Surya Blog
Share and Learn Together
19 November 2015 Kategori: Open Source. Tak ada komentar pada 6 Alasan Kenapa Kita Harus Menggunakan Linux
  1. Linux Termasuk FOSS (Free & Open Source Software) & Windows Tidak

Dari hasil penelitian Business Software Alliance (BSA) tahun 2012, 59 % pengguna komputer di Indonesia menggunakan software bajakan. Dengan demikian hanya 41% saja yang menggunakan tidak menggunakan software bajakan.

Berbeda dengan Windows, Linux termasuk FOSS (Free & Open Source Software) atau perngkat lunak bebas dan sumber terbuka. Ini berarti bahwa kita bebas menggunakan Linux tanpa harus membayar lisensinya, dapat memodifikasinya dan kemudian mendistrubusikannya kembali. Pada sistem operasi Linux juga banyak paket aplikasi yang termasuk FOSS juga. Salah satunya adalah paket aplikasi office, antara lain Libre Office dan Kingsoft Office.

Salah satu keunggulan perangkat sumber terbuka adalah selalu support untuk format file dari aplikasi lain. Misalnya, untuk Kingsoft Office Writer format file defaultnya adalah .wps tetapi juga dapat digunakan untuk menyimpan dalam format .doc (Microsoft Word Document). Bahkan untuk Libre Office Writer dapat menyimpannya dalam format .docx (Microsoft Word XML document). Selain itu ada Inkscape (aplikasi grafis vektor) dan GIMP (aplikasi grafis bitmap) sebagai pengganti CorelDraw dan Adobe Photoshop di sistem operasi Linux. Dan masih banyak aplikasi lain.

Karena sifatnya yang bebas dan sumber terbuka, sistem operasi Linux dan aplikasi-aplikasinya banyak dikembangkan, sehingga banyak juga hasil pengembangannya.

Sadar atau tidak, ketika kita menggunakan pernagkat lunak bajakan maka kita sama saja dengan melakukan pencurian. 

Pasal 72 ayat 3 UU Hak Cipta berbunyi, “Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)” .

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk menggunakan program komputer secara tidak sah.

  1. Linux Jauh Lebih Ringan daripada Windows

Mungkin beberapa diantara kita ada yang ketika ditanya “mau ngga pake linux?” akan menjawab “aku takut laptopku ngga kuat.”

Jawaban tersebut adalah adalah suatu paradigma yang salah mengenai sistem operasi Linux. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat table komparasi spesifikasi hardware minimum yang dibutuhkan komputer/laptop untuk sistem operasi Windows dan Linux berikut:

Spesifikasi Hardware Windows 10 Lunux Ubuntu 
Proccessor  1 GHz Kurang dari 1 GHz, bahkan telah mendukung arsitektur ARM
Memori (RAM) 1 GB untuk 32 bit dan 2 GB untuk 64 bit 768 MB
Disk 16 GB untuk 32 bit dan 20 GB untuk 64 bit 5 GB

Disamping itu, saat penulis mengalami kerusakan hardisk laptop (akibat bad sector) sistem operasi Windows sama sekali tidak bias berjalan, tetapi untuk sistem operasi Linuxnya (saat itu penulis menggunakan Elementary OS Freya) masih dapat berjalan dengan baik.

  1. Linux – No Virus & Windows – Many Virus

Pernahkah pembaca mengalami kehilangan/ kerusaakn file akibat virus komputer? Jika ya, penulis pun pernah. Banyak virus untuk sistem operasi Windows seperti Worm, Trojan, Virus ShortCut, dll. Sedangkan untuk sistem operasi Linux tidak ada virusnya. Pengembangan virus untuk sistem operasi Linux pernah dilakukan tetapi hanya merupakan proyek uji coba, dan sekarang proyek tersebut telah dihentikan. Oleh karena itu, jika kita menggunakan sistem operasi Linux kita tidak membutuhkan antivirus.

Disamping itu, Linux juga ketat dalam pengelolaan keamanan. Kita bahkan bisa menghapus virus Windows yang menginfeksi flashdisk kita seperti menghapus file biasa. Jika kita memiliki flashdisk yang terinfeksi virus Windows dan kita membukanya di sistem operasi Linux, file virus tersebut terlihat dengan jelas. Salah satu kasus yang pernah penulis alami adalah file berekstensi .exe dengan nama acak yang tidak jelas. Kita dapat menghapusnya seperti kita menghapus file biasa tanpa takut virusnya bekerja, karena semua perangkat lunak Windows tidak dapat berjalan di Linux (kecuali jika menggunakan emulator Windows untuk Linux seperti Wine).

  1. Linux Tidak Sulit

Pembaca pasti tahu dengan sistem operasi untuk mobile platform Android OS bukan?

Android OS merupakan salah satu turunan dari sistem operasi Linux yang dikembangkan Google. Meskipun memang Android OS versi mobile ini didesain 100% GUI, tidak seperti Linux versi desktop. Bahkan sekarang telah dikembangkan Android OS versi desktop.

Jika pembaca sudah menggunakan Android untuk perangkat mobile kenapa harus takut untuk menggunakan Linux desktopnya?

Pada sistem operasi Linux desktop memang tidak 100% GUI, beberapa perintah hanya dapat dijalankan melalui sistem konsol (terminal). Tapi bukan berarti menggunakan terminal itu sulit. Windows juga tidak 100% GUI. Terminal di Linux sama seperti Command Prompt di Windows.

  1. Banyak Distribusi Linux yang Dikembangkan Indonesia

Jika pembaca ingin mencintai produk dalam negeri, inilah salah satu caranya. Gunakan distro Linux Indonesia, bukan Windows yang dibajak di Indonesia.

Banyak distro Linux yang dikembangkan Indonesia, antara lain BlankOn, SekarOS, UGOS, IGOS, dll.

  1. Installasi Linux Tidak Merusak Hardware atau Menghilangkan Data di HDD Jika Prosesnya Benar

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat pertama kali menginstall Linux adalah meneruskan proses installasi saat partisi hardisk tidak terbaca oleh Linux. Hasilnya kemungkinan data di hardisk hilang semua dan installasi Linux gagal.

Salah satu penyebab masalah ini adalah adanya sisa-sisa GPT signature hasil installasi Windows yang menyebabkan MBRnya tidak bias dibaca sistme Linux. Cara mengatasinys cukup dengan “fixparts” melalui terminal. Setelah itu Linux dapat diinstall dengan normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Lewat ke baris perkakas