SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
SATOE ATAP (Sayang Itoe Asli Tanpa Pamrih)
November 9th, 2015 by Uke Pramudita

     Satoe atap merupakan sebuah komunitas yang bergerak dibidang sosial khususnya dalam hal pendidikan untuk kalangan yang kurang mampu. Satoe atap adalah organisasi yang berupaya melakukan pembinaan dan pemberdayaan anak-anak jalanan, anak-anak yang putus sekolah dan kaum miskin. Filosofi yang mereka pegang yaitu Sayang Itu Asli Tanpa Pamrih.

     Satoe Atap didirikan oleh tiga orang mahasiswa Undip yang tergerak hatinya dan prihatin terhadap anak-anak yang tidak sekolah. Di lingkungan kampus Fakultas Hukum setiap hari banyak anak kecil yang mengermis kepada warga kampus tersebut. Melihat keadaan ini, tiga orang ini kemudian mencoba untuk memperbaiki keadaan ini. Mereka berfikir bahwa keterpurukan di Indonesia dikarenakan banyak SDM yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kemudian mereka berinisiatif untuk memberi pendidikan kepada anak-anak ini. Mereka mengajari anak-anak ini sesuai dengan kemampuan mereka. Dalam waktu yang cukup lama, kegiatan ini semakin berkembang, sehingga banyak yang tertarik untuk mengikutinya.

     Setelah perkembangan yang semakin hari semakin bagus, mereka akhirnya sepakat untuk mendirikan suatu organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan. Kemudian mereka memberi nama Satoe Atap yang didirikan pada bulan April tahun 2007. Selain mahasiswa dari Fakultas Hukum, juga dijalankan oleh mahasiswa Undip dari fakultas lainya. Mahasiswa ini menjadi pembina bagi anak-anak Satoe Atap yang mana sistem perekrutan yang bersifat terbuka.

     Kegiatan-kegiatan Satoe Atap sangat bervariasi, mulai dari belajar, bermain, dan belajar sambil bermain. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan anak-anak Satoe Atap tidak merasa bosan.

     Kegiatan rutin dilaksanakan dua kali dalam seminggu yaitu pada hari selasa dan hari rabu pada pukul 15.30- sampai 17.00, kegiatan ini adalah untuk memantau perkembangan prestasi anak-anak Satoe Atap. Anak-anak Satoe Atap terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, begitu pula orang tuanya yang tidak segan-segan untuk mengantarkan anak-anak mereka, karena menganggap bahwa kegiatan ini seperti les karena beberapa anak-anak juga ada yang mengikuti sekolah formal.

     Satoe Atap ini juga mempunyai cabang di daerah belakang barito atau di daerah kelinci yang mana kegiatanya dilakukan pada hari Rabu. Untuk tempat sendiri mereka meminta izin kepada lurah setempat untuk menggunakan tempat tersebut untuk mengajar. Tidak ada ketua dalam organisasi ini, namun hanya ada coordinator yang mengawasi agar dapat berjalan dengan baik.

     Jumlah pengajar ataupun anak-anak yang diajarkan tidak tentu jumlahnya, kadang jumlah anak-anak yang diajarkan banyak kadang juga sedikit karena disini sifatnya tidak mengikat, begitupun para pengajarnya kadang mereka bisa datang bila tidak ada keperluan. Disini pengajar membantu anak-anak dalam hal tugas yang mereka miliki, selain itu juga mengajarkan kerajinan-kerajinan yang mudah untuk diajarkan kepada anak-anak. Untuk mengajarkan kreativitas yang lain biasanya dari organisasi ini mengundang dari pihak luar. Untuk perkembangan jumlah anak dan pengajarnya dari tahun ketahun mengalami naik turun kadang banyak kadang juga sedikit. Bagi setiap pengajar mereka biasanya mengajar 4-5 orang anak.

     Adanya rencana untuk membuka cabang namun hal tersebut bertolak belakang dengan daerah yang akan di gunakan sebagai tempatnya, sehingga belum ada cabang baru untuk organisasi ini. Dahulu dalam organisasi ini tidak hanya peduli dengan anak-anak didiknya saja, namun mereka juga peduli dengan orang tuanya yang hanya bekerja sebagai pemulung, pengemis dan lainya. Mereka mempunyai inisiatif untuk memberdayakan orang tua dari anak dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti membuat makanan. Dana dari pelatihan inhi diberikan dari donatur dan atas dasar gibah juga. Pelatihan ini hanya dalam proses pelatihan belum adanya hasil yang mereka dapatkan dan hanya berjalan beberapa bulan saja. Karena alat-alat dan bahan yang diberikan kepada warga untuk pelatihan tersebut malah mereka jual dan orang tua dari mereka beranggapan bahwa bila bekerja hanya seperti susah mendapatkan uang, lebih baik mereka pergi memulung yang langsung praktis bisa mendapatkan uang, dari situ lah pelatihan atau pemberdayaan itu selesai.


2 Responses  
  • Vivin Asafirda writes:
    November 29th, 20152:45 amat

    gimana kak caranya kalau mau gabung sama komunitas SATOE ATAP (Sayang Itoe Asli Tanpa Pamrih)itu?

  • Diah Rohmatul Laeli writes:
    November 30th, 20155:34 amat

    komunitas tersebut bertempat dimana kak ? tolong dicantumkan lokasinya yaa 🙂


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar