SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Materi Antropologi Kelas X Bab II: Budaya, Perwujudan, Unsur, Isi atau Substansi Budaya, dan Nilai Budaya
December 4th, 2015 by Uke Pramudita

  1. BUDAYA (PENGERTIAN)

    “Budaya” adalah “daya dan budi” yang berupa cipta, karsa dan rasa. Sedangkan “kebudayaan” adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa itu.

     Budaya lebih diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, misalnya saja budaya Jepang yang mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.

     Budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu. (Linton 1940). Kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat (Selo Soemardjan & Soelaiman Soemardi)

  1. PERWUJUDAN KEBUDAYAAN

           Wujud kebudayaan menurut J.J. HONIGMAN, adalah :

  1. Gagasan (Wujud Ideal)

     Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

  1. Aktivitas (Tindakan)

     Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

  1. Artefak (Karya)

     Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain.

  1. UNSUR KEBUDAYAAN

     Unsur pembentuk kebudayaan meliputi :

     1.Bahasa

           Meliputi bahasa lisan dan tulisan

     2. Sistem pengetahuan

          Meliputi pengetahuan tentang flora & fauna, waktu, ruang, bilangan, tubuh manusia

     3. Organisasi sosial

          Meliputi sistem kekerabatan, asosiasi, kenegaraan dan kesatuan hidup

     4. Sistem peralatan hidup dan teknologi

          Seperti distribusi, transportasi, komunikasi dan peralatan sehari-hari

     5. Sistem mata pencaharian hidup

          Seperti berburu, bercocok tanam, peternakan dl

     6. Sistem religi

          Meliputi sistem kepercayaan, nilai, pandangan hidup, upacara keagamaan

    7. Kesenian

         Meliputi seni rupa, seni sastra dan seni pertunjukan

 

  1. ISI DAN SUBSTANSI BUDAYA

     Adalah sistem pengetahuan, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan

1.Sistem Pengetahuan

     Manusia mampu hidup dan membentuk budaya tertentu dengan cara belajar. Adapun substansi dari sistem pengatahuan, terdiri dari :

Alam sekitar

Flora Fauna

Zat-Zat

Sifat Tingkah Laku

Ruang dan Waktu.

2. Pandangan Hidup

     Pandangan hidup adalah suatu nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat dan dipilih secara selektif oleh individu dipercaya kebenarannya, dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.

3. Kepercayaan

     Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

Kepercayaan Pada Diri Sendiri

Kepercayaan Kepada Orang Lain

Kepercayaan Kepada Pemerintah

Kepercayaan Kepada Tuhan

4. Persepsi

     Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti.

     Persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti.

5. Etos Kebudayaan

     Menurut Koentjaraningrat, etos adalah watak khas dari suatu kebudayaan yang tampak (dari luar). Contoh etos antara lain, gaya tingkah laku, kegemaran, atau benda-benda hasil budaya yang khas. Menurut Clifford Geertz, etos budaya adalah sifat, watak, dan kualitas kehidupan sekelompok masyarakat atau bangsa. Termasuk ke dalam cakupan etos adalah moral, sikap perilaku, dan gaya estetika atau kepekaan seseorang terhadap seni dan keindahan. Berikut ini contoh etos budaya orang Jawa. Watak khas orang Jawa penuh ketenangan dan kepasrahan diri. Disamping itu, pada pribadi orang Jawa terpancar adanya keselarasan, moral yang tinggi, kejujuran, dan dapat menerima keadaan sebagaimana adanya.

  1. NILAI BUDAYA

Menurut Theodorson dalam Pelly (1994) :

1.Nilai merupakan sesuatu yang abstrak, yang dijadikan pedoman serta prinsip-prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku.

2. Keterikatan orang atau kelompok terhadap nilai menurut Theodorson relatif sangat kuat dan bahkan bersifat emosional.

3. Nilai dapat dilihat sebagai tujuan kehidupan manusia itu sendiri

Nilai budaya terdiri atas :

1.Simbol-simbol Budaya

    Yaitu slogan yang terlihat kasat mata (jelas)

2. Sikap

     Yaitu tingkah laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut.

3. Kepercayaan

     Kepercayaan yang tertanam, mengakar & menjadi acuan dalam berperilaku (tidak terlihat)

           Daftar Pustaka :

  1. Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta.
  2. Keesing, Roger M. 1999. Antropologi Budaya, Suatu Perspektif Kontemporer. Jakarta : Erlangga.
  3. Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta : Balai Pustaka.

Comments are closed

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar