teknologi informasi yang dimiliki UNNES, antara lain dengan penggunaan system-sistem pembelajaran dan registrasi akademik berbasis online.

  1. Pengolahan Limbah

Program pengelolaan limbah ini melputi daur ulang kertas, plastik, logam/kaleng, pengolahan limbah laboratorium, dan pengolahan bunga/daun kering. Saat ini terdapat rumah kompos sebagai upaya pengelolaan limbah menjadi kompos.

Dengan pengadaan program diatas diharapkan kita sebagai agent of change dan dalam rangka penerapan tri darma perguruan tinggi juga tonggak utama pelestarian lingkungan untuk kelangsungan generasi mendatang.


“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

 

Pengelolaan fasilitas kampus berbasis Green Technology bagian 1 #2
Nov 29th, 2015 by AHMAD SULAIMAN

Logo Transparan Warna

Logo Unnes.

Tema : Membangun Rumah Ilmu untuk Mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi. #2


Green Technology atau dalam Bahasa Indonesia Teknologi Hijau merujuk kepada pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan alam semula jadi dan meminimumkan atau mengurangkan kesan negatif daripada aktiviti manusia. Menurut KBBI istilah “Teknologi” merujuk pada penerapan metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis, sedangkan kata “hijau” sering digunakan sebagai segala sesuatu yang bersifat alami, ramah lingkungan, menyatu dengan alam.  Teknologi Hijau mulai semakin digalakkan karena permasalahan lingkungan yang saat ini semakin memprihatinkan, mulai dari pencemaran lingkungan dan pemanasan global yang menyebabkan pencairan es dikutub serta meningginya permukaan air laut yang dikhawatirkan akan “menenggelamkan” dunia yang kita tempati saat ini. Oleh karena itu Teknologi Hijau menjadi acuan dalam penerapan teknologi sekarang ini sebagai upaya pencegahan perusakan lingkungan dan mengurangi efek pemanasan global.

Unnes sebagai Universitas berwawasan konservasi turut andil dalam upaya pencegahan efek pemanasan global ini dengan mengembangkan nilai-nilai konservasi yang terdapat pada 7 pilar konservasi Unnes antara lain:

 

 

  1. Arsitektur Hijau dan Transportasi Internal

Arsitektur hijau  merupakan istilah yang mengacu pada bangunan atau lingkungan yang bisa mengurangi atau melakukan efisiensi sumber daya, mampu menjaga keselamatan, keamanan dan kesehatan penghuninya dalam mengembangkan produktivitas penghuninya, mampu mengurangi sampah, polusi dan kerusakan lingkungan.

Di lingkungan Unnes, telah ada fasilitas-fasilitas terkait arsitektur hijau ini antara lain penyediaan jalur pejalan kaki, lampu bertenaga surya, penataan gedung dan area hijau dan sebagainya. Transportasi yang ramah lingkungan seperti bus kampus juga pernah diberlakukan, meski saat ini sudah ditiadakan. Hal ini bertujuan membentuk budaya ramah lingkungan pada lingkungan kampus.

  1. Biodiversitas

Unnes yang terletak di daerah perbukitan yang masih berupa tutupaan hijau yang masih lebat dengan topografi yang beragam memiliki tingkat keanekaragaman hayati (biodiversity)  tinggi. Saat ini telah dikembangkan “Taman Keanekaragaman Hayati” di sebelah selatan auditorium yang meliputi program penghijauan dan perkembangbiakan kupu-kupu.

(Bersambung).


“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Unnes sebagai pencetak Sumber daya Manusia yang berwawasan konservasi #1
Nov 23rd, 2015 by AHMAD SULAIMAN

Tema :

Membangun Rumah Ilmu untuk Mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi.


 

        Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai penyelenggara program pendidikan akademik dan vokasi juga dikenal sebagai universitas berwawasan konservasi, sesuai yang tercantum pada Peraturan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Tata Kelola Kampus Berbasis Konservasi Di Universitas Negeri Semarang yang menyatakan bahwa Universitas Negeri Semarang sebagai Universitas konservasi yang dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat memiliki konsep yang mengacu pada prinsip-prinsip konservasi (perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari) baik konservasi terhadap sumber daya alam, lingkungan, seni dan budaya.

Jpeg

Kegiatan penanaman pohon di Waduk Jatibarang, gunung pati pada Hari Bumi 22 April 2015.

        Dengan demikian, dalam penyelenggaran pendidikan dan juga Tri Darma Perguruan Tinggi, Unnes juga membentuk sumber daya manusia yang cerdas, unggul, dan berwawasan konservasi. beberapa agenda kegiatan yang diselenggarakan unnes yang berkaitan dengan upaya konservasi juga sudah dilakukan antara lain penerapan jam konservasi, kegiatan penanaman pohon didaerah gersang , dan upaya penghijauan lain masih terus diupayakan sampai saat ini. Dengan pembinaan mahasiswa dengan kegiatan yang dilakukan ini diharapkan agar kita sebagai agen perubahan dapat menjadi tonggak utama dalam melestarikan budaya konservasi ini.

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar