Mengenal Antropologi Kesehatan, Pandangan “Sehat Dan Sakit” dari Aspek Sosial – Budaya, Sistem Medis, dan Etnomedisin

Medical_Anthropology

          Banyak sekali ilmu-ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang kesehatan. Ilmu-ilmu tersebut diantaranya sosiologi, antropologi, psikologi dan lain-lainnya yang mengkaji kesehatan berdasarkan disiplin ilmu masing-masing. Pandangan kesehatan dari segi sosiologis adalah “sakit” tidak hanya memiliki peran secara individu, tetapi juga peran sakit mengakibatakan individu “bergantung pada orang lain”, dan menimbulkan adanya penyimpangan sosial. Tidak hanya individu yang merasakan, tetapi juga keluarga / kerabat juga turut merasakan akibatnya. Sosiologi kesehatan memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan. Pandangan kesehatan dari segi antropologi adalah konsep sehat dan sakit dipandang dari segi kebudayaan (dieses) dan dari perspektif medis (illness). Sedangakan pandangan kesehatan dari perspektif psikologis adalah berkaitan dengan bagaimana karakteristik pribadi seseorang yang memandang penyakit dari pengalaman pribadi mereka dan memberikan kontribusi berupa keyakinan untuk kesehatan.

       Dalam tulisan ini, penulis mengkaji pandangan kesehatan dari segi antropologi. Antropologi kesehatan (medis) turut serta menyumbangkan pemikirannya berkaitan dengan konsep “sehat” dan “sakit”, hubungan antara individu yang “sakit” dengan lingkungan tempat tinggalnya dalam masyarakat. Antropologi medis juga membahas tentang berbagai pandangan pengobatan kesehatan yang ada di seluruh dunia, pandangan antara pengobatan tradisional yang dulunya disebut orang Barat sebagai pengobatan “primitif”, dan pengobatan modern Barat yang sudah diakui secara klinis. Lalu, apakah antropologi kesehatan ditinjau dari segi pandangan ilmu pengetahuan? Apakah antropologi medis memiliki hubungan dengan kebudayaan suatu masyarakat? Apakah ada perbedaan pandangan kesehatan antara satu negara dengan negara yang lainnnya?

  • Pengertian Antropologi Kesehatan

          Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya dari tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986;1-3). Menurut Weaver, antropologi kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan   yang menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1) Menurut Hasan dan Prasad, antropologi kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran (medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran (medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalah-masalah kesehatan manusia (Hasan dan Prasad, 1959; 21-22).

      Sedangkan menurut Fabrega : antropologi kesehatan adalah studi yang menjelaskan berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan didalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan kelompok-kelompok terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan penyakit; dan mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan terhadap pola-pola tingkahlaku. (Fabrga, 1972;167). Jadi, menurut pandangan penulis, antropologi kesehatan adalah disiplin ilmu yang membahas konsep sehat dan sakit secara biologis dan sosiol budya berkaitan dengan tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara individu dan kelompok, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia sebagai anggota masyarakat yang ditinjau secara tradisional maupun medis (dunia kedokteran).

  • Sejarah Antropologi Kesehatan

       Pada tahun 1849, Rudolf Virchow, seorang ahli patologi Jerman terkemuka menulis, apabila kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehat maupun yang sakit, maka ada pula ilmu yang merumuskan hukum-hukum sebagai dasar struktur sosial, untuk menjadikan hal-hal tersebut saling berkaitan (inheren) dalam manusia itu sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosial yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit, maka kedokteran dapat ditetapkan sebagai antropologi. Namun demikian, tidak dapat dikatakan bahwa Vichrow berperan dalam pembentukan asal-usul bidang antropologi kesehatan, karena hanya sebatas cetusan inspirasi yang cemerlang dan belum menjadi suatu disiplin ilmu.

         Pada tahun 1953, untuk pertama kalinya timbul perhatian pada antropologi kesehatan yang ditulis Caudill, berjudul “Applied Anthropology in Medicine”.  Tetapi meskipun telah menimbulkan antusiasme, tulisan itu tidak menciptakan suatu subdisiplin ilmu baru. Hingga sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1963, Scoth memberi judul “Antropologi Kesehatan” dan Paul membicarakan “Ahli Antropologi Kesehatan” dalam suatu artikel mengenai kedokteran dan kesehatan masyarakat. Setelah itu baru ahli-ahli antropologi Amerika benar-benar menghargai implikasi dari penelitian-penelitian tentang kesehatan dan penyakit bagi ilmu antropologi. Pengesahan lebih lanjut atas subdisiplin antropologi kesehatan ini adalah dengan munculnya tulisan yang dibuat Pearsall (1963) yang berjudul Medical Behaviour Science (3000 judul) yang terdaftar dalam bibliografi yang memberikan kontribusi penting akan sistem medis bagi ilmu antropologi.

  • Pandangan “Sehat dan Sakit” Ditinjau dari Segi Sistem Medis sebagai Startegi Adaptasi Sosial-Budaya

      Sistem medis adalah “pola-pola dari pranata-pranata sosial dan tradisi-tradisi budaya yang meyangkut perilaku yang sengaja untuk meningkatkan kesehatan, meskipun hasil dari tingkahlaku khusus tersebut belum tentu kesehatan yang baik” (Dunn 1976 : 135). Maksudnya, sistem medis tidak hanya mempengaruhi individu dalam kelompok tetapi juga tradisi yang ada di kelompok tersebut yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Penyakit, dengan rasa sakit dan penderitaannya merupakan kondisi manusia yang dapat diramalkan, serta ada gejala biologis maupun kebudayaan. Sebelum kita mengalami sakit, ada gejala-gejala tertentu yang terjadi di dalam diri kita. Contohnya, pada saat ini kita mulai masuk musim pancaroba, dimana seringkali kekebalan tubuh menurun, sehingga kita mudah terserang penyakit. Penyakit yang seringkali muncul adalah : batuk, pilek, demam, dan rasa tidak nyaman yang ada di tubuh bisa kita, rasakan dulu gejalannya sebelum penyakit itu benar-benar menyerang tubuh kita.

