SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Materi Antropologi kelas XI Bab II : Pemetaan budaya, Masyarakat pengguna bahasa dialek, dan Tradisi lisan di suatu daerah dan nusantara
December 7th, 2015 by Uke Pramudita

  • BAHASA

Menurut Kridalaksana dalam buku “Pesona Bahasa, Langkah Awal Memahami Lingusitik (2005)” bahasa ialah sistem tanda bunyi yang disepakati untuk dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerjasama, berkomumikasi dan mengidentifikasi diri. Adapun fungsi bahasa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi secara umum dan fungsi secara khusus.

Fungsi bahasa secara umum adalah:

      Sebagai alat komunikasi

      Sebagai alat ekspresi

      Sebagai alat untuk adaptasi dan integrasi sosial

Fungsi bahasa secara khusus adalah:

      Untuk tujuan praktis

      Untuk tujuan artistic

      Untuk tujuan filosofis

      Untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang lain

Konsep-Konsep Penting dalam Bahasa :

a.Fonetik

b.Semantik

c.Sintaksis

d.Morfologi

  • DIALEK

Menurut Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1983), istilah dialek berasal dari kata Yunani dialektos. Pada mulanya dipergunakan dalam hubungannya dengan keadaan bahasa. Di Yunani terdapat perbedaan-perbedaan kecil di dalam bahasa yang dipergunakan pendukungnya masing-masing, tetapi hal tersebut tidak sampai menyebabkan mereka merasa mempunyai bahasa yang berbeda.

Dengan kata lain, dialek adalah karagaman cara pengucapan atau gaya penggunaan bahasa.
Perbedaan dialek dapat disebabkan karena perbedaan asal daerah dan perbedaan status sosial.oleh karena itu, dialek dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1.Dialek daerah adalah perbedaan dialek yang didasarkan pada perbedaan daerah suatu bahasa yang digunakan. Misalnya dialek bahasa Jawa Banyumasan, dialek bahasa Jawa Timuran, dan dialek bahasa Jawa Surakarta dan Yogyakarta.

2.Dialek sosial adalah dialek yang didasarkan pada perbedaan status sosial yang ada di dalam masyarakat tersebut. Misalnya: perbedaan dialek antara bahasa Jawa Ngoko dengan bahasa Jawa Kromo disebabkan perbedaan status sosial masyarakat penutur dua dialek bahasa tersebut.

  1. a) Bahasa dan dialek yang digunakan oleh komunitas di kantor

Kantor adalah suatu tempat pelayanan masyarakat yang di dalamnya terdapat pimpinan, pembantu pimpinan, dan staf ( karyawan) serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan di tempat tersebut. Misalnya; Bank, di dalamnya ada direktur, wakil direktur, karyawan, dan nasabah  bank Sekolah, di dalamnya ada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, dan murid¨

  1. b) Bahasa dan dialek yang digunakan oleh komunitas di pasar

Ciri bahasa dan dialek yang digunakan di pasar adalah sebagai berikut:
Bahasa dan dialek yang digunakan adalah bahasa yang non formal/ tidak resmi/ karena bahasa lokal di daerah setempat, Bahasa dan dialeknya singkat dan kurang jelas.

  1. c) Bahasa dan dialek yang digunakan oleh komunitas di terminal

Ciri bahasa dan dialek yang digunakan di terminal adalah sebagai berikut:
Bahasa dan dialek yang digunakan adalah bahasa yang non formal/ tidak resmi/ bahasa lokal di daerah setempat, Bahasa dan dialeknya bervariatif/ bermacam-macam, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

  • TRADISI LISAN

Tradisi lisan adalah kesaksian lisan yang disampaikan secara Verbal dari satu generasi ke generasi berikutnya. (menurut Jan Vasian). Tradisi lisan diwariskan secara turun temurun, dan tidak hanya sebagai pengisi waktu tapi juga sebagai penyalur sikap dan pandangan, refleksi angan-angan kelompok, juga sebagai wasiat bagi generasi selanjutnya.

Menurut Bascon fungsi tradisi lisan adalah:
1. Sebagai sistem proyeksi, yaitu sebagai pencerminan angan-angan suatu masyarakat yang kolektif
2. Sebagai alat pengesahan pranta-pranta dan lembaga-lembaga kebudayaan,
3. Sebagai alat pendidik anak,
4. Sebagai alat pemaksa/pengawas agar norma-norma sosial dapat dipatuhi.
Ciri-Ciri Tradisi Lisan
1. Pesan-pesan disampaikan secara lisan (ucapan, nyanyian maupun musik).
2. Tradisi lisan berasal dari generasi sebelumnya.

Menurut Endrasawa, tradisi lisan dapat ditinjau dari dua aspek yaitu:
1. Tradisi lisan sebagai produk
Merupakan pesan lisan yang didasarkan pada generasi sebelumnya.
2. Tradisi lisan sebagai proses
Merupakan proses pewarisan pesan melalui mulut ke mulut sepanjang waktu.

Tradisi Lisan Cenderung
a. Tidak reliable : tradisi lisan cenderung berubah-ubah/ rentan perubahan
b. Berisi kebenaran terbatas : hanya memuat kebenaran intern (masyarakat tersebut), tidak universal
c. Memuat aspek historis masa lalu
Jika ada kesaksian seseorang secara lisan tentang suatu peristiwa, lalu diteruskan pada orang lain secara lisan, hingga menyebar kemana saja.

Tradisi Lisan terdiri dari tiga kategori (menurut Boscam/ Danandjaya) :
1. Mite
Prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh penganutnya
– Ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa
2. Legenda
• Prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci.
• Ditokohi oleh manusia, walau kadang-kadang mempunyai sifatnya luar biasa.
Contoh; Ratu Kidul//terjadinya Gunung Tangkuban Perahu( ada masalah sangkuriang dengan ibunya), Malin Kundang (Minang Kabau), mak lampir awalnya ada di Minang Kabau)
3. Dongeng
– Prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi.
– Tidak terikat oleh waktu dan tempat
Contoh: Si kancil

 

DAFTAR PUSTAKA :

Kridalaksana, H. 2005. “Bahasa dan Linguistik,” Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. ed. Kushartanti, Untung Yuwono, dan Multamia RMT Lauder. Jakarta: Gramedia.

 

Kridalaksana, H. dan H. Sutami. 2005. “Aksara dan Ejaan” dalam Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. ed. Kushartanti. Jakarta: PT. Gramedia.

 

Supriyanto. 2009. Antropologi Kontekstual : Untuk SMA dan MA Program Bahasa Kelas XI. Pusat Perbukuan Departemen Nasional, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 193.

Indonesia Heritage. 2002. Jilid 10. Bahasa dan Sastra. Jakarta: Buku Antarbangsa untuk Grolier International, Inc.


Comments are closed

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
Skip to toolbar