Surya Blog
Share and Learn Together
18 November 2015 Kategori: artikel. Tak ada komentar pada Rumah Ilmu di Universitas Konservasi #1

Kata “rumah” dapat didefinisikan bukan hanya sebagai suatu bangunan (struktural), melainkan juga tempat yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat (Frick, 2006). Sedangkan “ilmu” menurut Harsojo, guru besar Universitas Padjadjaran merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu yang pada prinsipnya dapat diamati panca indera manusia.

Dengan demikian, frasa “rumah ilmu” dapat diartikan sebagai suatu tempat dalam kehidupan yang dapat digunakan untuk mengakumulasikan pengetahuan-pengetahuan untuk kemudian distematisasikan dengan suatu pendekatan terhadap dunia empiris. Secara eksplisit kata “rumah ilmu” menunjuk pada sekolah, tempat belajar, kampus, dan tempat dilakukannya kegiatan belajar. Namun secara implisit, kata “rumah ilmu” juga dapat ditujukan pada suatu system, website, e-learning, buku dan lain sebagainya yang pada dasarnya bukan merupakan tempat secara riil.

Untuk mewujudkan Universitas Konservasi Bereputasi, perlu adanya pelaksanaan 7 pilar konservasi secara berkesinambungan. 7 Pilar Konservasi yang diberlakukan di Universitas Negeri Semarang antara lain:

  1. Konservasi Biodiversitas (Keanekaragaman Hayati)
  2. Manajemen Lingkungan (Green Space management, Green Architecture, Green Internal Transportation System, Biopori)
  3. Paperless Policy
  4. Pengoalahan Limbah
  5. Green Energi
  6. Etika, Seni, dan Budaya
  7. Kader Konservasi

Pada artikel ini, hal yang akan menjadi inti pembicaraan terkait dengan optimalisasi system informasi yang dimiliki Universitas Negeri Semarang.

Untuk menjadi Universitas Konservasi Bereputasi, perlu adanya optimalisasi system informasi berbasis web, online publication, dan pengembangan event-event berbasis teknologi informasi. Salah satu contoh event tersebut adalah Kompetisi Blog Bagi Mahasiswa Bidikmisi ini.

Dengan penggunaan system informasi secara optimal, maka akan terbentuk “paperless attitude” yang akan menjadikan Universitas Negeri Semarang menjadi Universitas Konservasi yang bereputasi.

Seperti yang kita ketahui bersama, kertas dibuat dari kayu. Dan kayu-kayu tersebut diperoleh dari penebangan pohon-pohon. Dengan adanya “paperless attitude” maka akan mengurangi penggunaan kertas. Dengan adanya pengurangan penggunaan kertas, akan mengurangi jumlah pohon yang ditebang utnuk pembuatan kertas tersebut. Disamping itu, pengurangan penebangan pohon akan mengurangi dampak dari pemanasan global yang telah terjadi sekarang ini.

 

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco

Lewat ke baris perkakas