Surya Blog
Share and Learn Together
18 November 2015 Kategori: artikel. Tak ada komentar pada Universitas Konservasi Bereputasi dalam Pandangan Pengguna FOSS #2

Sekar OS      Linux

Universitas Konservasi adalah konsep yang memadukan antara pedagogi dengan ekologi dengan mempertimbangkan sumber daya hayati dan lingkungan. Universitas Konservasi dilaksanakan dengan memperhatikan kaidah atau aspek-aspek konservasi yaitu pemanfaatan secara lestari, pengawetan, penyisihan, perlindungan, perbaikan dan pelestarian. Universitas Negeri Semarang sebagai Universitas Konservasi berarti visi dan misi Universitas Negeri Semarang yang memayungi Tri Darma Perguruan Tinggi dilaksanakan dengan kaidah konservasi (anonim, 2010).

FOSS merupakan kepanjangan dari Free and Open Source Software atau perangkat lunak bebas dan terbuka. Bagi pengguna FOSS, Universitas Konservasi Bereputasi berarti Universitas yang menerapkan penggunaan perangkat lunak bebas dan terbuka. Universitas Negeri Semarang, melalui OSC-nya (Open Source Community) telah mengembangkan system operasi berbasis Linux dengan nama Sekar OS. Dengan adanya system operasi yang dikembangkan sendiri di Universitas Negeri Semarang, diharapkan akan tercipta kemandirian dalam penggunaan program-program perangkat lunak dan tidak terjadi lagi ketergantungan pada pengembang perangkat lunak komersial seperti Microsoft.

System operasi Sekar OS ini dibangun diatas Ubuntu dengan desktop environment Xfce (atau lebih dikenal dengan Xubuntu). Sekar OS memiliki banyak kelebihan, antara lain :

  • Tersedia launcer akses layanan Unversitas Negeri Semarang
  • Pengembangan yang konsisten, tiap tahun tersedia versi baru
  • Pengembangan dilakukan oleh UNNES Open Source Community
  • Menggunakan tampilan Windows, diharapkan mempermudah user ex-windows dalam bermigrasi
  • Tersedia beragam pilihan media: LiveCD, DVD instalasi, LiveUSB
  • Berukuran ringkas, satu LiveCD berisi sistem operasi, aplikasi perkantoran, multimedia, internet, permainan dsb.

Akan tetapi, pengembangan system operasi ini berhenti karena beberapa alasan, salah satunya adalah terkait pengguna. Adanya pandangan pragmatis yang menyatakan bahwa produk luar negeri selalu lebih baik daripada produk dalam negeri yang menjadai salah satu penyebab kemandirain Indonesia sulit dicapai, termasuk dalam hal penggunaan perangkat lunak. Selain itu adanya pandangan bahwa system operasi Linux sulit digunakan juga menjadi penyebab peminat system operasi ini sedikit.

Bagi para pengguna perangkat lunak bebas dan terbuka, universitas yang belum memiliki kemandirain dalam penggunaan program perangkat lunak dan masih bergantung pada perangkat lunak komersial berarti masih belum menjadi Universitas Konservasi Bereputasi.

 

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Bidikmisi Blog Award di Universitas Negeri Semarang. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Lewat ke baris perkakas