Nov 11

Beli buku pasti dapat sampulnya

              Kita harus menganggap bahwa akhirat adalah sebuah buku yang isinya istimewa, banyak ilmu-ilmu di dalamya, karena isinya mempunyai nilai yang lebih tinggi, dan kehidupan dunia adalah sampulnya. Maka kita harus mempunyai filosofi: kalau mambeli buku pasti, mendapat sampulnya. Kalau kita mengutamakan persoalan akhirat (ibadah) , pasti allah swt., akan mencukupi urusan dunia kita. Asalkan kita tetap berikhtiar, berdoa,dan tawakal dan menyerahkan semua hasil akhir yang akan terjadi kepada allah swt. Yakinlah seyakin-yakinya, itu sudah pasti, tidak mungkin tidak!!

Nabi muhammad saw,. Bersabda:

“barang siapa yang menjadikan beberapa cita-citanya pada satu cita-cita (tentang akhirat), maka allah akan mencukupi apa-apayang ia cita-citakan dari urusan dunia dan akhirat”. (HR.Al-Hakim)

              Tapi sebaliknya, jika kita hanya membeli sampul, tidak mungkin akan mendapat bukunya. Jadi, bagi pembaca yang selama ini selalu sibuk dengan urusan dunia semata, dan melupakan atau menunda ibadah wajib dan sunah, sadarlah bahwa selama ini pembaca hanya membeli selembar sampul buku yang tidak ada harganya! Maka pembaca tidak akan mendapatkan kesuksesan di akhirat nanti. Oleh sbab itu, mulailah dari sekarang di ubah cara pandng kita, bahwa anda harus membeli buku, janngan hanya sampulnya.

sukses dunia akhirat

              alangkah bahagianya sebagai manusia yang hidup di dunia yang hanya sementar ini, kita berhasil mengemban misi ibadah ini dengan sukses. Namun di era globalisasi ini, ibadah juga memerlukan biaya yang tidak sedikit, contohnya sedekah, haji, umroh, menyantuni anak yatim dan fakir miskin, membangun masjid, dan sarana ibadah lainya. Mamka diwajibkan bagi orang muslim untuk menjadi kaya, agar bisa memberikan manfaat bagi umat manusia.

Maka jangan sampai anda salah kaprah, dalam menetapi filosofi ibadah tersebut dengan meremehkan urusan dunia. Carilah dunia untuk bekal mempersiapkan akhiratmu. Jadilah orang yang kaya namun jangan kaya dan kufur pada Allah Swt., seperti Raja Fir’aun yang akhirnya di tenggelamkan di laut merah. Jangan pula menjadi kaya, lantas lupa untuk selalu beribadah kepada Allah Swt., seperti Qorun yang akhirnya seluruh kerajaan dan hartanya di perosokan ke dalam bumi oleh Allah Swt. Jadilah orang yang kaya yang barokah, yang bermanfaat bagi, keluarga, masyarakat, agama,dan bangsa. Jadilah orang kaya seperti Nabi Sulaiman, Abdurahman Bin Auf, dan Siti Khadijah yang menggunakan kekayaanya untuk berjuang di jalan Allah Swt., dan kemaslahatan umat muslim.

sumber: “7 mukjizat finansial” karya Hamry Gusman Zakaria

Mei 19

HAM dan KEBEBASAN BERTANGGUNGJAWAB

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia. Hak bersifat asasi, artinya hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya. Jadi, hak asasi manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. HAM merupakan hak yang tidak dapat diabaikan, dan tidak dapat digganggu gugat oleh siapapun karena HAM bersifat kodrati dan berlaku sepanjang hidup manusia.
sejarah perkembangan HAM bermula dari kawasan Eropa. dimulai dengan lahirnya Magna Charta di Inggris pada 15 Juni 1215, Revolusi Amerika (1776), dan Revolusi Prancis (1789). Perkembangan HAM selanjutnya ditandai dengan perumusan Deklarasi Universal HAM (DUHAM) yang dikukukan oleh PBB dalam Universal Declaration of Human Rights (UDHR) pada tanggal 10 Desember 1948.
Bagi bangsa Indonesia, melaksanakan Hak Asasi Manusia bukan berarti melaksanakan dengan sebebas-bebasnya, melainkan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD 1945.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)?
2. Apa landasan hukum penegakan HAM di Indonesia ?
3. Permasalahan dan Penegakan HAM di Indonesia
4. Apa saja contoh-contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia sejak manusia lahir yang tidak dapat diganggu gugat dan bersifat tetap. kita sebagai warga negara yang baik tentunya haruslah saling menghormati satu sama lain dengan tidak membedakan ras, agama, golongan, jabaatan ataupun status sosial.

Pengertian HAM atau Hak Asasi Manusia (Human Rights) HAM adalah hak fundamental yang tak dapat dicabut yang mana karena ia adalah seorang manusia. Jack Donnely, mendefinisikan hak asasi tidak jauh berbeda dengan pengertian di atas. Hak asasi adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai manusia dan hak itu merupakan pemberian dari tuhan yang maha esa. Sementara menurut John Locke, Hak Asasi Manusia adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat. John Locke menjelaskan bahwa HAM merupakan hak kodrat pada diri manusia yang merupakan anugrah atau pemberian langsung dari tuhan YME.

Sacara formal konsep mengenai Hak Asasi Manusia lahir pada tanggal 10 Desember 1948, ketika PBB memproklamirkan Deklarasi Universal HAM. Yang didalamnya memuat 30 pasal, yang kesemuanya memaparkan tentang hak dan kewajiban umat manusia.Adapun isi dalam mukadimah Deklarasi Unuversal tentang HAM oleh PBB adalah:

1. pengakuan atas martabat dan hak-hak yang sama bagi semua anggota keluarga, kemanusiaan dan keadilan didunia.
2. mengabaikan dan memandang rendah hak asai manusia akan menimbulkan perbuatan yang tidak sesuai dengan hati nurani umat manusia.
3. hak – hak manusia perlu dilindungi oleh peraturan hokum
4. persahabatan antara Negara-negara perlu dianjurkan
5. memberikan hak-hak yang sama baik laki-laki maupun perempuan
6. memberi penghargaan terhadap pelaksanaan hak-hak manusia dan kebebasan asa umat manusia
7. melaksanakan hak-hak dan kebebasan secara tepat dan benar.

B. Landasan Hukum Penegakan HAM di Indonesia

Bangsa Indonesia mempunyai pandangan dan sikap mengenai hak asasi manusia yang bersumber dari ajaran agama, nilai moral universal dan nilai luhur budaya bangsa, serta berdasarkan pada pancasila dan undang undang dasar 1945. Pengakuan, jaminan , dan perlindungan Hak asasi manusia diatur dalam beberapa peraturan peraturan berikut:
1. Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.
2. UU No. 5 Tahun 1998 tentang pengesahan Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia).
3. Keppres No. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.
4. Keppres No. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia.
5. Inpres No, 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Pro¬gram, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemenintahan.
6. UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
7. UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.
8. Amandemen kedua UUD 1945 (2000) Bab XA Pasal 28A — 28J mengatur secara eksplisit Pengakuan dan Jaminan Perlindungan Terhadap Hak Asasi Manusia.

C. Permasalahan dan contoh penegakan HAM di Indonesia
Setiap manusia selalu memiliki dua keinginan, yaitu keinginan berbuat baik, dan keinginan berbuat jahat. Keinginan berbuat jahat itulah yang menimbulkan dampak pada pelanggaran hak asasi manusia, seperti membunuh, merampas harta milik orang lain, menjarah dan lain-lain. Pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi dalam interaksi antara aparat pemerintah dengan masyarakat dan antar warga masyarakat. Namun, yang sering terjadi adalah antara aparat pemerintah dengan masyarakat.
Menurut Pasal 1 Angka 6 No. 39 Tahun 1999 yang dimaksud dengan pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
Apabila dilihat dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia, ada beberapa peristiiwa besar pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dan mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat Indonesia, seperti :
a. Kasus Tanjung Priok (1984)
Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan warga sekitar yang berawal dari masalah SARA dan unsur politis. Dalam peristiwa ini diduga terjadi pelanggaran HAM dimana terdapat rarusan korban meninggal dunia akibat kekerasan dan penembakan.
b. Kasus terbunuhnya Marsinah
Marsinah adalah salah satu korban pekerja dan aktivitas yang hak-hak pekerja di PT Catur Putera Surya, Porong Jawa Timur. Dia meninggal secara mengenaskan dan diduga menjadi korban pelanggaran HAM berupa penculikan, penganiayaan dan pembunuhan.
c. Kasus terbunuhnya wartawan Udin dari harian umum bernas (1996)
Wartawan Udin (Fuad Muhammad Syafruddin) adalah seorang wartawan dari harian Bernas yang diduga diculik, dianiaya oleh orang tak dikenal dan akhirnya ditemukan sudah tewas.
d. Peristiwa Aceh (1990)
Peristiwa yang terjadi di Aceh sejak tahun 1990 telah banyak memakan korban, baik dari pihak aparat maupun penduduk sipil yang tidak berdosa. Peristiwa Aceh diduga dipicu oleh unsur politik dimana terdapat pihak-pihak tertentu yang menginginkan Aceh merdeka.
e. Peristiwa penculikan para aktivis politik (1998)
Telah terjadi peristiwa penghilangan orang secara paksa (penculikan) terhadap para aktivis yang menurut catatan Kontras ada 23 orang (1 orang meninggal, 9 orang dilepaskan, dan 13 orang lainnya masih hilang).
f. Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998)
Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998 (4 mahasiswa meninggal dan puluhan lainnya luka-luka). Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998 (17 orang warga sipil meninggal) dan tragedi Semanggi II pada 24 September 1999 (1 orang mahasiswa meninggal dan 217 orang luka-luka).
g. Peristiwa kekerasan di Timor Timur pasca jejak pendapat (1999)
Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia menjelang dan pasca jejak pendapat 1999 di timor timur secara resmi ditutup setelah penyerahan laporan komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia – Timor Leste kepada dua kepala negara terkait.

h. Kasus Ambon (1999)
Peristiwa yang terjadi di Ambon ni berawal dari masalah sepele yang merambat kemasala SARA, sehingga dinamakan perang saudara dimana telah terjadi penganiayaan dan pembunuhan yang memakan banyak korban.
i. Kasus Poso (1998 – 2000)
Telah terjadi bentrokan di Poso yang memakan banyak korban yang diakhiri dengan bentuknya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKAUB) di kabupaten Dati II Poso.
j. Kasus Dayak dan Madura (2000)
Terjadi bentrokan antara suku dayak dan madura (pertikaian etnis) yang juga memakan banyak korban dari kedua belah pihak.

k. Kasus TKI di Malaysia (2002)
Terjadi peristiwa penganiayaan terhadap Tenaga Kerja Wanita Indonesia dari persoalan penganiayaan oleh majikan sampai gaji yang tidak dibayar.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Setiap manusia selalu memiliki dua keinginan, yaitu keinginan berbuat baik, dan keinginan berbuat jahat. Keinginan berbuat jahat itulah yang menimbulkan dampak pada pelanggaran hak asasi manusia, seperti membunuh, merampas harta milik orang lain, menjarah dan lain-lain. Sebagaimana Indonesia yang menjadi Negara hukum Melaksanakan Hak Asasi Manusia bukan berarti melaksanakan dengan sebebas-bebasnya, melainkan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD 1945.
2. Daftar Pustaka:
1. http://manusiapinggiran.blogspot.com/2013/01/pengertian-ham-atau-hak-asasi-manusia.html
2. http://brainly.co.id/tugas/378977
3. http://kasusham.blogspot.com/
4. http://rakaraperz.blogspot.com/2014/08/contoh-kasus-pelanggaran-ham.html
5. http://winneragi.blogspot.com/2013/07/pengertian-hak-asasi-manusia-dan.html

lampiran:
1. Bom Bali I ( 12 Oktober 2002 )

Bom Bali terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002 di kota kecamatan Kuta di pulau Bali, Indonesia, mengorbankan 202 orang dan mencederakan 209 yang lain, kebanyakan merupakan wisatawan asing. Peristiwa ini sering dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.

2. Tragedi Trisakti

3. Peristiwa Tanjung Priok

Apr 28

hakikat penddidikan

BAB 1
PENDAHULU

1.1 Latar Belakang
Kita sepakat bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang tidak asing bagi kita, terlebih lagi karena kita bergerak di bidang pendidikan. Juga pasti kita sepakat bahwa pendidikan diperlukan oleh semua orang. Bahkan dapat dikatakan bahwa pendidikan ini dialami oleh semua manusia dari semua golongan. Tetapi seringkali orang melupakan makna dan hakikat pendidikan itu sendiri. Layaknya hal lain yang sudah menjadi rutinitas, cenderung terlupakan makna dasar dan hakikatnya.
Karena itu benarlah kalau dikatakan bahwa setiap orang yang terlihat dalam dunia pendidikan sepatutnyalah selalu merenungkan makna dan hakikat pendidikan, merefleksikannya di tengah-tengah tindakan/aksi sebagai buah refleksinya.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana cara menerapkan konsepsi pendidikan ?
1.2.2 Bagaimana cara menerapkan ilmu pendidikan sebagai ilmu yang bersifat deskriptif – normatif ?
1.2.3 Bagaimana cara menerapkan ilmu pendidikan sebagai ilmu yang bersifat teoretis dan praktispragmatis ?
1.2.4 Bagaimana cara menerapkan ilmu pendidikan sebagai suatu sistem ?

1.3 Tujuan
1.3.1 Dapat menerapkan konsepsi pendidikan.
1.3.2 Dapat menerapkan ilmu pendidikan sebagai ilmu yang bersifat deskriptif – normatif.
1.3.3 Dapat menerapkan ilmu pendidikan sebagai ilmu yang bersifat teoretis dan praktispragmatis.
1.3.4 Dapat menerapkan ilmu pendidikan sebagai suatu sistem.

BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Konsep Dasar dan Pengertian Pendidikan

1.1.1 Pendidikan dalam pendekatan ruang dan waktu
Secara sistematis, konsep dasar pendidikan itu ekuivalen dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Sementara prosesnya, kejadiannya, merupakan hasil dari waktu. Strukturya sebagai berikut,

Secara hakikat, berkaitan dengan judul bab yang dibahas, konsep dan tujuan pendidikan merupakan sama. Merupakan permulaan dan hasil akhir, dimana faktanya hanya bisa dirasakan oleh yang mengalami.

Konsep, proses dan tujuan pendidikan tinggal dalam ruang hidup manusia. Pendidikan bukan hanya ada disekolah, namun juga di rumah, di lingkungan masyarakat, di setiap sudut kehidupan. Artinya, selama masih ada ruang dan waktu, pendidikan tidak terelakkan dan pasti terjadi, baik itu diusahakan dengan sistem ataupun dibiarkan berkembang secara alami.

1.1.2 Asal mula pendidikan
Mahluk apakah pendidikan itu? Pendidikan adalah kata benda yang bersifat kontinyu. Pendidikan ada pada manusia, hanya terjadi pada manusia dan karena manusialah pendidikan itu ada. Seolah-olah kita manusia, sebagai mahluk, secara sengaja maupun tidak sengaja menciptakan mahluk baru yang bernama “pendidikan”. Selama seseorang masih hidup pendidikannya tidak akan berakhir. hal ini sering diistilahkan sebagai pendidikan sepanjang hayat.
1.1.2.1 Penciptaan pendidikan sebagai sistem masyarakat
Manusia sengaja membuat sistem pedidikan dikarenakan kaitannya erat dengan cara manusia menjalani kehidupan. Bisa dibilang, pendidikan adalah perantara manusia untuk memberitahu manusia lain tentang cara menjalani kehidupan. Tentang persetujuan dalam norma, nilai, adat dan kebiasaan yang berlaku. Hal ini menyebabkan pendidikan dipandang sebagai hal yang harus diperoleh manusia.
1.1.2.2 Penciptaan pendidikan sebagai mindset personal
Makna sebuah kalimat “Anak itu didik oleh alam” bukan berarti anak itu benar- benar dididik oleh alam, melainkan anak itu menyimpulkan. membentuk mindsetnya sendiri dari kenyataan yang ia rasakan dan saksikan di alam. Bisa dikatakan, dia mendidik dirinya sendiri. Namun, dalam konteks ilmu kependidikan, istilah “mendidik diri sendiri” tidak termasuk dalam kategori “mendidik” melainkan diartikan sebagai “pemahaman”. Sementara yang disebut “pendidikan” dalam konteks ini adalah proses dimana ada yang mendidik dan ada yang dididik. Dapat ditegaskan bahwa dalam konteks ilmu kependidikan, poin kedua ini tidak ada.
Pendidikan sendiri memiliki tujuan yang lebih dari sekedar mengajar atau melatih. Jika melatih diartikan sebagai aktivitas memberikan keterampilan, sedang mengajar berarti menyampaikan ilmu pengetahuan, maka mendidik berarti membentuk mindset untuk menyikapi proses dan hasil dari pelatihan dan pengajaran itu sendiri.
1.1.3 Pengertian Pendidikan
Pengertian pendidikan tidak lepas dari konsep dan perspektif. Membuat sebuah pengertian dari penjabaran konsep sama saja dengan mengulang konsep itu sendiri, hanya saja lebih singkat. Konsep itu dipelajari oleh ahli dan diterjemahkan menurut persepsi masing- masing. Berikut beberapa pengertian pendidikan menurut ahli.
a. Ki Hajar Dewantara menyatakan, bahwa pendidika umunya berarti day aupaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin , karakter), pikiran(intelek), dan tubuh anak.
b. John Dewey dalam bukunya Democracy and Education menyebutkan, bahwa pendidikan adalah proses yang berupa pengajaran dan bimbingan, bukan paksaan, yang terjadi karena adanya interaksi dengan masyarakat.

1.2 Ilmu pendidikan sebagai ilmu yang bersifat deskriptif – normatif
Ilmu ini berhubungan dengan siapakah “manusia” itu. Ilmu ini termasuk dalam bidang filsafat yaitu filsafat antropologi, pada pandangan ini ilmu filsafat antropologi sangat berpengaruh besar pada konsep – konsep serta praktik – praktik pada manusia itu sendiri karena nilai nilai ini sangat dijunjung tinggi oleh seorang pendidik. Nilai – nilai ini pun dijadikan sebagai norma untuk menentukan ciri – ciri manusia yang ingin dicapai melalui praktik perndidikan.Tetapi ilmu ini tidak diperoleh dari praktik dan pengalaman saja, secara normatif ilmu ini berasal dari norma masyarakat, norma filsafat, pandangan hidup, dan keyakinan pada diri kita masing – masing.
Untuk menjelaskan bahwa sistem nilai menjadi norma bagi pendidikan, maka dibawah ini disajikan beberapa uraian sebagai berikut :
a) Kenapa bangsa yunani kuno sangat mementingkan pendidikan?karena pendidikan dapat membentuk warga negara yang kuat dan dalam dunia pendidikan bangsa ini lebih mengutamakan pendidikan jasmani karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Dapat kita pahami mengapa bangsa yunani beranggapan demikian, bangs a yunani ini terdiri dari banyak negara, banyak sekali terjadi peperanga antar negara sehingga mengalami ketegangan dan memerlukan kemampuan untuk mengatasi kesulitan itu, dari uraian di atas jelas bahwa sistem nilai yang menjunjung tinggi aspek jasmani telah memberi corak “deskritif – normatif” (menggambarkan norma norma yang diharapkan) .

b) Pada abad ke-17, 18, 19 di Eropa Barat mempunyai pandangan tentang manusia :
Manusia adalah Makhluk berpikir (Homo Sapiens), akal sebagai pangkal tolak. Orang – orang sangat menjunjung tinggi akal, baik teoretis maupun akal praktis. Dengan pengetahuan manusia dapat berbuat baik dalam pengertian sempurna. Maka pengetahuan dijadikan norma pelaksanaan pendidikan.

c) Kebenaran itu terletak pada kenyataan yang praktis. Apa yang berguna untuk diri itu adalah benar. Segala yang sesusi dengan praktik itu adalah benar. Pandangan ini sangat berpengaruh dalam psikologi dan menghasilkan metode – metode mendidik dangan cara mendrill dan pelatihan yang pada akhirnya menghasilkan manusia sebagai mesin yang berdasarkan respons terhadap stimulus

Dari ketiga uraian diatas tampak jelas, nilai – nilai yang dijunjung tinggi oleh pandangan manusia, atau bangsa itulah yang dijadikan norma atau kriteria untuk mendidik.
Dengan demikian ilmu pendidikan diarahkan kepada perbuatan yang bertujuan baik. Tujuan itu ditentukan oleh nilai yang dijunjung tinggi pada seseorang. Sedangkan nilai itu sendiri merupakan ukuran yang bersifat normatif, maka dapat kita tegaskan bahwa ilmu pendidikan adalah ilmu yang bersifat normatif.

1.3 Ilmu pendidikan sebagai ilmu yang bersifat teoretis dan praktispragmatis
1.3.1 Ilmu Pendidikan Sebagai Ilmu yang Bersifat Teoritis dan Praktis

Ilmu pendidikan adalah termasuk ilmu pengetahuan empiris yang diangkat dari pengalaman pendidikan.Kemudian disusun secara teoritis untuk digunakan secara praktis.Dengan menempatkan kedudukan lmu pendidikan didalam sistematika ilmu pengetahuan.
Ilmu pendidikan bersifat normatif berarti pendidikan juga bersifat praktis karena pendidikan sebagai bahan ajar yang patut dierapkan dalam kehidupan,sehingga pendidik bertugus menanamkan sistem sistem norma tingkah laku manusia yang dibanggakan,dihormati,dan dijunjung tinggi oleh masyarakat(kondisi sebaliknya akan menyebabkan anak dijauhi oleh masyarakat).Secara etis ilmu pendidikan diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan hidup manusia,sebaliknya tindakan yang ditujukan untuk menistaakn atau melarakan manusia dikatan diluar perbuatan mendidik.
Dalam ilmu mendidik teoritis para cerdik cendikiawan pandai mengatur dan mensistemkan didalam pemikiran masalah yang tersusun sebagai pola pemikiran pendidikan.Jadi dri ppraktek-praktek teoritis inilh pendidikan disusun secara teoritis .Dan pemikiran pemikiran teoritis inilah yang disusun dalam suatu sistem pendidikan yang biasa disebut imu mendidik teoritis.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan sebagai ilmu praktis adalah suatu praktek pendidikan untuk mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam mencari pengetahuan.Pendidikan sebagai ilmu teoritis adalah pendidikan dilaksanakan berdasarkan teori yang sudah ada untu mempermudah jalannya pendidikan.
1.3.2 Ilmu Pendidikan Sebagai Ilmu yang Bersifat Pragmatis

Pragmatis adalah sebuah konsep yang lebih mementingkan sisi kepraktisan dibanding sisi manfaat.Dengan kata lain pragmatis adalah sesutu hal yang lebih mementingkan hasil akhir ketimbang nilai nilai yang dianut oleh masyarakat.

Contoh Pragmatis adalah :
konsep permainan bola pragmatis yaitu permainan bola yang hanya bertujuan untuk manghasilkan poin atau gol tanpa mempertimbangkaan metode ataupun teknik bermain seperti menyerang atau bertahan.
1.3.2.1 Tujuan Pendidikan
Filsuf paragmatisme berpendapat bahwa pendidikan harus mengajarkan seseorang tentang bagaimana berfikir dan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Sekolah harus bertujuan untuk mengembangkan pengalaman-pengalaman yang akan memungkinkan seseorang terarah kepada kehidupan yang baik.

Tujuan-tujuan pendidikan tersebut meliputi:
– Kesehatan yang baik
– Keterampilan-keterampilan dan kejujuran dalam bekerja
– Minat dan hobi untuk kehidupan yag menyenangkan
– Persiapan untuk menjadi orang tua
– Kemampuan untuk bertransaksi secara efektif dengan masalah-masalah sosial

Tambahan tujuan khusus pendidikan di atas yaitu untuk pemahaman tentang pentingnya demokrasi. Menurut pragmatisme pendidikan hendaknya bertujuan menyediakan pengalaman untuk menemukan/memecahkan hal-hal baru dalam kehidupan peribadi dan kehidupan sosial.

1.3.2.2 Kurikulum
Menurut para filsuf paragmatisme, tradisi demokrasi adalah tradisi memperbaiki diri sendiri (a self-correcting trdition). Pendidikan berfokus pada kehidupan yang aik pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Kurikilum pendidikan pragmatisme “berisi pengalaman-pengalaman yang telah teruji, yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Adapun kurikulum tersebut akan berubah
.
1.3.2.3 Metode Pendidikan
Ajaran pragmatisme lebih mengutamakan penggunaan metode pemecahan masalah (problem solving method) serta metode penyelidikan dan penemuan (inquiri and discovery method). Dalam praktiknya (mengajar), metode ini membutuhkan guru yang memiliki sifat pemberi kesempatan, bersahabat, seorang pembimbing, berpandangan terbuka, antusias, kreatif, sadar bermasyarakat, siap siaga, sabar, bekerjasama, dan bersungguh-sungguh agar belajar berdasarkan pengalaman dapat diaplikasikan oleh siswa dan apa yang dicita-citakan dapat tercapai.

1.3.2.4 Peranan Guru dan Siswa
Dalam pembelajaran, peranan guru bukan “menuangkan” pengetahuanya kepada siswa. Setiap apa yang dipelajari oleh siswa haruslah sesuai dengan kebutuhan, minat dan masalah pribadinya. Pragmatisme menghendaki agar siswa dalam menghadapi suatu pemasalahan, hendaknya dapat merekonstruksi lingkungan untuk memecahkan kebutuhan yang dirasakannya.

Untuk membantu siswa guru harus berperan:
a. Menyediakan berbagai pengalaman yang akan memuculkan motivasi. Film-film, catatan-catatan, dan tamu ahli merupakan contoh-contoh aktivitas yang dirancang untuk memunculkan minat siswa.
b. Membimbing siswa untuk merumuskan batasan masalah secara spesifik.
c. Membimbing merencanakan tujuan-tujuan individual dan kelompok dalam kelas guna memecahkan suatu masalah.
d. Membantu para siswa dalam mengumpulkan informasi berkenaan dengan masalah.
e. Bersama-sama kelas mengevaluasi apa yang telah dipelajari, bagaimana mereka mempelajarinya, dan informasi baru yang ditemukan oleh setiap siswa.

1.4 Pendidikan sebagai suatu sistem
Untuk mempermudah pemahaman tentang makna sistem, berikut beberapa definisi sistem dari beberapa ahli:
a. Definition of system by A.D Hall and R.E Fagen is “ a set of objects together with relationships between the objects and between their attributes”. (Satu set objek bersama-sama dengan hubungan antara objek dan antara atribut tersebut).
b. Definition of system by Rocci Luppicini: “the sum total of parts interrelated within one another and the whole structure or organization”. (Jumlah total dari bagian satu sama lain dan seluruh struktur atau organisasi)
c. Campbell (1979:3) menyatakan, sistem merupakan himpunan komponen atau bagian yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan.
d. Johnson dan Rozenweig dalam Amirin (1986:10) menyatakan, sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi , suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan utuh.
e. Shrode dan Voich dalam Amirin (1986:10) dalam menyususn definisi sistem hanya menampilkan unsur-unsurnya saja, yaitu himpunan bagian-bagian yang saling berkaitan, masing-masing bagian bekerja secara mandiri dan bersaam-sama satu sama lain saling mendukung, dalam rangka mencapai tujuan dan terjadi dalam lingkungan yang kompleks.
f. Pendidikan nasional dalam UU No. 20 Tahun 2003 adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Mengacu pada definisi diatas , maka dapat ditarik kesimpulan bahwa didalam sitem terdapat:
1. Komponen-komponen yang dapat dikenali.
2. Komponen-komponen tersebut saling terkait secara teratur.
3. Komponen-komponen tersebut saling ketergantungan satu sama lain.
4. Mekanisme antar komponen saling terkait dan merupakan satu kesatuan organisasi.
5. Kesatuan organisasi tersebut berfungsi dalam mencapai tujuan.
Suatu sistem pada umumnya dibedakan menjadi dua macam yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem tebuka artinya suatu sitem yang berhubungan dengan lingkungannya, komponen-komponennya dibiarkan berhubungan dengan komponen diluar sistem. Sistem tertutup yaitu semua komponennya terisolasi dari pengaruh luar, walaupun didalam kenyataannya tidak dijumpai didalam suatu sistem yang tertutup secara penuh.
Suatu sistem dapat merupakan subsistem dari sistem yang lebih besar atau sebaliknya. Masing-masing subsistem saling terkait satu sama lain dalam rangka mencapai keberhasilan tujuan sebagaimana yang diharapkan. Tiga komponen atau subsistem pokok dalam kegiatan proses pendidikan adalah subsistem masukan, proses dan keluaran. Subsistem masuikann dalam keseluruhan proses pendidikan antara lain terdiri atas sub-subsistem peserta didik dan potensinya. Subsistem proses terdiri atas sub-subsistem pendidik, kurikulum, gedung sekolah, sarana pembelajaran, metode. Subsistem keluaran meliputi hasil belajar yang berupa pengetahuan, sikap, keterampilan.
Setiap komponen yang terdapat di dalam sistem pendidikan seluruhnya harus dapat berfungsi sesuai dengan porsinya. Sehingga pendidikan tidak dapat tercapai apabila hanya ditangani secra parsial, tetapi pendidikan harus digarap secara sistematik yakni penanganannya harus memperhatikan seluruh komponen yang terkait.

BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Hakikat pendidikan adalah upaya sadar untuk mengembangkan potensi yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia dan diarahkan pada tujuan yang diharapkan agar memanusiakan manusia. Hakikat pendidikan ini dapat terwujud melalui proses pengajaran, pembelajaran, pembersihan dan pembiasaan, dan latihan dengan memperhatikan kompetensi kompetensi pedagogi berupa profesi, kepribadian dan sosial.
1.2 Saran
Jangan pernah berhenti mengejar pendidikan karena pengetahuan dan ilmu berasal dari pendidikan

DAFTAR PUSTAKA
file.upi.edu/…/HAKIKAT_PENDIDIKAN.pdf
Juhaya S. Praja, Prof., Dr. 2003. Aliran-aliran Filsafat dan Etika Prenada Media: Jakarta.
Zainuddin, Fananie. 1992. Filsafat Ilmu dan Perkebangannya. Surakarta: Muhammadiyah University Press
Journal Definition of system by A.D Hall and R.E Fagen
Luppicini, R , “A Systems Definition of Educational Technology in Society. Educational Technology & Society” Concordia University, Canada, 2005.

Apr 26

ragam bahasa ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bahasa adalah sarana komunikasi yang digunakan manusia untuk saling memahami. Dengan adanya bahsa, terjadilah interaksi yang akan menimbulkan sosialisasi sebagai akibat dari rasa paham pada maksud dan tujuan setiap individu. Pada saat ini terjadi globalisasi yang sangat pesat yang berpengaruh pada penggunaan bahasa, perubahan gaya hidup, tingkah laku dan lain sebagainya. Dewasa ini,perkembangan bahsa Indonesia baik di kalangan dewasa, anak-anak dan remaja banyak mengalami perubahan yang signifikan seiring dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi dan tingginya tingkat pergaulan. Hal ini menyebabkan lahirnya bahasa pergaulan atau bahasa fikinisasi yang merupakan penyimpangan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan aturan baku.
Bahasa-bahasa yang lahir dari perkembangan IPTEK dan kebudayaan tersebut merupakan bahasa yang tidak baku. Bahasa ini digunakan dpada situasi santai dengan teman, keluarga, dan tulisan-tulisan pribadi. Sedangkan bahasa-bahsa ilmiah merupakan bahsa formal yang dgunakan dalam penulsan karya ilmiah, berdiskusi, pembicaraan di lingkungan formal dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa kita harus memehami dan mengetahui ragam bahasa ilmiah agar dapat memudahkan kita dalam menulis karya ilmiah, berdiskusi, dan menunjang kegiatan kemahasiswaan lainnya.

B. RUMUSAN MASALAH
• Apa yang dimaksud ragam bahasa ilmiah?
• Bagaimana ciri-ciri ragam bahasa ilmiah?
• Bagaimana karakteristik ragam bahasa ilmiah?
• Apa fungsi dan manfaat ragam bahasa ilmiah?
• Bagaimana penggunaan dalam dunia nyata tentang penggunaan ragam bahasa ilmiah?

C. TUJUAN
• Memahami ragam bahasa ilmiah
• Mengetahui ciri-ciri ragam bahasa ilmiah
• Mengetahui karakteristik ragam bahasa ilmiah
• Mengetahui penerapan penggunaan ragam bahasa ilmiah di dunia nyata

BAB II
PEMBAHASAN

1. PENGERTIAN RAGAM BAHASA ILMIAH
Ragam bahasa ilmiah adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam pertemuan dan penulisan karya ilmiah. Dimana ragam bahasa ilmiah ini diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode (pendekatan rasional pendekatan empiris) dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau keilmiahannya.
Bahasa ragam ilmiah merupakan ragam bahasa berdasarkan pengelompokkan menurut jenis pemakaiannya dalam bidang kegiatan sesuai dengan sifat keilmuannya. Bahasa Indonesia harus memenuhi syarat diantaranya benar (sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku), logis, cermat dan sistematis. Pada bahasa ragam ilmiah, bahasa bentuk luas dan ide yang disampaikan melalui bahasa itu sebagai bentuk dalam, tidak dapat dipisahkan.

2. CIRI-CIRI RAGAM BAHASA ILMIAH
Dalam ahsa Indonesia kebakuan bahasa diukur dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan, pedoman umum tata bentuka istilah, Kamus Besar Bahasa Ilmiah, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Pedoman Pengindonesiaan Istilah Asing dan lain sebagainya. Ragam bahasa ilmiah juga mempunyai beberapa ciri-ciri, antara lain :
1. Baku.
Struktur bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku, baik mengenai struktur kalimat maupun kata. Demikian juga, pemilihan kata istilah dan penulisan yang sesuai dengan kaidah ejaan.
2. Logis.
Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal. Contoh: “Masalah pengembangan dakwah kita tingkatkan.”Ide kalimat di atas tidak logis. Pilihan kata “masalah’, kurang tepat. Pengembangan dakwah mempunyai masalah kendala. Tidak logis apabila masalahnya kita tingkatkan. Kalimat di atas seharusnya “Pengembangan dakwah kita tingkatkan.”

3. Kuantitatif.
Keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara pasti. Perhatikan contoh di bawah ini:Da’i di Gunung Kidul “kebanyakan” lulusan perguruan tinggi. Arti kata kebanyakan relatif, mungkin bisa 5, 6 atau 10 orang. Jadi, dalam tulisan ilmiah tidak benar memilih kata “kebanyakan” kalimat di atas dapat kita benahi menjadi Da’i di Gunung Kidul 5 orang lulusan perguruan tinggi, dan yang 3 orang lagi dari lulusan pesantren.
4. Tepat.
Ide yang diungkapkan harus sesuai dengan ide yang dimaksudkan oleh pemutus atau penulis dan tidak mengandung makna ganda. Contoh: “Jamban pesantren yang sudah rusak itu sedang diperbaiki.”Kalimat tersebut, mempunyai makna ganda, yang rusaknya itu mungkin jamban, atau mungkin juga pesantren.
5. Denotatif yang berlawanan dengan konotatif.
Kata yang digunakan atau dipilih sesuai dengan arti sesungguhnya dan tidak diperhatikan perasaan karena sifat ilmu yang objektif.
6. Runtun.
Ide diungkapkan secara teratur sesuai dengan urutan dan tingkatannya, baik dalam kalimat maupun dalam alinea atau paragraf adalah seperangkat kalimat yang mengemban satu ide atau satu pokok bahasan.
Bahasa Indonesia ragam ilmiah menurut Moeliono (1989:73-74) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
• Bersifat formal dan objektif
• Lazimnya menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan ragam kalimat pasif
• Menggunakan titik pandang gramatik yang bersifat konsisten
• Menggunakan istilah khusus dalam bidang keilmuan yang sesuai
• Tingkat formalitas ragam bahsa bersifat resmi
• Bentuk wacana yang digunakan addalah ekspositoris atau eksposisi
• Gagasan digunakan dengan lengkap, jelas, ringkas dan tepat
• Menghindari ungkapan yang bersifat ekstrim dan emosional
• Menghindari kata-kata mubazir
• Bersifat moderat
• Digunakan sebagai alat komunikasi dengan pikiran dan bukan dengan perasaan
• Ukuran panjang kalimat sedang
• Penggunaan majas sangat dibatasi
• Lazim dilengkapi dengan gambar, diagram, peta, daftar dan tabel
• Menggunakan unsur mekanis secara tepat seperti ejaan, lambang, singkatan dan rujukan.

Bearkaitan dengan ciri ragam bahasa ilmiah, Suparno (1984:1-14) mengemukaan 7 ciri bahsa indonesia ragam ilmiah antara lain:
• Barnalar
• Lugas dan jelas
• Bepangkal tolak pada gagasan dan bukan pada penulis
• Formal dan objektif
• Ringkas dan padat
• Konsisten
• Menggunakan istilah-istilah teknis

Atas dasar pendapat di atas disimpulkan bahwa secara umum ciri ragam bahasa ilmiah antara lain:

Atas dasar berbagai pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa secara umum ciri-ciri ragam ilmiah antara lain:
 Penggunaan diksi yang tepat
Diksi merupakan pilihan kata yang tepat. Penggunaan diksi yang tepat sangat berpengaruh pada kualitas atau kebakuan suatu kalimat. Untuk mendayagunakan diksi yang tepat harus diperhatikan ketepatan dan kesesuaian diksi. Ketepatan pemilihan kata mempersoalkan kesangguapan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca, seperti yang dipikirkan penulis.
 Penggunaan Ejaan yang Benar
Ejaan yang benar dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang sesuai dengan EYD. Hal-hal yang erkaitan dengan EYD antara lain penggunaan huruf (kapital, miring, tebal), penggunaan tanda baca (titik, koma, titik koma), penggunaan angka dan bilangan,dan penggunaan unsur serapan.
 Penggunaan kalimat yang efektif
Sebuah kalimat yang efektif mempersoalkan bagaimana ia dapat mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulis atau pembicara, bagaimana ia dapat mengungkapkan pikiran atau perasaan penulia dan pembaca secara segar dan sanggup menarik perhatia pembaca atau pendengar terhadap apa yang dibicarakan.
 Penggunaan paragraf yang padu dan koherensi
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Paragraf yang baik hendaknya memiliki tiga syarat utama, yaitu : memiliki kesatuan, memiliki kepaduan, memiliki isi yang memadai.

3. KARAKTERISTIK RAGAM BAHASA ILMIAH
karakteristik dari bahasa Indonesia ragam ilmiah ini adalah :
1. Bahasa Indonesia bersifat cendekia artinya bahasa Indonesia itu mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis, yakni mampu membentuk pernyataan yang tepat dan seksama.
Contoh :
Infeksi cendawan pembentuk mikoriza (CPM) akan mempengaruhi serapan hara fosfor oleh tanaman inang melalui akar terutama tanaman yang tumbuh pada tanah yang kekurangan fosfor yang dimungkinkan oleh adanya hifa eksternal.
2. Bahasa Indonesia bersifat lugas artinya Paparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalah-pahaman dan kesalahan menafsirkan isi kalimat dapat dihindarkan.Penulisan yang bernada sastra perlu dihindari.
Contoh :
a. Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang tidak dapat dikatakan ringan sehingga kemampuan berfikirnya menjadi berada di awing-awang.
b. Mahasiswa sering mendapatkan tugas yang berat sehingga kemampuan berfikirnya menjadi menurun.
3. Bahasa Indonesia bersifat jelas artinya Gagasan akan mudah dipahami apabila:
a. Dituangkan dalam bahasa yang jelas
b. Hubungan antara gagasan yang satu dengan yang lain juga jelas. Kalimat yang tidak jelas, umumnya akan muncul pada kalimat yang sangat panjang.
Contoh :
Struktur cendawan pembentuk mikoriza (CPM) pada apikal akar berbentuk bebas dan berpengaruh tidak langsung terhadap kapasitas serapan hara oleh akar, misalnya dalam kompetisidalam memanfaatkan karbohidrat, karena cendawan pembentuk mikorisa sangat tergantung kepada kandungan karbon tanaman inang sebagai sumber energinya serta kapasitas dan mekanisme CPM dalam menyerap hara hanya akan dievaluasi dari asosiasinya dengan tanaman inang.

4. Bahasa Indonesia bersifat Formal artinya Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersifat formal. Tingkat keformalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata, dan kalimat.
Contoh:
Kata Formal : Kata Nonformal:
Wanita : Cewek
Dari : Ketimbang
Hanya : Cuma
Membuat : Bikin
Dipikirkan : Dipikirin
Bagaimana : Gimana
Matahari : Mentari
Tulisan ilmiah termasuk kategori paparan yang bersifat teknis.

5. Bahasa Indonesia bersifat menghindari kalimat fragmentasi artinya kalimat yang belum selesai. Kalimat yang seperti ini terjadi karena adanya keinginan tanpa menyadari kesatuan gagasan dalam beberapa kalimat tanpa menyadari kesatuan yang diungkapkan.
6. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat bertolak dari gagasan artinya penonjolan diadakan pada gagasan atau hal yang diungkapkan dan tidak pada penulis. Implikasinya, kalimat-kalimat yang digunakan didominasi oleh kalimat pasif.
Contoh :
Penulis menyimpulkan bahwa hifa cendawan pembentuk mikoriza yang berasosiasi dengan akar tanaman mampu membantu tanaman untuk menyerap unsur hara fosfor dan nitrogen.
7. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat objektif artinya Sifat objektif tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak, tetapi juga diwujudkan dalam penggunaan kata.

Contoh :
Daun tanaman kedelai yang mengalami khlorosis disebabkan oleh kekurangan unsur nitrogen. Kata yang menunjukkan sikap ekstrem dapat memberi kesan subyektif dan emosional. Kata seperti harus, wajib, tidak mungkin tidak, pasti, selalu perlu dihindari.
8. Bahasa Indonesia ragam ilmiah bersifat ringkas dan padat direalisasikan dengan tidak adanya unsur-unsur bahasa yang hemat.
Contoh : Tri dharma perguruan tinggi menjadi ukuran kinerja setiap sivitas akademika.
4. PENGGUNAAN RAGAM BAHASA ILMIAH
Penggunaan dalm bahasa ilmiah yang disampaikan dalam bentuk karya tulis ilmiah, misalnya, laporan penelitian (studi), makalah, skripsi, tesis, dan disertasi adalah bersifat formal. Oleh karena itu, ragam bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah adalah ragam bahasa baku (standar). Bahasa dalam percakapan sehari-hari (colloquial) serta percakapan lisan tidak tepat apabila digunakan untuk menyampaikan informasi dan konsep-konsep yang berkadar ilmiah. Demikian pula bahasa ragam sastra (puisi, prosa, dan drama) disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menimbulkan berbagai efek emosional, imajinatif, estetik, dan artistic, yang dapat membangkitkan rasa haru baik bagi penulis maupun pembaca. Bahasa yang bersifat ilmiah tidak mempertimbangkan efek-efek perasaan yang timbul, seperti yang dipertimbangkan dalam bahasa ragam sastra (Oka, 1971: 14). Sifat bahasa ragam ilmiah yang khusus/spesifik tampak pada pemilihan dan pemakaian kata serta bentuk-bentuk gramatika terutama dalam tataran sintaksis. Kata-kata yang digunakan dalam bahasa ilmiah bersifat denotative. Artinya, setiap kata hanya mempunyai satu makna yang paling sesuai dengan konsep keilmuan tersebut atau fakta yang disampaikan. Demikian pula kalimat-kalimat yang digunakan dalam bahasa ragam ilmiah bersifat logis. Hubungan antara bagian-bagian kalimat dalam kalimat tunggal atau hubungan antara klausa-klausa dalam kalimat majemuk (kompleks) mengikuti pola-pola bentuk hubungan logis.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesimpulan Bahasa Indonesia ragam ilmiah merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam pertemuan dan penulisan karya ilmiah. Dalam bahasa ragam ilmiah memiliki ciri khas yakni cendekia, lugas dan jelas, menghindari kalimat fragmentaris, bertolak dari gagasan, formal dan objektif, ringkas dan padat, dan konsisten. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, seorang presenter ilmiah harus memperhatikan beberapa hal, yaitu : etika ilmiah, ketentuan lembaga (universitas), kemampuan personal, dan kemampuan teknis. Menggunaan bahasa Indonesia ragam ilmiah dalam menulis dan presentasi ilmiah berarti memanfaatkan potensi bahasa Indonesia untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari keempat hal tersebut, serta hasil penelitian sec.

A. SARAN
Ragam bahasa Ilmiah merupakan ragam bahasa yang menggunakan bahasa baku. Setiap orang seharusnya memahami dan mengetahui ragam bahasa ilmiah, sehingga suatu waktu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai mahaiswa ragam bahasa ini sangat diperlukan guna membuat karya ilmiah, diskusi, percakapan keformalan dan lain sebagainya.
Saran Kami sarankan kepada pembaca maupun pendengar agar dapat memahami bahasa ragam ilmiah dengan lugas dan baik, sebab bahasa ilmiah sangat penting dan berguna terkhusus bagi kalangan pelajar terkhusus bagi mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA

http://menulisbukuilmiah.blogspot.com/2008/10/karya-tulis-ilmiah-ciri-dan-sikap.html
Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah
Ragam Ilmiah Untuk Karya Ilmiah

Apr 19

makalah hakikat manusia

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sasaran pendidikan adalah manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dimuka bumi ini mempunyai perbedaan dan kelebihan dengan makhluk-makhluk lain. Akal, merupakan sesuatu hal yang dimiliki oleh manusia yang sangat berguna untuk mengatur insting serta ego manusia itu sendiri agar tercapai tujuan kehidupannya.
Dengan akal, manusia bisa mempelajari makna serta hakikat kehidupan dimuka bumi ini, tanpa akal, manusia tidak mempunyai perbedaan sedikitpun dengan makhluk yang lainnya. Akal juga membutuhkan ilmu serta pengetahuan agar bisa berjalan dengan fungsinya, hakikat manusia sebagai makhluk yang selalu membutuhkan ilmu pengetahuan. Hakikat manusia bisa menjadi makhluk individual, makhluk sosial, makhluk peadegogis dan manusia sebagai mahkluk yang beragama.
B. Rumusan Masalah.
Makalah ini membahas pokok bahasan tentang :
1. Mengapa orang yang berkecimpung di dunia pendidikan perlu mengkaji hakikat manusia?
2. Pendekatan apa yang digunakan dalam pengkajian manusia?
3. Apa pengertian hakikat manusia?
4. Bagaimana tinjauan manusia secara evolusi?
C. Tujuan
1. Mahasiswa memahami pengertian hakikat manusia.
2. Mahasiswa dapat menerapkan hakikat manusia di dunia pendidikan.
3. Mahasiswa mengetahui tinjauan manusia secara evolusi.

BAB II
ISI

A. Hakikat Manusia
Alasan mengapa setiap mahasiswa LPTK ( Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan perlu mengakaji hakikat manusia.
1. Pengkaji diharapkan mampu memiliki pandangan dan berpikir jauh kedepan tentang hakekat manusia.
2. Tujuan institusional atau tujuan LPTK yang utama adalah melahirkan tenaga kependidikan dalam berbagai posisi (guru dan nonguru). Manusia merupakan objek sekaligus subjek pendidikan, sedangkan objek pendidikan adalah materi dan metode dalam pendidikan. Manusia berkedudukan sebagai objek pendidikan apabila manusia tersebut berkedudukan sebagai materi atau bahan pendidikan.
3. Dasar pandangan calon tenaga kependidikan tentang konsep manusia menentukan bagaimana memperlakukan manusia lain dalam praktek pendidikan terkait dengan tujuan pendidikan.
B. Pendakatan dalam Pengkajian Manusia
1. Pendekatan Multidisipliner
Pendekatan multidisipliner adalah pendekatan yang dalam mengakaji sesuatu melibatkan beberapa disiplin ilmu secara berdiri sendiri. Dalam mengkaji manusia berarti digunakan beberapa cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, antara lain: psikologi tentang hakikat makna dan perilaku manusia, pendidikan tentang upaya pengubahan perilaku manusia, demografi tentang populasi manusia, biologi tentang tubuh manusia, sosiologi tentang hakikat dan proses sosial para manusia, antropologi: diantaranya tentang kebudayaan manusia.
2. Pendekatan Interdispliner
Perbedaan pendekatan Interdispliner dengan pendekatan multidisiplioner terletak pada pengkajinya. Dalam pendekatan multidisiplioner pengkajinya adalah seorang spesialis, sedangkan dalam interdisplioner pengkajinya adalah seorang generalis. Seorang generalis, dalam mengkaji manusia, menguasai beberapa disiplin ilmu tentang manusia sekaligus.

Pendekatan Yang Dipakai Dalam Pengkajian Ini
Pengkajian ini lebih banyak menggunakan pendekatan interdisipliner yaitu menggunakan teori-teori dan konsep-konsep yang telah berkembang dalam berbagai ilmu dan diramu secara efektif.

C. Beberapa Pengertian Tentang Hakikat Manusia
1. Kepustakaan Hindu (Ciwa) pada umumnya menyatakan bahwa “atman” manusia datang langsung dari Tuhan (Bathara Ciwa) dan sekaligus merupakan penjelmaannya
2. Kepustakaan Agama Budha menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk sengsara, merupakan wadah dari “the absolute” yang hidupnya penuh dengan kegelapan, sehingga tak sanggup melihat kenyataan.
3. Pendapat kaum pemikir kuno yang bercampur dengan mistik menyatakan bahwa manusia adalah manifestasi yang paling komplit dan paling sempurna dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, manusia merupakan sari dari semua makhluk. Ia merupakan mikrokosmos, dimana segala sesuatu ada dan berada dalam dirinya serta memiliki kecerdasan. Akan tetapi karena ketidak ketelitiannya akan segala sesuatu maka manusia hidup didalam ilusi, pura-pura, dan palsu.
3. Socrates menyatakan bahwa hakikat manusia terletak pada budinya, yang memungkinkan untuk menentukan hikmah dan kebaikan. Sementara Plato menonjolkan peran pikir yang dapat melahirkan budi baik, dengan demikian hakikat manusia terletak pada idenya. Sedangkan Aristoteles menyatakan bahwa hakikat manusia terletak pada pikirnya tetapi perlu dilengkapi dengan hasil pengamatan indera.
5. Sejumlah pemikir yang lebih kemudian cenderung terjadi perdebatan. Aliran humanistik menyatakan bahwa manusia merupakan kemenyeluruhandalam segala dimensinya. Spinosa menyatakan bahwa hakikat manusia sama dengan hakikat Tuhan dan alam semesta. Voltaire menyatakan bahwa memerlukan 30 abad untuk memahami struktur manusia dan selamanya untuk memahami sedikit jiwa manusia namun hanya sebentar untuk membunuhnya. Notonagoro menyatakan bahwa manusia merupakan makhluk monodualisme antara jiwa dan raga tidak dapat dipisahkan. Manusia memiki sifat benda tak hidup, tumbuhan, dan hewani sekaligus.
6. Ahli biologi cenderung melihat hakikat manusia secara ragawi. Aktivitas jiwa merupakan fungsi aktivitas otak. Democritus menganggap manusia itu adalah atom.
7. Para ahli psikologi lebih melihat hakikat manusia sabagai aktivitas rohani, jasmani merupakan alat dari rohani.
8. Pandangan dari dari visi Islam sebagaimana tercermin dalam pandangan Al-Jammaly, menyatakna bahwa manusia dam jagad pada hakikatnya merupakan satu kesatuan. Manusia tidak dibenarkan mementingkan kebendaan atau kerohanian secara tidak seimbang. Hakikat manusia merupakan paduan yang menyeluruh antara akal, emosi, dan perbuatan. Manusia bukan penjelmaan Tuhan tetapi merupakan utusan Tuhan di muka bumi. Sementara Al-Syaibani memandang manusia memiliki delapan prinsip.
a) Manusia diciptakan dari segumpal darah atau mani;
b) Manusia khalifah di atas bumi dan diberi tugas untuk memakmurkannya secara bebas namun akan diminta pertanggungjawabannya.
c) Manusia merupakan makhluk sosial dan berbahasa untuk berkomunikasi dalam proses pendidikan.
d)Ada 3 unsur kepribadian manusia yaitu badan, ruh, dan akal. Kamajuan, kebahagiaan, dan kesempurnaan pribadi tergantung keselarasan ketiga pokok tersebut.
e) Seluruh perwatakan manusia merupakan perpaduan antara bawaan dan lingkungan.
f)Manusia memiliki motivasi, kecenderungan dan kebutuhan dasar, baik melalui proses pewarisan maupun sosialisasi.
g) Hakikat watak manusia adalah lentur dan luwes.
9.Manusia menurut Pancasila adalah monodualistik dan monopluralistik; keselarasan, keserasian dan keseimbangan, integralistik; kebersamaan dan kekeluargaan.
Paham monodualistik menyatakan bahwa manusia pada hakikatnya adalah ciptaan Tuhan yang memiliki hubungan yang serasi dengan Tuhan; kesatuan dari jasmani dan rohani; mengalami kehidupan dunia dan akhirat; anggota dari suatu masyarakat/bangsa; makhluk individu dan sosial.
Paham monopluralistik memandang bangsa Indoensia sebagai suatu kesatuan dari unsur-unsur yang beraneka ragam. Keberagaman itu diciptakan Tuhan dengan prinsip keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Manusia perlu menjaga prinsip-prinsip itu agar tercapai nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Paham integralistik menyatakan bahwa tiap manusia perlu diakui dan dihormati eksistensinya, hak dan kewajibannya. Begitu juga sebaliknya, sebagai individu, manusia perlu menjaga kepentingan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat seluruhnya. Dengan kebersamaan itu, bangsa Indonesia percaya akan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin.
Nilai-nilai dasar Pancasila yang sekarang berkembang menjadi norma norma kehidupan bangsa Indonesia dapat dirinci sebagai berikut :
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Rasa keadilan
3. Keberadaban
4. Persatauan dan kesatuan
5. Mufakat
6. Kesejahteraan
7. Kebebasan.
Dengan demikian, pendidikan merupakan pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan berlangsung sepanjang hayat.
D. Manusia: Tinjauan Secara Evolusi
Makhluk yang paling tidak teratur kondisinya adalah manusia, maka dengan sifat keadilan-Nya Tuhan memberi perlakuan khusus kepada manusia yaitu diberi peraturan khusus (wahyu berupa kitab suci) dan terlahir dalam kondisi tak berdaya.Yang dipunyai manusia ketika lahir hanyalah potensi-potensi dengan bantuan orang lain berupa pendidikan maka manusia dapat mengembangkan potensinya. Evolusi pada manusia tidak hanya dalam pengertian biologi saja, melainkan menyangkut pula pengertian dalam bidang kemampuan intelektual, tingkah laku, dan peradaban manusia.
1. Evolusi dalam Bidang Kemampuan Intektual
Bukti-bukti penemuan fosil manusia menunjukkan bahwa volume otak manusia purba lebih kecil dibandingkan dengan otak manusia modern. Kecilnya volume otak diyakini menunjukkan rendahnya kemampuan intelektualnya. Akan tetapi semenjak manusia menemukan bahasa sebagai alat komunikasi perkembangan kemampuan intelektualnya melampaui batas-batas perkembangan evolusi biologisnya ( koenntjaraningrat,1987). Dengan demikian kita dapat mengatakan, bahwa semenjak manusia menemukan bahasa dan tulisan telah mulai ada revolusi ilmu dan revolusi dalam pelaksanaan pendidikan.
2. Evolusi manusia dalam Bidang Tingkah Laku
Evolusi manusia dalam bidang tingkah laku terkait dengan perkembangan secara evolusi dalam bidang biologisnya. Menurut (Barre,1954) semenjak evolusi biologis sampai pada tahap yang memungkinkan kombinasi antara mata, tangan, dan kemampuan berjalan tegak, mulai terjadi revolusi dalam tingkah laku manusia.
3. Evolusi Manusia dalam Perkembangan Peradaban
Margaret Mead, Sastrapratedja (1991) menyatakan bahwa, telah terjadi perkembangan kebudayaan dari pasca-figuratif dan ko-figuratif menuju prafiguratif.
Kebudayaan pascafigurative adalah kebudayaan tradisional, dimana generasi terdahulu dengan mudah mewariskan kebudayaannya kepada generasi berikutnya. Dalam kebudayaan kofiguratif, teriring dengan perkembangan jumlah dan kemampuan manusia, muncullah berbagai institusi social baru yang mempunyai tugas pewarisan nilai antar generasi. Institusi baru itu diantaranya adalah lembaga pendidikan. Selanjutnya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka berbagai aspek kehidupan berubah dengan cepat. Sesuatu kebudayaan baru belum mempola sudah diganti dengan kebudayaan yang lebih baru lagi. Antara stimulus yang bermunculan dengan respon jaraknya terlalu pendek. Dengan demikian tidak ada waktu untuk mengolah stimulus yang bermunculan tersebut. Kebudayaan demikian disebut pra-figuratif.

Wujud sifat hakekat manusia dalam membenahi konsep pendidikan yaitu:
a. Kemampuan menyadari diri.
b. Kemampuan bereksistensi.
c. Pemilikan kata hati.
d. Moral.
e. Kemampuan bertanggung jawab.
f. Rasa kebebasan (kemerdekaan).
g. Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak.
h. Kemampuan menghayati kebahagiaan.

Dimensi-dimsensi hakekat manusia:
Pada pembahasan telah diuraikan sifat hakikat manusia. Pada bagian ini sifat hakikat tersebut akan di bahas lagi dimensi-dimensinya atau di tilik dari sisi lain. Ada empat macam dimensi yang akan di bahas, yaitu

1. Dimensi keindividualan
2. Dimensi kesosialan
3. Dimensi kesusilaan
4. Dimensi keberagaman

1. Dimensi Keindividualan
Lysen mengartikan individu sebagai ”orang seorang” sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in devide). Selanjutnya individu diartikan sebagai pribadi . Karena adanya individualitas itu setiap orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecendrungan, semangat dan daya tahan yang berbeda.
Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri yang sangat esensial dari adanya individualitas pada diri manusia. Sifat sifat sebagaimana di gambarkan di atas secara potensial telah di miliki sejak lahir perlu ditumbuh kembangkan melalui pendidikan agar bisa menjadi kenyataan. Sebab tanpa di bina, melalui pendidikan, benih-benih individualitas yang sangat berharga itu yang memungkinkan terbentuknya suatu kepribadian seseorang tidak akan terbentuk semestinya sehingga seseorang tidak memiliki warna kepribadian yang khas sebagai milikinya. Padahal fungsi utama pendidikan adalah membantu peserta didik untuk membentuk kepripadiannya atau menemukan kediriannya sendiri. Pola pendidikan yang bersifat demokratis dipandang cocok untuk mendorong bertumbuh dan berkembangnya potensi individualitas sebagaimana dimaksud. Pola pendidikan yang menghambat perkembangan individualitas (misalnya yang bersifat otoriter) dalam hubungan ini disebut pendidikan yang patologis.
2. Dimensi kesosialan
Setiap anak dikaruniai kemungkinan untuk bergaul. Artinya, setiap orang dapat saling berkomunikasi yang pada hakikatnya di dalamnya terkandung untuk saling memberi dan menerima.
Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampat lebih jelas pada dorongan untuk bergaul. Dengan adanya dorogan untuk bergaul, setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya.
Seseorang dapat mengembangkan kegemarannya, sikapnya, cita-citanya di dalam interaksi dengan sesamanya. Seorang berkesempatan untuk belajar dari orang lain, mengidentifikasi sifat-sifat yang di kagumi dari orang lain untuk dimilikinya, serta menolak sifat yang tidak di cocokinya. Hanya di dalam berinteraksi dengan sesamanya, dalam saling menerima dan memberi, seseorang menyadari dan menghayati kemanusiaanya.
3. Dimensi kesusilaan
Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. Akan tetapi di dalam kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat yang pantas jika di dalam yang pantas atau sopan itu misalnya terkandung kejahatan terselubung. Karena itu maka pengertian yang lebih. Dalam bahasa ilmiah sering digunakan dua macam istilah yang mempunyai konotasi berbeda yaitu, etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan) dan etika (persoalan kebaikan). Kesusilaan diartikan mencakup etika dan etiket.
Persoaalan kesusilaan selalu berhubungan erat dengan nilai-nilai. Pada hakikatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila, serta melaksanakannya sehingga dikatakan manusia itu adalah mahluk susila.
4. Dimensi Keberagaman
Pada hakikatnya manusia adalah mahluk religius. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah mahluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang.
Manusia memerlukan agama demi kesalamatan hidupnya. Dapat dikatakan bahwa agama menjadi sandaran vertical manusia. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. Pendidikan agama bukan semata-mata pelajaran agama yang hanya memberikan pengetahuan tentang agama, jadi segi-segi afektif harus di utamakan. Di samping itu mengembangkan kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa perlu mendapat perhatian.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pada hakekatnya manusia adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, diciptakan dalam bentuk paling sempurna. Manusia adalah makhluk spiritual yang akan menjalani fase-fase peristiwa kehidupan baik sebelum lahir, sekarang maupun setelah mati. Spiritual merupakan aspek non fisik yang mampu memberikan kekuatan manusia untuk lebih dari sekedar hidup.
Jadi manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan sebagaimana juga makhluk-makhluk yang lain di muka bumi ini dan setiap makhluk yang dijadikan itu memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan ia dengan makhluk lainnya.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk utama dalam dunia alami, makhluk yang berkemauan bebas, makhluk yang sadar dan sadar diri, kreatif, idealis, serta makhluk moral. Sifat hakikat manusia diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik, yang secara prinsipil ( jadi bukan hanya gradual ) membedakan manusia dari hewan.
B. Saran
Sebagai civitas akademik yang berpendidikan, sebaikya mahasiswa memahami pengertian hakikat manusia dan dapat menerapkan hakikat manusia di dunia pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Munib, Achmad. 2010.Pengantar Ilmu Pendikan. Semarang: Unnes Press.
Tirtarahardja, Umar. 1994. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Depddikbud.

http://everandmore.blogspot.com/2011/09/hakikat-manusia-dan-dimensi-dimensinya.html (diunduh pada tanggal 12 Maret 2013 pukul 10.57 WIB).

http://iisratnaningsih.blogspot.com/2011/10/pemecahan-masalah-ekonomi-melalui.html ( diunduh pada 11 MARET 2013 pukul 7.46).

http://www.scribd.com/doc/38588449/PENGANTAR-ILMU-PENDIDIKAN#download (diunduh pada 11 maret 2013 pukul jam 09.00).

Des 17

Ilmu Pengetahuan Tentang Cinta Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja, Serta Rahasia Tentang Cinta Sejati

Ilmu Pengetahuan Tentang Cinta
Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja,
Serta Rahasia Tentang Cinta Sejati Fakta Unik Seputar Kupu-Kupu
Oleh : Yoga PW
Versi 1.5.
Juni 2010
Http://yogapw.wordpress.com

Ilmu Pengetahuan Tentang Cinta,
Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja,
Serta Rahasia Tentang Cinta Sejati
Tulisan ini terinspirasi dari kesadaran saya akan setiap maha karya
kreatifitas manusia di dunia, dari mulai lagu, mitos dan dongeng, hingga
berbagai kreasi lukisan, pahatan serta arsitektur. Apabila kita
perhatikan bagaimana nyaris setiap karya tersebut terinspirasi dari
ataupun bertemakan elemen romansa. Contoh yang paling mudah
ditemukan adalah dalam dunia musik yang sepertinya tidak pernah
kehabisan stok lagu-lagu tentang cinta.
Kenapa ya ?, Dan ternyata ketika saya search, dengan tepatnya
ketemulah jawabannya di artikel ini: Kreatifitas Cinta.
Dalam artikel tersebut menyebutkan, berdasarkan penelitian seorang
psikolog, Jens Forster, dari University of Amsterdam yang berjudul Why
Love Has Wings and Sex Has Not, maka dapat disimpulkan “cinta itu
membuat kita cenderung berpikir lebih besar dan kreatif”.
Wow !, sebegitu hebatkah cinta itu..
Yup, selain itu cinta bagi saya adalah komponen yang membuat dunia ini
hidup, tanpa cinta kita semua mungkin tidak pernah ada didunia ini.
Konon manusia pertama didunia, Adam dan Hawa saling mencintai satu
sama lain sehingga bisa memunculkan keturunan hingga akhirnya kita
bisa terlahir disini. Tentu karena cinta jualah orangtua kita beserta
seluruh orangtua dari orangtuanya kita dst. akhirnya mampu
membesarkan kita semua sehingga kita semua bisa merasakan indahnya
cinta juga. Maka sudah saatnyalah bagi kita untuk berterima kasih
kepada sang pahlawan kita, – cinta. Dengan jalan mensyukurinya, yakni
berupa menebarkan cinta itu ke dalam setiap perbuatan yang kita
lakukan.
Selain daripada itu karena hal-hal tersebut pulalah timbul pertanyaan
dibenak diri saya, “Lantas sebenarnya ada apa sih dengan cinta ?”.
Melalui tulisan sederhana inilah akhirnya saya bermaksud untuk berbagi
dengan Anda semua sedikit tentang perihal cinta yang telah saya
ketahui.
Selamat menyimak…

Darimanakah Cinta Itu Berasal ?
Jika Anda menanyakan darimana cinta itu berasal tentu bisa dijawab
dengan jawaban cinta itu berasal dari takdir Tuhan. Jawaban tersebut
memang benar tetapi tidak memuaskan. :)
Secara ilmiah ini memang agak membingungkan, akan tetapi ilmu
pengetahuan mengatakan, jawabanya adalah jatuh cinta itu berasal dari
hidung lalu turun ke hati. Loh !? Bukan dari mata turun ke hati toh..!!??
Ya, memang begitulah adanya. Perasaan cinta yang kita rasakan muncul
karena di dalam tubuh diproduksi beberapa zat-zat tertentu yang sedikit
membius otak dan efeknya bisa disamakan dengan efek narkoba. Salah
satu zat ini dinamakan feromon.
Istilah feromon berasal dari bahasa Yunani yaitu “phero” yang artinya
“pembawa” dan “mone” “sensasi” (feromon = pembawa sensasi). Senyawa
feromon sendiri didefinisikan sebagai suatu subtansi kimia yang berasal
dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh mahluk hidup untuk
mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu
proses reproduksi. Senyawa feromon pada manusia terutama dihasilkan
oleh kelenjar endokrin pada ketiak, telinga, hidung, mulut, kulit, dan
kemaluan. Feromon aktif apabila yang bersangkutan telah akil balig.
Feromon ini bisa mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh manusia
lainnya (terutama otak). Contoh paling mudah adalah “bau badan”. Hus
jangan salah !, lepas dari jenis bau badan menyengat hingga bikin orang
lain menjauh, setiap manusia punya bau yang khas dan menjadi ciri
dirinya. Oleh para ahli dianalogikan bahwa bau badan itu seperti “sidik
jari”. Jadi, kita masing-masing punya bau yang unik dan sangat berbeda
dengan manusia lainnya. Dengan demikian feromon yang dihasilkan
manusia, di masa depan bisa jadi salah satu identitas diri.
Sifat dari senyawa feromon sendiri tidak kasat mata, mudah menguap,
tidak dapat diukur, tetapi ada dan dapat dirasakan oleh manusia.
Senyawa feromon ini biasa dikeluarkan oleh tubuh saat sedang
berkeringat dan dapat tertahan dalam pakaian yang kita gunakan.
Feromon pada manusia merupakan sinyal kimia yang berada di udara
yang tidak bisa dideteksi melalui bau-bauan tapi hanya bisa dirasakan
oleh vomeronasalorgan (VMO) di dalam indra pencium. Sinyal feromon
ini diterima oleh VMO dan dijangkau oleh bagian otak bernama
hipotalamus. Di sinilah terjadi perubahan hormon yang menghasilkan
respons perilaku dan fisiologis. Menimbulkan rasa ketertarikan antara
dua orang berlainan jenis dengan bekerja sebagai pemicu dalam reaksireaksi
kimia. Ketika dua orang berdekatan dan bertatapan mata, maka
feromon akan tercium oleh organ tubuh manusia yang paling sensitif
yaitu VMO, organ dalam lubang hidung yang mempunyai kepekaan
ribuan kali lebih besar daripada indera penciuman. Dari disinilah terjadi
apa yang dinamakan dengan cinta. (he2. tampaknya jadi terdengar
kurang romantis ya..)
Konon kemampuan tubuh untuk menghasilkan feromon berkurang
setelah dua sampai empat tahun. Apakah ini berarti cinta itu hanya
bersifat sementara?.
Penasaran kan ?, makanya terus baca sampai habis tulisan ini.
Apa Sih Cinta Itu ?
Ada banyak definisi tentang cinta, ada yang bilang cinta itu takdir, cinta
itu buta, cinta itu indah, cinta itu luapan emosi, cinta itu kagum atau
menyukai sesuatu, dan lain sebagainya. Pernyataan diatas tentang cinta
itu adalah benar, namun terlepas dari itu semua, ilmu pengetahuan
mengatakan bahwa cinta itu adalah proses biologis berupa reaksi kimia
didalam tubuh kita.
Cinta dipengaruhi oleh pelepasan hormon/neurotransmitter. Hormon
berasal dari bahasa Yunani “Horman” yang berarti “menggerakan”, atau
dengan kata lain hormon adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau
antar kelompok sel. Berbeda dengan feromon yang dapat menyebar ke
luar tubuh dan hanya dapat mempengaruhi dan dikenali oleh individu
lain yang sejenis (satu spesies), hormon hanya dapat menyebar di
dalam tubuh. Saat kita mencintai seseorang maka dilepaslah hormonhormon
yang membuat tubuh kita bereaksi, merasakan berbagai
perasaan dan emosi.
Salah satu hormon yang dikeluarkan oleh tubuh itu adalah dopamin.
Dopamin ini memiliki efek selayaknya kokaine. Ketika Anda bertemu
seseorang yang Anda sukai, hormon dopamine ini bekerja dan sifatnya
addictive. Artinya mereka yang menyukai pasangannya seakan-akan
ketagihan untuk terus bertemu dengan orang yang disukainya itu.
Dalam proporsi yang tepat, dopamin menciptakan energi intens,
kegembiraan, dan fokus perhatian, dan itulah sebabnya, ketika Anda
baru jatuh cinta, Anda dapat tetap terjaga sepanjang malam, mendaki
gunung lebih cepat, dan menekan batas kemampuan Anda. Cinta
membuat Anda lebih berani menjalani risiko yang biasanya tidak Anda
ambil. (dalam dosis tinggi bisa jadi juga membuat Anda berani
melakukan resiko seperti bunuh diri.. hiih sereem..).

Cinta Membuat Seseorang Menjadi Bahagia
“Aku tak bisa hidup tanpamu, kamu berada di aliran darahku, kamu
adalah nafasku, aku tak ingat makan, tak ingat minum, tak ingat
bobo, tak ingat mandi dll. semua itu karena mengingat kamu…”.
Mungkin kata-kata lebay dan alay diatas tak asing lagi kita dengar dari
mulut seseorang yang tengah dimabuk asmara. Dalang dibalik keadaan
tersebut adalah hormon fenylethilamin. Selain hormon fenylethilamin
ada juga hormon adrenalin. Sebagian pengaruh dari adrenalin ada yang
mirip dengan fenylethilamin, yaitu mempercepat nafas. Selebihnya ada
lagi hubungannya dengan, “tak ingat makan, tak ingat minum..”. Ketika
hormon ini bekerja, efek yang ditimbulkan dapat menghilangkan nafsu
makan karena organ pencernaan jadi bekerja lebih lambat.
Nah, yang berikutnya rada-rada menakutkan. Rupanya, selain hormon
dopamine yang bekerja selayaknya kokaine, ada juga hormon yang
bekerja selayaknya morphine. Hormon ini bernama endorpin. Endorpin
dikatakan adalah morfinnya tubuh karena memang sifatnya yang seperti
morfin (tahukan morfin ?, masih sejenis narkoba juga loh..). Hormon ini
sebenarnya hanya akan muncul ketika kita merasakan sakit,
kegembiraan, dan orgasme. Namun, rupanya ketika kita jatuh cinta,
hormon ini juga bekerja, oleh karena itu orang yang jatuh cinta merasa
bahagia (kadang-kadang membuat senyum-senyum sendiri). Uniknya
ketika Anda memakan cokelat, hormon endorpin ini juga akan
dihasilkan. Itulah sebabnya ada baiknya apabila kita memberikan
hadiah cokelat kepada pasangan kita. :)
Selain itu ada juga vasopresin. Hormon ini memiliki peranan dalam
kegiatan sexual. Hormon ini dapat menekan sekresi air, berperan
sebagai antidiuretik yang dapat mengatur pengeluaran urin. Tanpa
hormon ini, Anda sudah pasti memerlukan bantuan pampers karena
tidak bisa mengatur air kencing sendiri.
Dan yang terakhir adalah oxytocine yang merupakan hormon yang
terkait dengan perasaan kepuasan. Ketika Anda memeluk atau
membelai pasangan Anda, hormon ini akan dihasilkan di hipotalamus.
Cinta Membuat Seseorang Menjadi GILA
Saat kita jatuh cinta, bagian otak yang bertugas sebagai pengontrol
depresi dan analisis, sama sekali tidak bekerja, sebaliknya bagian otak
pengontrol intuisi, rasa “ser-seran” dan bagian otak yang bekerja
merespon obat bekerja dengan aktif.

Kesimpulannya Menurut psikiater dan asisten klinik psikiater di
University of California San Francisco School of Medicine, Dr. Thomas
Lewis, dalam bukunya yang bertajuk A General Theory of Love
mengatakan, “jatuh cinta memang bukan merupakan fungsi otak, jatuh
cinta itu lebih merupakan fungsi saraf “. Jadi tidak heran kenapa orang
yang jatuh cinta kerap melakukan hal-hal bodoh, karena mereka
-mungkin- “bekerja” tanpa menggunakan otak. (hahaha)
Mengingat penelitian biologi saat ini, tampaknya bahwa ungkapan
“jatuh cinta membuat gila” bukan hanya metafora. Ada banyak bukti
yang menunjukkan bahwa jatuh cinta secara fisiologis mirip dengan
penyakit mental. Misalnya saja gangguan seperti OCD (Obsessive-
Compulsive Disorder). Si penderita OCD biasanya mempunyai pikiran
tertentu yang tak dapat dilenyapkannya (obsesi) atau melakukan suatu
tindakan berulang-kali tanpa kendali (kompulsi). Hal ini berkaitan
dengan ketidakseimbangan serotonin, dan ketika dipelajari, peneliti
menemukan bahwa seseorang yang jatuh cinta memiliki kadar serotonin
40% di bawah normal.
Adakah Yang Namanya Cinta Sejati Itu ?
Yup, tanpa diragukan lagi cinta sejati itu memang ada, buktinya kita
bisa melihat pasangan kakek-nenek yang tetap saling mencintai sampai
ajal memisahkan mereka.
Bagiamanakah Cara Untuk Menciptakan Cinta Sejati ?
Sebelumnya kita harus mengerti dulu apa itu “cinta sejati”. Ada banyak
definisi cinta sejati, jumlahnya tak terhitung saking banyaknya. Namun
kita tak perlu bingung. Toh kebanyakan definisi itu merupakan hasil
pemikiran subyektif dan tidak logis. Supaya tidak terjebak dalam
kebingungan, lebih baik kita bersandar pada definisi cinta sejati yang
ilmiah, obyektif, dan logis.
Salah satu definisi yang ilmiah, obyektif dan logis itu dikemukakan oleh
M Scott Peck dalam The Road Less Travelled. Ia mendefinisikan cinta
sebagai “kemauan untuk mengembangkan diri sendiri dengan maksud
memelihara pertumbuhan spiritual diri sendiri atau perkembangan
spiritual orang lain”.
Ungkapan “dengan maksud” pada definisi tersebut digarisbawahi
karena tujuanlah yang terutama membedakan antara cinta dan yang
bukan cinta. Dengan demikian, cemburu buta atau pun upaya
mengekang sang kekasih (walau dengan alasan demi menjaga
keselamatannya) bukanlah cinta sejati.
Dalam pada itu, untuk memelihara perkembangan spiritual orang lain
yang kita cintai, kita perlu lebih dulu mengembangkan diri sendiri.

Mengapa demikian? M Scott Peck menerangkan:
“Bila kita mencintai seseorang, cinta kita dapat dibuktikan atau
diwujudkan hanya dengan cara pengerahan tenaga kita sendiri….
Cinta bukan tanpa usaha. Sebaliknya, cinta itu penuh dengan
usaha”.
Nah, sekarang mari kembali ke bagian ilmu pengetahuannya.
Pasangan dalam hubungan jangka panjang dan bahagia berarti telah
beralih dari kedaan dimabuk asmara akibat dopamin- ke induksi
oxytocin tenang. Oksitosin selain terkait dengan perasaan kepuasan
sebagaimana dituliskan sebelumnya adalah hormon peptida yang
mempromosikan rasa ikatan dan hubungan dan dilepaskan selama
menyusui, pelukan, dan orgasme.
Pasangan yang berhasil dalam mencari cara untuk merangsang
pelepasan oksitosin dalam satu sama lain lebih cenderung senang untuk
tetap selalu bersama. Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk
merangsang pelepasan oksitosin, dan dengan demikian tetap saling
terhubung dan bahagia dengan pasangan? (syuut… khusus buat
kelangengan hubungan suami-istri !!)
Inilah rahasianya :
1. Seringlah berpelukan!.
2. Saling memandangi satu sama lain ketika Anda sedang berbicara
atau sedang berduaan.
3. Melakukan petualangan bersama-sama, seperti mengunjungi
tempat-tempat baru, naik roller coaster, berolahraga bersama, dll.
4. Tertawa bersama.
5. Saling memberi pijatan.
6. Setiap kali konflik terjadi, sebelum meningkat menjadi marah.
Segeralah terhubung secara fisik dengan satu sama lain
(berpegangan tangan, memeluk, dll), bernapas bersama-sama
selama beberapa menit, kemudian bicara.
Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca artikel-artikel berikut :
1. About Love
2. Biology of Love
3. How To Make Anyone Fall In Love With You
4. The Chemistry of Love
5. The Magic of Love
6. The Science of Love
7. The Science of Love (I Get Kick of You)
Dengan demikian artikel-artikel diatas sekaligus juga menutup akhir
dari tulisan yang masih banyak kekurangannya ini, akhir kata dari
saya semoga bermanfaat !

Referensi :
Semua Link dalam tulisan diatas adalah referensi tulisan ini.

Tentang Penulis :
Yoga P.W. lahir pada tanggal 31 Maret 1989 di perkampungan suku
Sunda, tepatnya di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia.
Saat ini penulis sedang mengenyam pendidikan di Universitas
Pendidikan Indonesia, Bandung, Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer
program S1 angkatan ke-2 yakni angkatan 2006.
Pemuda sederhana yang memiliki hobi menulis dan memulai tulis
menulis sejak tahun 2007 ini memiliki keinginan untuk memajukan
bangsa Indonesia dan bercita- cita menjadi seorang pendidik
profesional. Motto hidupnya “hidup didunia hanya sekali” dengan tekad
dan kepercayaan terhadap Allah SWT penulis selalu berusaha untuk
tidak menyia-nyiakan setiap waktu yang diberikan untuknya.
Bandung, 19 Juni 2010, 0:57 WIB
Yoga PW
Http://yogapw.wordpress.com
Saran dan Kritik yang membangun sangat penulis
harapkan.

Nov 28 2015

karya si jones (jomblo unnes)

Agak sedikit lucu sii karya gw malam minggu ini… ( di baca yaa… setidaknya diriku pernah berjuang!!! Meski tak pernah sehebat kariamu…;) sayang nih kalo nggx di baca, udah lama ngetik dan berimajinasi masa di cuekin gtu aja,>>>….

Judulnya “Karya si JONES (jomblo unnes) di malam minggu”
sama yang namanya malam minggu , bagi saya malam minggu adalah saat dimana saya harus melakukan banyak hal seperti menyalamatkan bumi dari para alien yang berambisi ingin menguasai dunia dan menjadikan kita budaknya, menyelamatkan dunia ninja layaknya naruto melawan uciha madara bersama teman-teman dari desa konoha dan aliansi sinobi lainya,hahahah ketawa jahat!!! ternyata kehidupan saya sulit juga yaa. Oke saya lurusin ya kehidupan saya emang keren seperti hari ini, setelah pulang kuliah saya harus memikirkan ribuan tugas yang ingin memangsa saya (eeee…. sekarang libur deng ) dan malam ini saya harus menyiapkan banyak amunisi untuk membunuh ribuan tugas ini, pertama-tama saya harus bertarung melawan tugas gambar teknik yang menurut data yang saya dapat dia memiliki ribuan senjata yang belum di ketahui dan siap untuk menghabisi nyawa saya dan teman-teman jones (jomblo unnes) lainya. Saat saya melihat data terperinci tentang tugas gambar teknik ini saya mulai gemeteran dan tak yakin untuk menghadapinya malam ini, dengan menguatkan tekad baja dan menyewa ninja-ninja terbaik dari konoha untuk mendampingi saya di malam ini saya siap menghadapinya. Dengan merasa yakin bahwa saya bakal bisa membunuh tugas ini, saya pulang dengan gaya bagaikan superhero yang siap menghadapi ribuan monster tak terkalahkan. Sesampai di markas ( asrama putra unnes gedung A lantai 3 no. A3 31) entah kenapa saya merasa tiba-tiba udara terasa seperti mencekik, langit menjadi gelap dan suara guntur dimana-mana. Pintu markas kali ini terbuka lebar sehingga dari luar terlihat begitu gelap di lihat dari ruang tamu. Saya langsung memasuki kamar, suasana kamar langsung berubah 180 derajat dari suasana yang menyenangkan berubah menjadi suasana yang mencengkamkan dan saya merasa bahwa langit-langit dan tembok mulai mendekati saya seakan-akan ingin menjepit tubuh ini, dan saya gak bisa melihat apapun yang ada di sekitar saya, saya langsung berteriak meminta bantuan. “geng, tolongin nano, disini gelap sekali apa yang terjadi dengan kamar ini geng!?” temen ninja saya langsung masuk dan menyelamat kan saya dan menekan tombol untuk menyalakan lampu yang ada di kamar saya. “Makanya masuk kamar langsung nyalain lampu kamarnya” kata temen ninja saya. “Oh iya lupa, maaf-maaf pantes gelap”
saya merasa ini lah waktunya untuk menjalankan misi yang ultraman sendiri gak bisa menyelesaikannyua dan tidak ada satupun alat canggih dari alat doraemon yang bisa membantu saya, bahkan sebuah pelukan seekor teletubies tidak cukup untuk saat ini. Sebenernya saya bingung teletubies itu makhluk apa? dan bagian tubuh apa yang ada di atas kepalanya itu? Mungkin kan ekor atau alat kelaminnya, ini masih di pertanyakan sampai saat ini. Ya, jadi saya mulai mengambil tugas mengerikan itu dari atas tumpukan tugas yang siap untuk di bantai oleh saya. Tiba-tiba saja tumpukan tugas itu menyerang saya dan saya langsung menggunakan jurus seribu langkah ke belakang. saya lupa menyiapkan perbekalan untuk menaklukan monster gambar ini, langsung saja saya memanggil beberapa petarung terkuat say seperti netbook, buku catatan, botol minum dan pasangannya si tutup botol, tidak lupa saya juga melengkapi tubuh saya dengan senjata tersakti yang saya miliki seperti pedang pensil, tombak pulpen dan tameng penghapus.
Kali ini saya merasa yakin bisa menaklukan tugas gambar yang begitu mengerikan. Dengan gagah saya berjalan dengan petarung-petarung terbaik di samping kanan kiri saya. Langsung saja saya maju ke depan monster itu sambil menatapnya dan menghunuskan pedang pensil ke hadapannya saya berteriak “Semuanya serang!!”
Salam pujangga kesepian di sabtu malam!!
#ETIKET
mungkin gak semesra malam minggu lu semua yang punya pacar tapi malam minggu saya cukup keren menurut bukan?. Jomblo bukan berarti gak bisa menuangkan rasa kasih sayangnya walau bukan sama pasangannya tapi saya punya tugas yang lebih penting, yaitu menyelamatkan bumi!!!
#suparno_penyelamat_bumi_hati_dan_mimpi_ribuan_pecinta_sejati

Nov 12

BUDAYA TIMUR Vs BUDAYA BARAT

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, dan lain lain. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi system ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang bersifat nyata, contohnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi, seni, dan lain lain.
Budaya timur adalah budaya yang berkembang di Asia pada khususnya seperti Indonesia. Sedangkan budaya barat adalah budaya yang berkembang didaerah Eropa dan Amerika seperti Negara Amerika Serikat dan Inggris.
Berikut adalah beberapa perbedaan antara budaya barat dan timur :
1. Gaya Hidup
Orang barat cenderung bersifat individualis. Mereka lebih senang hidup sendiri, berbeda dengan orang timur yang cenderung lebih bersosialisasi.

2. Trend
Orang barat cenderung tidak mengikuti trend dan lebih memilih sesuatu yang bersifat tradisional sedangkan orang timur lebih memilih untuk mengikuti trend dan menganggap orang yang tidak mengikuti trend sebagai orang yang tidak gaul.

3. Sopan santun atau tata karma
Orang barat cenderung kurang mengetahui tata krama karena bersifat individualis. Seperti halnya pada saat berpakaian, orang barat bebas dalam berpakaian. Sedangkan orang timur lebih mengetahui tata krama dan sopan santun. Sehingga mereka cenderung berpakaian sopan dan dapat menyesuaikan pakaian dengan tempat yang ingin dikunjungi.

4. Pendidikan
Orang barat lebih mementingkan pendidikan. Orang barat berlomba-lomba dalam hal mengejar prestasi. Sedangkan orang timur cenderung kurang memperdulikan pendidikan.
5. Percaya Diri
Karena mayoritas orang barat berpendidikan tinggi maka orang barat lebih tinggi tingkat kepercayaan dirinya daripada orang timur.

6. Ketertiban atau Kedisiplinan
Pendidikan yang tinggi mempengaruhi tingkah laku seseorang. Orang yang berpendidikan tinggi lebih taat pada peraturan. Orang barat lebih disiplin dalam mengendarai kendaraan, menyebrang pada tempatnya dan mereka lebih mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Sedangkan orang timur kurang taat dengan peraturan. Mereka cenderung tidak disiplin dalam berkendara. Sebagai contoh di Indonesia banyak sekali angkutan umum yang berhenti seenaknya. Menyerobot kendaraan lain tanpa memikirkan keselamatan. Banyak pula yang menyebrang jalan tidak pada tempatnya.

7. Pergaulan
Pada umumnya orang barat pandai bergaul. Karena kepandaian bergaulnya itu pula yang menyebabkan munculnya sex bebas (free sex). Sedangkan orang timur lebih mengutamakan norma yang ada.

8. Perayaan atau Pesta
Jika ada perayaan atau pesta orang Asia lebih suka mengundang orang sebanyak mungkin, bahkan ada yang membuat acara beberapa kali dan dilokasi yang berbeda. Sedangkan orang barat dalam acara pernikahan saja hanya menyebakan undangan lewat Fax saja dan tidak semua orang diundang, cukup kerabat atau teman dekat saja. Lebih sederhana dan tidak boros biaya.

9. Terhadap sesuatu yang baru
Jika ada sesuatu yang baru, orang barat tidak serta merta ingin tahu dan ingin mempunyainya atau memakainya. Hanya sekedar tahu saja. Berbeda dengan orang Asia kalau ada sesuatu yang baru belum puas kalau belum memilikinya.

10. Anak
Di keluarga barat, anak dididik supaya mandiri sejak kecil, setelah dewasa orang tua sudah melepaskannya dan hidup masing masing. Berbeda dengan di Asia terutama di Indonesia, perlakuan orang tua terhadap anak sangat protektif, sehingga anak tidak mandiri.
Kesimpulannya, semua tergantung pada manusia sebagia subyeknya dan sebagai obyeknya. Bagaimanapun budayanya akan menjadi baik jika kita dapat memilih kebaikan dan keburukan suatu budaya.
Sedikit kajian masalah budaya yang cenderung di agung agungkan oleh masyarakat Indonesia yang menganggap budaya kita paling benar dan terbagi menjadi 4 cara sudut pandang, yaitu :
1. Long Term Orientation Index (index cara berfikir jangka panjang)
Sekarang jarang ada orang Indonesia yang berpikir jangka panjang. Beda dengan pemikiran pendahulu kita seperti Sailendra yang membuat Candi Borobudur. Orientasi cara berpikir Sailendra sangat luar biasa, Karena konsep berpikirnya untuk berates-ratus tahun kemudian.
2. Maskulinity Index (cara memimpin)
Sistem pemerintahan yang tegas dan berani dalam bersikap, negara negara didunia yang mempunyai gaya kepemimpinan ini diantaranya Amerika, Iran, Korea dan Inggris. Lawan dari makulinity index adalah Feminim. Dalam hal ini Negara yang meyelesaikan permasalahan dengan Negara lain cenderung dengan jalan perundingan.
3. Individualisme Index
Negara yang mayoritas warga negaranya cenderung individualis dan karakter berperilaku kebanyakan dianut oleh orang Eropa pada umumnya
4. Power Gap (jarak antara pemimpin dan yang dipimpin)
Di Indonesia jarak antara pemimpin dan rakyat sangat jauh, mungkin ini yang belum kita ketahui bahwa system pemerintahan kita beda dengan gaya pemerintahan bangsa-bangsa yang ada di Barat yang jarak antara pemimpin dan jarak tidak terlau jauh atau disebut juga Low Power Gap.
http://rizahasdiana.blogspot.co.id/2012/05/budaya-timur-vs-budaya-barat.html
about me

Nov 11

puisi renungan

-1 0 +1

Oleh: M. Barkah

0
Itu adalah aku
Aku adalah seorang manusia
Manusia bisa menjadi pelindung
Dan bisa menjadi perusak

Bagiku 0 bisa menjadi -1
Yaitu pada saat manusia menjadi perusak
Saat manusia mengurangi nilai dari alam
Yaitu sebesar -1

Namun 0 bisa juga menjadi +1
Itu adalah saat manusia bisa menjaga alam
Bisa menciptakan inovasi yang berguna bagi alam
Dan menambah nilai alam menjadi +1

Tapi 0 bisa saja menjadi tetap 0
Yaitu ketika manusia tetap diam
Dan tak peduli pada apa pun

Semua itu tergantung pada diri kita
Apakah ada kesadaran atau tidak

 

http://g-expensive.blogspot.co.id/p/kumpulan-puisi-lingkungan

Nov 11

kampus seribu bunga #2

“Hidup di bumi nusantara, subur makmur, kaya raya. Tuhan menciptakan alam dengan penuh kesempurnaan.”

“Rerimbunan pohon yang menjulang, tegap berdiri menggapai langit, adalah sahabat kita, adalah teman cengkrama satwa-satwa yang selalu merangkul, mengisi ruang waktu kehidupan alam.”

“Tetapi kini, lahanku teriris, rimbaku tercabik, pesonamu meredup diantara tangis satwa. Belantara rimba kini duka. Salah siapa, siapa yang salah.”

“Jangan mewariskan air mata kepada anak cucu kita, tetapi wariskanlah mata air-mata air dan lingkungan yang lestari. Jangan saling menyalahkan, jangan saling mengandalkan, buktikan baktimu, bulatkan tekadmu, tanpa titah dan perintah selain bisik nurani,”,

 

Unnes adalah rumah ilmu yang memperdulikan faktor lingkungan agar civitas akademika aman dan nyaman memngenyam pendidikan selama masa perkuliahan. Jaya Unnesku!!sebagai pelajar dari plosok desa, Saya ibaratkan unnes itu seperti mobil yang sudah tua, akan tetapi masih memiliki performa mesin yang luar biasa dan body yang istimewa J. Melaju dengan kecepatan yang luarbiasa dengan tujuan yang mulia, yaitu menjadi universitas inspirasi indonesia, dengan konservasi sebagai jalanya. 7 pilar konservasi adalah dasarnya, yang sudah berjalan sedemikian rupa dengan kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaanya, sungguh mulia cita-citanya. Mobil tua ini memiliki penumpang berbagai rupa ada dari Sumatera, Jawa, Madura, Sumbawa hingga Papua..
bersatu dalam unnes konservasi namanya.

Tujuh pilar kita sudah mempunyainya, dengan berbagai pihak yang mendukungnya dalam pelaksanaanya. Saya sebagai mahasiswa baru belum terlalu paham perjalanan pelaksanaan tujuh pilar konservasinya. Kami hanya mengentahui banyak kelebihanya saja, namun siapa tahu banyak kekurangan yang ada didalamnya.

Namun saya bangga banyak kelebihan-kelebihan yang ada di dalam kampus kita tercinta. banyak pohon dimana-mana, suasana sejuk dan nyaman. tapi perlu yang namanya keindahan tambahan yang harus ada di dalanya, adar kita yang menganggap unnes sebagai rumah keduanya bisa lebih nyaman dan semangat menjalani kuliah setiap harinya.

Keindahan yang sebenarnya harus berada di semua sisi wilayah kampus, di tiap fakultas dan setiap jalan raya atau jalan setapak yang dilewati setiap hari oleh mahasiswa. Yaaa… kalau saya boleh bicara, kita membutuhkan bunga  di mana-mana, bunga melati, dahlia, mawar dan kamboja, agar rumah ilmu kita nyaman dan indah di pandang, rumah yang penuh ilmu dan keindahan, harum, sehat dan menyehatkan. Bisa meningkatkan reputasi unnes kedepanya.

Indah bukan? Bayangkan kalau banyak bunga di setiap fakultas, jalan raya dan jalan setapak di kampus kita? Sungguh indah pemandanganya bukan?

Tentunya penanaman bunga mempunyai teknik agar bisa bermanfaat dan akan lebih bermanfaat lagi kalau  menggunakan barang-barang yang sudah tidak ada manfaatnya ikut campur dalam penanamanya. Yaitu ban mobil bekas sebagai contoh nyata. Dengan di cat berbagai warna dan di kreasikan berbagai rupa, akan menambah nilai keindahan dan tidak akan bosan memandangnya. Pertama kita memperindah kampus kita dengan bunga berbagai rupa di setiap sudut dan jalan yang ada dan yang ke dua kita menggunakan bahan bekas untuk menambah nilai keindahan dan turut mengurangi jumlah barang yang tidak berguna menajdi besar manfaatnya. Sungguh akan menjadi rumah ilmu yang aman sehat rapi dan indah. “KAMPUS SERIBU BUNGNA” Itulah yang terdapat dalam pikiran saya untuk menjadikan kampus konservasi sebagai rumah ilmu yang bereputasi.

Itulah cerita mobil kita di masa yang akan datang, sebagai inspirasi yang terus maju tiada henti, untuk kebaikan negeri.

SALAM KONSERVASI!!

 

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

taman bunga

merawat-bungan.blogspot.com

5-Cara-Kreatif-Mengubah-Ban-Bekas_idea641

Post sebelumnya «

Lewat ke baris perkakas