       Pada manusia, penyakit mengancam secara besar-besaran, tidak hanya kemanan biolois penderita dan kelompok yang terancam, juga mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi kelompok penderita. Sepertihalnya individu yang hidup dalam kelompok, jika satu individu terkena sakit maka juga akan mempengaruhi perannannya dalam kelompok tersebut, misalnya epidemi penyakit satu individu yang menyerang ke anggota kelompok sehingga ada perubahan dari segi sosial dan ekonomi. Pada perkembangannya, muncul rasa simpati dan empati dari kelompok untuk menyembuhkan “si sakit”.atau membiarkan “si sakit” untuk sembuh sendiri diluar kelompoknya. Makna sakit bagi orang sakit adalah sejauh ia tidak dapat memenuhi kewajiban normalnya terhadap warga lain dan ia dianggap berbahaya bagi kelompok tersebut. Contohnya adalah penyakit ebola yang menyebar pada wilayah Afrika yang menyebabkan penyakit tersebut menular pada individu ke masyarakat, yang kemudian menjadi epidemi / wabah.

          Sistem medis adalah bagian-bagian dari kebudayaan pada tingkatan yang lebih abstrak, yang dalam isi dan bentuknya mencerminkan pola dan nilai yang kurang nampak. Di desa Tintzantzan di Meksiko, kesehatan didefinisikan dalam rangka kesimbangan antara kekuatan-kekuatan yang “panas” dan “dingin”. Panas dan dingin menurut pandangan orang China berkaitan antara keseimbangan Ying dan Yang. Kekuataan-kekuatan ini berada dalam tubuh dan alam sekitar. Konsistensi dalam pola kebudayaan terdapat pada banyak masyarakat, kepercayaan dan praktek medis adalah magi. Ilmu gaib dipakai untuk menjelaskan semua hal berkaitan dengan kemalangan dan mengawasi lingkungan sosial. Contohnya pada masyarakat Jawa, masih percaya akan adanya sawan. Sawan ini berkaitan dengan sawan manten dan sawan yang berkaitan dengan orang meninggal. Contoh lainnya masyarakat Jawa memang memiliki kepercayaan akan dunia medis, tapi seringkali mereka lebih percaya akan pengobatan alternatif / tradisional. Para dukun-dukun di Jawa juga dipercayai memiliki kekuatan mistis yang dapat menyembuhkan orang sakit yang memiliki kekuatan supranatural yang dapat berkomunikasi dengan roh-roh halus. Di negara Barat, kedokteran formal menonjol dari segi ilmiahnya, yang terbukti secara medis dalam dunia kedokteran modern.

  • Etnomedisin

        Etnomedisin berkaitan dengan sistem budaya penyembuhan dan parameter pengetahuan penyakit. Berbagai konstruksi bermakna lintas budaya dapat dilihat untuk menantang prosedur biomedis epidemiologi (Kleinman, 1980). Sedangkan menurut Foster/Anderson, istilah etnomedisin, pada masa kini merupakan pengetahuan luas yang berasal dari rasa keingintahuan para ahli-ahli antropologi akan dunia medis, dan metode-metode penelitian untuk menambah pengetahuan yang ditinjau secara teroritis dan praktis (Foster/Anderson, 1986;61). Etnomedisin dibagi menjadi dua kategori, yaitu personalistik dan naturalistik.

         Personalistik adalah suatu sistem dimana penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi dari suatu agen aktif karena alasan tertentu seperti : makhluk supranatural (gaib atau dewa); makhluk bukan manusia ( hantu, roh leluhur, roh jahat); manusia (Penyihir dan tukang tenung). Naturalistik, penyakit (illness) dijelaskan sebagai bagian dari sistem, bukan sebagai pribadi. Adanya suatu model keseimbangan bahwa, ia dikatakan sehat apabila unsur-unsur dalam tubuh tetap, seperti yin dan yang, cairan dalam tubuh seimbang. Apabila keseimbangan ini terganggu, maka akan menyebabkan penyakit. Adanya faktor “supranatural” dan “nonsupranatural” yang mempengaruhi. Salah satu contoh dari etnomedisi adalah pengobatan India dan China. Pengobatan Ayurveda, yang berasal dari India Menurut teori Ayurveda, alam semesta terdiri dari 5 unsur : bumi, air,api, udara ditambah eter (ether). Manusia memiliki 3 humor disebut dosha (flegma, empedu, dan gas dalam tubuh disebut tridosha). Dikatakan sakit apabila salah satu dosha tidak berfungsi, sedangkan dikatakan sehat jika  tridosha berfungsi dengan baik. Pengobatan tradisional China, yin dan yang dianggap sebagai unsur primordial dari mana alam semesta yang berputar. Yang mewakili segala unsur yang positif dan panas, ying mewakili segala unsur yang bersifat negatif dan dingin.  5 unsur utama dalam tubuh: air, api, udara, tanah dan kayu penyakit sakit diakibatkan kerusakan, bisa dari unsur luar dan dalam, sebab fisik dan mental.

5 komentar pada “Mengenal Antropologi Kesehatan, Pandangan “Sehat Dan Sakit” dari Aspek Sosial – Budaya, Sistem Medis, dan Etnomedisin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: