Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat

August 5, 2018 in Bisnis | Comments (0)

Tags: , ,

Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat – Presiden Joko Widodo mengharapkan Amerika Serikat mempertahankan fasilitas GSP (Generalized System of Preferences) yang diterima Indonesia. Hal itu dinyatakan Menlu Retno Marsudi usai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Menlu AS Mike Pompeo di Istana Merdeka pada Minggu (05/08).

Perang dagang terkait tarif bukan hanya terjadi antara Washington dan Beijing, tetapi Trump juga mengkaji ulang keringanan bea masuk ekspor sejumlah produk. Indonesia dipandang memiliki berbagai hal yang bisa dimainkan, termasuk mengalihkan ekspor ke negara lain yang lebih menguntungkan, misalnya Cina.

Pada bulan April, Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan sedang meninjau kembali kelayakan Indonesia, India dan Kazakhstan terkait fasilitas GSP. GSP adalah keringanan bea masuk ekspor terhadap sembilan produk Indonesia antara lain kayu lapis, tekstil, dan tembakau. Dengan fasilitas GSP, Indonesia menerima keringanan tarif ekspor hingga sekitar $1.8 miliar (Rp. 25 triliun) per tahun. Total ekspor Indonesia selama 2017 mencapai $17.8 miliar (Rp. 250 triliun) dengan $9.7 miliar (Rp. 140 miliar) surplus perdagangan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menlu Retno Marsudi bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross di Washington pada bulan Juli dan sepakat untuk menaikkan nilai perdagangan tahunan AS-Indonesia menjadi $50 miliar (Rp. 720 triliun).

Pertemua itu membuka kesempatan Indonesia dikecualikan dari tarif impor baja 25% dan 10% almunium yang dikenakan Amerika Serikat dalam usaha proteksionisme. Lukita juga mengatakan Pompeo telah menyetujui perlunya meningkatkan hubungan ekonomi dan meningkatkan kemitraan strategis kedua negara.


Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco