Kantor Bertata Ruang Terbuka

August 6, 2018 in Uncategorized | Comments (0)

Tags: , , , , ,

Keinginan untuk meningkatkan interaksi dan kolaborasi antara karyawan mendorong banyak perusahaan menerapkan tata ruang kantor terbuka. Namun sebuah penelitian baru menemukan kecenderungan bahwa karyawan di kantor terbuka menghabiskan waktu kurang dari 73% untuk interaksi tatap muka, sementara penggunaan surat elektronik (surel) dan pesan singkat meningkat sebanyak lebih dari 67%.

Studi tersebut untuk pertama kalinya mengamati dampak kantor bertata ruang terbuka dengan mengukur komunikasi secara objektif. Para peneliti menggunakan lencana elektronik dan mikrofon untuk memantau interaksi di antara karyawan dan melacak perubahan dalam penggunaan surel.

Temuan mereka mendukung penelitian sebelumnya yang menemukan antara lain, bahwa lingkungan kerja dengan tata ruang terbuka mengurangi kemampuan karyawan untuk fokus dan berkonsentrasi pada pekerjaan mereka.

Dalam teori, ada beberapa alasan bagus untuk mengadopsi tata ruang terbuka. Lingkungan sosial memainkan peran besar dalam kemampuan kita untuk menjadi proaktif dan termotivasi. Kesuksesan di tempat kerja modern seringkali ditentukan oleh seberapa baik para individu berinteraksi dengan satu sama lain dan dengan organisasi.

Penelitian menunjukan bahwa waktu yang dihabiskan karyawan untuk ‘kegiatan kolaboratif’ telah ‘meningkatkan sebanyak 50% atau lebih’ dalam dua dekade terakhir. Tempat kerja yang memfasilitasi kontak yang lebih sering dan lebih berkualitas dengan orang lain telah terbukti meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dalam tugas, kepuasan kerja, dan dukungan sosial. Desain tempat kerja memengaruhi semua tu secara signifikan dengan mendukung atau menjauhkan karyawan dari saling ketergantungan.

Membangun kebersamaan yang kuat merupakan faktor kunci keberhasilan layanan ruang kerja bersama, WeWork. Perasaan tersebut dicapai sebagai besarnya melalui kondisi fisik lingkungan kerja, ruangan bersih, lorong sempit, dapur umum, dan sejenisnya.

Penelitian menunjukan bahwa ketika karyawan tidak dapat berkonsentrasi mereka cenderung kurang komunikasi. Mereka bahkan bisa menjadi tidak peduli pada rekan-rekan. Pekerjaan berbasis-pengetahuan mengharuskan karyawan untuk mengerjakan tugas-tugas tertentu dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan membuat keputusan menggunakan berbagai sumber informasi. Ketika salah satu proses kognitif ini terganggu, inefisiensi dan kesalahan meningkat.

Penelitian menunjukan tata ruang yang buruk bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, yaitu meningkatkan beban kognitif pada pekerja melalui kepadatan atau rendahnya privasi. Dua akibat itu meningkatkan distraksi.


Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco